All about crazy Batak people.whether in religion or in in real life

October 5, 2008 at 11:33 pm (Uncategorized) (, , , , , )

By Jhon Sihotang | October 21, 2007

Saya sangat tergerak untuk menyampaikan himbauan kepada kita semua kristiani khususnya jemaat HKBP dimanapun berada untuk meluangkan sedikit dari waktunya mamanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam hal perdamaian kedua belah pihak di yang bertikai HKBP Bandung Jl.Riau.

Pesan khusus saya kepada yang bertikai, mungkin kita harus lebih mengkoreksi apa sebenarnya tujuan hidup kita di dunia ini. Kalau itu sudah saudara/i pahami, niscaya hala-hal duniawi dan segala macamnya yang membuat saudara/i bertikai tidak akan pernah terjadi.

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007

/bulan/10/tgl/21/time/133859/idnews/843073/idkanal/10

Horas!!
Jhon Sihotang
-Dulu pernah bergereja di HKBP Riau sewaktu mahasiswa

Topics: Batak, Christian, HKBP, Indonesia |

17 Responses to “Berdoa untuk HKBP Bandung Riau”

  1. ruben Says:
    October 22nd, 2007 at 4:51 pm

    Saya setuju dengan pertanyaan Bapak John Sihotang tentang tujuan hidup kita di dunia ini. Kita bergereja untuk membuat Tuhan Yesus senang. Tapi kalau pertikaian terjadi siapa yang senang. Anda tahu pasti jawabannya adalah IBLIS. Kalau anda terus bertikai berarti membuat IBLIS Senang. Saya pikir kedua belah pihak merasa diri benar dan mencari ‘kambing hitam’. Padahal kita tahu bahwa kita pengikut Kristus hanya dibenarkan oleh iman. tidak lain. Bukan upayamu membuat kamu benar. ingat itu. Kemudian saya ingin mengingatkan semua jemaat khususnya di HKBP Bandung yang sedang bertikai, Jangat kasih kesempatan pihak pihak lain memancing di air keruh. Kalau pun belum bisa bersatu yah cobalah berpisah sementara untuk mencari jalan penyelesaian yang baik. Bagi yang ingin mengalah, percayalah bahwa anda akan semakin diberkati. Jalan-jalan pelayanan yang mungkin tidak anda sangka-sangka akan ditunjukkan kepada mu. Pelayanan anda akan semakin bertumbuh di dalam Tuhan, dan anda akan semakin berbuah lalu sekelilingmu akan menikmati buahnya. Bukankah untuk itu kamu dipanggil?

  2. jsihotang Says:
    October 23rd, 2007 at 2:36 pm

    Benar sekali bos..malu kita dilihat orang lain. Ingat, masih banyak orang lain di luar sana yang bahkan tidak punya gereja. Sementara saudara sudah bagus-bagus bergiliran (kalau memang tidak mau bersama) masih komplain.

    Ingat, kedamaian kristiani mulai diusik lagi oleh orang-orang yang tidak menghendakinya..tapi saudara bahkan bangga melakukannya (

    Horas,
    -J

  3. suraja Says:
    October 23rd, 2007 at 5:50 pm

    Pertama-tama saya mengucapkan salam kenal dari Indo.

    Mengenai pertikaian tersebut memang sangat disayangkan, bahkan saya lihat di tipi pertikaian mereka makin hebat. Sayang sekali akhirnya kejadian ini benar2 terekspos ke luar.

    Seharusnya mereka malu, bahkan sangat malu dengan sikap mereka. Ntah dasar moral apa yang mereka pakai untuk membenarkan sikap mereka.

  4. Mama-nya Rachael Says:
    October 25th, 2007 at 2:10 pm

    Aku mau kasih sedikit comment mengenai pertikaian – pertikaian yang terjadi di HKBP, bukan hanya HKBP Bandung tapi semua HKBP yang pernah bertikai. HKBP bukan satu – satunya gereja yang bersifat kedaerahan atau tradisional, tapi ada banyak lagi gereja yang serupa seperti GKP ( Gereja Kristen Pasundan ), GKJ ( Gereja Kristen Jawa ), GKJW ( Gereja Kristen Jawi Wetan ), GPM ( Gereja Protestan Maluku ), GKPB ( Gereja Kristen Protestan Bali ), GKS ( Gereja Kristen Sumba ), dan banyak lagi yang lainnya, tapi kenapa hanya HKBP saja yang selama ini sering terdengar bertikai, padahal ada juga GBKP ( Gereja Batak Karo Protestan ) dan GKPS
    ( Gereja Kristen Protestan Simalungun ) yang sama – sama berbasis bangsa Batak. Itu pertanyaan besar sebenarnya bagi HKBP.

    Apakah mungkin ini ada pengaruhnya dengan falsafah yang dimiliki orang batak yaitu 3H yang salah satunya adalah Hasangapon atau kehormatan yaitu suatu kebanggan kalau seserorang dihormati, disegani, ditakuti dan mempunyai tempat dan kedudukan yang tinggi dalam suatu perkumpulan atau organisasi, sehingga kalau KEHORMATAN TERINJAK maka PARANG PUN BERTINDAK. Padahal ajaran utama agama Kristen adalah KASIH, bahkan Yesus mengajarkan Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi orang yang menganiaya kamu, jadi kemanakah kasih di HKBP yang bertikai itu, katanya orang Kristen ( mungkin itu juga yang menjadi pertanyaan orang2x diluar Kristen ) ???

    Sebenarnya siapakah HKBP, apakah kita orang – orang Batak yang Kristen, artinya kita lebih mendahulukan ke-Batakan kita daripada ke-Kristenan kita atau orang – orang Kristen yang Batak yang artinya sebaliknya, kalau kita mengaku sebagai orang Kristen yang Batak apakah kita sudah dan masih memiliki kasih, apakah kita sudah merendahkan diri kita di hadapan sesama manusia dan terutama Tuhan ? Karena ada tertulis dalam Lukas 14:11 ” Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. ” dan ada juga tertulis dalam Matius 18:4 ” Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. ”

    Jadi tinggal pilih, mau jadi yang terbesar di kerajaan dunia ini atau di Kerajaan Sorga, dan ingat ” Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan ?. ”

    Kita sama – sama berdoa semoga pertikaian – pertikaian di HKBP manapun tidak akan terjadi lagi dan kalo bicara soal malu, aku pikir kita harus lebih malu sama DIA yang di atas sana.

    Gbu,
    DiCSi

  5. Asido Says:
    October 27th, 2007 at 12:40 am

    Wow…cukup serius juga neh tulisan..hehehe… Ga salah kalo terpilih jadi calon majelis gereja…
    Bener banget tuh…mari kita mendoakan mereka biar cepet akur.

  6. jsihotang Says:
    October 27th, 2007 at 11:17 am

    Thanks Mama Rachel buat komentarnya…BENAR seharusnya kita malu sama TUHAN yang di atas. Thanks untuk koreksinya ;)

    Mengenai 3H (hamoraon, hagabeon dan hasangapon), sedikit koreksi, itu bukan merupakan falsafah orang Batak Toba. Yang merupakan falsafah suku Batak Toba adalah Dalihan Natolu (somba marhula-hula, manat mardongan tubu dan elek marboru). Pemahaman yang benar dan pemakaian dalam kehidupan sehari-hari dari konsep Dalihan Natolu tersebut merupakan nilai yang positif dari adat Batak Toba yang mampu menjaga existensi masyarakat Batak di dunia ini..

    Salam berbagi…

    Jhon

  7. Mama-nya Rachael Says:
    November 4th, 2007 at 11:04 pm

    Ito Jhon, aku bukan mau mengoreksi sebenarnya, cuma menambahkan aja, bahwa kita harus lebih malu sama Tuhan karena kita datang ke rumah Nya kan mau ” silaturahmi ” supaya hubungan kita dengan Dia semakin dekat, ehh… koq ini malah bikin keributan. kalo malu sama ” tetangga “, itu udah pasti.

    Jadi sebenarnya apa sih yang kira – kira selalu jadi pemicu keributan di HKBP, oke lah 3H itu bukan falsafah hidup orang batak Toba, tapi mungkin ngga itu ada pengaruhnya ? Dulu waktu masih di luar HKBP, aku sih take it for granted aja, tapi sekarang setelah mulai masuk, jadi curious, kenapa..kenapa..kenapa..?

  8. Jhon Sihotang Says:
    November 10th, 2007 at 3:22 pm

    Ibu Dian…!

    Sebenarnya aku tidak bermaksud mengatakan 3H itu bukan faktor perusak hubungan anggota jemaat HKBP atau bahkan sesama komunitas batak (toba). Moreover, aku hanya meluruskan suatu pameo/anggapan umum yang berlaku saat ini yang mengatakan bahwa itu adalah falsafah batak toba which is absolutely wrong.

    Aku juga condong untuk menyetujui bahwa apapun itu sebutannya (mengenai 3H tadi) salah satu penyebabnya.
    Contoh:
    1. Hamoraon=> ada kecenderungan melebih2kan atau menonjolkan kekayaan yang menyebabkan orang lain mengambil sisi negatifnya dengan menunjukkan iri dan menjauh (komunitas terkotak-kotak).
    2. Hagabeon => aku tidak bisa menunjukkan contohnya
    3. Hasangapon => adanya “tuntutan” dari orang-orang tertentu untuk lebih dihormati walaupun pada perinsipnya dari tingkah laku nya tidak menunjukkan sesuatu yang patut dihormati (ini banyak kejadian).

    Faktor lain aku juga cenderung mengatakan management (lack of leadership) dari organisasi HKBP itu sendiri (dalam hal ini pengurus pusat HKBP). Mungkin perlu dilakukan pembenahan dan system pemilihan tampuk pimpinan di tubuh HKBP kalau memang kita semua sepakat bahwa kejadian-kejadian tersebut merupakan suatu masalah kita. Kalau memang sebaliknya, sampai kapanpun tidak akan bisa terbenahi..beginalah jadinya HKBP itu, sedikit demi sedikit jemaatnya akan berpaling ke gereja lain dan masyarakat umum memberikan label “perusuh” bagi kita.

    Salam berbagi
    Jhon

  9. Hotman Says:
    November 12th, 2007 at 3:27 am

    Horas dan salam dari bandung.

    Beberapa poin yang ingin saya kemukakan tentang kekisruhan di HKBP Bandung:

    1. Jemaat Pro dan Anti Status Quo
    Saya bisa kemukakan bahwa jemaat HKBP Bandung dari kedua belah kubu secara tidak disadari terkungkung dalam dua pihak. Masih banyak ditemukan jemaat yang pro Status Quo yaitu jemaat yang masih mencintai kemapanan yang dulu: selalu tunduk terhadap pimpinan, para birokrat (baik yang telah pensiun) masih berlagak seperti pimpinan dan ingin dihormati walaupun harus membeli kehormatan tersebut dalam gereja dengan sejumlah uang yang cukup signifikan, para jemaat yang pas-pasan secara finansial sebaiknya hormat pada jemaat ‘namora’, memanjakan (menyogok ?) para pendeta demi kehormatan dalam gereja, tidak menyukai perubahan baik tata ibadah yang dibawakan kaum muda, dll. Sementara jemaat yang anti status quo sangat berkeinginan membawa perubahan dalam segala hal dalam gereja.

    2. Sulit Menerima Perbedaan Pendapat

    Hal ini juga tentu tidak lepas dari poin diatas dimana para jemaat yang pro status quo tidak menginginkan ada perbantahan di dalam gereja. Misalnya SK yang diterbitkan oleh Ephorus harus mutlak diterima, sementara yang anti status quo masih menginginkan ada ruang untuk beda pendapat. contoh lain, masih sulit diterima dalam 1 gedung gereja ada 2 ressort/pihak, walaupun ressort tersebut telah memiliki huria pagaran. Hal yang lain yang sudah terjadi, di HKBP Jl. Jakarta terdapat 2 management/pihak dalam 1 gedung gereja dan mereka sepakat untuk menggunakan gedung gereja secara bergiliran dan kedua pihak ini sudah membeli lahan untuk membangun gedung gereja baru (izin belum didapat). Sebagai catatan, Gereja Batak Karo GBKP jl. lombok diisi oleh 3 sektor/pihak/manajemen dengan menggunakan gdung gereja secara bergiliran.

    3. Manajemen Kantor Pusat HKBP yang Amburadul

    Mungkin kita sudah tahu bagaimana bobroknya Kantor Pusat HKBP saat ini:
    – Kantor pusat HKBP masih merasa bahwa mereka adalah penguasa layaknya pemerintah pusat negara Indonesia dimana setiap pengaduan yang data dari daerah selalu mengutamakan pihak yang membawa ‘pinggan panungkunan’ sementara pihak yang hanya modal ‘ngos-ngosan’ cenderung diabaikan dan hal ini juga salah satu pemicu kekisruhan di HKBP Bandung.

    – Sesama pejabat HKBP Kantor Pusat tidak Kompak
    Dari beberapa surat keputusan yang diterbitkan HKBP Pusat cenderung bergaya single fighter pimpinan dimana tidak ada tandatangan atau paraf Sekjen dalam beberapa SK yang memicu kisruh di HKBP Bandung. Contoh lain, dalam siaran pers Ephorus HKBP Bandung mengatakan bahwa kisruh di HKBP Bandung adalah kisruh internal (internal conflict) sementara ada kepala departemen justru menyarankan agar HKBP Bandung Riau tetap memperjuangkan ressortnya.
    – Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap pemilihan Ephorus, masing-masing kubu selalu memiliki tim sukses. Dikemudian hari apabila jagoannya sukses maka para tim sukses ini akan menuntut jath penempatan di daerah basah/kota besar. HKBP Bandung Riau dan HKBP Martadinata terpaksa menerima para pendeta ressort yang baru dengan latarbelakang tim sukses Ephorus tanpa melihat qualifikasi pendeta tersebut. Hal ini juga menjadi pemicu kisruh di HKB Bandung tersebut.

    – Apabila peleburan 2 ressort di HKBP Bandung berhasil maka keberhasilan ini akan merupakan nilai jual yang baik untuk Ephorus pada pemilihan berikutnya dan juga merupakan ajang promosi buat praeses (HKBP Bandung tergabung dalam distrik JABARTENGDIY) dan pendeta ressort hasil peleburan. Hal ini merupakan preseden yang buruk di tubuh HKBP dimana para pejabatnya akan sesuka hati untuk melebur atau menghilangkan ressort.

    – Budaya diktatorisme juga melanda kepemimpinan HKBP dimana setiap pendeta yang tidak turut kepada perintah pimpinan akan ditindak. Hal ini telah terjadi dimana adanya seorang pendeta di HKBP Banda Aceh yang dipenjarakan akibat tidak tunduk perintah HKBP Pusat untuk menyerahkan bantuan tsunami, sementara Ephorus sendiri tidak berani menindak pendetanya (praeses Medan Aceh) yang melakukan pelecehan seksual terhadap pendeta perempuan yang diperbantukan, hanya karena pendeta tersebut adalah teman akrab (?) dari ephorus.

  10. nuel Says:
    November 12th, 2007 at 10:00 pm

    Horas Pak Hotman,

    Punya bukti-bukti yang signifikan utk semua keterangan yang Pak Hotman berikan? Apakah Pak Hotman jemaat HKBP Bandung? Kalau iya, Pak Hotman pro status quo atau pro perubahan? Terima kasih sebelumnya, dan kalau ada perkembangan baru tentang HKBP Bandung, tolong dibagikan lagi tapi kalau bisa disertai dengan bukti.

    Semoga kedua pihak di HKBP Bandung bisa menemukan jalan keluar yang adil, dan semoga mereka bisa menghindari tindak-tindak kekerasan.

  11. albeth Says:
    November 25th, 2007 at 9:50 am

    horasssss……
    Wah rame juga ya….

    Menurut saya,

    ……………..MANAJEMEN HKBP YANG BURUK, YANG MENGAKIBATKAN SEMUA INI TERJADI…………………..

    PIMPINAN YANG DIKTATOR….

    PENDETA YANG LEBIH MEMENTINGKAN KEKUASAAN…..

    KESOMBONGAN JEMAAT…..

    DAN…….UANG…..UANG…UANG…..UANG………..UANG….

    Semua itu harus dirubah, untuk HKBP yang lebih baik lagi. Supaya tidak terjadi lagi perpecahan di HKBP ini.

    ………..PERUBAHAN DI HKBP ADALAH MUTLAK……..

    HORASSSS…..

    GBU.

  12. ruben Says:
    November 26th, 2007 at 5:51 pm

    Hallo boss administrator,

    Saya pikir kolom ini untuk memberikan dorongan ke arah perbaikan right…? Jadi siapa saja boleh memberikan pandangan dan sebaiknya juga memberikan solusi demi perbaikan bersama.

    Horas semoga HKBP Bandung cepat pulih. Jangan biarkan Iblis dan antek anteknya terus tertawa melihat kita yang bertikai. GBU All……

  13. Jhon Sihotang Says:
    November 26th, 2007 at 9:08 pm

    Horas!

    Benar, kolom ini memang ditujukan untuk hal tersebut..

    TAPI…kita juga harus dalam tatanan komunikasi/diskusi yang baik dan terarah…pendapat2 sebaiknya disertai dengan bukti2 yang mendukung, dan kalau bisa lebih gampang dicerna maksud dan tujuannya.

    Sebaiknya kita (terlebih kepada jemaat HKBP) tidak bertindak sebagai “pengamat” akan tetapi bisa menjadi “solution maker”, yang artinya kita bukan hanya menjabarkan kebobrokan saja seperti layaknya pengamat biasanya lakukan, akan tetapi comment/posting sebaiknya disertakan dengan solusi-solusi yang membangun. That’s the goal of this forum being made!!!.

    Dengan demikian, kita bisa harapkan posting2 di sini menjadi referensi bagi HKBP untuk memperbaiki posisinya sebagai lembaga gereja.

    Terimakasih,
    – Tim admin –

  14. Amaniako Says:
    January 8th, 2008 at 6:32 am

    Saya mencintai HKBP sebagai Gereja yang diberkati Tuhan bagi orang Batak. Budaya, karakter dan semangat, kelemahan dan kekuatan orang Batak pasti mempunyai kekhasan dan berikut nilai kurang dan lebihnya. Dalam hal perseteruan di Gereja, nilai-nilai tersebut akan akan muncul secara menonjol. Akan tetapi hendaknya nilai iman, kasih dan pengharapan lebih menguasai semua kepentingan.
    Dalam kasus HKBP Bandung, saya memahami bahwa persoalan ini dipicu oleh Pimpinan HKBP yang bertindak kurang dewasa dan tidak dengan hati nurani yang murni menyikapi luka-luka di HKBP selama ini. Bagi semua persoalan gereja dibutuhkan keberanian untuk menyatakan kebenaran (Ibrani 4:16) namun kearifan rohani dengan memenangkan Kristus di atas semua kepentingan, bukan memaksakan nafsu kekuasaan dan keserakahan.
    Seharusnya Ephorus, Sekjen, para Kepala Departemen, Praeses, seluruh Pendeta dan Majelis serta Umat HKBP di mana saja harus bertobat, sehingga ada KERENDAHAN HATI mengaku dosa, dan keberanian meminta pengampunan, sehingga Visi dan Misi HKBP sebagai gereja milik Tuhan dapat menjadi garam dan terang.
    Meskipun demikian, marilah kita sungguh-sungguh mendoakan Pimpinan HKBP pada semua aras supaya takut akan Tuhan. Dan biarlah Sinode Godang HKBP tahun 2008 ini berhasil mendapatkan Pimpinan HKBP yang penuh Roh Kudus, Pendamai, Cakap, Takut Akan Tuhan, Dapat Dipercaya dan Benci kepada Suap (Kel 18:21). Shalom.

  15. Jemaat HKBP Says:
    January 11th, 2008 at 4:06 pm

    Bagi pembaca di situs ini, kami ingin menyumbang pengalaman dan pengamatan pribadi kami tentang apa yang kami mengerti dan alami selama bergereja di HKBP:

    A. Pengalaman dengan Para Pendeta:

    Kami mengalami sendiri bahwa banyak Pendeta HKBP tidak takut berdusta kepada jemaat asalkan tidak kehilangan jabatan atau supaya ditempatkan di tempat basah atau supaya statusnya bisa berubah dari calon pendeta menjadi pendeta penuh.

    Penekanan terjadi di institusi HKBP dari pendeta yang lebih senior ke pendeta junior yang nota benenya gaji si pendeta junior didapat bukan dari para pendeta senior atau dari pusat Pearaja tapi dari persembahan atau kolekte para jemaat.

    Kami pernah mencoba mengerti apa sebenarnya yang terjadi dalam institusi ke pendetaan ini… Saya, istri dan anak mencoba mengundang sang calon pendeta makan keluar, mencoba bicara secara kekeluargaan supaya dapat mendalami lebih jauh mengapa si calon pendeta begitu gamang dan tidak mau lebih terbuka bersikap atas kesalahan si senior nya.. Kami usahakan suasananya tenang dan kami bawa sang calon pendeta makan di salah satu hotel ternama. Cerita punya cerita, Saya dan istri sangat terkejut ketika medengar dari sang calon pendeta berkata: “Tangis nama inong di huta molo gagal ahu menjadi pendeta penuh. Alana habis do hami amang dohot hamu inang sampai seratus juta rupiah (Rp 100 Juta) untuk pendidikan”.

    Aneh juga ya … ternyata mahal juga tuh biasa sampai tamat pendidikan pendeta… Waktu pendidikan kita ga tau kemana itu si Rp 100 Juta leong.. Dan setelah tamat, jemaat yang bertanggung jawab atas biaya hidup sang pendeta..

    Para calon pendeta juga mengetahui bahwa mereka harus hati hati kepada para seniornya yaitu pendeta resort karena si Pendeta resort memiliki hagogoon untuk menentukan bahwa seorang calon pendeta dapat di promosikan menjadi pendeta penuh. Walau dalam kotbahnya para pendeta ini selalu menekankan bahwa holan Jahowa do na marhuasa di hita jolmaon.. —

    Akhirnya Saya dan Istri berpikir Holan hata sambing do i hape ate..

    Penyelewengan uang juga bukan barang baru bagi sebagian pendeta HKBP. Setidaknya pernah kami saksikan bahwa calon pendeta dengan mudah nya menutup mata atas penyelewengan pendeta senior karena mungkin si calon pendeta mengerti kemana arah penggunaan uang tersebut oleh pendeta senior.

    Persekongkolan dan ketidakmauan menindak orang yang bersalah juga berlaku di HKBP yang penting asalkan rajin datang dengan somba somba ke preses, hal yang lumrah di HKBP. Pernah kami mengalami dimana seorang preses tidak menindak anak buahnya karena setahu saya si pendeta resort rajin menyenangkan hati sang preses. Termasuk membawa somba somba pada waktu pesta ulang tahun sang preses.

    Semangat korps juga cukup mengagumkan.. Pernah sekali kami mencoba berdiskusi dengan seorang pendeta resort yang kebetulan semarga dengan saya tentang kesalahan yang dilakukan pendeta resort dimana dulu kami bergereja.. Tapi yang kami dapat adalah sikap enggan si pendeta untuk memberi pendapat atau berbicara atas kesalahan temannya tersebut.. Dan ini berlaku sampai tingkat preses.. Kami juga mencoba mencari tahu pendapat seorang preses di Tapanuli atas kesalahan pendeta resort kami dulu. Kebetulan sang preses memiliki hubungan kekeluargaan (pariban) dari istri saya… Adalah lumrah kalo kami sekeluarga menyediakan akomodasi sang preses kalo lagi datang berkunjung ke huria tempat kami bergerja dulu. Hitung hitung selain masih terhitung pariban dari istri, saya mengingat pesan orang tua bahwa alangkah baiknya kalo kita berbuat apa saja yang kita dapat perbuat demi perkerjaan Tuhan. Cukup mengejutkan ketika kami dapat response bahwa itu adalah wewenang preses dimana si pendeta resort bertugas.. Mungkin berlaku juga pepatah sesama bus kota dilarang saling mendahului ..

    Disamping itu.. bukan rahasia lagi bahwa Ephorus yang sekarang agak haus uang.. Pernah sekali sang Ephorus datang mengunjungi jemaat nya dan tidak malu malu nya menerima uang dan langsung memasukkan uang tersebut ke kantung jas nya. Uang pemberian tersebut terhitung cukup besar jika dibandingkan dengan tingkat penghidupan para jemaat yang nota benenya terdiri dari para perkerja biasa, buruh dan supir. Anehnya jumlah uang yang diberikan tersebut juga adalah hasil rekayasa dan pemaksaan si pendeta resort yang membawahi huria tersebut. Kami berpikir kalau lah sang Ephorus mau bertimbang dalam hati waktu itu, alangkah baiknya dan indah nya kalau dia menolak pemberian uang tersebut mengingat tingkat kehidupan para jemaatnya di gereja yang dia kunjungi. Tapi apa boleh buat… uang masih lebih bersinar dari kasih yang selalu kita dengungkan itu.

    Kesombongan juga tidak jauh dari sang Ephorus… Pernah suatu saat sang Ephorus di undang oleh jemaat di satu tempat untuk datang… Sesampai nya sang Ephorus ditempat langsung berkomentar: Las si bual buali ma antong di bahen hamu mamboan ahu… hape tingki sian Jerusalem naik pesawat na denggan di sediahon na marholong ni roha to hami… Wah… keren juga nih sang Ephorus… Selidik punya selidik ternyata yang dimaksud dengan si bual buali itu adalah low fare airlines.. Yang menurut saya okey cuga kok. Terbukti anak saya sering memakai jasa penerbangan ini kalo lagi pulang ke tempat sekolah nya setelah berlibur mengunjungi kami orang tuanya..

    B. Pengalaman dengan Para Jemaat dan Sintua:

    Bukan menjadi rahasia bahwa banyak jemaat yang tidak jujur dan tidak setia membantu pekerjaan di ladang Tuhan. Dalam beberapa kesempatan saya memperhatikan banyak masyarakat Batak datang ke gereja dengan kenderaan bagus, perhiasan bagus tapi pada waktu persembahan todak segan manetekkon parsaribuan.. Sangat ironis … dan bagaimana ya sekiranya Tuhan juga berbuat sama seperti yang mereka lakukan terhadap gereja ?

    Akibatnya adalah gereja terpaksa terjerat di tangan para sekelompok orang kaya sebab mereka inilah yang menjadi tulang punggung gereja walaupun terkadang uangnya berasal dari hasil korupsi.. Bukan rahasia bahwa di gereja HKBP banyak koruptor yang dengan pongah nya menyumbang gereja khususnya waktu lelang. Semua dilakukan demi nama dan harga diri.. Mungkin lupa bahwa menyumbang gereja dari hasil korupsi sama buruknya dengan melakukan pengotoran terhadap kesucian gereja.

    Suatu ketika kami pernah berhasil mendekati seorang pendeta supaya pada waktu berkotbah berani menyinggung betapa buruk nya korupsi di mata Tuhan dan di mata Jemaat. Tapi apa yang terjadi… seminggu berikutnya si pendeta curhat kepada saya dan istri bahwa ada beberapa sintua menasihatkan agar jangan terlalu vocal. Itu kan rejeki masing masing … kata sang sintua..

    Disamping itu juga sebagian masyarakat HKBP sudah sangat menyenangi status quo dan sebagian lagi masa bodoh dan senang menjadi penonton.. dan bukan aneh kalau dibanyak gereja HKBP terjadi pengelompokan antara kelompok kaya dengan kelompok pengunjung biasa yang datang ke gereja karena mengingat hubungan ke Batakan tetap datang beribadah ke HKBP.

    Pernah saya dan istri mencoba masuk ke dalam kelompok elit di salah satu gereja HKBP di salah satu provinsi di Sumatera.. Mula mula sih ramah ramah aja … mungkin karena mereka yang didalam berpikir… Parhepeng do naroon.. dalam beberapa kesempatan kami masih mencoba mengkuti aliran percaturan di dalam.. mulai juga lah ikut lelang, menjadi donatur waktu pesta parheheaon, rapat pendeta, rapat sintua, dsb.. Pikir pikir keluar sekian setiap bulan ga apalah asal bisa tau lebih dalam tentang apa yang terjadi di gereja. Hitung hitung juga perpuluhan kami.. sebab saya dan istri sadar bahwa kurang lah baiknya kalo kita tidak memberi gereja..yang mana di anak tirikan oleh pemerintah. Bukan rahasia lagi bahwa kalo bukan kita yang menyumbang untuk kegiatan gereja, yah siapa lagi ?

    Lama kelamaan (walau dengan mengeluarkan uang yang cukup banyak karena aktif dalam acara acara yang membutuhkan uang) saya dan istri berhasil mempelajari apa yang terjadi.. Rupanya hepeng dohot parhepeng do na lebih berkuasa di HKBP on…

    Perlahan lahan kami menarik diri dari riuh rendah nya suasana di HKBP karena kami sadar bahwa tidak baik tahu terlalu banyak tentang apa yang terjadi di HKBP ini. Kami takut kalau hal yang tidak baik ini di ketahui anak kami dan bisa bisa membuat nilai gereja di mata mereka sebagai generasi muda tercoreng..

    C: Pendeta Lundu Herbert Mardosroha Simanjuntak dan salah seorang sintua di HKBP Bandung:

    Sekarang … melihat kejadian di HKBP Bandung Riau.. Saya tidak terkejut sama sekali.. Datangnya Pdt Lundu Simanjuntak ke sana yang jelas dengan ciri ciri brewokan. kebetulan saya mengenal cukup banyak pendeta satu ini.. tukang makan uang, menjilat kepada Ephorus dan diktator pastilah bukan membawa kedamaian tetapi akan membuat HKBP di Bandung makin kacau.

    Disamping itu saya agak kaget juga melihat di berita ternyata sintua yang membacakan SK Ephorus pada waktu terjadi keributan di gereja HKBP Bandung adalah seorang sintua yang beberapa waktu lalu dilaporkan melarikan uang sejumlah lebih dari Rp 700 juta.. Sampai sekarang berita tersebut masih bisa di search di internet..

    Jadi klop lah sudah … Dari pengalaman pribadi yang saya tuturkan diatas dan siapa siapa yang sedang berperan di permasalahan HKBP… jangan lah kita berharap bahwa HKBP khususnya gereja HKBP Bandung akan berjalan dengan damai kecuali kita semua warga HKBP mau menyediakan waktu dan tenaga untuk:

    1. Berkata TIDAK kepada Status Quo, aktif dalam pekerjaan gereja.. dan berkata TIDAK kepada para koruptor yang secara pongah berdiri di depan.

    Cukuplah sudah beberapa puluh tahun gereja HKBP dikotori para Koruptor dan pencuri uang negara. Sekarang saatnya kita berbicara kepada para koruptor tersebut untuk bertobat dan jangan lagi mengangap uang mereka bisa mengatur gereja sebab gereja berdiri atas dasar Iman ke kristenan dan bukan atas dasar materi.

    2. Berkata TIDAK kepada para Pendeta kotor dan yang tidak mendahulukan kebenaran tetapi sebaiknya mementingkan materi dan jabatan.

    Mari kita ingatkan para pendeta atas semboyan mereka: Haru pidong nadi langit disarihon Debata… Dengan tegas dan bahasa yang sopan kita yakin kan mereka bahwa jika gereja bertumbuh maka Tuhan akan memberikan berlimpah lebih dari apa yang dapat dibayangkan manusia.

    Bagi saya jabatan sebagai pendeta sudah cukup agung … tidak perlu harus menjadi preses, Ephorus, dsbnya.. Sebab bagi saya ukuran seorang pendeta di tentukan berapa banyak jiwa yang telah di sadarkan supaya mengikuti jalan Tuhan… bukan dari jumlah orang yang datang setiap minggunya ke gereja atau berapa koor dan punguan yang berhasil dibentuk selama masa pelayanannya di satu gereja.

    3. Turut serta memonitor performance dan tingkah laku para pendeta di tempat kita masing masing.

  16. hotman Says:
    January 18th, 2008 at 5:19 am

    Horas..dan Selamat Tahun Baru, moga-moga belum telat untuk mengucapkannya.

    Sebenarnya website ini saya ketemukan melalui search di google dengan meng-insert kata hkbp bandung riau dan saya tertarik untuk memberi komentar seputar kekisruhan di HKBP Bandung Riau.

    Buat saudara Nuel yang mengomentari komentar saya..terus terang saya ini adalah jemaat dari satu pihak di HKBP Bandung Riau dan saya sudah mengikuti permasalahan ini mulai saya ikut naposo hingga saya sudah berkeluarga. Pertikaian sudah beberapakali pecah tapi untuk yang kali ini, saya coba merenung dan tidak untuk membenci kelompok atau pihak yang satu lagi. Buat saya kedubelah pihak adalah sama-sama jemaat yang ingin berkebaktian di dalam gereja. kekesalan dan kebencian saya hanya fokus kepada para pemimpin di HKBP dan oknum-oknum tertentu di HKBP Bandung Riau. Buat saya kolaborasi antara para manajemen HKBP dengan oknum-oknum tertentu di HKBP Bandung Riau adalah penyebab hancurnya HKBP Bandung Riau. Wujud kolaborasi tersebut adalah SK peleburan kedua ressort; HKBP Bandung Riau dengan HKBP Martadinata dengan nama baru HKBP Ressort Bandung Riau Martadinata. Para pemimpin HKBP hanya berkeinginan menyatukan “nama” resort tanpa memperdulikan apakah kedua jemaat mau disatukan dengan nama tersebut. SK yang dikeluarkan akhirnya beralih fungsi menjadi alat untuk “marbada” dan benturanpun terjadi antara kedubelah pihak. Akhirnya benturan ini sudah berlangsung 3 bulan.

    Kekisruhan di HKBP Bandung sebenarnya sudah sampai persoalannya di KOMNAS HAM dan KOMNAS HAM sudah melayangkan surat ke Kapolda Jabar mempertanyakan netralitas polisi dalam menangani kasus HKBP Bandung Riau (catatan: salah satu Kapolres di jajaran polda Jabar pernah menarik jubah pendeta di dalam gereja saat kebaktian dan kejadian ini ditayangkan di beberapa channel TV di Indonesia dan beberapa hari setelah kejadian ini Kapolres tersebut meminta maaf kepada pendeta tersebut. Kapolres tersebut sudah dipindahkan 1 beberapa minggu yang lewat). Surat tersebut sudah harus dijawab Kapolda sebelum tanggal 18 januari ini (masa 1 bulan setelah surat dilayangkan) dan ternyata 2 hari yang lewat SK pergantian Kapolda Jabar sudah terbit dan Kapolda tersebut akan dipindahkan ke Lemhanas.
    Surat Komnas Ham juga sudah dilayangkan ke kantor pusat HKBP dengan masa jawab 1 bulan. Ketika salahseorang sintua HKBP bandung Riau singgah ke kantor pusat HKBP di pearaja tarutung, salah seorang ketua departemen HKBP mengaku belum mengetahui surat Komnas tersebut dan akhirnya amang sintua tersebut menyerahkan 1 copy yang telah disiapkannya.

    Kekukuhan Pemimpin HKBP terhadap SK yang telah diterbitkannya juga harus disayangkan, padahal beliau sendiri sudah beberapakali melihat di TV bentrok HKBP Bandung akibat SK yang diterbitkannya dan belum mengambil tindakan (corrective action) sama sekali.
    Yang menjadi keheranan saya hingga saat ini masih banyak jemaat yang mengatakan bahwa tunduk kepada SK pemimpin HKBP merupakan syarat mutlak apabila jemaat akan berkebaktian didalam gedung gereja hKBP Bandung. Seolah-olah SK Ephorus lebih tinggi daripada panggilan di Alkitab untuk ‘bergereja’. Fanatisme jemaat satu pihak terhadap SK inilah akhirnya saya katakan bahwa SK Ephorus adalah SK untuk “marbada”.
    Sebagai catatan dan pembanding terhadap beberapa SK Ephorus yang ‘macet’, contoh: SK mutasi pendeta situngkir ke HKBP Semarang, mutasi HKBP semarang ke Rajawali Jakarta, mutasi HKBP Rajawali Jakarta ke ‘hita-an-an’ dan SK mutasi yang di/hita-an’ tidak jalan. Alasan yang saya dengan pendeta yang dari Rajawali-Jakarta tidak mau dimutasikan ke ‘hita-an’. Jadi ada 4 SK yang ‘macet’ dan tidak ada jemaat yang gontok-gontokan seperti di HKBP bandung. Benang sari yang saya ambil SK tidaklah segalagalanya. SK tidak boleh digunakan seperti tiket untuk menonton bioskop seperti yang terjadi di HKBP Bandung.

    Perkembangan yang bisa saya informasikan di HKBP Bandung, HKBP non-SK masih berkebaktian di trotoar depan gereja (dilayani oleh Pdt. Saut Sirait) dan HKBP-SK berkebaktian di dalam gereja dipimpin oleh Pdt. Lundu. Korban yang ada sudah 4 orang (1 dipenjara). Akibat seringnya jemaat HKBP Bandung berkunjung ke polresta bandung tengah baik sebagai pelapor maupun yang dilaporkan, maka 1 ressort hkbp muncul di bandung yaiutu hkbp bandung tengah (istilah ini muncul dari polisi di bandung tengah).
    Korban yang paling parah yang jatuh adalah marga gultom (dan yang disinyalir memukul adalah notabene dongan tubu mertua si gultom ini…he..he..he..memang nunga sega hami on adong simatua mamukul helana).

    Saat komentar ini saya buat adalah hari jumat, dan bila besok sabtu tiba artinya jantung ini mulai berdetak lebih keras..aha do namasa sogot minggu di gereja).
    Selama pertikaian terjadi, pintu gereja selalu dijaga oleh “private security” hingga akhir-akhir ini dijaga oleh pemain pencak silat dari Puragabaya. Ah..sadia godangma hepeng i naung bolong ate….tu pengamanan..tu aparat…tu ruas na manjaga malam gereja. Saya duga ratusan juta sudah melayang selama pertikaian 3 bulan ini.
    Salah seorang jemaat dari HKBP Dayuhkolot yang gerejanya ditutup akibat diintervensi oleh FPI pernah berujar ke saya..Sayang nai hepeng i ate, coba molo hepeng naung ambolong i dipangke mangurus ijin HKBP di dayuhkolot, nunga aman hami ate.

    Sebagai catatan buat phareses JABARTENGDIY, hatop do phareses on molo mangojakkon gereja na baru alai tung sotarida do amanta on molo ro FPI mangaroro gareja songon namasa tu HKBP Lembang dan dayuhkolot.

    Inilah dulu yang bisa saya sampaikan, khususnya buat lae Nuel yang mempertanyakan status saya di tulisan saya sebelumnya apakah saya ini pro status quo atau anti status quo di HKBP Bandung, saya pikir lae sendirilah yang menilai dari tulisan saya ini.
    Horas..Vai Com Deus..Tuhan memberkati.

  17. HKBP New York Says:
    January 18th, 2008 at 5:35 pm

    Salam dalam nama Yesus Kristus.

    Sepertinya topik yang satu ini sangat bagus untuk di diskusikan bersama untuk membangun kehidupan kristiani kita khususnya HKBP sebagai lembaga gereja.

    Untuk itu, agar lebih terorganisir, kami memindahkannya ke forum HKBP New York yang bisa saudara klik di sini:

    http://www.hkbpnewyork.org//index.php?option=com_fireboard&Itemid=195&func=view&catid=4&id=61#61

    Apabila saudara ingin memberikan pendapat, silahkan klik menu “REPLY”.

    Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: