BATAK CRAZY IN BANDUNG AGAIN.

October 5, 2008 at 11:28 pm (Uncategorized) (, , , , , )

15/10/2007 05:24 HKBP
Dua Kelompok Jemaat HKBP Bentrok

Liputan6.com, Bandung: Unjuk rasa umat Huriah Kristen Batak Protestan di Bandung, Jawa Barat, Ahad (14/10), berakhir ricuh. Kejadian bermula saat jemaat yang menamakan diri HKBP Bandung Riau berdemonstrasi sambil membawa spanduk bertuliskan Setia Sampai Akhir. Ketika itu sebagian jemaat HKBP lainnya tengah berada di dalam gedung gereja di Jalan Riau, Bandung. Lantaran tak dapat masuk jemaat HKBP Bandung Riau langsung menggelar orasi.

Tidak lama kemudian tiba-tiba terjadi keributan. Situasi akhirnya bisa diamankan setelah datang polisi. Satu orang diangkut ke truk polisi untuk dimintai keterangan. Diduga orang ini bukan anggota jemaat Gereja HKBP. Setelah itu jemaat HKBP Bandung Riau bisa masuk ke gereja untuk beribadah.(IAN/Patria dan Taufik Hidayat)

6 Responses to “Dua Kelompok Jemaat HKBP Bentrok”

  1. jentar Says:
    October 29th, 2007 at 2:58 am
    kesatuan dan persatuan itu perlu dibina untuk mrnjaga kerukuran umat bergama dalam konteknya jemaat HKBP.sebaiknya cari solusi yang indah untuk menatap masa depan bangsa indonesia,bahwa perseturuan itu tidak mempunyai suatu keuntungan malahan kerugian yang dicari,bahwa persolan bangsa kita masih menumpuk,mengapa harus menambah persoalan,bila Tuhan bisa memaafkan yang bersalah,mengapa sesesama kita tidak bisa, yang penting dalam dirikita perlu ketulusan dan keiklasan dalam perbutan.horas
  2. St.T.R.Manurung Says:
    November 5th, 2007 at 12:31 am
    Anggota Jemaat yang bertikai di Bandung,
    Sesungguhnya tidak ada gunanya kita beribadah di gereja jika kita masih menyimpan kesalahan orang lain di hati kita, karena kasih tidak ada pada kita masing masing.
    Allah adalah kasih.Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih/1 Yoh.4:8.Persembahan kita saja tidak akan diterima Allah jika kita masih punya perselisihan dengan orang lain.Sebab itu,jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu(Mat.5:24+25). Sayang sekali kita pergi ke Gereja dan memberi persembahan tetapi kebencian dan pertengkaran masih bersemayam dalam hati kita. Semua jadinya sia-sia.Saya berdoa ” Tuhan Yesus tolonglah saudara-saudaraku ini agar mereka tahu, sadar dan menyesali semua perbuatan mereka yang sia sia itu dan berikan kepada mereka hati yang sadar dan bertobat,Amin”.
  3. Hotman Silalahi Says:
    November 8th, 2007 at 2:40 am
    Buat warga HKBP sedunia,terulangnya pertikaian HKBP di bandung membuktikan tidak sensitifnya (nengel) HKBP Pusat terhadap warga HKBP “arus bawah”. Gereja perlu diorganisasi dengan baik (well organized), tapi apa akibatnya kalau gereja hanya sekedar organisasi. Penyelesaian persoalan HKBP Bandung oleh HKBP Pusat hanya mengandalkan pendekatan organisasi dimana dua pihak yang bertikai akan bersatu dengan menyatukan kedua organisasi pihak yang bertikai (HKBP Ressort Bandung dan HKBP Ressort Bandung Riau) menjadi HKBP Ressort Riau Martadinata.
    Kejadian yang ada di bandung juga telah membagi jemaatnya terhadap kelompok jemaat yang ‘Status Quo’ dan ‘Reformis’, dimana kelompok yang status quo hanya menginginkan kemapanan digereja seperti kondisi dahulu HKBP dengan tidak menginginkan 2 ressort dalan 1 gedung gereja, tetapi kelompok yang reformis masih dapat menerima 2 ressort dalam 1 gedung gereja dengan penggunaan gedung gereja secara bergiliran sebagaimana yang terjadi di HKBP Bandung Timur. Bahkan apa yang terjadi di gereja GBKP jl. Lombok Bandung, gedung gereja digunakan secara bergiliran (pengaturan waktu yang disepakati setiap kebaktian minggu) oleh 3 pihak dengan manajemen masing-masing.
    Dengan bertambahnya ruas HKBP di kota besar sementara izin pembangunan gereja sangat sulit digunakan, apakah HKBP belum siap bila dalam 1 gedung gereja terdiri lebih dari 1 ressort? Mungkin kaum status quo tidak akan bisa menerima ide ini.
  4. andre Says:
    November 28th, 2007 at 12:33 pm
    saya ingin menanyakan beberapa hal atas nama pribadi !!
    1. Apakah kita tidak malu dengan menggembor gemborkan masalah ini ke media masa ?
    2. Apakah Kita pikir, kita adalah satu-satunya agama yang ada di INDONESIA ?
    3. Knapa masalah ini terus-terusan terjadi ?

    Saya disini sebagai Naposo salah satu NHKBP yang bertikai, dan baru 2 bulan aktif lagi di gereja!
    saya hanya ingin memberikan suatu tanggapan saya terhadap kejadian yang ada di HKBP secara pribadi
    1. Menurut saya, masalah ini tidak akan pernah beres jika orang-orang yang masih punya dendam pribadi masih ikut dalam masalah ini!!
    2.Ada keinginan beberapa orang yang merasa dirinya penting sehingga dapat menghimpun masa untuk melakukan hal-hal yang kurang bercermin pada Norma Agama!!
    3. Bandung adalah salah satu kota pelajar, bayangkan saja ITB, UNPAD, UNPAR dan beberapa universitas lainnya. Tapi dimana pikiran kita untuk menyelesaikan masalah ini??
    4. Kenapa Tulisan SSA harus dibawa bawa kembali kepermukaan ?? (setahu saya Pusat HKBP saja sudah bersatu dan tidak akan lagi membuka-buka AIB terdahulu)

    Maaf jika ada kata kata saya yang kurang berkenan di atas, dan boleh untuk di perjelas kembali supaya saya tahu lebih jelas yang sebenarnya terjadi ( maklum anak baru lahir )
    “Gunakan Hati,Iman kita untuk bertindak!!”

  5. anak na jogi,sian nadao. Says:
    June 6th, 2008 at 12:39 am
    Horas ma di hita saluhutna.sai anggiat ma rohatta di patiur amanta Debata, namula jadi nabolon.

    Sebenarna ahu dang pantas dohot di barita on ,alai alana ahu pe halak batak do ,gabe targorat rohak ku ,manurat saotik di son, boasa ma hita na sa rumpun gabe marbadai,jala sada Tuhan,nian hita ma na gabe sitiruon ni suku lain, alana gareja ta do na unggodang di indonesia on,/HKBP.nian hita na sagareja ikkon masitukkol tukkolan ma songon suhat na rubean i. alana ido na di ajar bapak ku sabagai halak batak,jala anak ni TUHAN JESUS………

    Actually i am live in United Kingdom and grow up,but i speak ‘ BAHASA BATAK ‘because i proud sebagai halak.
    batak…………..

    horas ma dihita saluhut na

  6. S. Hutabarat Says:
    June 9th, 2008 at 7:43 am
    Cuma beberapa pertanyaan,
    1. Mengapa sebenarnya kita ke Gereja
    2. Mengapa kita harus punya Gereja kalau kita merasa Tuhan Yesus ada dimana kita berada.
    3. Masih ada kah kasih dari Tuhan Yesus di dalam hati kita.
    4. Apakah Gereja dan agama itu hanya sebagai simbol dalam kehidupan kita sehari-hari tapi dari kelakuan kita jauh dari itu semua.

    Kalau dari semua pertanyaan itu kita punya jawaban ‘Iya ‘dan mengacu ke pengakuan bahwa kita orang yang beragama dan menjadikan gereja sebagai rumah Tuhan Yesus dimana kita bisa bertemu saudara seiman dan bersama-sama memuji Tuhan Yesus, kita orang-orang munafik yang semestinya kita malu di depan Tuhan Yesus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: