Kemerdekaan Tapanuli Selatan dari Indonesia….

October 5, 2008 at 11:14 pm (Uncategorized) (, , , )

Tapanuli Selatan (Tanah Batak bagian selatan) HARUS MERDEKA lepas dari kekuasaan bangsa Jawa (Indonesia). Kita TIDAK BISA menerima pemerintahan asing di tanah air kita!!!

Ini buktinya :
Tertulis dalam sejarah bahwa:
Pemerintah Kerajaan (Negara) Achèh telah melantik salah seorang hulubalangnya: Teuku Radén sebagai Penasihat Militer kepada Raja Batak, Sisingamangaraja.
Hubungan mesra antara Raja Batak, Sisingamangaraja dengan Penasihat Militer-nya Teuku Radén, menjadi semakin mengukuhkan lagi keeratan silaturahmi yang meluas antara bangsa Batak dan bangsa Achèh.
Maka ketika itu banyak orang-orang Batak diterima bekerja sebagai Tenaga Kerja Batak dan Nias (TKB/W-N), dirumah-rumah bangsa Achèh. Diantaranya dalam keluarga nenek kami Orang Kaya Mesir (OK Mesir) dan kemudian telah mengambil seorang anak Batak-Nias wanita dari TKB/W-N sebagai ahli keluarga angkat kami, yang kemudaian dianugrahkan pula dengan nama: Téh Hayat (Maktjik Hayat).
Keakraban hubungan itu semakin terserlah lagi, apabila Raja Batak, Sisingamangaraja berhasrat pula hendak menyunting adik perempuan dari Teuku Radén sebagai calon istrinya, yang dilihat sebagai ikatan klassik hubungan kenegaraan dan kebangsaan.
Dari cuplikan sejarah inilah, maka dapat dipercayai bahwa, Raja Batak, Sisingamangaraja kiranya telah sempat memeluki agama Islam. Itulah sebabnya pertikaian atas pengebumian Raja Batak, Sisingamangaraja yang dikatakan telah dilakukan secara adat Kristen, yang kuburannya ditanamkan Palang Salib setinggi pokok, sebagai yang dapat kita lihat kalau melewati jalan menuju arah Tarutung disebelah kiri jika kita datang dari arah Medan belum selesai lagi hingga ke hari ini.
Sedangkan umum mengetahui dari sejarahnya bahwa, di Tanah Batak, hanya Tengku Radénlah yang selalu berdekatan dan berdampingan dengan Raja Batak, Sisingamangaraja, sedangkan ketika itu, Kristen-pun diketahui belum lagi bisa menembusi pagar agama bangsa batak, yang dipercayai masih kukuh sebagai penganut Animisme.
Makanya para ahli sejarah Islam, sedang mempersoalkan penipuan sejarah itu dan telah lama menuntut agar pembetulan sejarah Raja Batak, Sisingamangaraja yang dipercayai telah memeluk segara dibuat.
(II). Pada bulan Agustus 1942, Panglima Agung Teuku Ibrahim dan ajudannya anak Batak: Purba bersama-sama TNA, Tentara Negara Achèh, telah merampas seluruh persenjataan Tentara Jepang yang akan kembali dan meyerahkan diri kepada sekutu, distasion Kereta Api, Lho’ Seumawè. Rampasan senjata itu tercatat sebagai rampasan persenjataan Tentara Jepang yang terbesar di Asia Tenggara.
Panglima Agung Teuku Ibrahim dan Ajudannya anak Batak: Purba berserta seluruh anggota TNA, Tentara Negara Achèh, yang tidak pernah mengenali apakah Indonesia Jawa itu, telah bersumpah hendak memperjuangkan kedaulatan Negara Achèh kembali kestatus-nya, sebagaimana struktur negara Achèh itu sebelum kedatangan penjajahan Belanda.
Maka tertulislah dalam sejarah bangsa Achèh bahwa, bangsa Achèh sesungguhnya tidak pernah mau menerima apa itu yang disebut Indonesia yang dikatakan sebagai bangsa dan sebagai negara dan sebagai pemerintahannya, sejak Agustus 1945, sejak sebelum proklamasi 17 Agustus, 1945 (indonesia) Jawa itu.

Hasibuan

|

Report Abuse

|

Judge it!

|

#2

Yesterday
 
(berikut ini lanjutannya):
Komitment Agung dari Panglima Agung Teuku Ibrahim dan Ajudannya anak Batak: Purba beserta seluruh anggota TNA, Tentara Negara Achèh lebur, setelah kesemua mereka disembelih oleh Tengku Daud di Beureu-éh lewat tangan kotornya: Hussen al Mujahad yang dibantu oleh anak-anak Jawa mantan tentara upahan KNIL Belanda yang keluar dari kebun-kebun karet dan kelapa sawit atau hutan pinus, yang dilakukan dengan penuh tipu daya, didalam gedung bioskop yang berkunci dari luar di Kota Idi.
Begitu juga kalau kita membaca buku sejarah Kodam I/Iskandar Muda, disana akan ditemui bahwa, ketua pasukan Pôtjut Barén pertama, setelah 1945 adalah wanita Batak (saya terlupa namanya).
(III). Bangsa Batak adalah bangsa yang tertua di Pulau Sumatra, yang telah pernah mendiami lembah subur dipersekitaran D.Toba sekarang, sebelum terpencar kemana-mana akibata malapetaka alam.
D.Toba, di Sumatra yang dipercayai sebagai bekas kawah gunung berapi itu, mungkin tidaklah ada hubungannya dengan M.Toba di Michigan, Amerika Serikat.
Sekalipun bangsa Batak, sebagai bangsa yang tertua di Sumatra, tetapi dalam sejarah Internasional-nya, semuanya yang berdiam di Pulau Sumatra disuatu ketika dulu, hanya dikenal sebagai bangsa Achèh. Ini, selain dikarenakan semua transaksi-transaksi aktiviti perdagangan rempah internasional seluruhnya dikontrol oleh Kerajaan (Negara), juga dilindungi (pretektorat).
Jadi bangsa Batak itu, mengikut sejarah lalunya pernah juga dipayungi oleh nasionalisme Achèh. Makanya patut diakuki permaklumam bangsa Batak sebagai bangsa Achèh juga.
Itulah sebabnya dalam “Deklarasi Kuala Lumpur 1995”, GAM telah lebih kuat menekankan kepada Gerakan Batak (+ Madailing) Merdeka (GB/MM), berbanding dengan Gerakan Minang Merdeka (GMM), Gerakan Riau Merdeka (GRM), Gerakan Jambi Merdeka (GJM), Gerakan Palembang Merdeka (GPM), Gerakan Bengkulu Merdeka (GBM) dan Grakan Lampung Merdeka (GLM), agar lebih aktip dan lebih progresip.
Achèh yang telah dikenal dunia cq dunia Eropah pernah mengontrol seluruh aktiviti transaksi-transaksi perdagangan rempahnya dalam Wilayah Status Quo Anté Bellum-nya: Pulau Sumatra, Semenanjung Malaya, Sebahagian Kalimantan Barat dan Jawa Barat.
Kembali membicarakan mengenai bangsa Bangsa Batak, yang telah dikenal mengikut demografi-nya: Sebagai Batak Utara, Batak Samosir/Batak Toba (?) Batak Simalungun, Batak Dairi, Batak Karo dan Batak Selatan Dll. Batak Selatan yang umumnya Islam, lebih senang mengenalkan dirinya sebagai Batak Mandailing.
Jadi tidaklah pernah ada Batak Islam atau Batak Mandailing akan malu kalau disebutkan juga sebagai orang Batak, sebagaimana kita menyebutkan orang Pidië atau orang Perlak misalnya, tidak seperti sangkaan kumpulan orang-orang “pengejek dajal”, sebagai orang-orang yang tidak tahu asal-muasal sebenarnya bahwa Batak itu, sebagai nama sebuah komunity dari keseluruhan bangsa Batak itu sendiri.
Batak Karo Tiga Lingga (Lingë), itu sejarahnya berasal dari Komunity Achéh Tengah yang berpindah dan kemudian terus menetap disana. As-Syahid Tengku Ilyas Leubée, Menteri Kehakiman Negara Achèh Sumatra, telah dilantik kembali sebagai Raja Batak (Kehormatan) Karo Tiga Lingga, oleh Komunity Batak Karo Tiga Lingga……….
Hasibuan

|

Report Abuse

|

Judge it!

|

#3

Yesterday
 
Jacqueline pardede ngomong di blognya yang bernama pardedej.multiply.com :
Kepecahaan suatu group atau sesuatu organisasi adalah tidak selalu negatif !,ini juga yang perusahaan harus jalani demi kemajuannnya (reorganisasi). Apalagi generasi baru yang lebih mempunyai mungkin pendidikan yang lebih mantep dari pada generasi yang kuno…masa sih kecerdasan mereka tak boleh di gunakan?
lihat saja apa untungnya setelah yugoslavia dan soviet pecah,semua negara2nya kini mempunyai souvereniteitnya sendiri (berhak mengatur kenegaraanya sendiri yang merdeka dan tak di atur oleh bangsa lain.).
Setelah soviet pecah lihat saja kini,seperti negri ukrain sebentar lagi masuk dalam persatuan eropa. Di indonesia bangsa bali,batak,timor,aceh,ambon,ir ian,dll juga bukan bangsa jawa,saya rasa (yakin) dalam hati mereka pun bakalan lebih ingin berdiri sendiri dan urus diri sendiri dari pada di kuasai oleh bangsa jawa saja…..dan uang pemasukan ekonomi alam yang menikmati hanya bangsa tertentu saja dengan segala korupsi2 dan politik koneksi2 itu?
Aceh,timor sudah di berikan kebebasaannya ,masa bangsa lain tak boleh?
indonesia selama ini tak bakalan pecah karena ABRI kuat dan pemerintah mempunyai marionet-marionetnya (bangsa lain yang berada juga dalam pemerintahaannya), juga media luas masih di kendalikan meluaskan propagandanya pemerintah melalui sensor2nya/bredel dan juga karna belum semuanya penduduk indonesia yang dapat menikmati pendidikan yang luas.
ini juga terjadi seperti dulu di soviet dan yugoslavia,tapi semenjak komunis jatuh…eropa jadi dekat dengan mereka.
Begitu pula dalam kekeluargaan,adalah normal jika seorang anak suatu hari mungkin dapat mendapati gelar sarjana dari pada mungkin orang tuanya yang dulu tak bisa menikmatinya karna situasi/keadaan….dan anak ini jika sudah besar yang mau mengatur dirinya sendiri dan keluarganya sendiri bukan?
bayi juga tak selamanya netek terus pada ibunya bukan?,bayi jadi gede dan mungkin jika dewasa bakalan bisa lebih besar dari pada orqang tuanya …ini juga kan normal bukan?masa sih orang tuanya yang sudah kakek-nenek itu harus terus mengurus masa depan anak-anaknya? suatu hari kan pasti seorang anak akan berdikari(merdeka) dan mencari jalannya sendiri….dan ini tak usah selalu dengan keributan bagi seorang tua yang melepaskan anak2nya berdiri sendiri….(kalau orang tuanya sadar juga yah..).
Yakin deh,suatu hari tak selamanya suatu bangsa dapat di tutupi atau di tindas dengan bangsa lainnya. ini sudah terjadi di seluruh dunia,dan sampai saat ini kitapun lihat di news tak ada satupun bangsa yang mau di jajah/di atur oleh bangsa lainnya.
Memang benar pengelolahannya kadang2(biasanya) di sertai dengan violant/ kekerasaan…..tapi kemerdekaan indonesia juga dulu tanpa violant bakalan tak merdeka bukan?
Di saat ini bukan seperti jaman dulu,dulu pemerintah dapat lama sekali dengan luas menindas/jajah bangsa lainnya yang dalam negrinya sendiri. Kini pemerintah yang sah seperti indonesia tak bisa sembarangan begitu lagi karna U.N ,dan seluruh dunia (U.S.Europe,rusia,dll) mengawasi juga semua negara.

Yah, benar sudah Tanah Batak termasuk Tapanuli selatan TIDAK HARUS masuk ke dalam Indonesia!!!!!!!!!!

penganalisa

|

Report Abuse

|

Judge it!

|

#4

Yesterday
 
NKRI tidak berhak untuk menjajah Tapanuli Selatan dan warisan Batak.

Cukup!!!

malon otak udang

|

Report Abuse

|

Judge it!

|

#5

Yesterday
 
hooii… kau mantan orang GAM ya..(kog belum dipancung???)… gak usah pake nama hasibuan njing… banyak kali crita tuu… juara mengarang indah ya… tak ada bukti yg jelas….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: