Robert MAnurung still cling to Toba dream icon.look like he is one of the batak leech. he only changes the Head shot,Batak itu Keren.this word kind of arrogant slang or this words is an insult to village batak people.saying the best of batak among the all batak

October 1, 2008 at 3:36 pm (Uncategorized)

tobadreams weblogTIM, Jakarta

blog independen milik Raja Huta. Alamat email : robertmanurung@yahoo.com HP : 0815 8657 0123 (SMS only)
 

Ini Satu Lagi Bukti Bahwa Mandailing Adalah Batak

Posted by: tobadreams on: 22 September, 2008

BATAK MANINGGORING

Assalamoe alaikoem

Kami jang bertanda tangan dibawah ini:

  1. Radja Mangatas

  2. Soetan Soripada Panoesoenan

  3. Mangaradja Panoesoenan

  4. Soetan Koemala Boelan

  5. Soetan Singa Soro Baringin

  6. Mangardja Panobaoenan

  7. Mangaradja Soetan Solengaon

  8. Mangaradja Goenoeng Sorik Marapi

  9. Soetan Pandapotan

  10. Mangaradja Solompoon

  11. Mangaradja Moeda Panoesoenan

  12. Mangaradja Iskandar Panoeroenan

  13. Soetan Bintang Pandapotan

  14. Patoean Koemala Boelan

Masing masing radja panoesoenan (kepala koeria) di:

  1. Pakantan Lombang

  2. Pakantan Doeali

  3. Oleoe

  4. Tamiang

  5. Msnambin

  6. Kota Nopan

  7. Panombangan

  8. Maga

  9. Pidoli Boekit

  10. Kota Siantar

  11. Panjaboengan Djoeloe

  12. Panjaboengan Tonga

  13. Goenoeng Baringin

  14. Gewezen Kepala Koeria di Goenoeng Toea

Semoeanja dalam lingkungan onderafdeling Groot en Klein Mandailing, Oelo en Pakantan, afdeling Padang Sidempuan, Residentie Tapanoeli, menerangkan dengan sesoenggoehnja bahwa bangsa dari pendoedoek Mandailing itoe ia-lah bangsa “Batak”, sedangkan agamanja sebahagian besar “Islam” dan sebahgian ketjil sekali agama “Christen” ia-itoe dalam koeria Pakantan Lombang, Pakantan Boekit dan Kota Siantar.

Nama Mandailing itoe boekanlah nama bangsa akan tetapi nama negeri (loehak).

Demikianlah soepaja terang akan adanja.

Diperboeat dalam kerapatan radja2 Mandailing di Kajoe Laoet tanggal 18 Agustus 1922.

Kami jang menerangkan

(tanda tangan)

BATAK sebenarnja boekan nama negeri ataoe nama agama, melainkan nama satoe bangsa di Indonesia tinggal di Residentie Tapanoeli..

Nama MANDAILING boekan nama bangsa, tetapi nama satoe loehak di Tapanoeli – Selatan mendjadi Batak Mandailing

——————————————————————-

Tulisan diatas merupakan salinan dari dokumen aslinya yang lengkap dengan tanda tangan para radja-radja Mandailing yang memberi pernyataan dapat dilihat di buku “AHU SISINGAMANGARAJA” karangan Prof. Dr. WB Sidjabat (Penerbit: SInar Harapan Jakarta, cetakan ketiga 2007, halaman 463).

Mauliate

Horas,

Halida Srikandini boru Bohan

14 Responses to “Ini Satu Lagi Bukti Bahwa Mandailing Adalah Batak”

1 | ucoklubis

September 23rd, 2008 at 2:22 am

Tanpa bukti tersebut pun aku selalu bangga kok menjadi orang Batak. Apalagi dengan bukti seperti itu, makin jelaslah sudah kalau Mandailing itu suku bangsa Batak. Horas bangso Batak! Horas Batak Mandailing!!

2 | parlobutala

September 23rd, 2008 at 1:18 pm

Sebetulnya, ada atau tidak dokumen itu, tidak menjadi penting. Apakah Mandailing itu Batak atau bukan, menurut saya juga tidak penting. Apalagi kalau itu sekedar nomenklatur.

3 | Nesia!

September 23rd, 2008 at 2:03 pm

Hehehe… separatisme ternyata tidak cuma dari NKRI tetapi juga dari Habatahon.

Biar aja gitu. Yang merasa dirinya bukan Batak, biar dia maup situ!

4 | Charlie M. Sianipar

September 23rd, 2008 at 10:30 pm

Batak tetap Batak.
Dia tidak bisa jadi Badui atau jadi Jahudi.
Tidak bisa jadi Bugis atau jadi Prancis.
Jadilah Batak Keren, itu yang Penting.

5 | Marudut Pasaribu

September 24th, 2008 at 9:45 am

@parlobutala

Horas Lae,

Aku agak tergelitik membaca komentar lae dan merasa sedikit perlu juga menanggapinya.

Pernyataan lae: “Apakah Mandailing itu Batak atau bukan, menurut saya juga tidak penting. Apalagi kalau itu sekedar nomenklatur”

Mencari tau asal-usul banyak dilakukan oleh manusia bahkan dengan ongkos yang mahal sekalipun. Orang Amerika sendiri yang terdiri dari berbagai suku bangsa saja masih melakukan pencarian identitas. Contoh yang paling aktual adalah calon presiden dari partai demokrat yaitu Barack Obama, seluruh dunia memberikan perhatian terhadap asal-usul beliau. Sampai-sampai televisi CNN merasa perlu ke Afrika sana untuk mencari tau siapa nenek moyang dari keluarga Obama ini.

Begitu juga dengan Batak dan khususnya Batak Mandailing. Kegusaran mereka sangat beralasan karena ada klaim dari seseorang yang tinggal di Malaysia sana yang mengatakan mereka bukan Batak. Artikel ini akan menjadi arsip bagi orang Batak khusunya generasi muda karena tidak semua orang mampu untuk mengumpulkan bukti-bukti seperti yang dilakukan oleh Ito Srikandi ini.

Mengenai “nomenklatur”: Membuat nomenklatur atau penamaan bukan pekerjaan yang mudah. Sangkin sulitnya tidak semua bahasa mampu mengakomodasi seluruh istilah yang bisa dipahami dan disepakati secara bersama. Setahuku sampai sekarang cuma Bahasa Latin lah yang mampu mengakomodirnya. Tujuan pembuatan nomenklatur atau penamaan itu agar memudahkan kita memastikan sesuatu untuk mandapat kesamaan persepsi.

Tanggapan ini hanya sekedar mencoba mewarnai artikel ini.

Mauliate

6 | Siregar

September 25th, 2008 at 12:51 am

Bagus jugalah ada bukti tertulisnya.
Cuman sayang, Kebanyakan Orang Kita mandailing yang saya jumpai, MALU JADI ORANG BATAK.
Kemudian Bro Viky Sianipar Ngetop,
Barulah Rame-Rame Ngaku ORANG BATAK
Yahhh……Biasalah…..

Molo Mora, Malo, Ada yg bisa dibanggakan, dll… HUTANDA DO I
Molo Pogos, Kampungan, dll… NDANG HU TANDA I

HORAS..

7 | ucoklubis

September 25th, 2008 at 4:07 am

@Lae Marudut Pasaribu & Lae Charlie M. Sianipar

Aku setuju sekali dengan tanggapan Lae. Aku sempat sedih bercampur marah ketika dengar pernyataan orang-orang Malaysia yang membawa nama-nama marga Batak Mandailing namun mereka enggan dibilang Batak, malah mereka buat-buat sejarah sendiri tentang asal-usul dan nenek moyangnya itu. Hal tersebut buat kami merupakan pelecehan terhadap asal-usul dan nenek moyang kami. Dokumen tersebut sangat berharga bagi kami yang Batak Mandailing ini. Seperti yang Lae Charlie M. Sianipar katakan “sekali Batak tetap Batak, tidak bisa jadi Bugis atau Perancis!”

Horas Lae!

8 | Nafry

September 25th, 2008 at 9:01 am

Batak Itu adalah pengelompokan akan banyak sub etnis.. Dan wajarlah jika terjadi perbedaan, itu tak lebih karena dinamisnya kita orang Batak.

Nih ada linkpenolakan itu sendiri, saya rasa kita harus Bijak memahaminya…

http://multama.blogspot.com/2008/08/asal-usul-orang-batak.html

9 | M. Abduh Nasution

September 25th, 2008 at 12:51 pm

Horas …………Bangso batak Na Keren

Dari Jaman dahulu kala aja sudah ada deklarasi Raja-Raja dan Para kuria.
Berarti orang Batak itu memang pintar dan keren.
Kalau masih ada juga orang Batak mandailing yang tidak suka Mandailing di bilang Batak, perlu dipertanyakan itu.
Jangan2 sudah terhasut sponsor yang dari Malingsia itu.
kalau saya sendiri tidak pernah ragu Mandailing itu ya Batak lah.
Jangan suka membelokkan sejarah. Leluhur kita itu sudah cukup pintar apalagi masalah sejarah.
Sekali Batak tetap Batak,,,,,,, jangan suka mencari celah yang nggak jelas.

10 | halida srikandini

September 25th, 2008 at 11:02 pm

@ ito marudut pasaribu

semua orang bisa dan sangat mampu melakukan itu ito bahkan lebih baik, modalnya cukup rasa keingin tahuan yang besar dan logika yang berdasar.

aku sudah baca lebih dulu asal usul batak versi orang2 eks batak yang ada di malaysia, dan aku tidak mau menelan itu semua bulat2 karena harus ada faktor penyeimbang.
karena banyak kejanggalan yang ku dapat dari versi orang eks batak itu.

alani holong… itu yang membuatku mengirimkan artikel ini kepada ito raja huta. supaya tidak semakin banyak generesi muda batak menjadi batak na lilu karena termakan ‘dongeng menjelang tidur’ akka halak na eks batak .

@ siregar

horas tulang…

kalo kita memang halak BATAK… banggalah menjadi halak BATAK.

jangan karena ada viky sianipar yang lagi ngetop.. lalu latah bangga menjadi batak..!!!

seorang viky sianipar bukan apa2 dan belum apa2 di banding kebesaran budaya adat alam dan seni BATAK.
viky hanya satu dari berjuta orang batak yang memiliki dedikasi dan kecintaan akan habatahon dgn cara dan jalannya sendiri.

BANGGA MENJADI BATAK… harus hadir dan tumbuh dari hati dan kesadaran diri sebagai manusia BATAK. bukan karena latah dan ingin nebeng ke KEREN an seorang viky sianipar.

menumbuhkan rasa bangga dan cinta pada habatahon harus di mulai dari hati … tularkan mulai dari kelompok terkecil yaitu keluarga inti kita di rumah khususnya pada anak2. kenalkan mereka pada habatahon dan jadikan slogan ” BATAK ITU KEREN DAN HARUS SELALU KEREN” motivator untuk mereka.

itu sudah ku lakukan pada anak2ku di rumah. andai tiap orangtua yang mengunjungi blog ito raja huta ini melakukan hal yang sama untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta akan habatahon, maka tidak ada lagi generasi batak na lilu di masa yang akan datang.

buat anak anak ku… ito RH, ito Viky, Ito Charlie, Ito Marudut, Ito Suhunan dan adek ku Desi adalah motivator mereka.
dan blog ini adalah blog favorit kami sekeluarga.

11 | Marudut Pasaribu

September 26th, 2008 at 9:37 am

@Ucok Lubis

Bro…Lubis dan Pasaribu adalah satu di bawah Borbor marsada. Jadi kita bukan mar Lae tapi mar Appara, tapi gak apa-apa kok. Lebih baik salah daripada tidak melakukan apa-apa hehehe.

Ok appara, belajar tarombo lagi ya…hehehe, konsekuensi Batak Keren.

12 | Par Biang

September 27th, 2008 at 12:28 am

Horas ma di hita saluhut na….

Sebenar nya saya sudah lama sekali mendengar tetntang topik ini, sebelum ada internet di Indonesia. Jadi hanya membaca buku sejarah, sejak saya SD sudah dengar tentang topik ini, karena saya suka sejarah tentang Batak.

Dari sejarah yang saya baca nama Mandailing itu diberikan oleh Sisingamangaraja. Saya lupa Sisingamangaraja yang ke berapa. Sisingamangaraja itu habis pulang dari daerah Minangkabau, singkat cerita habis merantau dan balik lagi ke Toba, tentu saja melalui daerah Mandailing. Sebelum nya di daerah Minang ini pun Sisingamangaraja memiliki sejarah.

Singkat cerita, Sisingamangaraja ini ber istirahat di daerah Mandailing dan bermalam disana, saya lupa nama daerah nya, kalau tidak salah Simangambat. Sisingamangaraja memiliki pisau sakti, alias pisau keturunan dari Sisingamangaraja sebelum nya. Jadi, ketika malam tiba, Sisingamangaraja pun tidur, dan dia pun curiga ada sesuatu, ternyata benar akan kecurigaan nya itu. Pisau pusaka Sisingamangaraja telah di curi oleh penduduk setempat. Penduduk setempat tahu bahwa pisau pusaka tersebut memiliki nilai kesaktian yang tinggi.

Dan Sisingamangaraja menanyakan kepada penduduk-penduduk setempat, siapa yang mencuri pisau pusaka nya, tidak ada yang mengaku. Tetapi karena kesaktian nya, maka pisau itu pun kembali lagi kepada Sisingamangaraja. Sisingamangaraja hanya ingin tahu kejujuran masyarakat setempat.

Karena di tempat tersebut telah di curi nya pisau pusaka Sisingamngaraja, atau hilang nya pisau pusaka, maka beliau menamakan daerah tersebut Mandailing, yang memiliki arti pisau yang hilang.

Jadi cerita diatas sebagai cerita singkat tentang nama Mandailing tersebut. Mungkin masih ada tentang literatur sejarah perjalanan Sisingamangaraja. Maklum cerita tentang budaya bangsa Batak lebih banyak di Jerman atau di Belanda. Jadi saya hanya baca versi Indonesia nya. Dan harap maklum, saya hanya baca saja, tidak sampai observasi dimana laklak sejarah Sisingamangaraja itu berada.

Mengenai Mandailing itu Batak atau bukan, kembali ke pribadi masing-masing. Dan dari hasil pengamatan saya, karena saya ada kenalan dengan orang Mandailing, mereka ada yang bilang Batak dan ada yang bilang bukan. Kenalan saya yang orang Mandailing ini pun cerita, banyak orang Mandailing yang mengaku bukan Batak. Tetapi ada yang bilang Batak. Itu pengakuan jujur kenalan saya sebagai orang Mandailing.

Antropolog pun tahu, bahwa Mandailing itu keturunan dari Toba. Tidak usah suruh antropolog professor dari luar negri, antropolog Indonesia pun bisa menilai itu. Seperti dalihan na tolu, aksara nya, dan banyak sekali semua nya memiliki kemiripan dengan di Toba. Secara marga, di daerah Mandailing itu semua Marga tetap ada dongan tubu nya di Toba. Seperti Nasution, dongan tubu nya di Toba itu Siahaan. Lebih tepat nya Nasution itu keturunan nya Siahaan Sibuntuhon, itu menurut kawan saya yang marga Siahaan. Di kampong saya pun mereka bilang begitu. Marga Lubis itu keturunan nya Raja Bor-bor, dan di Toba pun ada marga Lubis.

Tetapi ada berita-berita mengapa Mandailing tidak mau disebut Batak karena mereka sudah Islam, tidak bisa di bantah kalau itu alasan nya. Dan kekurangan nya orang Mandailing itu dalam pergaulan dengan Batak dengan ada nya jarak. Meraka merasa risih masuk ke rumah halak Batak karena semacam risih begitu karena kita itu dianggap najis. Apalagi kalau yang punya rumah itu Par Biang, sudah jijik dan najis lagi. Padahal rumah Par Biang itu bersih dan wangi, tetap saja tidak mau menginjak apalagi jika bertamu di kasih air minum, mana mau mereka minum itu, karena najis.

Itu pengalaman saya bergaul, jadi tidak bisa di bantah lagi. Tetapi ada juga orang Mandailing yang maju, yang tidak punya pikiran seperti yang saya ceritakan diatas, tetapi sedikit. Cerita saya ini adalah pengalaman saya bergaul, jadi bukan kata nya lagi.

Tetapi seperti apa yang saya tulis diatas, kembali ke pribadi masing-masing. Kalau ada yang mengaku bukan Batak ya terserah mereka. Kalau yang mengaku Batak yang berarti tahu sejarah dan pasti rasa fanatik terhadap agama nya tidak lagi.

Jadi tulisan saya ini bisa diambil garis besar nya kenapa mereka ada yang mengaku Batak dan ada yang tidak.

Jadi songon ni ma, angka pinangkas sian ahu, alai jala ta ida ma sada ende na mangingot tu Raja Sisingamangaraja, raja na bolon i, mauliate godang. Horas D

http://www.youtube.com/watch?v=Jl1lY6bb2rM

13 | Ucok Lubis

September 29th, 2008 at 9:42 am

@ Appara Marudut Pasaribu

Mohon maaf Appara ku…. benar2 salah aku memanggil Lae.. tak akan salah lagi aku panggil keturunan ni Raja Borbor.. supaya bisa terus aku jadi di Batak keren )

@ Siregar

Mungkin orang2 mengaku Mandailing yang Lae temui itu mereka yang ikut2an aliran Mandailing versi Malingsia atau mereka memang Batak KTP. Aku, ayahku, oppung ku semua familiku tak pernah malu dibilang Batak… malah bangga kami dengan kebatakan kami. Mau ngetop apa nggak Lae Viky Sianipar itu tetap aja dari dulu pun kami orang Batak.

@ Par Biang

Wah makasih Lae buat sharing cerita asal muasal nama Mandailing itu, kalo boleh aku minta referensi bukunya Lae, ingin kali kubaca buku itu. Aku pun setuju dengan apa yang Lae ceritakan tentang adanya orang Batak Mandailing yang mengaku Batak ada juga yang tidak. Tapi menurutku hanya sebagian kecil yang tidak, aku pun baru tahu kalau ada sebagian orang Batak Mandailing yang menolak dibilang Batak setelah aku baca situs2 Malingsia tentang Mandailing. Walaupun aku terlahir dari keluarga Muslim tapi dari kecil aku ditanamkan rasa bangga oleh keluargaku untuk menjadi orang Batak makanya tidak pernah sama sekali terlintas dipikiranku untuk menolak dibilang Batak, malah bangga aku dengan kebatakan ku. Aku dirumah juga memelihara anjing kok.. makanya menurutku agama sebenarnya bukan sama sekali alasan tepat untuk membuat adanya urusan jaga2 jarak karena merasa jijik, najis untuk bersaudara dengan semua orang.. mau Islam, Kristen, bahkan Parmalim pun kalau orang Batak itu saudaraku. Jadi yang merasa jaga2 jarak itu hanya mereka yang over dengan emosi keagamaannya.

Horas!

14 | regar

September 30th, 2008 at 11:07 pm

Tulang Lubis,
Aku sangat bangga membaca komentarmu diblog ini dan aku absolutely agree, bahwa agama adalah masalah hati kita masing2, masalah apa keyakinan hati kita. Suku ya suku, mau islam, mau kristen, mau parmalim kalau batak ya tetap batak never change. di keluarga oppungku juga, kami punya keyakinan yg berbeda2 tapi tetap salng menghargai dan tetap menjaga hubungan keluarga yg baik. walaupun kadang2 kadang generasi ke 2 sudah ada yg mulai jaga jarak.

Comment Form

Logged in as roysianipar. Logout »

tobadreams weblog

blog independen milik Raja Huta. Alamat email : robertmanurung@yahoo.com HP : 0815 8657 0123 (SMS only)

Blog Stats

  • 66,371 hits
 

1 Comment

  1. Risma Manurung said,

    Saya sudah baca semua komentar diatas,ada yang megatakan dokumen tidak penting, ada yang mengatakan dokumen itu penting. menurut saya dokumen itu peting. orang-orang Belanda aja pada datang ke Indonesia untuk mencari sejarah nenek moyangnya yang pernah tinggal di Nusantara, dulu belum ada Indonesia. Untuk mengetahui kebenarannya memang perlu apakah Mandailing itu Batk atau bukan, maka saudara-saudaraku cari di Arsip Nasional Repub lik Indonesia untuk membuktikan hal tersebut. bila perlu nanti akan saya bantu. mauliate. Horas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: