TD PARDEDE IN HERITAGE FROM THE EARLY REVOLUTION 45 Now he s Gone but the children wanted equal right to posses the hard worked by all sons&daughters

All I can say is If I have my say to all Batak people ..Look at us in west country all children from 12 already learn how to earn money from their hard work in mc donald and one more.many rich people kids they do work hard like every body else.not begging or waiting pocket money from spoiled bred parent.thats why no corruption in family in west country.so people go and explore life and enjoy your life out there.dont sit there like an idiot son/daughter.get the real job get out of your stupid asshole.fuck off leave your parent alone .this the parent or people in west country say to their family.got it?right roy_sianipar

DSC_0017.jpg

 

bersama3.jpg

Keluarga TD Pardede Dilanda “Badai Musim Semi”
“Saya menangis, sedih… malu. Ada apalagi di keluarga DR TD Pardede ? Tadi saya di Polonia pun terus ditengokin orang-orang,” tutur Sariaty boru Pardede ketika ditemui wartawan di Medan, Senin (9/6). Perempuan tua itu langsung melengos, dan menolak dengan tegas, ketika hendak diambil fotonya. “Jangan! Aku malu dimasukin koran dengan berita seperti ini.”

Wajarlah jika dia menangis dan merasa malu. Nama besar ayahnya, TD Pardede, pengusaha yang menjadi kebanggaan semua orang Batak pada dekade 60 sampai 80-an; kini kembali dibicarakan masyarakat di Sumatera Utara, tapi dalam konotasi yang buruk. Anak-anak TD Pardede ribut lagi karena rebutan harta. Sungguh memprihatinkan!

Sebagaimana diberitakan media massa di Medan, Sariaty mengaku telah dikudeta adik-adiknya dari posisi Presiden Komisaris Hotel Danau Toba International (HDTI). Mereka menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), tanpa kehadirannya. Dan secara sepihak, mereka melengserkan Sariaty dari jabatan preskom, kemudian posisi itu diduduki oleh salah seorang adiknya.

“Karena RUPS-LB tidak sah, semua keuangan di bank, saya blokir dan adik-adik yang boleh mencairkan uang atas tanda tangannya (Emmi dan Ani) dan persetujuan saya, setuju dengan langkah saya,” ujar Sariaty.

Tujuan kudeta tersebut, katanya, untuk memuluskan rencana mereka menjual hotel berbintang lima itu, yang selama ini selalu ditentang oleh Sariaty. Sesuai amanat ayahnya, putri tertua TD Pardede ini menjaga dengan keras agar aset-aset keluarga tidak berpindah tangan, apalagi sekarang ini bisnis hotel di Medan sedang booming .

“Wasiat dan amanah orangtua kami adalah harus memelihara peninggalannya. Kalau itu saja tidak dapat dijalankan, bukankah kami sebagai anak-anak, kuwalat?” ujar Sariaty.

Pembangkangan terhadap wasiat TD Pardede

Sariaty Pardede (70) menegaskan, RUPS Luar Biasa PT. HDTI yang diadakan Jumat (6/6) tidak sah karena pihaknya sebagai presiden komisaris tak diundang. Dua pemegang saham lainnya, Emmi dan Ani Pardede, juga tidak hadir. Sariaty kemudian menegaskan lagi : penolakannya menjual peninggalan orang tua mereka adalah harga mati.

Rencana penjualan aset HDTI didengarnya setelah RUPS-LB digelar, menyusul adanya undangan dari adik-adiknya, yang disebutnya sebagai pihak pengkudeta dirinya.

Sariaty menjelaskan, posisinya sebagai Preskom HDTI berdasar pengangkatan DR TD Pardede. Hal itu dituangkan di dalam Akte No 9 tanggal 8 Mei 1991 yang dibuat di hadapan notaris Leo Hutabarat SH. Katanya, sebelum akte itu dibatalkan oleh DR TD Pardede, maka apa yang diwariskan tidak dapat diubah.

“Orangtua kami, DR TD Pardede menyatakan susunan dewan komisaris yang menempatkan Sariaty Pardede sebagai Preskon sudah tetap dan tidak dapat dirubah tanpa persetujuan para pemegang saham secara keseluruhan dan harus disetujui DR TD Pardede,” tandasnya.

Badai di musim semi

Mengenai latar belakang konflik baru di tengah-tengah keluarganya, Sariaty mengaku heran. Pasalnya, baru sekitar tiga minggu yang lalu dia bertemu dengan adik-adiknya; dan suasana pertemuan itu sangat akrab. Pertemuan yang mirip reuni keluarga itu, lantaran sudah lama tak saling jumpa, diakhiri dengan kesepakatan mengamankan amanat DR TD Pardede.

“Kami berpelukan, bertangisan, kemudian ke makam orangtua dan berjanji menjalankan amanah orang yang melahirkan kami,”tutur Sariaty, lalu dia bertanya dengan nada lemah, “Tapi kenapa sekarang seperti ini?”

Seusai pertemuan yang amat berkesan itu, Sariaty menulis surat pribadi tertanggal 23 Mei 2008 kepada seluruh adik-adiknya. Dia minta mereka menyusun langkah strategis dalam menjalankan unit usaha yang ditinggalkan almarhum, termasuk pendelegasian kepada generasi ketiga keluarga TD Pardede. Tak lupa dia mengajak seluruh adiknya berkumpul lagi. Tapi, yang terjadi justru kekisruhan.

Sariaty bilang, apapun yang terjadi dia tetap bertahan pada pendiriannya : aset-aset peninggalan DR TD Pardede tidak akan dijual, dan jangan sampai melibatkan pihak ketiga. “Tolonglah camkan amanat dan wasiat orangtua. Saya sampai tidak bisa tidur, berpikir terus… kok begini?,” tutup Sariaty sambil beranjak pergi.

——————————————————————————————————————————————————————-

Ditulis ulang dari bahan : hariansib.online

Posted by admin on Tuesday, June 10th, 2008, at 2:45 am, and filed under Uncategorized.

Follow any responses to this entry with the RSS 2.0 feed.

You can post a comment, or trackback from your site.

======================0000===========================0000================

11/11/07 20:42

Palsukan Dokumen, Lima Putri Almarhum TD Pardede Jadi Tersangka

Medan (ANTARA News) – Lima putri kandung pengusaha terkenal almarhum TD.Pardede akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polda Sumut, karena diduga memalsukan akte rapat pemegang saham PT.Hotel Danau Toba Internasional (HDTI).

Johnny Pardede yang juga putra kandung TD.Pardede di Medan, Minggu, mengatakan, penetapan status tersangka terhadap saudara perempuannya itu adalah berdasarkan hasil pemeriksaan pihak penyidik terhadap barang bukti, dan sejumlah saksi yang dianggap mengetahui akte tersebut.

Hisar Pardede Cs yang juga merupakan anak dari TD.Pardede telah melaporkan kakaknya Sariaty Pardede dan Anny Pardede ke Polda Sumut terkait kasus pemalsuan akte No 2 dan No 5 tentang masalah rapat pemegang saham PT.HDTI beberapa waktu lalu.

Pengaduan Hisar ke Polda Sumut itu, sesuai dengan LP:158/V/2007/Dit Reskrim tanggal 27 Mei 2007.

Sebelumnya, Sariaty Pardede dan Anny Pardede juga melaporkan adiknya Hisar Pardede ke Polda Sumut pada 4 April 2007 terkait pengrusakan brankas PT.HDTI berisi uang kontan Rp64 juta. Dalam kasus tersebut Hisar sempat mendekam di ruangan tahanan Polda Sumut.

Johnny yang juga mantan pengurus klub sepakbola “Pardedetex” dan Harimau Tapanuli itu menambahkan, terbitnya akte palsu itu sangat merugikan dirinya pribadi dan Hisar Pardede.

“Pemalsuan akte tersebut juga merugikan kelangsungan hidup perusahaan yang berada di bawah naungan TD.Pardede Holding Company (TDPHC) serta mencemarkan nama baik perusahaan yang telah didirikan orang tua mereka TD.Pardede,” katanya.

Selanjutnya Johnny menjelaskan, ia selama ini yang telah dipercaya sebagai pimpinan perusahaan yang ditunjuk oleh almarhum orang tua mereka (TD.Pardede-red) melalui surat wasiat.

Surat wasiat tersebut adalah menyangkut mengenai pewarisan dan pengelolaan TDPHC yang dibuat dan ditandatangani oleh TD Pardede tanggal 14 Juni 1991. Salah satu isi dari surat wasiat itu adalah mempercayakan Johnny Pardede sebagai pimpinan Utama/Eksekutif TDPHC untuk menggantikan kedudukan TD.Pardede.

Jonny mengatakan, surat yang dibuat oleh TD.Pardede itu benar-benar asli dan tidak ada unsur rekayasa atau dipalsukan. Untuk membuktikan keaslian dari surat wasiat orang tuanya mereka itu, siap untuk diuji atau diperiksakan di Laboratorium yang berwenang untuk itu.

Mengenai laporan Sariaty Pardede dan Anny Pardede yang menuduh dirinya dan Hisar Pardede melakukan pengrusakan brankas PT.HDTI serta mencuri uang Rp64 juta, Johnny mengatakan, tuduhan tersebut adalah fitnah belaka yang sengaja untuk merusak nama baiknya.

Johnny menjelaskan, ia dan abangnya Hisar Pardede bermaksud datang ke HDTI untuk menghentikan pengambilan uang yang telah dihasilkan dari hotel tersebut. Selama ini Sariaty dan Emmy selalu mengutip hasil yang diperoleh dari hotel itu.

Namun para karyawan dan kasir di HDTI tidak mengacuhkan dan melayani Johnny dan Hisar dengan baik. Akhirnya brankas tersebut mereka rusak secara paksa dan hasil yang diperoleh pada hari itu akan dipindahkan ke brankas lain yang juga berada di lokasi HDTI dengan tujuan untuk kepentingan pengamanan dan bukan kepentingan pribadi.

Selanjutnya, uang Rp64 juta yang dipindahkan itu masih utuh, tidak berkurang ataupun hilang. Pihak kepolisian juga telah memeriksa dan mengecek uang yang ada di lokasi HDTI itu. Uang tersebut saat ini masih disita oleh pihak penyidik itu sebagai barang bukti, katanya. (*)
======================0000===================0000================0000===
BAP 3 Putri TD Pardede Segera ke JaksaHisar: Sepetiga Harta TD Pardede untuk Pekerjaan Tuhan

Kemelut di keluarga TD Pardede bakal berujung ke pengadilan. Poldasu telah merampungkan pemberkasan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tiga dari lima putri pengusaha nasional yang menjadi tersangka kasus pemalsuan akte rapat pemegang saham PT TD Pardede Holding Company (TDPHC).

“Tiga BAP sudah selesai. Dalam waktu dekat akan segera dikirim ke kejaksaan,” ucap Kabid Humas Poldasu Kombes Aspan Nainggolan, Jumat (16/11). Ketiga tersangka yang berkasnya telah rampung adalah Sariaty Pardede, Emmy Andriani Pardede dan Ammi Pardede.

Menurut Aspan, ketiga tersangka diduga terlibat langsung dalam memalsukan akte notaris nomor 2 dan 4 saham PT TDPHC. Pada akte nomor 2 tertulis bahwa Sariaty, Emmy, Anny, Merry dan Surya Indriani Pardede memiliki hak enam suara. Sedangkan pada akte nomor 4, Sariaty menjabat sebagai komisaris, sementara lima nama lainnya sebagai pemegang saham biasa.

“Akte itu dibuat tanpa sepengetahuan Johnny Pardede yang merupakan orang tertinggi di perusahaan itu. Makanya keenamnya diadukan ke polisi dengan tuduhan pemalsuan,” sebut Aspan Nainggolan.

Dalam kasus ini sebenarnya polisi menetapkan enam orang tersangka, namun tiga tersangka lain yakni Merri Pardede, Renny Pardede dan Surya Indriani Pardede belum memenuhi panggilan polisi. Rencananya Merri akan diperiksa pada 23 November 2007 dan Indri diperiksa pada 27 November 2007. Namun, polisi belum bisa memastikan jadwal pemeriksaan terhadap Renny. Soalnya, berdasarkan pengakuan kuasa hukumnya, Renny menderita sakit.

Selain itu, Poldasu juga membidik Mutiara Magelina Marpaung, notaris yang mengeluarkan akte itu. “Dia tidak memenuhi panggilan pertama yang telah kami ajukan. Kami akan segera keluarkan surat panggilan kedua,” tandas Aspan.

Secara terpisah, Hisar Pardede menyesalkan Bank Mandiri unit Dharma Agung yang masih melayani penarikan uang tunai yang dilakukan lima saudara perempuannya itu. “Aku sudah berulangkali mengingatkan Bank Mandiri, bahkan melayangkan surat untuk tidak melayani mereka karena mereka menggunakan akte palsu. Tetapi Bank Mandiri tidak pernah menggubrisnya,” kata Hisar Pardede.

Hisar menyebutkan, untuk penarikan uang dari Bank Mandiri, keluarga (alm) TD Pardede sebenarnya sudah sepakat menunjuk empat orang yang berhak untuk menandatangani cek ataupun giro. Namun, kesepakatan itu dilanggar Sariaty cs. Bahkan, mereka merubahnya menjadi tiga orang atas nama Rudolf M Pardede, Anny Pardede dan Emmy Pardede. “Mereka inilah yang paling sering melakukan penarikan uang dari bank,” beber Hisar.

Menurut Hisar, pada tahun 1993 saudara perempuannya pernah berniat menjual aset perusahaan. Hal ini menjadi persoalan keluarga hingga kasusnya sampai ke Mahkamah Agung (MA). Namun, MA akhirnya menolak mentah-mentah.

Soal aset TDPHC, Hisar dan Johny mengaku tak berniat untuk menjualnya. Alasannya, salah satu isi dari surat wasiat TD Pardede bahwa 1/3 dari harta/saham almarhum harus digunakan untuk pekerjaan Tuhan. “Atas dasar itulah kami tidak mau menjualnya. Kami takut kualat,” tukas Hisar Pardede yang pernah mendekam di tahanan Poldasu dengan tuduhan mencuri uang Rp 64 juta dari brankas Hotel Danau Toba.

Wiguna-Zainul >> Global | Medan

Oleh Redaksi Web – Saturday 17 November 2007 – 12:21:22
| Kirim kepada

3 Comments

  1. TD PARDEDE INHERITAGE BUSINESS FROM THE EARLY REVOLUTION.Now hes Gone.sons&daughter wanted a fair shares of their hard work « my radical judgement by roysianipar said,

    [...] br PArdede, Emmy br Pardede, dan Sariaty br Pardede. (Urutan dari putri bungsu ke putri sulung) READ more? roysianipar @ 3:59 pm [filed under Uncategorized tagged Bali, batak, INDONESIA, JAKARTA, pardede, [...]

  2. kristin rut said,

    damai lebih indah

  3. God Son said,

    stupid family

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: