BATAK KUNO LEBIH HEBAT DGN BATAK MODERN ,CARA BERPIKIR DAN BERKARYA.dan tdk mengenal korupsi dan menyogok biar jadi pejabat koruptor

May 3, 2010 at 11:06 am (Uncategorized)

“Tubuhku berdaki/menerangi langit/malaikat iri/melihatku melejit.

Ibang anakkuItu adalah selarik puisi terkenal karya Jalaluddin Rumi — seorang muslim yang saleh, humanis sejati, sufi-penyair terbesar sepanjang masa.

Konon, filsafat dan agama adalah ikhtiar paling tepat untuk memahami esensi kehidupan. Mempelajari ilmu filsafat bisa mempermudah orang untuk menjadi bijak. Mempelajari ilmu agama bisa mendorong orang untuk berbuat kebajikan.

Aku ingin sekali bisa memahami keduanya; filsafat dan agama. Tapi aku belum bisa, mungkin karena aku tidak terlalu bergairah mendalaminya; baik ilmu agama maupun ilmu filsafat.

Aku lebih tertarik mendalami dan mengimani sebuah tradisi kuno bernama CINTA. Aku lebih tertarik mengimani ajaran Jalaluddin Rumi, tokoh spiritual Islam yang hidup di masa tahun 1200-an. Aku lebih tertarik mengikuti ajaran “sang nabi dari Beshari”, seorang Kristen penuh cinta; Kahlil Gibran.

Tapi aku tidak [belum] tertarik mengikuti jalan sunyi para Darwis, golongan sufi yang sengaja memiskinkan dirinya untuk mencapai kesucian raga dan jiwa.

Sementara doktrin-doktrin agama, agama apa pun itu, sungguh tidak membuatku berselera. Aku pun tidak suka menjadi seorang Islam-tekstual. Sama halnya, aku juga tidak peduli disebut Islam-NU, atau Islam-Muhammadiyah, atau Islam-Sunni, atau Islam-Syi’ah.

“Jangan-jangan engkau cuma Islam-KTP!”

Ya, terserah padamu, sebab aku tidak peduli dengan semua julukan itu.

“Jangan-jangan engkau tak beragama!”

Terserah kau mau bilang apa. Tapi aku meyakini ada SESUATU YANG MAHA yang menguasai seluruh kehidupan di kolong langit, yang oleh bahasa manusia modern disebut TUHAN.

Aku meyakini bahwa manusia, termasuk diriku sendiri, haruslah selalu BERBUAT baik terhadap sesama manusia — apa pun agama dan warna kulitnya. BERBUAT BAIK dan CINTA KASIH sudah cukup sebagai bukti seseorang mengaku beragama dan percaya pada TUHAN.

Adakah lagi agama yang lebih hebat dari CINTA?

Teringatnya, siapa yang sedang berencana mendaftarkan agama baru ke Departemen Agama RI? Kutitipkan dulu berkasku: agama CINTA. [http://www.jararsiahaan.com]

Artikel lain terkait topik ini:

CATATAN BLOG BERITA:

Pembaca yang sudah sangat bernafsu ingin menulis komentar seputar ajaran NU versus Muhammadiyah, atau Sunni versus Syi’ah, atau Kristen versus Islam, sebaiknya tak usah capek-capek berkomentar — karena aku pasti menghapusnya. Sejak awal blog ini kubuat, aku tidak membiarkan kampanye agama apa pun di sini. Beralih saja ke blog lain, masih banyak situs yang doyan berdebat muncung soal-soal begituan.

Foto di atas adalah gambar anakku, Gibran alias Ibang [4,5 tahun]. Ia sering menjadi sumber inspirasiku menulis. Ia menyebut Tuhan dengan bermacam julukan, dan aku sengaja membiarkannya. “Di rumah oppung [neneknya, orangtuaku] ada gambar Tuhan Salib, kalau di rumah kita ada gambar Tuhan Islam,” katanya. Kedua blogku, Batak News dan Kataku untuk Anakku, kupersembahkan untuk Gibran dan adiknya, Nadya.

Silakan bila ingin mengutip artikel atau memakai foto dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya http://www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/sebutkanlah sumber kutipannya; http://www.blogberita.com.

Update: aku muak dengan “kalian”!

ini adalah tanggapanku pada salah satu komentar pembaca.

Hehehe… ternyata sama kita Bang.. sama-sama suka Jalaluddin Rumi.
Seorang penyair yang berlari di tengah pasar sambil membawa sebatang obor dan seember air dan berkata “..akan aku bakar surga dan kusiram neraka.. agar orang hanya melakukan kehendak-Mu semata-mata karena cinta kepada-Mu dan bukan karena takut masuk neraka dan inginkan surga.”

BATAK NEWS: betul itu, kawan. banyak orang beragama melakukan perbuatan baik, seperti bersedekah, karena semata-mata ingin dapat bonus masuk surga. banyak orang yang tak mau minum alkohol dan mencuri karena menghindari neraka. jadi benar yang dikatakan rumi: banyak orang menganut agama cuma gara-gara surga dan neraka.

padahal seharusnya, kita memberi bantuan kepada si miskin karena memang begitulah seharusnya manusia, karena dorongan hati kecil kita. dan kita menghindari mencuri jangan karena takut neraka, tapi karena memang begitulah seharusnya manusia; tidak boleh mengambil yang bukan miliknya. inilah yang membedakan “penganut CINTA” dan sekadar “penganut agama” — pemeluk “agama” CINTA berbuat baik dan menghindari kejahatan karena mereka ikhlas, tanpa embel-embel; sementara yang sekadar beragama melakukannya karena punya target [masuk surga dan terhindar dari api neraka].

aku tak pernah takut masuk neraka atau surga! aku tidak peduli itu! aku berbuat baik karena memang aku harus melakukan itu. surga dan neraka bukan targetku yang utama dalam beragama. aku menghindari kejahatan karena memang aku harus begitu. tunggulah, kawan, kapan-kapan kutulis cerita pribadiku tentang BERBUAT baik — karena selama ini aku selalu ngotot bilang bahwa orang beragama tak hanya perlu BICARA baik dan menghafal ayat-ayat; justru BERBUAT baiklah [CINTA] inti ajaran agama-agama.

aku sudah lama muak melihat orang-orang yang pintar sekali mengucapkan kata-kata manis, slogan indah, kutipan kitab agama, dll. misalnya dari beberapa kawan dekatku muslim sering kudengar, “islam adalah agama rahmatan lil alamin, agama pembawa rahmat bagi semesta alam.” faktanya? apakah kawan-kawanku itu bisa menjadi penyebar rahmat bagi semesta alam? boro-boro! dia cuma memikirkan dirinya sendiri, salat, puasa, tapi ketika melihat si miskin, dia tak peduli dan melintas lenggang-kangkung saja. di kantornya, weleh-weleh, korupsinya minta ampun. dia pun asyik mengkafirkan orang.

selama aku masih nasrani, aku punya banyak sahabat kristen yang juga sering membanggakan dirinya dengan kata-kata indah. misalnya; “aku adalah garam bagi dunia”, atau “terang bagi dunia”, atau “kasihilah sesamamu manusia.” apakah dia memang bisa menjadi terang atau garam dunia? boro-boro! keluarganya sendiri sakit, dia tak peduli dan tidak membantu walau dia mampu [punya jabatan dan uang]. jadi di mana itu yang selalu disebut-sebut sebagai terang/garam dunia? omong-kosong!

jujur, AKU SUDAH MUAK! muak dengan “kalian”. banyak orang ketika menulis artikel dan berkomentar di blog selalu menuliskan kata-kata manis, seakan-akan dialah yang paling baik, paling dekat dengan TUHAN, paling duluan masuk surga [karena tak pernah absen salat, membaca kitab, kebaktian minggu, dll].

bahkan banyak yang pandai menakut-nakuti betapa seramnya neraka, seolah-olah dia sudah sering jalan-jalan ke sana. mereka bisa menjelaskan dengan rinci siksaan seperti apa yang akan terjadi di dalam kubur dan hukuman apa yang berlangsung dalam neraka, persis seperti sinetron-sinetron berlabel islam di tivi.

segera kutulis artikel tentang BERBUAT baik. supaya muncungmu dan muncungku tidak lagi bangga mengucapkan slogan-slogan kosong yang cuma manis di bibir. MUAK AKU, MUAK, SUNGGUH MUAK dengan KEMUNAFIKAN! [http://www.blogberita.com]


76 Replies

  1. Robert Manurung

    15 Oktober 2007 at 11:58 pm

    Kok gak capek-capek sih mendiskusikan cuma satu perkara sepele : menempatkan agama pada proporsinya ?

    Agama itu jalan, sarana atau sebut apa saja asal masih tergolong fungsi. Tegasnya : agama bukan tujuan.

    Agama itu sama dengan ulat, berfungsi sebagai medium transformasi, yang akan tertinggal di belakang setelah menjelma kupu-kupu.

    Nah, kupu-kupu itulah spiritualitas, yang akan membawamu terbang ke dimensi tertinggi : merayakan kehidupan dengan sukacita, dengan dorongan berbagi dan memberi pada sesama, dengan hati yang terbuka dan pasrah : menyatukan diri dengan alam semesta dan Sang Pencipta.

    Pada tingkat spiritualitas-lah CINTA bisa kita pahami secara utuh. Bahwa cinta adalah kata kerja, bahwa cinta adalah memberi bukan mengambil, bahwa cinta adalah mendengar bukan meneriakkan perintah atau tuntutan, bahwa dengan memberikan seluruh cintamu pada hakikatnya kau mempersembahkan totalitas dirimu dan eksistensimu…..dan bahwa yang kita lakukan selama ini sesungguhnya adalah berniaga dan bersiasat : mengeksploitasi atau memanipulasi orang lain (juga Tuhan ?) dengan menawarkan cinta verbal dan virtual — demi mendapatkan pelayanan, dukungan, harta dan SURGA.

    Sampai disini, aku sampaikan rasa hormatku pada lae Jarar, atas tulisan yang jernih, dalam dan utuh di atas, serta untuk keberanian mencari dan berbagi — hakekat CINTA.

     

  2. eric alam

    16 Oktober 2007 at 1:08 pm

    @Robert Manurung
    Indah sekali kata2 dan pendalaman anda tentang cinta………
    Salut buat abang……

     

  3. willy

    24 Oktober 2007 at 12:20 pm

    agama laksana embun diwaktu pagi, matahari di waktu siang dan rembulan dikala malam. agama menemani kehidupan kita sehari-hari.dia lebih baik dari teman bahkan sahabat. tak ada yang lebih baik dari orang yang bergama. dengan beragam cinta akan kita raih, kedamaian akan tercapai, ketenangan hati akan dicapai, dan kehidupan yang lebih baik di akhirat akan di peroleh. ingat tak ada manusia yang mampu melakukan aktivitasnya tanpa adanya kekuatan dari ilahi rabbi sang pemilik agama.

     

  4. ARYA

    28 Oktober 2007 at 2:33 am

    Agama buatku adalah Rumah indah dimana kita dilahirkan dan dimana awal kita berpijak untuk melangkah pada dunia luar,,,berbekal agama dan keyakinan yang kuat Insya Alloh jalan kita ga akan tersesat..

    dan buatku CINTA adalah naluri yang diolah pemahaman hati,,kemana akan kita arahkan maka kesanalah cinta akan berjalan tanpa ada satupun yang sanggup menghalangi kecuali Kuasa-NYA

    kita hanyalah manusia yang hanya punya pemikiran dan rencana yang belum pasti kebenarannya

    sesungguhnya berbahagialah orang yang mempunyai cinta dan memberikannya pada setiap sesama karena CINTA adalah titipan ILLAHI yang harus kita jaga tanpa sedikitpun terluka

     

  5. rudi_p

    28 Oktober 2007 at 4:27 pm

    Agama.. adalah panduan hidup..

    agama yang saya yakini benar adalah agama yang lengkap mengatur tentang perjalanan hidup, jelas dan terjamin riwayat penurunan kalimat-kalimat dari Sang Pencipta, berbentuk prosa indah yang tidak tertandingi oleh makhluk apapun…kisah2 masa lalu para nabi agar kita bisa belajar…sesuai dengan frame yang ada ( kitab suci dan ajaran rasul terakhir)

    agama itu logis… karena itu kita diberkan oleh Sang Pencipta akal sehat…knapa? agar kita bisa dan mau berfikir.. mana agama yang benar? karena agama tidak sekedar “cinta kasih” semata tetapi agama mencakup semua aspek kehidupan sekarang dan di akhir zaman…

    Salam..

     

  6. Robert Manurung

    28 Oktober 2007 at 4:45 pm

    @eric alam
    terima kasih dan salam kenal, kawan.

    Sebenarnya, kawan, yang indah itu adalah hatimu. Tulisanku hanya semacam stimulus. Kalau tak ada keindahan cinta dalam hatimu, sejuta puisi paling indah pun akan nampak seperti deretan iklan baris yang menyebalkan, bagimu. Salam.

     

  7. lanangx

    16 November 2007 at 5:50 pm

    cinta itu emas…

    emAs itu kuniNG…

    kuNing itu ngaMbAng…

    ngAmbanG itu tAi…(tut….) SenSor donk…

    mAkan tuh ciNta…

     

  8. 16 November 2007 at 10:26 pm

    Ha,,,ha,,,,ha,,,,
    Hidup Lae Jarar,,,, (tapi bukan burungnya).
    Aku menCINTAi mu Lae Jarar, (tapi aku bukan Gay.)
    Hidup CINTA,,,,,,,,,
    Jangan lupa lae, kalau udah diakui Dep. Agama berkas lae itu, aku mendaftar satu bah,,,,

     

  9. rey

    17 November 2007 at 8:21 am

    ada sisi ruang hati manusia itu (seperti anda siahaan) menjadi gelisah dan tidak percaya diri, dan cinta yang mengagumkan itu bukanlah pelampiasan ketakutan akan hari pembalasan………
    senang atau tidak hukum tuhan sedang berjalan…………….
    kegelisahaan itu( seakan2 tidak manusia inginkan) melewati sisi ruang hati anda yang terkecil yang bernama sanubari, dan masuk lagi ke yang namanya nurani….
    memang benar…….”apakah manusia itu beribadat karena menginginkan surga ku?? dan menghindari neraka ku??, bagaimana jika kedua benda tersebut tidak aku ciptakan? mau kemanakah Engkau????”
    tetapi aku salut pada anda…
    suatu waktu dan dimasa yang akan datang, anda akan temukan kebenaran sejati bukan hanya sekedar cinta………..aku yakin itu, karena aku melihat anda seorang yang pintar………….

     

  10. Dian Sidauruk

    17 November 2007 at 11:30 am

    @lanangx
    AH, KAWAN LANANGX. Aku tak setuju bila kau bilang emas itu tAi. Mengapa? Aku melihat ibumu mengenakan perhiasan kalung emas di leharnya, juga di jari manisnya bertengger cincin nikah terbuat dari emas. Apakah maksudmu emas-emas yang dikenakan ibumu itu tAi?

    Kau lahir dari indahnya pelukan cinta ayahmu dengan ibumu. Jugakah ini kau sebut tAi? Ayahmu dan ibumu tidak saling makan cinta tapi saling melengkapi. Bila benar mereka saling makan cinta mereka, pastilah kemudian menjadi tAi, bukan?

    Dan apanya yang hendak disensor? Kalau disensor tentu komenmu ini tidak akan muncul di sini sebab berbau tAi.

    Pernah nggak sihhhh kau dengar orang berkata: ‘Mulutmu harimaumu akan meremukkan kepalamu…..”

     

  11. Rani

    17 November 2007 at 7:49 pm

    Aku respek bangt sama kamu lai…seadainya angota FPI, atau si Rizik sendiri buka blog kamu alangkah indahnya melihat air muka yanga beraneka warna, dari MERAH jadi HITAM, dari HITaM jadi IJO,dari IJO jadi GOSONG, apa yang dia bela ya..?

     

  12. jahoras nainggolan

    18 November 2007 at 7:50 am

    Hamu ale angka dongan :TUHAN pencipta bumi langit serta seluruh isinya itulah TUHAN satu satunya dan TUHAN seluruh umat manusia,bahkan TUHAN seluruh orang beragama.TUHAN itu membuat rencana melalui manusia yang dipilih menjadi para nabi sebagai wkil atau utusanNya untuk menentramkan manusia ,karena hati manusia cendrung berbuat jahat.Para nabi itulah diutus untuk menympaikan ketapanNya,perintaNya,firmanNya kepada manusia itu karena manusia sudah jatuh kedalam dosa oleh karena si ular wakil iblis itu.Diantara para nabi itu,ada yang paling khusus untuk menyelamatkan kita manusia dari maut yaitu:YESUS KRISTUS SANG JURU SELAMAT DUNIA

     

  13. Gunanah

    18 November 2007 at 2:02 pm

    Wahh…Cinta ya…aku jadi ngga tahan ni ingin segera menikahi pujaan hatiku yang kumulai dengan benang suci bernama Khitbah ( meminang oiii).

    Salah satu topik yang kusuka adalah love. Ai ( dlm bahasa Cina / Jepang), muhabbah ( bahasa arab)

    Kamu bilang cinta tu agama? he he. menurut aku sih NGGGGAA SAMAAA SEKALI…..

    Cinta tu sebagi perwujudan kasih sayang. Katanya nabi Isa AS / rela tuk menebus dosa2 kaumnya di penjara Glogota dan ‘Tidak mati di salib’?kok malah lebih mengagungkan nama CINTA daripada nama TUHANMU yang katanya jadi juru selamat?

    SALAH SATU sifat Alloh SWT ialah Ar Rachman ( maha pengasih) & Ar Rahimm ( maha penyayang).Akkk. ngga percaya. Kalo dia punya sifat maha pengasih dan penyayang kenapa harus ada banyak keburukan di dunia terlebih di Indonesia?mana buktinya?

    salah satu bukti yang SEDERHANA ialah rasa SYUKUR. syukur atas apa yang terjadi pada kita. Baik yang baik ataupun yang buruk. BAgaimana jika aku PATAH HATI….KEKASIHKU SELINGKUH….ISTRIKU MENINGGAL….dlll

    kata orang kita harus berfikir POSITIF tapi REALISTIK. tuh buktinya.
    tapi istriku SELINGKUH- ( lagunya Matta yang edan). aku tidak terima!!!!
    semuanya da yang namanya hukum alam. Ada SEBAB dan AKIBAT. pasti ada sebabnya istrimu selingkuh….entah itu dari dirimu atau dari perilaku istrimu sendiri. ada surga ada neraka. karena itu bagiku aku tak percaya dengan ORIGINALLLY SIN ( tahukan bagi yang kristen).mo aku tunjukkan ayatnya…. kirim ke emailku.

    kok malah jadi jaka sembung…cinta tu hanya salah satu kreasi ( kalo aku sebut ciptaaan nanti dihubungkan dengan agama) dari Alloh. ngga kurang-ngga lebih.
    JADI ORANG jangan BERLEBIH-LEBIHAN. Ngga baik. salah satunya ya FANATISME. fanatik pada agama cinta salah satunya.aku ingin HAPPY ENDING. mang ni jaman SITI CINDERELLA apa?pangeran berkuda putih datang menjemput putri. LALU MEREKA HIDUP BAHAGIA.

    aku tanya pada kalian semua… apa cinta tu seperti yang kalian pikirkan selama ini?Roman, Poet, Date then ML (mandi lumpur ….dosa), pacaran….jalan di mall pegangan tangan…..ato yang lain….

    .bagiku CINTA hanya hal yang biasa. tak perlu berlebih-lebihan.
    pengen tahu kenapa aku seperti itu?ngomongnya lewat email aja…ngga sopan…he ehe. uhuk uhuk.

    cinta tu ngga pernah berkata apapun. Entah kebohongan ataupun kebenaran. ( menurut yang nyanyi lupa tapi judulnya SORA WA KATARANAI.salah satu lagu dalam anime ONEGAI TEACHER’)jadi untuk apa dibesar2kan?

    jatuh cinta—-PDKT—–PACARAN—-NIKAH—-ML—-punya anak—terus apa lagi gitu aja? ngga seru

    gunanah
    gunanah_nasionalisme@yahoo.com

     

  14. Lunar

    18 November 2007 at 10:49 pm

    Misi…misi…
    Numpang lewat…
    Salut buat yang punya blog skalian yang dah komen di sini.
    Sekedar belajar nulis dan belajar mikir…
    Benar. Cinta secara hakiki adalah ajaran kasih sayang dan pelayanan terhadap sesama. Pada hukum dasariahnya, cinta mewakili semua nilai kemurnian, kesucian, dan keagungan. Tapi cinta itu sendiri takkan wujud eksistensinya ketika dia masih dalam persemayaman sucinya. Dia butuh ‘yang menggerakkanya’. Sehingga dia bisa beranjak dari ‘istana teoritisnya di langit’, dan mengecup ‘akar-akar rumput praksis di bumi.’ Yang sering bikin polusi adalah, ‘tangan-tangan’ yang diberi amanh untuk ‘menggerakkan’ cinta ini. Ketika ‘sang penggerak’ pesan-pesan cinta, terkesan tidak paham bahkan sama sekali buta terhadap amanah cinta, maka yang terjadi adalah bukan hanya kegagalan cinta memanifestasikan dirinya di alam wujud, bahkan lebih parah lagi, cinta menjadi racun. So, Cinta kah yang salah ketika dia di atas namakan untuk sebuah penindasan? Cintakah yang salah ketika namanya digunakan sebagai topeng untuk membunuh? Cintakah yang salah ketika dia dipinjam untuk membohongi? Cintakah yang salah…???
    Trus, kira2 agama memiliki watak dasar seperti cinta ga ya…??
    kalo kemudian agama dijadikan alat pembenar dan justifikasi terhadap hal-hal yang ga benar, agamakah yang salah?

    Salam Damai:-)

     

  15. Lunar

    18 November 2007 at 11:01 pm

    Agama bagi saya ibarat orang tua. Setiap orang tua pasti ngajarin anak2nya dengan nilai,norma, dan segala hal yang baik2. Toh kalau misalnya terbukti sang anak menjadi anak yang ga benar, maka terlalu naif bagi kita untuk mengambi kesimpulan yang tergesa-gesa (premature conclution) dengan memvonis bahwa si orang tualah yang ga benar. Padahal, bisa jadi si naka sendiri yang bandel. nakal, dan ga dengerin pesan orang tunya. Si anak sendiri yang keluar dari jalur ‘aturan main’ yang dah di berikan oleh orang tuanya sebagai pedoman..

    So, adilkah kita memvonis orang tua (yang udah susah2 mengajari kebajikan untuk anaknya) dengan vonis ‘ga baik’, cuman gara-gara lemahnya ‘daya terjemah’ sang anak untuk menafsirkan ajaran2nya…???

    Salam Damai

     

  16. 26 November 2007 at 5:00 am

    gw bukan orang yang sholeh atow apalah kata orang yang baek2. gw orang jalanan yang pingin tau jalan kebenaran dan menjalani kebenaran itu, dan mudah2an gw bisa ngejalaninnya, jd bukan cuman OMDO.

    SEKEDAR PENGALAMAN, kalo kita mau menilai suatu kepercayaan (misal agama), kita harus pelajari dulu nyampe kelar,nyampe paham. jangan setengah2. Kita ngga bisa nyari solusi kalo kita ga tau secara utuh ttg permasalahan yang dihadapi. kalo kita tau secara utuh permasalahannya kita bakalan tau solusinya (tu juga kalo otaknya ma hati nuraninya dipake).

    kalo kita mau belajar ttg islam belajarlah sampe kelar, kalo kita mau belajar tentang kristen belajarlah sampe kelar, jangan mulu menilai islam atawa kristen yang lebih baek kalo blom memahami apa2 ttg islam & kristen.

    gw bukan ngeguruin atawa sejenisnya, yang pasti islam ngajarin bwt saling nasehati & berbagi ilmu, BECHUULLL…..!!!!

    tulisan ini bwt siapa aja yang ngebaca blog ini. CU

     

1 Comment

  1. wd said,

    ya.baik sekali saranmu qo2oh…orang beragama yang beriman tdk akan mengejek sesama manusia..tapi saling beribadah mnurut kpercyaanya masing2..
    Muhammad dan Yesus aja gak pernah saling tuduh dan tuding..napa kita sbagai umat jadi sok alim,,???betul pelajari dulu semua kitab baru komentar,pake akal dan hati..barulah dinamakan manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: