BATAK TOBA ADALAH KETURUNAN MANUSIA YG KUCARKACIR HIDUP TANPA RAJA/PEMIMPIN ALIAS MURTAD

 

 
Originally Posted by lajanggaul 
DIAM KAU BODOHH!

Pada bodoh semua orang yg mendukung PROTAP, ngapainlah kelen minta propinsi baru, sedangkan kabupaten sudah bisa mengurus dirinya sendiri dgn OTDA, urus aja pembangunan sendiri, coba apa yg dihalang halangi untuk tapanuli utara itu maju??? pemimpinnya (bupatinya) halak batak, memang dasar bodoh!!! mau kekuasaan aja kauu bahh! mau jadi propinsi supaya ada peluang jabatan ya kau!
kalo kau gak maju maju ngapain pulak kau salahkan karena masih bergabung dgn SUMUT, primitip kau kulihat sudah! makan **** aja yg kau pikiri

kayak dihalangi aja kau hidup maju di SUMUT, dimedan jadi pejabatnya kau halak batak, tapi yang diluar batak apa bisa jadi pejabat di TAPUT sana???! oooii baabbami.. songongg kau lae, mau enaknya perutmu aja bah! tidak maju maju nanti kau diTAPUT sana kalo kau mau ngasingkan diri jadi PROTAP

Udah pintar ya mas?
Kalu gak tau masalah jangan bicara.

Protap Tak Hanya Senjang Pantai Timur dan Barat
Kompas Cetak, Kamis, 5 Februari 2009 | 00:15 WIB

KHAERUDIN

Awalnya adalah kesenjangan ekonomi yang begitu mencolok, antara wilayah eks Karesidenan Tapanuli dan eks Karesidenan Sumatera Timur.

Tapanuli, yang daerahnya membentang dari Tapanuli Tengah hingga ke Mandailing Natal di pesisir Pantai Barat Sumatera Utara saat ini, ditambah daerah-daerah yang memunggungi Bukit Barisan sepanjang Dairi hingga Tapanuli Utara menjadi kantong kemiskinan.

Sebaliknya, eks Karesidenan Sumatera Timur adalah pusat perekonomian sejak masih zaman Hindia Belanda, dengan Medan sebagai metropolisnya. Wilayahnya membentang dari Langkat hingga Labuhan Batu di Pantai Timur Sumatera Utara (Sumut). Daerah ini dulunya tambang emas bagi Belanda, penghasil komoditas perkebunan yang dipasarkan ke berbagai penjuru dunia seperti tembakau, karet dan kelapa sawit.

Meski wilayah Pantai Barat lebih dulu tersentuh peradaban, terutama dengan masuknya Islam pertama kali di Pulau Sumatera lewat Barus (Tapanuli Tengah), tetapi dalam perkembangannya, pesisir Pantai Timur Sumut jauh lebih maju. Berkembangnya beberapa Kesultanan Melayu di Pantai Timur, dan masuknya Belanda yang bekerja sama dengan aristokrasi Melayu dengan membuka perkebunan, membuat wilayah ini melesat meninggalkan daerah-daerah di Pantai Barat.

Karesidenan Tapanuli terbentuk setelah Belanda memisahkan Distrik Batak dari bagian Hoofd Afdeling Minangkabau. Distrik Batak ini membentang dari Tapanuli Tengah sekarang ini hingga Mandailing Natal. Distrik Batak ini yang belakangan lebih dikenal sebagai wilayah Tapanuli, dari asal kata Tapian (pemandian) Na (yang) Uli (indah).

Salah seorang anggota Komite Pemrakarsa Pembentukan Provinsi Tapanuli yang juga Guru Besar Antropologi Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Dr Robert Sibarani mengatakan, awal ide pembentukan Provinsi Tapanuli sebenarnya adalah keprihatinan melihat wilayah Tapanuli yang jauh tertinggal secara ekonomi dibanding wilayah di pesisir Pantai Timur Sumut. Wilayah Tapanuli merupakan kantong kemiskinan di Sumut.

”Perekonomiannya sangat tergantung pertanian, sementara infrastruktur tak pernah mendukung. Irigasi banyak yang rusak sehingga praktis petani bergantung pada kemurahan alam. Petani menjadi kelompok paling miskin, sementara mereka adalah penduduk terbanyak di daerah ini,” ujar Robert.

Jarak yang jauh dengan pusat-pusat perekonomian di Sumut membuat orang-orang Tapanuli baik sengaja maupun tidak menurut Robert menjadi termarginalkan.

Pemprov Sumut merespon kesenjangan wilayah ini dengan konsep pemerataan pembangunan. Era Gubernur almarhum Raja Inal Siregar misalnya, dengan konsep Marsipature Hutanabe (ayo membangun kampung halaman). Era Gubernur almarhum Tengku Rizal Nurdin, pola pembangunan lebih memusatkan pada pengembangan kawasan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumut Riadil Akhir Lubis menuturkan, sejak 1997 ada lima kawasan strategis yang dikembangkan, yakni Nias, Tapanuli dan sekitarnya, Rantau Prapat dan sekitarnya, Medan dan sekitarnya serta Danau Toba dan sekitarnya.

Konsentrasi pengembangan kawasan strategis ini, menurut Riadil mampu mengangkat ketertinggalan wilayah Pantai Barat. Indikator ekonomi menunjukkan wilayah Tapanuli saat ini tidak lebih tertinggal dibanding daerah pesisir Pantai Timur. Produk Domestik Bruto (PDRB) Perkapita daerah-daerah yang mengusulkan pembentukan Provinsi Tapanuli sebenarnya juga tak berbeda jauh dengan tetangga mereka di pesisir Pantai Timur Sumut. PDRB Perkapita Tapanuli Utara pada tahun 2006 sebesar Rp 9.430.734, Toba Samosir Rp 12.311.684, Humbang Hasundutan Rp 9.802.815, Samosir Rp 9.156.947. Bandingkan PDRB perkapita daerah-daerah tersebut dengan beberapa kabupaten yang berada di pesisir Pantai Timur seperti Langkat (Rp 9.448.626), Deli Serdang (13.311.684), Serdang Bedagai (Rp 9.385.791), Labuhan Batu (Rp 12.727.925).

Hal ini menurut pengamat politik USU Ridwan Rangkuti, membuat pemekaran bukan jawaban tepat atas persoalan kesenjangan ekonomi antara pesisir Pantai Timur dan Barat.

Di sisi lain, ide awal menghapus kesenjangan kawasan justru makin tak terdengar. Robert mensinyalir, bahwa ide membentuk Provinsi Tapanuli saat ini lebih kental nuansa politisnya. Sinyalemen ini ada benarnya, jika melihat perpecahan di antara daerah yang mengusulkani. Provinsi Tapanuli secara resmi diusulkan oleh tujuh daerah, yakni Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir dan Nias Selatan.

Dalam perjalanannya, ketujuh daerah ini tak satu kata. Bulan September 2006, DPRD Sibolga mencabut dukungan. Dikuti DPRD Tapanuli Tengah pada November 2008. Tapanuli Tengah malah mengusulkan pembentukan Provinsi Tapanuli bagian Barat dengan menyertakan Sibolga dan Nias.

Keretakan ini dipicu, salah satunya oleh soal penetapan ibu kota provinsi. Sibolga mengusulkan sebagai ibu kota, karena faktor historis sebagai ibu kota Karesidenan Tapanuli. Tapanuli Tengah mengusulkan Pandan sementara, daerah pemekaran Tapanuli Utara mengusulkan Siborongborong di Toba Samosir.

 

 

 

 

 

 

| olih nurjaman solih
Februari 13th, 2009 at 8:29 pm

Salam…..
Saya sbagai orang luar batak menaruh simpati kepada anda semua orang batak, anda lebih tahu apa yang terbaik buat anda. Pesan saya….. jagalah persaudaraan.
Wassalam.

horas idonesia!
horas bung solih!
I would like to thanks for your nice comment!
ini pujian saya yang pertama untuk pemberi komentar. sebab segala peristiwa yang tak didugaduga dan ga logika baik oleh alam maupun manusia mungkin oleh adanya proses pencarian keseimbangan.
dan untuk bung solih, di kotaku banyak anak rantau cari nafkah, yang nias, minangkabau, sunda dan jawa merasa hidup tenteram berdampingan batak dan tidak pernah merasa terusik…
terimakasih untuk simpatnya.

Penolakan halak Tapsel ke dalam propinsi Tapanuli disebabkan perbedaan BUDAYA dan perbedaan AGAMA! Org Batak Toba Kristen harus mengerti hal ini! BUKAN masalah ketidakcocokan ibukota!

Jika dipaksakan wilayah halak Tapsel dimasukkan ke dalam propinsi yg bernama Tapanuli itu, akan sangat BERBAHAYA bagi hubungan antar etnis! Kalian HARUS PAHAM!

Sangat di sayangkan terjadi hal seperti ini. Terus terang saya juga ingin mempublish hal ini di blog Batak, tapi masih saya simpan di draft, karena tulisan saya terlalu emosional, terlalu menyerang individu tertentu. Secara garis besar, saya mengesalkan tindakan konyol dari pihak” yg terlalu merasa “jago” telah menyebabkan ide pembentukan PROTAP mundur beberapa langkah!

Main cantiklah, masa seorang calon pemimpin/ gubernur ga bisa bermain cantik.

Saya yakin Azis Angkat tewas akibat serangan jantung. Melihat video di TV, orang yang tidak sakit jantung saja bisa jadi jantungan, apalagi yang sudah memiliki sakit jantung?

Terlepas dari meninggalnya Azis Angkat, kita lihat upaya pendirian ProTap.

- Penggagas telah bekerja dari tahun 2002,
dan jumlah mereka sangat banyak, bukan segelintir orang. Tentunya telah menghabiskan banyak waktu, pemikiran dan biaya dengan tujuan positif, untuk kebaikan TAPANULI.

- Penghujat, apa yang telah mereka lakukan untuk kebaikan TAPANULI. (Biasanya hanya wacana). Adakah sesuatu gerakan/action yang telah dilakukan?

Horas…
Apapun itu kita ambil hikmahnya, secara tidak langsung “batak” sudah menjadi pembicaraan dari elite politik sampai ke masyarakat pedesaan. Hal ini membuat satu pertanyaan yaitu : Mengapa berdirinya Protap nantinya sangat menakutkan dan menegangkan semua pihak? Apa sih Protap itu..?
Apalagi bangsa kita sedang dalam suasana “panas” menjelang Pemilu april mendatang. Jadi menurut saya , tak perlu emosi menghadapinya. Suka tidak suka putra/putri Batak dari berbagai marga , agama ,dan tingkat sosial sedang memenuhi media kampanye di seluruh nusantara saebagai caleg. Ini menjadi bukti keberadaan batak tidak saja bercokol di Tapanuli,sudah menyebar kemana mana hingga ke Luar Negri. Orang Batak bukan orang lemah,bukan tidak punya prinsip. Justru keteguhannya pada prinsip dan berkarakter mau maju dan siap menerima resiko. Saya harap kepada saudaraku saluhutnya,jangan kita mau diadudomba dengan beralas pada kejadian berdarah tersebut.
Karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Sang Pencipta.
Maju terus saudaraku,buktikan bahwa kita bukan orang barbar tapi orang yang berbudi dan penuh kasih. Memang kejujuran sangat menyakitkan tapi kita bukan orang yang mau bermanis kata. Semoga hujatan,cacian,makian yang ditujukan kepada orang Batak menjadi doa yang memberkati berdirinya Protap.
@Ito Robert : Tolong ajak saudara kita yang lain untuk menjadi penyeimbang berita tentang Protap ini. Dan menja di mediator untuk berdirinya Protap. Diluar orang Batak pun banyak yang mendukung. Mauliate.

[...] . Gw menemukan berbagai artikel menarik di blog ini. Mulai dari topik yang berat kayak tragedi “protap” ( Provinsi Tapanuli ), Tentang sejarah kayak serangan kaum padri ke tanah Batak ( Disini gw melihat [...]

@ Lae harahap and siregar

buat apalah lae buat agama sbg alasan ketidakbisaan protap terwujud? justru cara pikir lae itu yg menimbulkan sara.

sekarang lihat aja apa yg berkembang didaerah protap oleh sumut?ga ada bukan………

tinggalkan lah cara pikir yg SARA itu..lihatlah bahwa kesejahteraan pasti lebih berkembang bila berdiri sendiri.

semoga cepat terwujud protap.

horas.peace

Insiden ini memang sudah sangat tidak seimbang pemberitaanya…peran media/pers sungguh2 tidak fair. contohnya TVone setiap memberitakan insiden ini selalu mengarahkan opini masyarakat kearah yang tidah seimbang, seakan2 kalau pemekaran Protap itu bukanlah hak orang Tapanuli tetapi Protap itu adalah tindakan yg salah…padahal yg salah adalah anarkisnya…bukan protapnya.

Aku menyanyi saja, menanggapi tulisan diatas.

TAPATURE
(Tongam Sirait)

Sian i do hita magodang
Sian i do hita borhat
Ido huta hatubuan i

Ahut sura tapadenggan
Ahut sura tapature
Ahut boi tarbahen hita
laho padenggantoni

Sugarima nian hita marsada
Tapasadama rohanta tuhadengganoni
Oh ale bangso Batak di luat portibion
Tapasada ma rohanta tapaturema hutanta
Tapature ma hutanta

@buat sdr harahap dan siregar
tolong kalau memberi komentar atau pandangan yang sejuk bukan permusuhan atau SARA, pemekaran wilayah itu hak semua masyarakat di SUMUT sana, pemerintah yang kurang cerdas menurut pakar otonomi daerah Prof DR. Ryaas Rasyid pemerintah pusat dan DPR mempunyai tugas untuk meneliti setiap pemekaran tanpa harus masyarakat setempat yang harus memintanya.
@sdr harahap dan siregar kalau tdk mengeri janganlah asal asbun berikan masukan yang benar dan jadi propokator saya melihat akhir2 ini kasus ini jadi melebar memojokan suku Batak yang selama ini sangat persatuanya tidak terusik, kita prihatin dengan kejadian yang demo anarkis itu semua orang tidak menginginkan itu terjadi, biarkanlah aparat yang menyelesaikan itu secara hukum, tetapi harus anda ingat jangan-jangan protap itu memang keinginan seluruh masyarakat TAPANULI, jangan kita terlalu banyak berkomentar yang tidak tau sesunggunya apa yang terjadi disana.
Tolong buat Lae RAJA HUTA komentar yang seperti memancing permusuhan tidak di input di tempat kita yang sejuk dengan perdamaian ini.
Horas

Jakarta 14 Peb 2009
Budi

Kepada sidabariba,

Saya TIDAK mengatakan protap tak bisa terwujud. TIDAK!!!

Namun JANGAN coba2 masukkan wilayah Tapanuli Bagian Selatan ke dalam protap!!!!! KAMI SUDAH MENOLAKNYA.

JANGAN SAMPAI TERJADI KONFLIK ANTAR ETNIS DAN ANTAR AGAMA!!!!!!

Kami Halak Angkola-Mandailing, kalian org batak toba kristen. Pahamilah perbedaan antara kita!

Thanks.

Kepada Budi,

Saya hanya mengingatkan akan perbedaan AGAMA dan BUDAYA antara batak toba kristen dgn Angkola-Mandailing dan meminta benar2 utk TIDAK memasukkan wilayah Tapanuli Bagian Selatan ke dalam protap. Saya pernah baca di salah satu situs bahwa t.b. silalahi waktu serahkan draft protap ke DPR juga including Tapanuli Bagian Selatan. ITU YANG TIDAK KAMI SETUJUI!!!!!!!!

Anda liat kembali PENOLAKAN masyarakat Angkola-Mandailing pada tahun 2000 di Jakarta! Waktu itu dipimpin alm. Sjamsji Nasution. Andalah yg sesungguhnya asbun!!!!!!!!!

Tolong anda lebih mengerti!!!!!!!!!!!!!!!!

Tangkap Harahap dan Siregar, pendapatmu berbau SARA. Orang-orang seperti inilah yang membahayakan persatuan negara. Mohon pihak Kepolisian dengan unit Cyber Crime-nya selidiki keberadaan pengirim response tersebut guna mencegah perpecahan.

@harapah dan siregar
kenapa anda buat agama itu menjadi sangat berbahaya?

Diluar pro-kontra Protap, saya hanya ingin mengomentari si Harahap & Siregar.

Anda itu provokator pake nick Harahap-Siregar, seakan-akan mengglobalisasi kedua marga ini sebagai pendukung pikiran picikmu. Kalau memang dirimu bermarga ini, berarti dirimu juga Batak. Gak mau memaku dirimu orang Batak, jangan pake sebutan itu di belakang namamu, yang jelas-jelas mengacu pada marga Batak. Dari ujung dunia manapun kau cari silsilah, Harahap & Siregar itu adalah marga Batak, yang semuanya bersasal dari Pusuk Buhit, yang lantas menyebar mendiami seluruh wilayah orang Batak saat ini. Saya tahu, dirimu tidak mengerti sejarah Batak, karena hidupmu sudah dilumuri kepicikan berpikir soal perbedaan agama saja.

Kepikicikan berpikirmu sudah jelas terlihat dari bicaramu yang sok nantang. Dalam artikel di atas sudah jelas dipaparkan bahwa awal pendirian Protap bukan untuk menciptakan eksklusif di kalangan orang Batak yang kebetulan beragama Kristen. Tapi mengajak semua pihak di wilayah Tapanuli.

Sebutan Tapanuli itu sudah jelas-jelas berkosa kata bahasa Batak. Kalau memang dirimu hebat, ajaklah kelompokmu mengurus penggantian nama Tapanuli Selatan itu menjadi nama lain. Soal dirimu setuju gak setuju bergabung dengan Protap, itu hakmu. Gak perlu bawa-bawa SARA.

* Kepada laeku Rober, pemilik blog ini.
Tolong jangan dimoderasi lagi komentar si Harahap & Siregar ini. Saya khawatir dia memang sengaja menciptakan hawa panas di artikel lae Suhunan ini. Saya yakin, dia punya maksud-maksud tertentu dalam wacana ini. Dan, saya juga yakin, dia tidak mewakili kedua marga tersebut. Jangan lagi kita ciptakan hawa makin panas dalam kekeluargaan sesama Batak, yang mungkin ditunggangi orang diluar Batak, tapi memakai nick dari marga Batak.

Biarlah artikel ini dikomentari secara proporsional, tidak melebar ke mana-mana. Horas ma di hita sude.

Mauliate.

Wah ini sih udah masalah sentimen. Segala kekayaan keluarga GM & usaha nya disebut2.Apa kaitannya dengan kematian Bpk.Aziz.
Hak keluarga mrka lah untuk punya tanah banyak & usaha lain2.Kenapa kita harus bahas kekayaan org? dari rasa iri? Saya bkn org Batak & ikuti berita ini.Saya berpikir kenapa mudah sekali rakyat kita di bawa ke opini yang negatif untuk memojokan orang dengan kesalahan yg bertubi2 sebelum tau jelas alur ceritanya.Saya org awam aja bisa liat, skrg ini berita di luaskan seakan2 ada ‘penyandang dana kelas kakap’ he..he..he..Biar kasusnya tambah heboh & jadi kemana2 ya?Di jakarta aja sering demo berbuntut anarkis, tp nga ditangkap tuh.smua demo/kampanye juga pasti dibayar,koq tidak jd maslah juga ya?Tp kenapa soal PROTAP ini semua nya smpai ke hal2 urusan pribadi keluarga mereka jadi masalah? kalo begitu kalo murid mencuri semua guru di sekolahnya juga ditangkap & lgsg di jadikan tersangka dong..hebat benar ya politik adu domba di negara kita.Kesempatan ini juga di pakai oleh pesaing bisnis koran utk menjatuhkan media SIB,keliatan benar.Sy pernah baca ulasan mereka tentang anti judi dll yg akhirnya ktr mereka mendapat ancaman2.Knpa hal ini tidak kita ingat?Org yg berbau SARA seperti HARAHAP dan SIREGAR diatas lah yg lebih berbahya.Karna memakai cara mengadu domba & fitnah melalui internet.Tidak berani terang2an.Anda tau,kalo anda tidak mau berbaur dgn agama2 lain,anda tidak bisa dapat hidup.Kalo PROTAP berjuang anda malah berusaha memecah belah.ngak pantas lah anda bisa ada duduk di depan komputer anda.Seperti tidak pernah mendapat didikan moral & agama yg baik & benar.

ane bukan orang batak tapi sunda hehehe, tapi ane juga kagak mau saudara-saudara ane di sono jadi pecah begini….saya mah hanya ingin jangan ampe deh kita terpecah-pecah toh nanti yang naik jadi pejabat cuman orang terntentu buat kepentingan sekelompok orang…

pernah ga sih mereka mikirin kita yang dibawah…POLITIK ITU KEJAM KAWAN MAKAN KAWAN……Bukan rahasia lagi selama ini yang menduduki jabatan karena keinginan untuk memuluskan masuknya income…..

Yang ingin dinikmati rakyat kecil adalah rasa aman tenteram…

horas ,tulisannya begitu bagus, tapi sayang anda begitu emosionalnya dalam menulis, anda sdh sedemikian pintarnya membuat data2, tp sayang,,,lihat tulisan “hanya karna seorang azis meninggal, kebetulan dia DPRD,dll, itu tidak elol lah didengar, aku lahir, besar dan kuliah di USU, merantau ke jakarta, hampir tiap natal pulang, kemarin juga aku pulang ke porsea rumah orangtuaku, tau acara natal, baca SIB juga, dgn 1juta % aku anggap dari dulu mereka tdk profesional, gambar GM mlulu, trus berita Natal sampe sebulan tdk habis2, smata2 hanya mengiklankan keluarga besar GM, tp mau apa, itu hak dia, tinggal kita yg berpikir mengapa hrs baca? tp lae juga kena pengaruh mreka karna lae juga baca, sebaiknya dlm menulis emosi anda jgn begitu, jadinya bacaan bagus jadi jelek, dlm alam reformasi pendapat smua org hrs diperhatikan,termasuk anda yg pro, dan mgknanda menganggap org yg anti itu org non kristern, kali ini tidak aku kristen sejati, lahir besar di tapanuli, aku katakan TIDAK SETUJU PEMEKARAN PROTAP, alasan apa menjadikan PROTAP , potensikah ? liat ,ato baca data resmi. pendaptan per kapita kabupaten yg mendukung ini iimbang dan bahkan ada yg melebihi kabupaten lain di sumut, alasan jarak yg jauh? lihat propinsi lain, depok msh jabar, dll.alasan kita terpinggirkan? tidak juga , saya kuliah di USU. bahkan org batak lah yg terpintar disana, org batk yg bebas bicara, jadi hampir tidak ada alasan lah, hanya ada satu alasan yg benar2 jd pegangan yaitu BAGIBAGI KUE, lae mgkn mau beraktifitas disana kali, heh2 jgn2 lae ngincar bupati, ato jd kontraktor, berpikirlah positif, jgn seperti jenderal2 .tokoh2 batak lainnya, terutama jgn berpikir seperti GM, yg pada akhirnya ‘ matilah dimakan cacing, horas , kita masih menunggu tulisan lae yg berikutnya, tapi jgn emosi lah, thanks .GBU, raharb43@yahoo.com. GBU

Horas!Saya merasa prihatin akan peristiwa yang terjadi di Sum-Ut beberapa waktu lalu,yang telah menelan korban jiwa dan mencemarkan nama Batak. Saya tidak habis pikir akan keberingasan sekelompok massa yang mendobrak masuk kedalam gedung DPRD sambil berteriak histeris seraya mengusung peti mati seolah-olah mengisyaratkan akan ada “tumbal” untuk tuntutan para pendemo tsb. Apakah ini yang disebut demokrasi yang sehat atau memang sudah hilang nalar dan nurani dari diri para pendemo yang mengaku pendukung protap.Saya jadi bertanya sudah sebegitu “urgent”kah pemekaran protap dari Sumatr Utara dan apakah kita “seluruh halak” Batak mengerti dan memahaminya,atau ini cuma manuver segelintir “orang” yang mengaku batak untuk memperoleh kekuasaan dan harta atas tano dan halak batak.Jujur saja saya sebagai orang batak yang ada di ibukota Jakarta jadi pesimis,..jika dalam usaha mereka(pendukung protap)saat ini saja sudah ada yang menjadi tumbal dari pihak lain,..bagaimana kesana nanti,…bisa2 sesama halak hita masialangan karena ingin menjadi penguasa ditanah yang kita cintai. Apakah keberadaan kita saat ini, suku Batak,sebagai suku utama di propinsi SumUt,yang berdampingan dengan suku2lain tidak dapat membuat kita leluasa menentukan pembangunan macam apa yang tepat dan berguna untuk tano batak selama ini.Ataukah masih kurang putra2 Batak yang duduk di kursi Gubernur Propinsi Sum Ut selama ini. Semenjak terjadinya pemekaran2 di wilayah2 yang di huni etnis Batak beberapa waktu lalu,saya katakan semua itu seperti jalan di tempat,artinya pembangunan ditempat-tempat tsb hanyalah untuk orang2,golongan,kelompok dan marga2 tertentu saja tidak mengangkat masyarakat bawah,yang mayoritas,dari kemiskinan yang telah membelenggu selama bertahun-tahun.Ketika saya berkunjung ke Tobasa dan Samosir,saya melihat semakin banyak tugu2 atau monumen marga berdiri megah dan nampaknya mahal sekali biaya pembangunannya,dan tidak jauh dari situ banyak rumah warga yang sudah memprihatihkan kondisinya. Saya tidak sedang berfantasi disini.Saya pikir pemekaran bukanlah harga mati untuk memajukan tano batak.Apakah kita tidak menyadari bahwa selama ini keberadaan kita didalam propinsi Sum-Ut sudah banyak memberi pengaruh kuat di segala bidang. Mari kita perhatikan ornamen di gedung pemerintahan dan DPRD adalah gorga Batak serta salam khas kita HORAS.Diperantauan,Jakarta misalnya,orang Medan adalah Batak dan Batak adalah orang Medan,walaupun ini tidak begitu tepat.Kota Medan sendiri,didirikan oleh seorang Batak,Guru Patimpus,yang masih keturunan Sisingamangaraja.Nama beliau juga diabadikan menjadi nama jalan di kota Medan.Tidak perlu kita mendirikan propinsi baru jika halak Batak bisa memberi pengaruh besar terhadap kemajemukan dan keunikan Sumatra Utara. Saya mau katakan seharusnya sejak dulu,para putra2 Batak yang pernah jadi orang no1 di propinsi Sum-Ut,membuat kebijaksanaan pembangunan yang pro masyarakat miskin di tano Batak,sehingga bisa mengurangi angka kemiskinan dan memberdayakan masyarakat menjadi mandiri.Selama ini masyarakat hanya menjadi obyek,sangat jarang dijadikan subyek pembangunan. Mereka hanya dinina bobokan oleh janji2 manis sang pemimpin. Karena yang yang jadi gubernur atau bupati atau walikota atau camat bahkan lurah adalah hula2′,dongan tubu,tulang,boru,bere ataupun ale2 sehingga pantang untuk mengkritisi sepak terjang para “pemimpin”tsb.Mungkin para pembaca email saya ini boleh tidak setuju,namun saya terlanjur tidak percaya pada janji cita2 yang didengungkan para penganjur dan pendukung protap,apalagi ditambah kejadian beberapa waktu yang lalu. Untuk para “tokoh”batak yang ada dibalik peristiwa tsb sadarlah!Berapa banyak lagi nyawa yang akan melayang untuk memuluskan cita2 kalian tersebut? mengapa saya katakan”cita2 kalian”,karena yang kalian perjuangkan bukanlah keinginan 100% keinginan orang Batak diseluruh jagad ini.Stop membodohi masyarakat kita dengan janji2 kosong kalian dan jangan pecah persatuan dan kesatuan masyarakat batak yang telah solid dan terkenal akan loyalitasnya terhadap republik ini.Saya katakan pemekaran bukanlah satu2nya solusi untuk pembangunan di tano Batak.Secara tidak langsung keinginan kalian tersebut telah menunjukan kegagalan para tokoh2 Batak yang pernah memimpin di Sumut secara umum dan tano Batak secara khusus.Mari kita benahi dan bangun diri kita sendiri lalu keluarga kita tanpa melupakan yang lain.Saya yakin jika setiap individu dan keluarga batak melakukan hal ini secara konsisten dan terpadu maka akan tercapai tujuan dari cita2 luhur bersama yaitu menbangun masyarakat Batak secara materil dan immateril serta mandiri.Horas!

@harahap dan siregar

apa menurutmu dgn adanya protap kamu akan dipindahagamakan?
alangkah bodohnya anda..
kita masih satu negara yaitu NKRI.

hanya orang seperti anda yg membuat persoalan jadi rumit bukan jadi sederhana…

bagi saya pribadi agama itu persoalan lain dgn protap.
ada ruang tertentu untuk itu.

atau anda bukan org batak yg memberi koment ini..
entah suku lain nya kau lalu kau ngaku2 batak.

karena anda katakan kita beda budaya…..

molo bagian dari batak do ho boto on mu do hita on sa budaya do jala sa kultur…sarupa do adat ta.

horas

lah.. agak kocak juga lae si HARAP dan SIREGAR ini kalo ngomong.
Emang siapa yang masukin Tapsel ke PROTAP?…

Tapsel sudah mendirikan SUMATERA TENGGARA khan> lah itu bukan urusan TAPANULI lagi. Lucu loe… .

Khan Protap sudah jelas daerahnya . 6 Kabupaten dan tidak pernah diikutkan TAPSEL. dan soal Ibukota, itu urusan TAPANULI TENGAH (SIBOLGA) dan SIBIRONG-BORONG.

Kenapa Orang TAPSEL ribut2 masalah TAPANULI.

Kocak loe lae HARAHAP dan SIREGAR. Bikin Ngakak aja LAE BERDUA bah.

Tulisan Lae Situmorang ini mengartikulasikan dengan tepat perasaan saya (mungkin juga sebagian besar perasaan orang Batak Toba) yang sangat cinta kepada Bona Pasogit, tetapi tak sejalan dengan gerakan/penggerak Pembentukan ProTap.

Cara pandang yang jujur, apa adanya, berani mengritik kalangan sendiri, tidak takut terhadap risiko menyampaikan kebenaran adalah ciri orang Batak. Itu yang membuat saya bangga jadi Batak.

Terus terang, saya yang tinggal di Medan sudah muak dan terusik melihat counterresponse orang-orang tertentu (tak usahlah saya daftarkan) yang sangat provokatif dan berbau ancaman dan SARA. Mudah-mudahan itu bisa diredam oleh kawan-kawan sebangsa setanah air yang lebih jalan logikanya.

Saya betul-betul terkesan dengan kegamblangan pandangan Lae Situmorang mengenai Harian SIB. Dalam pandangan saya, ambivalensi masyarakat Batak mengenai harian ini telah membiarkan ketidakproporsionalan harian ini dalam menyajikan berita. Satu sisi kita membenci beritanya yang nyata-nyata tak adil (termasuk kepada orang Batak/Kristen yang tak sepaham dengan redaksi harian tersebut); tetapi, di sisi lain, kita merasa dekat dengan koran ini, koran inilah yang menjadi sumber berita bona pasogit dohot sude angka na masa di hitaan dan kalangan halak hita (khususnya boa-boa parasarimatuaon).

Saya berharap agar koran SIB mau mereformasi diri dan kembali menjadi kebanggaan orang Batak. Atau, dapatkah orang Batak lain menyediakan alternatif media massa sebagai sumber informasi komunitas halak Batak di hita dan di pangarantoan ?

Kepada seluruh kawan Batak : Mari tetap tegar menghadapi segala kecaman. Kita ini orang Batak, yang telah ditempa oleh zaman dan masa; kita telah survive berabad-abad; kita telah menyumbangkan banyak putra-putri Batak yang membanggakan bagi NKRI, dan kita akan memberikan leb ih banyak lagi; kita akan bertahan, bahkan makin maju. Jayalah Bangsa Indonesia. Majulah Bangso Batak. GBU!

karena alquran melarang nonmuslim tidak boleh jadi pemimpin/wali muslim

walaupun sebaik apapun kualitas kepemimpinan seorang batak kalau dia non muslim, gak bakalan diterima.

gitu aja kok repot

Setelah UUD 45 di amandemen, salah satu produknya adalah adalah undang-undang tentang otonomi daerah yang menyebutkan bahwa pelaksanaan Otonomi Daerah diletakkan pada Daerah Kabupaten dan Daerah Kota; sedang Otonomi Daerah Propinsi merupakan otonomi yang terbatas dalam kedudukannya sebagai wilayah Administrasi untuk melaksanakan kewenangan pemerintahan tertentu yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah. Jadi masing-masing kabupatan mengendalikan APBDnya berdasarkan perimbangan Pusat / Daerah. Disamping itu Bupati bukan lagi bawahan langsung dari Gubernur; fungsi Gubernur adalah koordinator wilayah propinsi sebagai wakil pemerintah khususnya pembangunan lintas wilayah kabupaten. Maka jadilah para Bupati menjadi ” Raja Kecil “.
Dengan adanya pemekaran Kabupaten di ex Keresidenan Tapanuli, maka ada pertambahan daerah otonom kabupaten di ex Taput sebanyak 3 kabupaten all: TOBASA, Samosir dan Humbang Hasundutan; di ex TAPTENG 2 kabupaten / Kota yaitu kab. Nias Selatan dan Kota Sibolga. Sedang ex Tapsel sementara tidak diperhitungkan karena TAPSEL tidak berminat gabung dengan PROTAP
Karena dgn adanya pemekaran ini berarti daerah ex-TAPUT dan ex-TAPTENG mendapat tambahan anggaran APBD untuk 7-alokasi daerah otonom ( tadinya hanya 2- alokasi anggaran sebelum pemekaran ); belum lagi pertambahan anggota DPR Kab 5 x 20 Orang ( rata-rata) dll. Artinya tanpa terbentuk PROTAP daerah Tapanuli ( excluding Tapsel) sudah mendapat tambahan anggaran untuk pembangunan daerah yang lebih merata.
Jadi saya tidak melihat urgensinya dibentuk PROTAP secepatnya, apalagi bila dasar perjuangan pembentukannya demi kepentingan masyarakat dan akselerasi pembangunan Tapanuli; karena sudah ada pemekaran dari 2 menjadi 7 kabupaten, yang secara tidak langsung telah menambah alokasi anggaran APBD di Tapanuli.
Akan tetapi kita telah melihat unjuk kerja dari kabupaten-kabupaten yang sekarang, sepertinya juga tidak ada kemajuan yang signifikan di daerah Tapanuli. Melihat pengalaman ini saya jadi pessimis apabila PROTAP terbentuk nanti, mungkin lebih parah lagi keadaannya apabila kabupaten-kabupaten pendukung tidak siap. Mungkin ada baiknya apabila pelaksanaan otonomi daerah di kabupaten berjalan dulu seperti gagasan dari Radja Inal Siregar alm. Yaitu “ Masipature huta na be “, kemudian secara bertahap dipersiapkan pembentukan PROTAP. Ini dimaksud semacam proses cooling down, introspeksi dan evaluasi perjuangan sekalian meremajakan personil panitia.
Perjuangan pembentukan PROTAP sepertinya dibungkus dengan slogan populis yaitu ” kepentingan masyarakat ” dengan tujuan elitis ” pertambahan elit baru di propinsi” mungkin perlu dirubah menjadi slogan “ Mari bersatu, seia sekata dalam mencapai tujuan “ atau “ dos ni roha sibahen na saut “ dengan tujuan “ demi kesejahteraan masyarakat banyak “ Horas ma dihita sude na. Botima

Saya sebagai putra Asli Samosir berpendapat, dan mohon dikoreksi apabila ada yang salah…
Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang…
Saya Silahisabungan no 2 yakni Tungkir Raja dan saya anak Situngkir berarti saya Sipayung pahoppu ni Silahisabungan parsamosir…hehehe, Jadi Martarombo ate….
Saya pribadi sebenarnya setuju2 aja pembentukan Protap asalkan, Pemekaran Kabupaten2 yg baru sekarang sudah tepat sasaran, kenyataannya sangat berbeda dgn yang kita harapkan dan Negara harapkan, dan seperti kita ketahui Sasaran Otonomi Daerah sebenarnya berada pada Kabupaten,…Berarti Holan denggan Kabupaten nabaru on,….sebenarnya sudah merupakan Amanah UUD 45.
Jadi kalo memang Tujuan Protap untuk MASADAM (Masyarakat Adil dan Makmur), Itu aja dulu dikerjain,…Pembangunan Kabupaten2 yang baru dimekarkan agar lebih baik kehidupan bermasyarakat kita…
Kita renungkan saja dulu Tujuan kita utk Pembentukan Protap ini, Apakah untuk Masadam atau Kepentingan Elit Tertentu…
Mari kita Renungkan Filippi 2, 2b (Hendaklah sehati sepikiran dan satu Tujuan…)
to be continue,….

Saya sangat setuju dengan tulisan and, orang batak sejati memang tidak pernah memandang agama. Kalau ada yang mau tau bagaimana rukunnya orang batak yang beragama Kristen dengan Islam saya sarankan melihat ke Onanrunggu. Di Sukean dan di gorat ada beberapa orang kristen hidup rukun dengan yang Kristen. Bahkan Rektor Unimed sekarang kampungnya dari sana.
Mengenai Protap, saya sangat setuju,biarpun sarat kepentingan GM Chanra Panggabean ga apa2 lh, yang penting Protap jadi. Lama2 juga pengaruh dia akan pudar sendiri, Cendana aja bisa tumbang apalagi dia.
Hidup trus org Batak.

Saya gak ngerti betul urusan politik. Buat saya yang awam politik ini, kalau mau membangun bona pasogit, mulai dari diri kita sendiri ajalah. Banyak yang dapat dilakukan. Bagi yang mampu, punya dana lebih, bisa memberi bantuan beasiswa kpd siswa melalui sekolah2 di Taput, membangun sekolah2 unggulan spt yg sudah dilakukan TB Silalahi, Luhut Panjaitan dll. Banyak yang bisa dilakukan. Yang penting bagaimana caranya agar masyarakat disana dapat keluar dari kemiskinan dan kebodohan. Pendidikan adalah modal utama untuk keluar dari kemiskinan. Jadi propinsi atau tidak, yang penting mari kita lakukan sesuatu untuk membantu masyarakat taput keluar dari kemiskinan.

keadilan dalam menilai memang wajib hukumnya. Almarhum meninggal memang karena gagal jantung, tp tentu ada sebabnya bagaimana serangan itu muncul. Ironisnya peristiwa yg terekam seperti itu, seperti yang terpublikasi di banyak media massa. Ketika muncul pandangan negatif terhadap golongan yg menyerang, yg kebetulan adalah suku batak, mungkin wajar saja. itu juga akan terjadi, jika yg menyerang saat itu adalah kelompok etnis lain.

Berita semacam ini sebaiknya secara luas dipublikasikan. karena bisa mengungkapkan fakta apa sebenarnya yang terjadi di belakang peristiwa itu. Fakta seperti ini mungkin bisa membantu munculnya kebenaran. Keseimbangan berita, lah yang dibutuhkan masyarakat. PErcayalah, masyarakat sekarang tidak bodoh kok, mereka juga mendengar dan melihat.

Salam damai buat semua…
Saya ingin memeberikan satu point bahwa SARA jangan menjadi alat untuk memecahbelah kita. Saya bangga jadi orang Batak yang juga seorang Muslim. Dan toleransi beragama di huta dan di kota sangat baik.
Mauliate

Untuk kedepannya,, lebih baik diadakan riset terbuka mengenai untung rugi protap ini. Karena selama ini kita mengandalkan opini2 segelintir orang baik, terutama mereka yang anti.

Tolonglah dengan sangat, kepada kawan2 peneliti di tapanuli,mau bahu membahu melakukan hal ini, supaya ide dan semangat pembentukan protap mendapatkan legitimasi ilmiah.

Horas

koran2 di medan yang prlu di bredel

SIB
WASPADA

koran penuh tipu dan hasutan dan memberikan opini daripada fakta…TOLAK KEDUA KORAN INI MEMBODOHI RAKYAT!!

@olih nurjaman solih
Terimakasih atas simpatinya. Saya benar-benar hormat pada orang-orang seperti anda.

@ nowan
Kita sungguh membutuhkan orang-orang yg bisa memahami persoalan etnisitas (dan agama) di negara ini dng sikap pikiran yg jernih, dewasa, berwawasan luas, seperti sdr.olih dan anda–juga penanggap lain yg sependapat. Terimakasih ya.

@ Harahap dan Siregar
Saya tak kaget membaca tanggapan anda, walau tetap saya sayangkan. Takkan bisa dan tak mungkin saya paksa agar anda mau berpikir dan bersikap moderat memahami maksud tulisan di atas. Masalah besar yg mengganjal hubungan (Batak) Utara-Selatan selama ini akibat piiran dan sikap orang-orang seperti anda. Ya, sudahlah… Horas jala gabe.

@ Batak
Kekecewaan kita sama. Strategi atau taktik mereka tak intelek, memalukan, akhirnya begitulah. Kita pun jadi ikut kena getahnya. Mauliate.

@ Charlie M Sianipar
Lae adalah salah satu manusia Batak yg saya hormati: cinta berat sama Batak dan alamnya, peduli, berbuat, dan berusaha merangkul semua sub-etnis dan agama-kepercayaan. Mauliate lae.

@ Zunaerah Pangaribuan
Mari terus kita tunjukkan pd dunia, walau beda keyakinan, kita tetap ‘martondong’, bersahabat, saling menghormati, tulus. Mauliate.

@SIDABARIBA
Itulah kekecewan kita selama ini, terlalu sering menemukan orang-orang “pecinta permusuhan”. Tapi mau bilang apa lagi kita. Mauliate lae.

@freddy simbolon
Betul lae, sayangnya media (terutama Metro TV, TV One), lebih tertarik memperdalam demo yg sebetulnya kita pun amat menyesalkan krn berlangsung anarkis dan mengambil korban itu. Mereka tdk mau menggali dan membuat liputan yg berimbang, komprehensif, misalnya dng mengusut tuntas: kenapa sampai muncul unjuk rasa tsb, siapa sesungguhnya mereka dan orang-orang di belakang mereka–bukan malah mengkriminalisasi maksud perjuangan awal Protap. Kecewa. Tapi lewat sms dan email (juga telp), saya sudah sampaikan soal ini pd teman-teman pekerja media cetak dan tv: buatlah liputan yg objektif, bukan berdasarkan sentimen kemarahan belaka.

@BUDI
Problem Batak (semua puak) semakin parah, terutama disebabkan orang-orang seperti Harahap dan Siregar itu. Padahal, kalau Siregar yg satu ini sadar, dia satu rumpun dng saudara-saudaranya Batak yg lain, sebagai sesama keturunan Raja Lontung-Boru Pareme (Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Aritonang, Simatupang, Siregar). Tapi, begitulah… Pembacalah yg menilai: siapa sesungguhnya yg selalu memendam permusuhan dan kebencian.

@Humuntal Tobing & Shaut Hatebe
Prihatin dan kecewa…, hanya itulah yg bisa kita sampaikan pd emreka yg masih kukuh memelihara sikap permusuhan itu, lae.

@Yono
Memang, tak ada hubungan kekayaan (harta pribadi) dng kasus Protap yg memprihatinkan itu. Pemaparan fakta di atas semata-mata utk memperjelas latarbelakang persoalan dan ambisi-ambisi pribadi di balik perjuangan pembentukan Protap hingga menimbulkan musibah yg menampar wajah orang Batak itu. Kalau boleh berandai-andai (yg tak ada lagi gunanya), andaikan bukan keluarga GM yg mendominasi perjuangan Protap, barangkali tak seperti ini akhirnya. Terjadi antiklimaks dan mencoreng citra Batak, khususnya sub-etnis Toba. Alm. Azis Angkat sendiri orang Batak juga (Pakpak), yg pertaliannya dng marga-marga Batak Toba, masuk klan Siraja Oloan (Naibaho, Simanullang, Nambela, Sihite, Sihotang, Bakkara).

@omiyan
Ane setuju ame ente, pren  Politikus itu (tidak semua) emang jahat 

@ r.butar-butar
Tolong dicermati, lae, sengaja saya gunakan tanda kutip (“hanya”), maksudnya, dibandingkan dng kasus lain yg lebih dahsyat spektrum dan skalanya (perseteruan antaretnis di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah), kematian alm. Azis Angkat, seharusnya tdk sampai seperti itu kerasnya sorotan pers (termasuk media elektronik) terhadap penggagas dan tokoh pembentukan Protap—yg berimbas ke suku Batak Toba, di mana-mana. Masak, Metro TV sampai berkali-kali membuat liputan khusus dan narasinya begitu tendensius, dng mengatakan: Apa sebenarnya maksud Protap ini? Siapakah dalang di balik peristiwa ini? Siapa penyandang dananya dan tokoh-tokohnya? Perjuangan dan penuntut Protap sudah diposisikan seperti kaum separatis bahkan teroris.

Apa salah meminta pemekaran? Lalu, kenapa yg lain boleh tapi Protap tdk boleh? (Bandingkan misalnya dng Prov. Gorontalo, yg qua jumlah penduduk dan luas wilayah, kalah jauh dibanding Protap). Dan, kalaupun hrs ditolak, apa dasar dan alasannya? Adakah Pemprov dan DPRD Sumut tlh membuat studi yg objektif, independen, dan mendalam? Bila anda cermati alasan-alasan penolakan Protap selama ini (silakan buka arsip media-media di Sumut, khususnya yg kontra), isinya cuma: opini anggota DPRD, politisi, pengamat, yg sayangnya hampir semua narasumbernya bukan beretnis Batak Toba dan memang sejak awal sudah anti-Protap.

Terusterang, sebagaimana saya paparkan dlm tulisan, saya termasuk yg kecewa ketika Chandra jadi dominan dlm perjuangan Protap. Tadinya saya berharap tokoh yg masih kredibel dan berintegritas tinggilah yg akan disodorkan; bukan yg nyata-nyata sdh kelihatan vested-interset-nya. Saya berharap tokoh sekaliber Luhut M. Panjaitan (yg tulus membangun Tano Batak itu) atau yg setara dng dirinyalah yg akan digadang-gadang, bukan yg oportunis dan komprador. Terbukti kan, betapa jelek dan memalukan cara kerja dan hasilnya? Kasihan saya sama demonstran-demonstran yg kini ditangkapi dan terus diburu polisi itu (pengakuan mereka pd penyidik hanya dibayar Rp 25.000.!).

Mauliate lae bila masih mau membaca tulisanku berikutnya. Horas.

@foreigner
Itulah yg mengherankan… Orang-orang Tapsel dan eks Tapsel, juga Tapteng, pun sudah berencana kok mendirikan provinsi baru, tapi tdk direspons sekeras gagasan dan perjuangan Protap. Sungguh aneh 

@ Pasadahata
Mauliate lae. Pendapat yg senada dng lae mengalir juga ke Facebook-ku (pertama kali artikel sederhana ini dimuat). Bahkan, orang-orang Batak yg kerja di kantor pemerintah (Jakata) merasa didiskreditkan dan terang-terangan di pojokkan rekan sekerja mereka di kantor—padahal mereka tdk terlibat dan bahkan tdk tahu-menahu soal Protap. Memprihatinkan kan, lae.

@ Hasiholan L. Tobing (olanto)
Terimaksih atas masukan dan pengetahuan yg lae sampaikan.

@ Anggiat P. Sipayung @ S Harianja
Saya mau cerita sedikit ke lae berdua (semoga tdk terkesan menonjolkan diri). Dulu saya termasuk yg ikut (di Jkt) bersama kawan-kawan memperjuangkan pemekaran Kab. Samosir, krn pembangunan begitu lambat (infrastruktur), dan berhasil. Setelah Pilkada dan bupati terpilih, saya dan kawan-kawan mulai kecewa krn hutan Tele mau diserahkan bupati ke pengusaha asing, mau dijadikan kebun bunga raksasa (2250 ha!) atas nama pembangunan dan utk menaikkan PAD. Kami menolak keras dan mengancam akan menggugat bupati ke pengadilan (class action), juga berbulan-bulan bergerilya di Jkt, Mdn, Samosir, melobi tokoh-tokoh marga dari Samosir agar menentang konversi hutan tsb. Setelah melewati waktu yg cukup panjang dan melelehkan, bupati tdk berani melanjutkan proek tsb. Bupati tsb masih saudara dekatku (jujur), saya tdk peduli. Tujuan kami dulu utk “memerdekakan” Samosir bukan utk dihancurkan (apapun dalihnya). Dng kata lain, saya mau katakan, walau kita mendukung Protap, hrs sejak awal tegas menolak para petualang yg seolah-olah berjuang utk rakyat namun nyatanya hanya utk kepentingan diri dan kelompoknya.

UNTUK HARAHAP DAN SIREGAR

ANDA MEMPERSOALKAN PERBEDAAN, PERBEDAAN BUDAYA DAN AGAMA DAN DALAM PIKIRAN ANDA ITU HARAM BERHUBUNGAN DENGAN YANG TIDAK BEDA DENGAN BUDAYA DAN AGAMAMU, BERARTI ANDA SUKA YANG SEJENIS…. JIKA ANDA LAKI-LAKI BERARTI ANDA HANYA SUKA LAKI-LAKI ALIAS HOMO, DAN JIKA ANDA WANITA ANDA SUKA WANITA BERARTI LESBIAN… ITU BARU PAS DENGANMU KAWAN…SORRY AGAK MENYEBALKAN MEMANG UCAPAN INI…TAPI INI KARENA ANDA MENGUNDANGNYA…COBA KALO GAK BUAT TULISAN SEPERTI YANG TGL 13 FEB 2009 ITU…MAKANYA PAHAMI ARTI… MULUTMU HARIMAUMU…JD BELAJAR LG NGOMONG YANG BERBOBOT YA JANGAN ASAL BICARA SEENAKMU…PIKIRKAN EFEK DARI APA YANG ANDA UCAPKAN…HATI2

ha ha ha ha …protap jelas aku setuju, anarkis tidak diajarkan agamaku…aparat harus bekerja optimal mengusut,…dan cara kerja dalam kasus protap pengusutan dilakukan pegembangannya sampai ratusan orang diperiksa ,…sangat bagus kalau optimalisasi di dalam kasus kasus lain sebelumnya juga sudah pernah dilakukan aparat sama upaya ke optimalannya,mungkin seperti unjuk rasa di daerah diluar sumut,bahkan juga kasus kasus teroris yang pernah terjadi. Mass media saat ini terkesan bebas, di dialog tv pernah ada tokoh tokoh berbicara gamblang menyebut penganut agama diluar agamanya adalah KAFIR, saya tahu apa arti KAFIR. ini jelas mengganggu Persatuan dan Kesatuan Bangsa,…kenapa tidak ditangkap? Kenapa tidak ada tokoh tokoh bangsa yang berkomentar, apa tokoh tokoh pejabat di Indonesia ini setuju atas opini tadi? kalau memang setuju,.. sudah sia-sia Tokoh Tokoh mewakili JONG BATAK didalam deklarasi SUMPAH PEMUDA,awal dari kesatuan kita memerdekakan INDONESIA..dan pada saat itu belum pernah terbukti suku suku diluar SUMATERA UTARA pernah berhasil MEMPERJUANGKAN kemerdekaan NEGARA KITA INDONESIA,sebelum ikrar itu dimulai,kenapa saat ini PENGAWASAN PEMERINTAHAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA membiarkan terjadinya penghinaan kepada suku BANGSA BATAK, saya sebut Bangsa BATAK karena jumlahnya sudah puluhan juta, dan karena tidak jarang kita temukan satu negara diluar sana hanya berpenduduk 8 jutaan sudah disebut BANGSA. Tangkap pelaku Anarkis!!!,.tapi saya minta kepada Negara jangan biarkan segelintir orang di muka bumi Indonesia ini menggunakan kesempatan ini menjadi ajang popularitas yang menyakiti hati kami Bangsa Batak,…karena kami juga warga negara Indonesia yang dimana Leluhur kami sudah ribuan tahun di Bumi Persada Nusantara yang kita cintai ini!!!! saya turut berduka cita atas meninggalnya Beliau atas Insiden itu,….tetapi kalau kita berbicara UU yang ada di Indonesia ,..tidak ada yang membenarkan warga negara Indonesia yang tidak berbadan sehat dapat lolos memenuhi kriteria menjadi pemimpin dalam jabatan eksekutif maupun jabatan politis…tetapi kenapa ada oknum yang bisa lolos dari kriteria tadi,…sangat disayangkan anggaran negara dihabiskan dalam sidang sidang komisi DPR RI,..termasuk membahas kriteria kesehatan tadi,..kalau toh juga dengan mudah ada yang bisa melanggar. jadi saya mohon Objektif lah kita melihat sebuah kasus. salam persaudaraan,-

Ikutan nimbrung dikit ach tentang Protap…….

Uda sejauh mana sebenarnya kesiapan dan persiapan Berdirinya Protap , tentang SDM nya , potensi wilayahnya , dst .

Apa kita yang bolot kali ya…. tau-tau kedengaranya udah mau didiriin aja….. kapan sosialisasinya…?

terus….. ini omongan nya om Suhunan Situmorang.

Yang mati “hanya” seorang, kebetulan Ketua DPRD, dan visum dokter jelas-jelas mengatakan: ia tewas karena gagal jantung yang sudah pernah dioperasi lima tahun lalu. Tetapi karena ulah para demonstran itu, yang entah siapa mereka sesungguhnya, etnis Batak (Toba) menjadi bulan-bulanan–termasuk yang tak mau tahu perjuangan Protap.

Kita mau nanyak ni om… Seandainya yang mati itu bapaknya om , gimana rasanya om ?, Om bisa liat di tv bapak om di tonjok , di tampar , di seret-seret , dst.

Terus kayaknya om punya sifat ngegampangin orang juga ya….. Orang dibilang MATI….. binatang om yang mati , kalau buat orang atau manusia meninggal kali atau wafat , gitu…. sadis amat sih si Om ini….. he he he……

Intospeksi diri aja dulu kali, …. Ma’af ya Om… Makaci……!!!

Horas ma dihita saluhutna….

Turedo i sude molo hamaloantai ditoru ni halamaloan ni Tuhanta…..Aha pe usahatta molo so diramoti nadiginjang i dang tarpatupa i. Horas…..sss….sssss

Au par tarutung do ba….Mauliate

bredel koran SIB dan WASPADA suka2 kalianlah memaki orang BATAK sekarang???? eh diaru….??cuma satu mati KAU BELA KALI!!!coba ribuan mati karna kelaparan kau gak pernah bela!!!
GAK KELIATAN BATANG IDUNGMU???

kita gak perlu ceritakan apa jasa orang batak buat bangsa ini karna itu hanya emosi sesaat aja..tapi karna sebagian koran besar di SUMUT selalu mojokkan orang batak???sebagian orang ikut2an maki2 orang batak…!!

apakah karna abangda aziz angkat orang kaya,punya harta??coba tanyakan sama kawan kita dr batak pakpak udah apa diberikan abangda itu untuk daerahnya???jadi jangan pula kau diaru sok belagak pahlawan di situasi ini???

JADI BUAT ORANG YANG MAKI2 ORANG BATAK…BUKTIKAN CAKAP KALIAN UNTUK MEMBELA ORANG MISKIN!!!!JANGAN SEBATAS WACANA…ITU TANDANYA ORANG SIRIK

maaf gw emosi..karna ada sebagian masyarakat SUMUT gak bisa bedakan TINDAKAN ANARKIS sama PEMEKARAN PROPINSI TAPANULI..

ORANG BATAK DIMANA2 TETAP MEMBELA KAUM MISKIN,KAUM TERTINDAS,BANYAK ORANG BATAK NINGGAL DEMI KEBENARAN DAN KETERBUKAAN..SEJARAH SUDAH MEMBUKTIKAN.

horas..
keluhan dr partopi tao karna sering dipojokkan gak enak..

horas..

KITA TUNGGU PEMBUKTIAN PARA ORANG2 YANG SUKA MENGHUJAT ORANG BATAK,HARI INI DAN ESOK HARI ORANG BATAK AKAN MENUNGGU MEREKA UNTUK MEMBUKTIKAN CAKAP MEREKA APAKAH SESUAI DENGAN MAKIAN MEREKA!!!

gw tidak mau mengungkit,liat aja PARTAI KEADILAN SEJAHTERA dengan motto PEDULI,BERSIH DAN PROFESIONAL (mereka pada awalnya sangat meyakinkan dan pernah memojokkan salah satu keyakinan di Indonesia) namun buktinya sekarang???gw gak perlu beberkan,sama aja kayaknya dengan partai besar sekarang…MENANGNYA DI JANJI DOANG KOK..BUKTINYA NIHIL

KITA BANGSA SUDAH CUKUP DIBODOH2I PARA PENGHASUT..HENTIKAN INI!!!

salam damai…

bentuk lain kebencian terhadap batak:

http://sevilla99.wordpress.com/2009/01/04/halak-sileban-dan-boru-sileban/; dan postingannya yg lain yang selalu memojokkan orang batak.

btw, aku usul perlu dibuat syarat kesehatan untuk para caleg nantinya dan di verifikasi oleh KPU (sebaiknya ada tim dokter disini). menimbang banyaknya tekanan mental/teror/sabotase/caci-maki/hujatan selama menjabat anggota dewan, dan meniru perusahaan swasta yg sudah banyak menerapkan, sebaiknya semua caleg diwajibkan melakukan MCU (Medical Check Up), dan bebas sakit bawaan, fatal, dll, termasuk sakit jantung apalagi sudah pernah operasi by-pass sebaiknya tidak lulus caleg.

mari berdebat di bersamatoba.com

15 Comments

  1. BATAK TOBA ADALAH ANAK DURHAKA DI BUMI INDONESIA,MALU JADI BATAK BILA MERANTAU.TDK KOMPAK DGN MARGA YG LAIN SELAIN MARGA SENDIRI.BATAK ITU MURTAD TERKUTUK « my radical judgement by roysianipar said,

  2. panggabean said,

    tolong siharahap dohot siregar unang asal mandokkon hata hamu lae gabe mambahen sara do hamu molo berani rohamu tu cirebon unang alani saotik gabe marbadahita tolong dipikir molo mandok hata unang gabe halah batak annon gabe musuh muna, alai lae hamu halak batak do manang daong.
    molo sahalak hita unang pola makkatai dison
    mauliate dihita sudenang

    • roysianipar said,

      ah ribak ma sude rata do molo nga golap

  3. ken. simatupang said,

    0rang batak belum pernah masalahin agama dari jaman adam sampai adam malik….
    jd lae yg diatas yang ngomongin ttng agama ke protap salah besar,,, naung rittik d0 lae huroa?? ml dtapanuli didok ma lae siganjang dila( pamola mola).
    sai mate ma lae hatop!! belom pernah diganggu greja atw mesjid disana lae. mknya jgn ngmonglah kl gk ngerti,, soting dirarik ate !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. JOKO PANOTO said,

    Selamat siang Lae lae semua

    diskusi ini saya lihat sudah berlangsung setahun, dan terakhir koment bulan Agustus, karena diskusinya belum ditutup, saya juga coba beri diskusi.

    Pertama kali saya mendengar istilah Propinsi Tapanuli adalah dari pendapat yang disampaikan oleh Prof. Herman Sihombing, salah seorang Dosen di Universitas Andalas., danitu disampaikan pada masa belum ada otonomi daerah mungkin sekitar tahun 1978. Masa itu memang program pembangunan sangat sentralistik, dan posisi Propinsi sangat dominan dalam menentukan program pembangunan di daerahnya (sekarang pun masih punya peran tetapi sifatnya hanya fasilitator)

    Jadi menurut saya issu ini sudah kurang menarik untuk diperjuangkan, karena program pembangunan itu di dominasi oleh Kabupaten/Kota, bahkan muncul anekdot bahwa Bupati dan Alikota sudah menjadi Raja Raja Kecil, jadi mau maju daerah itu tergantung kepada Bupati/Wlikotanya.

    Menurut pengamatan saya bahwa dari beberapa daerah yang dikembangkan menjadi Propinsi, tidak ada yang berlatar belakang historis keresidenan, tetapi hampir semua berlatar belakang kesultanan.

    Masalah lain terkait dengan tidak suksesnya usulan Propinsi Tapanuli saya kurang informasi yang akurat , karena banyak informasi yang bersileweran yang kedengarannya terkesan benar, misalnya GMP ingin mendudukkan anaknya jadi Gubernur, didorong ibukotanya di Siborong borong karena ada unsur bisnis dibelakangnya dimana ada seorang tokoh yang memiliki tanah yang cukup luas disana dan diharapkan akan ada pembebsan lahan yang sangat aduhai,

    Aaaahhhk, nggak taulah, banyak yang kita dengar, banyak yang ingin kita tanggapi, tetapi kepada siapa, setiap orang punya konsep yang berbeda tetapi tujuan 1 yaitu Propinsi Tapanuli.

    Batak ya Batak, Tapanuli ya Tapanuli, Propinsi Tapanuli ya Propinsi Tapanuli , jangan di campur adukkan,

    Horas Jala Gabe

  5. salehwsiregar said,

    horasb dulu semua…!
    ini si sdr harahap – siregar ini,,bujang inam ma di babami..!jangan kau mengatasnamakan siregar..!dimana kau tinggal ?
    saya siregar..tidak pernah sependapat dengan anda yang picik dan tolol tersebut..

    dimana kau tinggal ? namamu akan saya tetap cari,,tolong dulu lae yang lain sama2 kita mencari yang namanya harahap-siregar ini..
    saya,siregar dari sipirok tapsel..tidak ada mengenal istilah2 mengatasnamakan agama seperti picik si dia..!halak sidempuan doho,,bujang inam ??

    saya kejar dulu dia..!
    siregar sipirok !

  6. M.Gultom said,

    Apapun yang terjadi Protap harus sukses, hanya pendapat orang bodoh kampunya tidak mau maju, apa tidak dilihat pakai mata pembangunan di Sumut khususnya di Tapanuli dari jaman kejaman tidak ada perubahan apa maunya negara ini cuma 1 propinsi aja susah disahkan sementara propinsi baru yang nota bene sudah tandus pengahsilan tidak ada tau-tau jadi propinsi tapi Tapanuli susah heran melihat negara ini cara memandang, kalau aku mengusulkan jangan pakai nama Protap pakai saja nama “PROPINSI TAPANULI UTARA” habis perkara sebab tetangga yang lain juga minta jadi Propinsi jadi pakai nama “Propinsi Taput dengan syarat naikkan status Balige jadi Kota dengan Batas Wilayah dari Balige sampai Laguboti, dan kabupaten pindah ke Porsea jadi lebih maju lagi pembangunannya bukan menjadi debat saling salahkan mari kita bersatu untuk membangun kampung halaman dengan demikian Pro Taput menjadi 5 Dati dua yaitu 4 Kab, 1 Kota demikian pendapat saya mari bersatu untuk membangun Pro Taput Horasma dihita sude.

  7. Robert Ferdinand said,

    Pengusulan suatu daerah memekarkan diri dari induknya, dikarenakan ada faktor-faktor tertentu. Saya sangat setuju pendapat Pak Khaerudin akan latar belakangnya karena ada ketidak seimbangan kemajuan di di Kawasan Sumatera Utara sejak Kolonianisme hingga saat ini. Kawasan Tapanuli sangat jauh tertinggal kemajuan ekonominya, ketersediaan infrastruktur kebutuhan dasar masyarakatnya sebagai contoh hingga saat ini masih banyak daerah terisolir di Kawasan Tapanuli dikarenakan belum terdapatnya jalan; Penyediaan air bersih, masyarakat masih dominan meggunakan air baku dari Danau, Sungai dan Sumur-sumur dangkal yang dibuat oleh masyarakat sendiri. Demikian juga dengan infrastruktur irigasi, hingga saat ini masyarakat petani sawah masih Mandabu Aek setiap saat untuk mengairi sawahnya, pada hal penghasilan masyarakat yang utama adalah bertani, sangat minimal dukungan untuk itu . Dibidang sarana dan Prasarana perhubungan, belum ada terminal yang memadai dibangun untuk melayani transfortasi disana sangat semraut, hal ini karena konsep tata ruang Tapanuli dirancang hanya setingkat PKL saja. Dibidang industri, Tapanuli saat ini banyak mengalami kemunduran, sebab di Tahun 1970 an Balige adalah merupakan Suatu Kawasan Industri seperti tenunan kain berupa kain sela, Mandar (sarung) dan Ulos , juga terdapat Pabrik Rokok. banyak ditemui di Balige yang pada saat itu sangat banyak menampung tenaga kerja. Namun saat ini yang ada hanya tinggal sedikit saja dan hampir punah. Yang ada dan sangat dipaksakan adanya Pabrik Pulp Kertas yang sangat merugikan masyarakat karena Hutan-hutan menjadi gundul, konstruksi jalan yang sudah ada menjadi lekas rusak tidak sebanding daya rusaknya dengan pemeliharaan yang dilakukan, Sedangkan Hutan-hutan yang ada sangat diperlukan sebagai kawasan konservasi air, untuk mengairi sawah dan mempertahankan tinggi air permukaan Danau Toba, supaya PLTA di sungai Assahan tetap terjamin dipakai oleh perusahaan yang mengelolanya. Dibidang kesehatan Rumah Sakit yang ada di seluruh Tapanuli yang ada hanya hitung jari saja dan hanya setingkat kelas 3, sudah termasuk yang dikelola oleh Pemerintah dan Swasta. Demikian juga penerangan listrik masih banyak desa-desa yang gelap, pada hal disana terdapat PLTA Raksasa.

    Keterlambatan pembangunan di Tapanuli sangat dipengaruhi oleh metoda pendekatan pembangunan yang dilaksanakan oleh peerintah yakni:

    Pada saat Orde Lama:

    Pemerataan pembangunan dihitung berdasarkan Jumlah jiwa penduduk disuatu daerah, sedangkan penduduk di Tapanuli saat itu, hanya sedikit saja. Dan perhitungan jumlah penduduknya hanya berkontribusi untuk pembangunan Kawasan Timur Sumatera Utara.

    Pada saat Orde Baru:

    Pemerataan pembangunan dihitung berdasarkan jumlah jiwa penduduk dan luas daerah daratan. Metoda ini merupakan penyempurnaan metoda sebagaimana disebutkan diatas. Namun belum bisa mendongkrak pembangunan di Tapanuli secara keseluruhan. Perhitungan Komponen tersebut hanya berkontribusi kepada Kawasan Timur Sumatera Utara dan Tapanuli Bagian Selatan saja, karena pihak pengambil keputusan pada saat itu kurang bijak untuk meratakanya. Pada saat Orde Baru ini, Kawasan Tapanuli mendapat Cap Peta Kemiskinan, Yang dipermalukan pada saat itu adalah masyarakat sendiri, karena patokan miskin pada saat itu variabelnya adalah kontribusi masyarakat membayar pajak kepada pemerintah.

    Memang diakui bahwa kontribusi pajak kepada pemerintah sangat rendah, dikarenakan Rumah tempat tinggal masyarakat umumnya berlantai tanah dan Rumahnya tidak punya tangga, jadi tidak layak di sebut Rumah Tangga pembayar pajak, dan juga hasil panen sawah dalam setahun habis dikomsumsi untuk makan sehari-hari tanpa lauk dan untuk kebutuhan Uang sekolah anak-anak yang ada di kampung sendiri ataupun yang kost di Kota Medan atau di Pulau Jawa.

    Pemerintah yang membuat cap itu, dan masyarakat sulit keluar dari kenyataan itu. Tetap termiskin, tertinggal dan terisolir.

    Pada Saat Jaman Reformasi dan Otonomisasi:

    Pemerataan pembangunan dihitung berdasarkan Dana Alokasi Umum (DAU), dimana komponen variabelnya adalah: Jumlah penduduk, Luas Daerah (daratan), Potensi Daerah, Koef. Kemahalan. Komponen ini masih juga belum bisa mendongkrak percepatan pembangunan di Tapanuli, malahan selalu tertinggal bila dibandingkan dengan daerah lainnya dikarenakan koefisien-koefisien perhitungan tadi jauh dibawah daerah lain. Daerah lain makin maju, Tapanuli tetap tertinggal. Sebagai indikatornya adalah: Masyarakat di luar Tapanuli, sudah dapat menikmati betapa enaknya menaiki Mobil Penumpang ber AC, sedangkan masyarakat di Tapanuli cukup dengan menaiki mobil Pick Up Mitsubishi T120 Buatan Tahun 1970 an yang dimodifikasi Baknya untuk tempat penumpang.

    Termasuk juga akibat pengaruh penerapan dari Otonomi Daerah, banyak tenaga kerja orang-orang Tapanuli terpinggirkan di daerah-daerah lain di Indonesia baik bekerja, tinggal dan menunaikan ibadahnya.

    Masyarakat Tapanuli, juga penduduk NKRI yang kita cintai ini; yang ingin memohon dengan rendah hati kepada Pemimpinya supaya kehidupannya menjadi lebih mudah, dan tidak tetap sulit dari dulu hingga saat ini.

    Menuruk hemat saya, permohonan pemekaran Provinsi Tapanuli adalah suatu permohonan yang tidak perlu apabila kebutuhan dasar masyarakat di kawasan tersebut dapat tersentuh. Niat itupun ada dikarenakan Daerah-daerah lain, sudah mendapat pemekaran sebanyak 9 Provinsi, dan menjadi 33 Provinsi.

    Namun saat ini, banyak yang mencemoh, masyarakat Tapanuli akibat meminta pemekaraanya dan kesalahan dan dosanya makin bertambah kepada oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan Pemerintah itu sendiri. Sekarang jawabannya adalah “Telah Ada Moratorium Pemekaran sampai dengan dalam waktu yang tidak ditentukan.

    Dengan ini saya memohon, Tolong bantu kami keluar dari ketertinggalan, keterpurukan, kemiskinan, kebodohan, keterisolasian dan keterpinggiran kami.

    Akhirnya saya mengucapkan:

    Jari-jari sappulu pasapulu sadahon simajujung masignjang-ganjangi;
    Molo adong hatanami nahurang lobi jumolo hahami marsattabi.

  8. juhri aidil nak sibolga said,

    aq kan orang batak

    aq sutuju kalau sibolga ibu kota tap-teng

    • Sigura-Gura Gelap Gulita. said,

      Tanggapan kami mengenai Judul “Batak Toba Keturunan Manusia yang Kucar-kacir, hidup tanpa raja/pemimpin alias Murtad”.

      Sebelum Topik tersebut kami tanggapi terlebih dahulu kami mengkritisi Gambar sepasang manusia di Blogger ini; kemungkinan sepasang suami istri yang tidak punya malu dengan mempublikasikan gambar seronoknya yang tidak pantas diperlihatkan sedemikian rupa, cukuplah itu diperlihatkan diruang pribadinya, tidak baik dilihat anak dan cucu ataupun Generasi Muda. Kalau boleh diganti saja gambar tersebut dengan Gambar atau Photo keindahan Alam Kawasan Danau Toba, sebagai tempat tinggal Suku Bangsa Batak.

      Saya tidak sependapat dengan pendapat blogger diatas, itu sangat keliru dan asbun.

      Orang Batak Toba sangat menjunjung tinggi arti kepemimpinan, dengan pengertian bahwa pemimpin yang sah itulah pemimpin hidupnya. Dapat dilihat dari pemimpin paling tinggi hingga pemimpin terendah. Yakni:
      1. Pemimpin paling tinggi adalah Allah Pencipta Alam Semesta adalah pemberi berkat dalam hidupnya yang dipuja dan bersujud setiap saat kepadaNya.
      2. Pemimpin Umat secara Rokhani yakni Kaum Ulama dari tertinggi hingga terendah.
      3. Pemimpin Adat, dalam tata Pelaksanaan Adat dalam Sukacita dan Dukacita
      4. Pemimpin Bangsa dan Negara yakni: Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Kelurahan, Ketua RW dan RT.
      5. Mengenal juga pemimpin Rumah tangga dalam keluarga.

      Sejak dahulu, sejak ada kehidupan masyarakat Batak (Toba) dimana pertanian sebagai mata pencaharian yang utama. Masyarakat melakukan kegiatan adat ataupun mengelola pertanian dilaksanakan dengan cara Gotong Royong disebut dengan “Marsiadapari”. Dalam Marsiadapari tersebut sebagai pemimpinnya dilaksanakan dengan bergantian yakni Tuan Rumah atau Pemilik pekerjaan yang menjadi Pemimpinya, karena ybs lebih memahami tujuan dari pekerjaan yang digotong royongkan dan sebagai penanggung jawab akan semua kebutuhan kegiatan dalam Bahasa Batak disebut “Suhut Bolon”.

      Kepemimpinan ini berganti secara alamiah siapa yang memiliki kegiatan dialah yang menjadi pemipin saat itu, sesuai jadwal kapan saatnya yang bersangkutan sebagai Tuan Rumah atau Suhut Bolon.

      Didalam Masyarakat Batak Toba dapat dijelaskan sbb:
      1. Tidak mengenal namanya Negara dalam Negara, atau adanya Kerajaan atau Kesultanan dikarenakan sangat mementingkan Persatuan dan Kesatuan yang telah disepakati bersama.
      2. Kehidupan masyarakat tidak pernah kucar-kacir karena setiap kegiatan sehari-hari ataupun acara adat pelakasana dan penanggung jawabnya tertata sedemikian apik dengan Adat Budaya Dalihan Natolu.
      3. Dalam kehidupan sehari-hari di Rumah Tangga masing-masing tetap terlaksana dengan penataan yang baik yakni:
      – Orang Tua (Bapak/Ibu sebagai pemimpin) bekerja di sawah atau
      di ladang;
      – Anak Laki-laki tertua (Sulung) sebagai penggembala ternak;
      – Anak perempuan sebagai yang mempersiapkan makanan;
      – Anak paling bungsu menjaga rumah;
      – Anak laki-laki selain Sulung dan Bungsu membantu Orang tua;

      Tertata dengan rapi, jadi tidak kucar kacir, Hal demikian sudah terlaksana dari dahulu hingga saat ini dan masih relepan dilakukan.

      Horas ma dihita Saluhutna Halak Batak nadi Bona Pasogit manang di Pangarattoan.

  9. Berita Unik dan Aneh Dunia Terbaru said,

    Hmmmmmm…Judul yang BOMBASTIS :
    BATAK TOBA ADALAH KETURUNAN MANUSIA YG KUCAR-KACIR HIDUP TANPA RAJA/PEMIMPIN ALIAS MURTAD.

    Tapi isinya …………….??????

    tentang Pembentukan Provinsi Tapanuli dan Covernya Foto Mesum
    trus artinya TANPA RAJA/PEMIMPIN = MURTAD.???

    dan ini Judul BOMBASTIS lainnya :
    BATAK TOBA ADALAH ANAK DURHAKA DI BUMI INDONESIA,MALU JADI BATAK BILA MERANTAU.TDK KOMPAK DGN MARGA YG LAIN SELAIN MARGA SENDIRI.SELALU MAU JADI ORG TERSOPAN DAN TERSUCI DAN MENGAGUNGAGUNGKAN ORG EROPAH MR NOMENSEN .MELUPAKAN ASLI ADAT ISTIADAT SENDIRI PERCIS SEPERTI KACANG LUPA KULIT NYA.INILAH NAMANYA BATAK ITU MURTAD TERKUTUK.

    ANDA JELAS-JELAS MENJELEK-JELEKKAN ORG BATAK !!!

    SEBENARNYA ANDA INI ORG BATAK ATAU BUKAN ???

  10. Ricky Ringo said,

    Kalau yang urus Protap masih orang yang sama lebih baik jangan dulu.
    Mereka semua haus jabatan,haus harta,haus korupsi.
    Alih alih membangun tapanuli,membantu keluarganya dan kampung halamanya juga gak becus,mau bagaimana caranya membangun tapanuli????
    Otak kotor itu semua.
    Pemuka2 tapanuli gak ada yang beres,yang ada itu brengsek.
    Batak berekor punya modus.

    • roysianipar said,

      oh batak rakus,,,,,lebih baik jawa yg pendatang sering jadi GUBSU dan BUPATI padahal batak katanya pintar sekolah di Nomensen USU dan UI tapiotak nya nyontek main sogok demi kuasa dan jabatan.danhasilnya jadi manusia anak buah ajwa utk korupsi.matilah kau batak kontol kulup munafik sok suci sok alim sok kaya sokpreman sok bujang ni horbo

      • Sigura-Gura Gelap Gulita. said,

        Sdr. RoySianipar yang kami hormati:

        Parameter yang baik adalah bila terjadi peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat:

        Ada beberapa indikasi kemajuan/keterlambatan pembangunan di Tapanuli:

        1. Infrastruktur jalan selalu jelek, dan panjangnya tidak bertambah sejak pemerintahan Kolonial hingga sekarang;
        2. Masyarakat tetap miskin dan sulit memenuhi kebutuhannya
        3. Masyarakat sulit mengairi sawahnya;
        4. Masyarakat sulit membawa hasil pertaniannya ke pemasaran dan ke penggilingan;
        5. Harga-harga hasil pertanian masyarakat sesuka dari toke (tengkulak);
        6. Tapanuli masih termasuk peta kemiskinan di Indonesia;
        7. Banyak desa yang gelap gulita;
        8. Dukungan untuk membangkitkan potensi daerah (pertanian, peternakan,pariwisata, pertambangan, dll) sangat minimal atau pembangunan nol;
        9. Air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat sangat langka;
        10. Tidak tersedia pelayanan kesehatan,
        11. Banyak masyarakat mengalami penyakit kanker (darah, payu dara, Usus, dll) akibat kemungkinan keracunan makanan dari bahan pengawet seperti formalin, borax dan sejenisnya;
        12. Meskipun tingkat ekonomi masyarakat rendah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan rela berobat ke Penang Malaysia karena Rumah sakitnya lebih berkualitas dan pelayanannya lebih baik dari pada yang ada di Tapanuli atau sekitarnya;
        13. Tapanuli semakin kering kerontang akibat masyarakatnya memaksa hasil-hasil pertaniannya berproduksi untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya di Medan ataupun di Pulau Jawa karena belum terdapat Universitas yang berkualitas dan Universitas yang ada tidak dapat atau sengaja dibuat tidak maju atau dikerdilkan.

        Kami tidak mengatakan pihak-pihak tertentu yang lebih baik, namun kami semakin tertinggal dibandingkan dengan daerah lain.

        Harapan kami, agar anda menulis dengan kata-kata yang sopan supaya diskusi ini bermanfaat.

    • Robert Ferdinand S. said,

      Sdr. Ricky Ringo yang kami hormati,

      Hasrat dan keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di Tapanuli adalah untuk meningkatkan kemudahan kehidupannya. Kesulitan kehidupan masyarakat disana telah lama berlanjut sehubungan dengan rendahnya pelayanan infrastruktur disana. Kemungkinan sdr. tidak atau belum pernah mengalaminya di sana yakni:
      1. Masih banyak daerah terisolir, karena terbatasnya infrastruktur jalan, terutama pada jalur barat dan tengah;
      2. Masyarakat pada umumnya petani sawah (padi) namun hingga saat ini infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah sangat minimum. Masyarakat sendiri yang membuatnya baik saluran, bendung tidak permanent, maupun petak-petak sawahnya, sering kekeringan pada saat tidak ada hujan dan rusak/rubuh/longsor/ambrol pada saat hujan. Masyarakat sulit mengairi (mandabu aek) sawahnya ;
      3. Air bersih/minum merupakan barang langka, masyarakat menggunakan air dari kali, danau, atau sumur-sumur dangkal yang dibuat masyarakat pada daerah-daerah rendah dan dipikul ke rumah masing-masing;
      4. Pemasaran hasil-hasil pertanian masyarakat sangat sulit diangkut dikarenakan kesulitan transportasi;
      5. Masih banyak rumah tangga yang belum dilayani Jaringan PLN, pada hal di sana terdapat PLTA Raksasa yang dikelola oleh Pihak lain (PT. Inalum/Jepang, PT. PLN).
      6. Tidak ada dukungan pemerintah saat ini untuk membangun dan mengembangkan Potensi Pariwisata, Pertanian, Peternakan, yang berdampak kepada pembukaan kesempatan kerja.
      7. Masih banyak masyarakat perdesaan bila pergi ke Pasar atau Ibukota Kecamatan berjalan kaki untuk membawa/memikul hasil pertaniannya untuk dijual seperti Umbi-umbian, kopi, kemenyaan, buah-buahan dll. Setelah itu hasil penjualannya dikirimkan kepada anak-anaknya yang sekolah di luar kota sedangkan sisanya hanya membeli korek api, garam dan ikan asin untuk kebutuhan hidupnya di desa.
      8. Perkembangan Kawasan Tapanuli terlambat dibandingkan dengan Kawasan Timur di Sumatera Utara meskipun Provinsi Sumatera Utara sudah lama tertinggal dari Provinsi lainnya seperti Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Aceh, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, serta semua Provinsi di Pulau Jawa.

      Apabila pemenuhan kebutuhan dasar mayarakat tersebut dapat terpenuhi, banyak pihak tidak perlu berfikir untuk memekarkan diri dari induknya dan pemikiran tersebut bukan ditujukan bagi pihak tertentu yang ingin jadi penguasa dan sejenisnya. Harapan kami adalah bagaimana kehidupan masyarakat disana semakin baik.

      Harapan kami juga semoga anda membuat suatu pemikiran-pemikiran bagaimana Tapanuli keluar dari permasalahannya sebagai salah satu daerah atau peta kemiskinan di Indonesia dan juga masyarakat Tapanuli yang semakin lama semakin termajinalkan di Bonapasogit maupun di Pangarattoan untuk melakukan pekerjaan dan beribadah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: