adrian katakan Jesus anjing jesus babi tapi umat kafir tdk marah..knapa islam suka marah ya? stress kali ya?

  1. adrian Berkata:
    25 Nopember 2008 pada 1:25 pm

    YESUS ANJING!!!!!!!!!!

  2. adrian Berkata:
    25 Nopember 2008 pada 1:25 pm
    YESUS BABI !!!!!
  3. roysianipar Berkata:
    26 Nopember 2008 pada 9:23 am
    semua org kafir itu haram jadah islam yg masuk surga dan akan melihat nabi muhammad ng****t istri nya yg banyak .bergabung lah dgn kami islam laknat.islam konyol islam k****l sunat di kebiri
  4. candie Berkata:
    27 Nopember 2008 pada 8:23 am
    Nah liat semua postingan para muslimer di atas, berapa yang masuk akal? berapa yang gelap mata? berapa yang berisi a*nj**g dan b**i? Bukankah itu typical muslim?
    Debat di dunia nyata? Hem pikirlah.. apa yang akan dilakukan FPI, HTI, FBR, dll? Di dunia nyata kalian akan dengan bebas mencaci, menghina, bahkan teroris pun disanjung-sanjung? Jawab, apakah saya memfitnah? Jika debat bisa dilakukan dengan baik tanpa ada tekanan, intimidasi, semua pendapat dihargai tanpa merasa terhina, pasti banyak yang akan melayani, dan kebanyakan dari mantan muslimer sendiri.
    Tengok kenyataan bro, berapa banyak intimidasi, berapa banyak pembakaran gereja, berapa banyak perusakan gereja, apa alasan mereka rusak dan bakar gereja? Pasti jawabannya: mengganggu ketenangan.
    Katakan padaku mengapa suatu kegiatan ibadah mengganggu ketenangan? Apa mereka pakai TOA buat teriak-teriak kotbah yang memfitnah

candie Berkata:
30 Nopember 2008 pada 3:09 pm

@masbadar
1. Sepengetahuan anda FPI dll tidak pernah represive? Berarti anda tidak tahu apa2! Perusakan warung2 yang buka pada bulan puasa itu bukan represive? Halo.. penduduk Indonesia tidak semuanya muslim. Non muslim pada bulan puasa tetap bekerja sebagaimana biasa, anak istrinya juga tetap harus makan. Ada yang karena sesuatu hal harus mencari makan di warung. So apa salahnya? Pemaksaan untuk menghormati orang yang puasa adalah sifat anak2 yang karena takut tidak mampu menahan lapar maka orang lain juga dilarang makan sembarangan. Bandingkan dengan ajaran ini: jika kamu berpuasa, minyakilah rambutmu.. supaya hanya bapamu di sorga yang melihatnya..
Lalu pendidikan macam apa yang kalian harapkan dengan mengerahkan anak-anak remaja untuk melakukan sweeping warung2 makan?
2. Banyak muslim yang mencaci Amrozi dkk. Tapi lihat, tak kurang yang memujanya, bahkan ada guru yang mengajak siswa2nya mengujungi rumah Amrozi saat dieksekusi. Pendidikan macam apa yang akan diberikan kepada generasi penerus macam anak2 itu? Apakah menurutmu mereka diberi wawasan tentang pelaku terorisme?
Lihat pula yang berkoar2 tentang kelanjutan jihad mereka!
3. Tentang rumah ibadah, sebenarnya pertama yang salah itu ya di SKB nya itu sendiri. Bayangkan jika di satu kampung ada 5 orang nonmuslim di antara penduduk muslim. Kemana mereka harus beribadah? Ke lain kota yang mungkin jaraknya puluhan kilometer? ini tidak benar, tidak ada kegiatan ibadah yang meresahkan. Yang resah itu kan karena takut agama minoritas itu berkembang, maka disiapkan cara untuk mengekangnya.
Iman itu masalah hati. Anda punya definisi iman? Iman adalah urusan pribadi seseorang dengan Tuhan. Bukan urusan komunitas!
Ni kuberi definisi iman, Iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat.
Jika agama yang diimani muslim adalah benar, biarkan masing2 memahami dari hatinya, dan biarkan agama lain berkembang sebagaimana adanya. Karena jika muslimer berusaha mengekangnya langsung atau tidak, terang2an atau tidak, muslimer harus bisa membuktikan kebenaran agama yang mereka imani. Mereka harus bisa membuktikan keberadaan kekuasaan Allah yang diimani. Jika tidak, biarkan iman menjadi urusan pribadi.
Bisakah Muslimer membuktikan keberadaan allah-nya? Jangan bilang, “lihat alam dan isinya, yang diciptakan dst….”‘itu tidak membuktikan keberadaan allah.
Bisakah muslimer membuktikan kebenaran alqur’an? Ni kuberi bukti kesalahannya satu saja, “…..kuturunkan Zabur kepada Daud….”. Tahukah anda bahwa Zabur adalah nyanyian puji2an ditulis oleh beberapa orang diantaranya adalah Daud (Daun bukan nabi tapi raja)?, jadi Zabur bukanlah kitab yang diturunkan allah kepada Daud. Nah bukankah qur’an salah? anda bisa membantahnya?
Ada berapa banyak kesalahan semacam ini? buanyak..tapi muslimer selalu menutup mata dan bilang qur’an pasti benar…
Dan sayangnya, jika ada yang mengemukakan kritik kepada islam, vonisnya adalah menghina nabi,menghina islam, menghina..menghina.. dst…

===============KISAH SEORANG MANUSIA YG DARI INDIA ================

KESAKSIAN ZAINALKESAKSIAN ZAINAL

________________________________________
Islam bisa bertahan hanya karena membandingkan … membandingkan melulu

Hello Dr. Sina,

Aku adalah Zainal. Aku adalah software developer berusia 25 tahun dari India. Setelah lama berdebat dengan hati nuraniku sendiri, akhirnya aku cukup berani untuk murtad meninggalkan Islam dan hidup merdeka dengan cara yang baik. Semua ini dimungkinkan karena website-mu dan isinya yang meyakinkan.

Aku sadar bahwa Islam adalah bagaikan buah yang dari luar tampak bundar dan ranum, tapi jika dibuka, bagian dalamnya ternyata kosong saja. Inilah sebabnya mengapa tiada seorang pun diijinkan untuk bertanya dan berdebat tentang beberapa praktek ibadah Islam yang tak masuk akal.

Sebenarnya, Islam hanya bisa bertahan dengan cara membanding-bandingkan … dan inilah sebabnya mengapa Islam itu berbahaya. Sikap membandingkan yang terus-menerus dengan orang2 atau pihak yang lebih beruntung membuat Muslim selalu dengki, benci, marah dan dendam kesumat tanpa henti. Aku sadar bahwa dalam Islam selalu saja yang ditekankan adalah kami lawan mereka … Muslim versus kafir. Dulu kupikir perbedaannya adalah Muslim yang menyembah Tuhan yang Esa dan mereka yang menyembah banyak Tuhan. Tapi bukan ini masalahnya. Yang benar adalah Muslmi yang percaya pada Allah SWT saja lawan orang2 yang tidak percaya Allah SWT.

Saudara2 dan teman2 Muslim terbiasa merendahkan dan menghina tetangga2 dan saudara2 Hindu kami secara umum. Mereka mengejek tata cara ibadah Hindu yang nyaring, Tuhan2 mereka yang banyak dan “aturan bebas”-nya (agama Hindu mengijinkan umat Hindu untuk melakukan tata cara hidup yang mereka anggap logis). Semua ini membuatku bertanya-tanya, karena orang2 Hindu yang kujumpai ternyata lebih beradab, sopan, mudah dikasihi dan lebih pemaaf dibandingkan para Muslim. Lebih jauh lagi, kebanyakan teman2 dan tetangga2 Hinduku hidup dengan damai dan bahagia. Rumah2 mereka penuh dengan derai tawa. Ini berbeda dengan kebanyakan keluarga2 Muslim yang saling bertengkar satu sama lain. Kebanyakan keluarga Muslim punya 5-6 anak yang jarang lulus SMA dan karenanya hanya mampu melakukan pekerjaan kasar atau jualan di pinggir jalan, sedangkan para orangtua Hindu yang hanya punya 1 atau 2 anak hampir selalu mampu mengirim anak2 mereka mengecap pendidikan Inggris dan selesai perguruan tinggi atau pendidikan profesional. Aku juga melihat bahwa orang2 Hindu ternyata lebih bersih dan berpakaian rapih. Mereka mencintai negara kami India, sedangkan kebanyakan Muslim yang tinggal di India malah lebih cinta Pakistan daripada negeri mereka sendiri. Hal ini lebih nyata lagi jika terjadi pertandingan India vs. Pakistan.

Aku melihat hal ini sebagai sesuatu yang janggal dan memuakkan.

Setelah aku tumbuh dewasa dan mulai melakukan pekerjaan sebagai insinyur, aku menemukan diriku lebih berpihak pada teman2 Hindu. Aku bisa menerima kebiasaan, tata cara hidup, sopan santun mereka, dan juga yang terpenting adalah ideologi mereka yang mengasihi dan murah hati terhadap sesama. Suatu kali aku berdebat dengan teman Hinduku yang berpendidikan tinggi. Dari perdebatan ini aku mengetahui bahwa agama Hindu ternyata percaya pada Satu Kekuatan Illahi (Tuhan). Dewa2 mereka yang banyak hanyalah untuk menggambarkan berbagai karakter atau kualitas Tuhan. Saat itu aku sadar akan propaganda bohong murahan yang disebarkan para mullah India untuk membangkitkan rasa benci pada diri Muslim terhadap umat Hindu.

Perlahan-lahan aku menyadari kesalahan2 dalam islam dan akibat negatifnya yang sangat kuat dalam dunia Islam. Selama Islam ada, para Muslim akan selalu hidup di jaman batu sedangkan tetangga2 kafir mereka bertambah maju karena mereka menggunakan nalar mereka. Muslim pun akan selalu membenci mereka dan berencana menghancurkan mereka. Perubahan dalam hidupku semakin terjadi ketika aku jatuh cinta dengan seorang wanita Hindu yang cantik. Kami saling mengasihi dan berencana menikah.

Awalnya, kukira orangtuanya akan menentang karena aku Muslim. (Kebanyakan umat Hindu dan Sikh di India tidak suka akan Muslim karena kedengkian dan sifat Muslim yang cenderung sangar). Tapi ternyata mereka menyambut diriku masuk ke dalam keluarga mereka dengan hati terbuka. Kukira sama seperti suami Muslim akan mengajak istri kafirnya masuk Islam, mereka pun akan mengajak aku masuk Hindu. Tapi ternyata aku salah duga lagi. Tidak sekali pun mereka memintaku murtad meninggalkan Islam. Satu2nya hal yang mereka minta adalah agar aku tidak memaksa istriku makan daging sapi (kebanyakan umat Hindu pantang makan daging sapi).

Ketika dulu sering apel ke rumah tunanganku, aku sempat membaca-baca kitab suci Hindu Bhagawad Gita dan Rig Veda. Inilah hal terakhir yang menjadikan aku murtad. Dari buku2 ini, aku menyadari bagaimana rasanya hidup berdasarkan pemikiranku sendiri, menggunakan akalku sendiri dan punya pandangan yang terbuka. Tak lama setelah bertunangan, aku mengambil keputusan untuk murtad. Aku tidak mengatakan hal ini pada orangtuaku, tapi hanya pada tunanganku saja.

Sekarang kami telah menikah dan hidup bahagia. Aku menganggap diriku agnostik … bukan Muslim … bukan Hindu … pokoknya tidak berhubungan dengan agama apapun. Aku menghormati berbagai agama tapi aku tidak mau memeluk apapun dan melakukan ibadah2 yang tak masuk akal. Untunglah bahwasanya perkawinanku terhindar dari sengat bisa Islam. Hal ini sungguh berbeda dengan teman Muslimku yang menikah dengan wanita Hindu dan sekarang malah ingin bercerai.

Aku merasa beruntung dapat kesempatan menemukan website-mu di saat yang tepat. Website FFI ini memberiku keberanian untuk mengikuti hati nuraniku dan terbang bebas bagai burung dan tidak hanya duduk di pinggir jalan, merasa iri, mengutuki dan bahkan merencanakan balas dendam pada mereka yang dapat terbang tinggi.

=================000000000000000000000000000000000000=======================

 

58 Comments

  1. farras said,

    apa ?
    Lw jgn ngmng Yg aneh2 ttg isLam..
    Paan tuh yesus ? ng****t ajah ama jablay..
    mkan tuh yesus anjing..

  2. farras said,

    roysianipar jgn bacot aja dah..
    Lw ng****t aja ama yesus sana.. Taeee

  3. Farobi Win Agustin said,

    JESUS ANJINK BABI APAAN TUH AGAMA KRISTEN BABI JIJIK GW PLERRRRRRRRR MEMEK

  4. saladin 09 said,

    Hello Dr. Sina,

    Aku adalah Zainal. Aku adalah software developer berusia 25 tahun dari India. Setelah lama berdebat dengan hati nuraniku sendiri, akhirnya aku cukup berani untuk murtad meninggalkan Islam dan hidup merdeka dengan cara yang baik. Semua ini dimungkinkan karena website-mu dan isinya yang meyakinkan.

    Aku sadar bahwa Islam adalah bagaikan buah yang dari luar tampak bundar dan ranum, tapi jika dibuka, bagian dalamnya ternyata kosong saja. Inilah sebabnya mengapa tiada seorang pun diijinkan untuk bertanya dan berdebat tentang beberapa praktek ibadah Islam yang tak masuk akal.

    Sebenarnya, Islam hanya bisa bertahan dengan cara membanding-bandingkan … dan inilah sebabnya mengapa Islam itu berbahaya. Sikap membandingkan yang terus-menerus dengan orang2 atau pihak yang lebih beruntung membuat Muslim selalu dengki, benci, marah dan dendam kesumat tanpa henti. Aku sadar bahwa dalam Islam selalu saja yang ditekankan adalah kami lawan mereka … Muslim versus kafir. Dulu kupikir perbedaannya adalah Muslim yang menyembah Tuhan yang Esa dan mereka yang menyembah banyak Tuhan. Tapi bukan ini masalahnya. Yang benar adalah Muslmi yang percaya pada Allah SWT saja lawan orang2 yang tidak percaya Allah SWT.

    Saudara2 dan teman2 Muslim terbiasa merendahkan dan menghina tetangga2 dan saudara2 Hindu kami secara umum. Mereka mengejek tata cara ibadah Hindu yang nyaring, Tuhan2 mereka yang banyak dan “aturan bebas”-nya (agama Hindu mengijinkan umat Hindu untuk melakukan tata cara hidup yang mereka anggap logis). Semua ini membuatku bertanya-tanya, karena orang2 Hindu yang kujumpai ternyata lebih beradab, sopan, mudah dikasihi dan lebih pemaaf dibandingkan para Muslim. Lebih jauh lagi, kebanyakan teman2 dan tetangga2 Hinduku hidup dengan damai dan bahagia. Rumah2 mereka penuh dengan derai tawa. Ini berbeda dengan kebanyakan keluarga2 Muslim yang saling bertengkar satu sama lain. Kebanyakan keluarga Muslim punya 5-6 anak yang jarang lulus SMA dan karenanya hanya mampu melakukan pekerjaan kasar atau jualan di pinggir jalan, sedangkan para orangtua Hindu yang hanya punya 1 atau 2 anak hampir selalu mampu mengirim anak2 mereka mengecap pendidikan Inggris dan selesai perguruan tinggi atau pendidikan profesional. Aku juga melihat bahwa orang2 Hindu ternyata lebih bersih dan berpakaian rapih. Mereka mencintai negara kami India, sedangkan kebanyakan Muslim yang tinggal di India malah lebih cinta Pakistan daripada negeri mereka sendiri. Hal ini lebih nyata lagi jika terjadi pertandingan India vs. Pakistan.

    Aku melihat hal ini sebagai sesuatu yang janggal dan memuakkan.

    Setelah aku tumbuh dewasa dan mulai melakukan pekerjaan sebagai insinyur, aku menemukan diriku lebih berpihak pada teman2 Hindu. Aku bisa menerima kebiasaan, tata cara hidup, sopan santun mereka, dan juga yang terpenting adalah ideologi mereka yang mengasihi dan murah hati terhadap sesama. Suatu kali aku berdebat dengan teman Hinduku yang berpendidikan tinggi. Dari perdebatan ini aku mengetahui bahwa agama Hindu ternyata percaya pada Satu Kekuatan Illahi (Tuhan). Dewa2 mereka yang banyak hanyalah untuk menggambarkan berbagai karakter atau kualitas Tuhan. Saat itu aku sadar akan propaganda bohong murahan yang disebarkan para mullah India untuk membangkitkan rasa benci pada diri Muslim terhadap umat Hindu.

    Perlahan-lahan aku menyadari kesalahan2 dalam islam dan akibat negatifnya yang sangat kuat dalam dunia Islam. Selama Islam ada, para Muslim akan selalu hidup di jaman batu sedangkan tetangga2 kafir mereka bertambah maju karena mereka menggunakan nalar mereka. Muslim pun akan selalu membenci mereka dan berencana menghancurkan mereka. Perubahan dalam hidupku semakin terjadi ketika aku jatuh cinta dengan seorang wanita Hindu yang cantik. Kami saling mengasihi dan berencana menikah.

    Awalnya, kukira orangtuanya akan menentang karena aku Muslim. (Kebanyakan umat Hindu dan Sikh di India tidak suka akan Muslim karena kedengkian dan sifat Muslim yang cenderung sangar). Tapi ternyata mereka menyambut diriku masuk ke dalam keluarga mereka dengan hati terbuka. Kukira sama seperti suami Muslim akan mengajak istri kafirnya masuk Islam, mereka pun akan mengajak aku masuk Hindu. Tapi ternyata aku salah duga lagi. Tidak sekali pun mereka memintaku murtad meninggalkan Islam. Satu2nya hal yang mereka minta adalah agar aku tidak memaksa istriku makan daging sapi (kebanyakan umat Hindu pantang makan daging sapi).

    Ketika dulu sering apel ke rumah tunanganku, aku sempat membaca-baca kitab suci Hindu Bhagawad Gita dan Rig Veda. Inilah hal terakhir yang menjadikan aku murtad. Dari buku2 ini, aku menyadari bagaimana rasanya hidup berdasarkan pemikiranku sendiri, menggunakan akalku sendiri dan punya pandangan yang terbuka. Tak lama setelah bertunangan, aku mengambil keputusan untuk murtad. Aku tidak mengatakan hal ini pada orangtuaku, tapi hanya pada tunanganku saja.

    Sekarang kami telah menikah dan hidup bahagia. Aku menganggap diriku agnostik … bukan Muslim … bukan Hindu … pokoknya tidak berhubungan dengan agama apapun. Aku menghormati berbagai agama tapi aku tidak mau memeluk apapun dan melakukan ibadah2 yang tak masuk akal. Untunglah bahwasanya perkawinanku terhindar dari sengat bisa Islam. Hal ini sungguh berbeda dengan teman Muslimku yang menikah dengan wanita Hindu dan sekarang malah ingin bercerai.

    Aku merasa beruntung dapat kesempatan menemukan website-mu di saat yang tepat. Website FFI ini memberiku keberanian untuk mengikuti hati nuraniku dan terbang bebas bagai burung dan tidak hanya duduk di pinggir jalan, merasa iri, mengutuki dan bahkan merencanakan balas dendam pada mereka yang dapat terbang tinggi.

    makanya belajar islam jangan sama FFI….. goblok kamu ini

    KAMU BODOH …FFI INI SITUS APA… SUDAHKAH KAMU PELAJARI ISLAM ? SUDAHKAH KAU BERTANYA TENTANG KEBENARAN ISLAM PADA ORANG YANG TEPAT??? SUDAH BERAPA PERSEN KAMU TAU KEBENARAN AGAMA BARUMU????
    KAMU SENDIRI MUNGKIN GAK TAHU DEFINISI IMAN!!!!!!

  5. saladin 09 said,

    kalian memandang islam secara sempit… kalian merasa terpojok karena kalian minoritas disini di indoneia … coba buka mata kalian…. diluar sana apa yang terjadi pada duni muslim secara global… stigma apa yang telah kalian tebar sbagai identitas muslim?… radikal radikalradikal!!!!!! kalian harusnya bersyukur.. hidup di negara mayorutas muslim tanpa ancaman ….. jika islam sekejam itu.. dari dulu anda2 sudah tidak bernyawa disini…..

    • gue said,

      Betul banget,saladin…andai aja Muslim kejam,pasti mereka sdh tdk bernyawa dinegara tercinta Indonesia..Andai saja bnr hukum kejam demi agama itu ada..mungkin aku slh 1 yg membunuh mereka yg mghina agama Islam..krn itu membela kebenaran & kesucian agama,bahkan bila Kitab suci Al-Quran dilecehkan pun banyak yg rela mati,untuk membelanya.bukan spt mereka Umat Nasrani,kristen..tuhannya saja si yesus dibantai dgn naas,tdk ada 1 pun umatnya yg brani mbelanya.Buktinya bahwa mereka Ragu dgn ketuhanan Yesus.itu andai saja hukum Islam kejam,jd bruntunglah meraka hidup bersama kita kaum muslim…

    • abdullah said,

      mantaaaaaap… kata2 yang harus di renungkan oleh para non muslim.. biar mereka tahu yang sebenarnya.. bahwa islam adalah agama yang cinta damai. jika diganggu, siapapun pasti melawan.

  6. BATISTUTA said,

    BULLSHIT…!!

  7. anand said,

    jesus itu anak haram karena maria telah di perkosa oleh pereman
    jadi tiada tuhan selain allah

    mampus u yesus anjing baby buta

    • apie said,

      benr tu jesus itu emang anak haram…
      masa jesus nggak pakek baju malah di pamerin..

      kalian orang nasrani mau aja yach di kibulin,,hahahahahaa kacian dech lo,

      • bali said,

        agamamu dah dalam ya.. sampe menghina kyk gitu.. Buat argumen donk biar keliatan cerdas dikit.

  8. bodohnya ak said,

    CURHAT:Dulu aku seorg muslim yg g taat.tmn ku ada yg nasrani dia baik padaku..pd suatu saat ak main kermh tmnku yg kristen,waktu sholat pun berkumandang tmnku kristen itu mengiatkan ku sholat.dia menyiapkan shajadah,dlm hti brkata baik jg dia.stlh sholat aku tnya kok dia punya sajadah.trnyata dikasih sodaranya yg muslim.singkat cerita,kmi ngobrol.trnyata dia ingin tau ttg Islam sampai2 dia punya koleksi lagu DEBU para Mualaf yg memeluk Islam dgn senandung lagu yg menyejukan,dia jg k agum dgn muslim yg selalu mgingatkan&menyejukkan adhan dlm tiap wktu mgingatkan org muslim u.sujud bribadah.trnyata dlm agamanya yg Nasrani dia bimbang dgn kyakinananya.dia msh meluluk nasrani krn klrg nya bragama Nasrani,tp dia sdikit demi sdikit mpelajari Islam dgn baik.smg ntinya mata hati trbuka dan menjadi Mualaf yg baik.amien.
    Pd suatu saat aku blajar Ilmu agama dgn seorg Ustad.dia brcerita bnyk,umat nasrani yg dtg padanya untuk meminta didoakan,agar semua mslh hidupnya cpt trselesaikan dgn doa secara Islami.Beliau pun memberikan Wirid yg baik,begitu pula dijalankan dgn baik oleh org2 nasrani trsbt.Dr crita tersebut dpt disimpulkan bahwa umat Nasrani itu sebenarnya baik hati,namun tuntunan nya salah dlm Agama yg diyakininya.Trbukti banyak umat Nasrani yg minta tolong pada org yg linuwih dlm agama Islam,Iman mereka sebenarnya lemah dlm keyakinan agamanya,namun mrk ngotot krn itu Hak dia dr lahir.krn klrgnya turun temurun bragama Nasrani,Inilah Indahnya Islam bnyk org Nasrani mencari solusi dr para kyai,ustad,Islam dll dgn ajaran dasar islam,tapi tdk ada org Islam Minta solusi ke Pendeta,Romo dll.trbukti Islam sangat memeluk erat kita semua walau mrk Non muslim.
    Yesus mgkin memang bnr Tuhan Nasrani,tapi tidak dpt mggerakkan hati umatnya untuk memohon padanya saja,apalagi sampai minta solusi hidup ke Umat Agama Lain.Allah SWT,Kekal tidak akan menjerumus kan umatnya,krn semua solusinya sdh ada bersama Kamu muslim & dlm Al-Quran,sdh sangat jls aturan kehidupan,dari lahir-mati…

  9. arinal said,

    kalian para yahudi tak sadar akan sesuatu ……apakah kalian bisa menerima dengan logika bahwasaan xa agama yg anda bela itu salah kalian boleh pintar akan teknologi tapi kalian salah/bodoh memilih agama apakah msk akal bahwasan xa tuhan kalian yesus itu lahir di kandang domba itu pertama dan msk akal kah klw tuhan kalian itu ada 3 misalkan mereka katakan si bapak matahari rebit di barat klw ibu terbit di utara klaw anak di timur akhir xa mereka bertengkar dan mereka bs mengatakan saya bapak adalah tuhan kalian ibu saya kan jg tuhan si anak saya jg tuhan bahwasan xa klw kt manusia hanya segelintir bg Allah patut menyembah bukan bernyanyi di gereja apakah msk akal dsr kalian umat kafir bodoh……………?????????saya tunggu coment kalian

  10. ian said,

    anjing llu…lu ngomong apah????
    makan tuh jesus anjing mu itu…
    m liat tar di nraka…lu abadi di dalemnya bro…
    inget itu..
    lu bole seneng2 dlu lah did dunia..cuma 50-70taunan..(kalo gg mati duluan)
    dasar jesus anjing

    • bali said,

      puasanya ga pernah bolongkan? kok mulutnya ga bisa dijaga?

  11. apie said,

    ehhh……
    anjing lu pada bilang agama islam itu kosong,,lo murtad karna nggak ada agama yang peduli amaa …
    orang india itu pada strez semua..
    lo juuga nggak di terima ma agama islam,,,

    lo itu orang strez…
    anjing loe….

  12. bali said,

    yang muslim..pada ngomong pake sumpah serapah dan caci maki..kotor lagi.. orang mengutarakan uneg2 bebas aja toh.. mestinya ditanggapin dengan kepala dingin dan bijak. Ini mah dah ketauan kualitas macam apa orang yang koment kasar disini.

  13. pertiwi said,

    dari pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, dari sini kita bisa melihat apakah pohon[muhammad] yg menghasilkan buah[ orang2 yang berprilaku bejat ini ] adalah pohon yang baik? jawabannya TIDAK .dimulai dari perilaku seksnya, mengambil istri anak angkatnya, mengawini anak dibawah umur {phedofilia] sampai mengatakan di surga kamu akan dillayani 70 bidadari, tapi sy heran mengapa orang yg seperti ini yang harus diikuti ? jawabannya karna sebahagian besar dari pengikutnya hanya tamatan tk alias goblok dan tolol

    • sukma wiganteng said,

      bagaimana dengan yesus yang menyodomi keledai , apakah tuhan berprilaku bejad .
      “NAIKLAH YESUS KE ATAS KELEDAI BETINA. SEPERTI
      BIASA YESUS SELALU MEMASUKKAN JARI TELUNJUK DAN KEMALUANNYA NYA KE
      DALAM LOBANG KEMALUAN KELEDAI BETINA YANG BARU SAJA DICURI DARI BETFAGE
      HINGGA YESUS MENGELUARKAN CAIRAN RUPA MANI. SEMUA ORANG ISRAEL MELIHAT
      …HOBI YESUS SAMBIL BERSERU :”INIKAH KERJAAN MESIAS?”
      (INJIL MATIUS 20:22), PD BIBLE TERBITAN 1928 SEBELUM AKHIRNYA DIEDIT OLEH PENDETA KRISTEN.

    • sukma wiganteng said,

      dan bagaimana dengan isi alkitab yang kebanyakan mengandung unsur porno yg bisa menimbulakn nafsu syahwat jika membacanya , apakah pantas itu di bilang kitab suci ?????

  14. nama abu budi cell said,

    *
    Firey Reggae Nation YESUS KRISTUS DI SALIB MAMPUS, MINUMNYA SPIRTUS, LAHIR DI KARDUS, BERSAMA DOMBA-DOMBA KORENGAN, YESUS BERSABDA DALAM SURAT MATHIUS YANG BERBUNYI MAT-MAT BELIIN GW ES DONG MAT, YESUS KESAKITAN DI SALIB, DASAR YESUS TUHAN GILA, MASA TUHAN BISA KELIHATAN RUPANYA………….
    KALAU ADA YANG GA SUKA KITA PERANG ANTAR AGAMA AJA… KAPAN LW BERANI, JANGAN CUMA NGOMONG DOANG LW ANJING……….
    ORANG KRISTEN TUH KAYA TAI YANG ADA DI COMBERAN, BAU BANGKE ANJING, BALIKIN SALIB LW BIAR METALLLLL……….

  15. nama abu budi cell said,

    nYESUS KRISTUS DI SALIB MAMPUS, MINUMNYA SPIRTUS, LAHIR DI KARDUS, BERSAMA DOMBA-DOMBA KORENGAN, YESUS BERSABDA DALAM SURAT MATHIUS YANG BERBUNYI MAT-MAT BELIIN GW ES DONG MAT, YESUS KESAKITAN DI SALIB, DASAR YESUS TUHAN GILA, MASA TUHAN BISA KELIHATAN RUPANYA………….
    KALAU ADA YANG GA SUKA KITA PERANG ANTAR AGAMA AJA… KAPAN LW BERANI, JANGAN CUMA NGOMONG DOANG LW ANJING……….
    ORANG KRISTEN TUH KAYA TAI YANG ADA DI COMBERAN, BAU BANGKE ANJING, BALIKIN SALIB LW BIAR METALLLLL……….

    APAH MAU MARAH W,,, G TAKUT SMA KRISTEN KAYA U

  16. nama abu budi cell said,

    Ini thread persahabatan.
    Mari islam Indonesia dan Malaysia, jangan mau dihina oleh kristen laknat!

    kebodohan kristen:
    -)menyembah tuhan yang sama seperti kita, manusia. yaitu Yesus yang merupakan manusia biasa.
    -)menyembah tuhan yang dalam keadaan terikat, mana bisa Yesus menolong mu Kristen bodoh, lepasin dulu tuh ikatan di tangannya. Kasian la…jadi macam anjing.

  17. Janemodern said,

    hus..hus..udah2,pada berantem sih?
    biarin aja ada yg mau bilang islam ini itu, liat donk,orang kristen mah bego banget ya. tuhannya sendiri dikataikan anjing..babi,tapi emang bener sih..jesus itu mah emang budak kotor, KALO JESUS ADA DIDEPAN GW, NEH GW SURUH CIUM JEMPOL KAKI GW..HAHAHAHA…PAKE KANCUT DOANK LAGI..ihhh malu tuh …

    • Edi Nugroho said,

      kalo ada muhammad di depan gw, gw kasi perawan buat dia bisa NGENTOT , buktinya keturunannya orang ARAB datang ke Indonesia, ke daerah BOGOR , jadi TURIS buat cari NGENTOT peraawan sunda . Jangan munafik lah gak jauh buah dengan pohonnya kan?

  18. dayak said,

    Halllo…..kenapa harus kotor2 ngomongnya??????…bilang anjing…babi…segala kata2 kotor…sumpah serapah keluar semuanya…..saya orang dayak peduli bangsa…..anda muslim…kristen….hindu…budhaa….stop menghina orang lain…..saya doakan saat ini bagi yang menghina dgn kata2kotor…baginya akan mendapat upah…..kepala anda lepas dari tempatnya…….percayalah…..

  19. rehan said,

    ddada

  20. rehan said,

    Yesus ccd cacad Tiada Tuhan Selain Allah

  21. eko wahyu utomo said,

    nasrani..bukan nya menjelekan yah,tapi kenyataan nya masa tuhan punya ibu,kalo dia punya ibu toh ibu nya yang jadi tuhan..

    hindhu…kurang masuk akal bener masa patung di sembah,sembahyang pake sesaji…sesaji itu hanya untuk di persembahkan pada setan

    • eko wahyu utomo said,

      tetapi biar berbeda agama kita sudah hidup bersama 1 negara,itu hak kalian masing2 memeluk agama apa…

      semua agama itu bener,gk ada agama yang najarkan umat nya berbuat jahat…

      tapi yang ku sayangkan kenapa umat islam selalu mencaci maki agama lain…

      sebetul nya gk boleh karna itu pilihan dia,islam gk mengajarkan seperti itu…

      sesungguhnya mencaci maki agama orang lain itu tidak lebih seperti binatang…

    • Edi Nugroho said,

      kerjanya islam cuma membanding bandingkan AGAMA lain, padahal si ISLAM adalah agama bontot dari semua agama. ISLAM itu bagaikan anak durhaka. si bungsu anak durhaka. bakal dihukum lo nanti oleh TUHAN.

  22. albertus paulus said,

    maf saya albertus paulus ari jogja sy adalah beragama kristen,..melihat perdebatan ini sepertinya menarik sekali yah
    saya adalah manusia yg taat terhadap tuhan,..dan saya percaya agama islam adalah agama paling sempurna di bui dan seluruh jagad raya,..

    bagaimana tidak,…sy pernah baca buku bahwa yesus bukan tuhan melainkan manusia,.memang benar saya nasrani tapi maaf saya lebih percaya islam,.kenapa ??? karna kalau di pikir secara logika mana ada tuhan mempunyai jenis kelamin,..dan tidak ada satu manusia pun yg pernah melihat tuhan terkecuali nabi isa dan nabi muhammad,…di injil dan al qur,an pun ada,..
    dan sebenarnya saya sangat bingun,..kenapa yesus/isa al masih di anggap tuhan,..??? padahal selama dia masih bayi sampai dia tumbuh dewasa dia dianggap pemberontak oleh kaum yahudi dan tentara nasrani,..sampai2 isa/almasih/yesus di siksa dan di salib,..
    kenapa dia tidak dianggap sebagai tuhan saat dia masih hidup ??? itu menjadi tanda tanya besar ?? padahal banyak pendeta dan pastor tau akan hal ini di seluruh indonesia jg seuruh dunia,..tp mereka terus saja menyembunyikan kebenaran akan nabi isa/yesus tentang siapa dirinya
    dan saya juga sebagai penganut kristen saya bingung sekali,..kenapa injil yang dianggap sebagai kitab suci ko isinya selalu berubah ubah dari setiap tahunnya,..padahal kan yg namanya kitab suci harusnya ya harus suci tidak ada penambahan kata atau rekayasa,…banyak pendeta yg mempertanyakan soal itu,..

    dan sekarang begini,…apa saat yesus mati dan di salib dia pernah berfirman hai umatku sembahlah aku sebagai tuhanmu dan sembahlah aku juga dengan lambang salib,..??? menurut saya tidak
    di pikir secara logika mana ada tuhan bisa mati,..dan kalo tuhan mau mati dan di siksa untuk membebaskan dosa2 manusia,..enak bener ya manusia itu,..nanti banyak donk manusia yg berbuat dosa,..kan dosanya udah di tanggung sama yesus ,..???
    itu patut menjadi tanda tanya besar bagi kaum nasrani,..??

    sekarang mana ada tuhan mengajarkan kekerasan pada kitab injil seperti injil perjanjian lama,..contoh 1 ( matius : jangan anggap kami datang ke bumi dengan membawa damai tapi melainkan pedang )
    2. ( lukas : jangan biarkan apapun hidup yang bernafas bunuh semua kaum amalek, gorok dan bunuh mereka semua )

    itu fakta yg sangat jelas,…saya dan seluruh keluarga besar saya padahal kristen tapi saya bngung mana ada tuhan dan pengikutnya mengajarkan kekerasan,..
    menurut saya itu bukan tuhan tapi melainkan iblis yang mereka sembah,..
    saya harap umat nasrani di bukakan hattinya untuk kebenaran yang ada,..karna sesunggunya hanya ALLAH yang ada dan tidak pula tuhan beranak dan diperanakan,..
    yesus itu adalah kebohongan yang GILA

    • abdullah said,

      semoga kata2 dari anda banyak yang merenungkan.. amiin..

      • wahmal said,

        iya.., emang itu nasrani udah sesat tapi malu untuk mengakuiya

  23. sayangkamu69 said,

    saya setuju sama pendapat bp paulus….

    banyak pendeta2 yg mengakui bahwa yesus itu bukan tuhan,cuma di sembunykan saja…

  24. Juang Ajja said,

    sbagai mana tlah di terangkan dlam surat albaqoroh,bahwa sanya orng”yahudi dan nasrani tidak akan snang smpai kpan pun,smpai mereka mngikuti ajaran’a,….
    btapa indah’a agama islam,di kala gundah terbiasa berdo’a dan memohon ampun mndekatkan diri kpda alloh,wahai orang”yg beriman,tidak ada yg bsa mnolong kita di akhirat nanti,kcuali kalian yg beragama isalam,krena kanjeng rosul MUHAMMAD SAW,di ijin kan alloh,untuk mnolong umat’a,..
    btapa bruntung’a umat tersebut,tiada tuhan slain alloh,nabi muhammad utusan alloh..

  25. Juang Ajja said,

    saya ingin crita sdikit,di kala kanjeng nabi ingin berdagang bersama paman’a,tiba”beliau bertemu dngan seorang pastur,dan pastur pun blang,wahai anak muda siapakah engkau?
    dan nabi muhammad pun mnjawab,saya muhammad,lalu pastur itu pun kmbali berkata,saya mlihat ada tnda”rosull di wjah mu,maka pulang llah engkau,krena di dkat sini ada orang”yahudi yg ingin hendak membunuhmu,…
    cba di pikir deh pake logika,pastur ajja tau ada tnda”rosul pd wjah nabi muhammad,masa orang”nasrani ga mnyadari’a,sdah jlas kan,pastur mngakui’a,

    • Edi Nugroho said,

      muhammad itu seorang pembohong besar. dia lah pengikut SETAN. maka dari itu cerita2 nya seputar pembunuhan, iri hati, dendam, penggal kepala, siksa wanita,

  26. Juang Ajja said,

    dulu,orang”islam bnyak di spanyol,mreka hdup dmai tentram,smpai dtang orang”yahudi yg ingin memecah dan mnghancurkan smua’a,hngga orang”yahudi pun belajar kpd khalifah”atau sufi”,hngga mreka mngerti di saat itu pula mereka yg tlah mngerti,jd berhianat dan membunuh guru”mreka,lalu tidak itu saja,kitab”nya pun di sobek dan di buang klaut,hingga ada laut yg bernama laut hitam,,…
    dan masjid di spanyol yg bernama qordoba,ingin di kuasai,hngga sdikit demi sdikit ingin di ubah mnjadi gereja,sngguh kjam dan tidak berkprimanusiawi,dan di palestina pun demikian orang”muslim knapa tdk blleh memasuki masjid yarosalem]masjidil aqsa,mreka kan tau itu tmpat ibadah orang”muslim,knapa hrus mreka yg ngatur,orang”israel,dulu tdk pnya tanah,mereka di usir oleh kerajaan romawi,hngga mereka mrantau dan di berikan lahan untuk tinggal di dkat palestina,tp apa yg mreka bllas,mreka ingin memiliki,mreka ingin mnguasai,hngga mereka lupa akan kbaikan”orang muslm,hngga skrang bhkan mereka tega memberondong anak kcil yg ada di palestina,perkataan alloh sdah jlas akan kbenaran,alloh berkata firman’a dlam surat al-baqorah yg brbunyi,sesungguh’a orang”yahudi dan nasrani tdk akan snang kpda umat muslim hngga umat muslim mngikuti ajaran’a,jlas kan,smpai skrang orang”israel ingin mnguasai,dan mlenyapkan jika tdk patauh dan tunduk kpd mereka,

  27. 0810857 said,

    lihat tuhan mu yg tak berdaya… dengan wajah penuh luka.. dan tebentang d tiang salib.. jangankan buat menolong umatnya.. menolong dirinya sendiri pun dia tak bisa.. dasar kalian manusia bodoh… mau saja kalian diperbudak oleh iblis.. yesus anjing….. bangsat… sialan.. mati aja semua umat mu…

    • Edi Nugroho said,

      bagaimana dengan NABI mu Muhammad, dia MATI kena racun wanita? NABI kok matinya mengerikan sih, kenapa dia gak bisa selamatkan dirinya?
      Bukannya Nabi mu itu sudah lihat malaikat?
      Didalam kitab apapun tidak ada seorang NABI yang matinya mengerikan, karena mereka itu dilindungi oleh TUHAN.

      APakah muhammad nabi? atau seorang manusia mengaku nabi?

  28. kikiaja said,

    Yesus anjing gak malu thu punya tuhan yg gak pake baju

    ….!!!1

  29. Yesus Taii said,

    Yesus Anjjjjiiiiiing Apan Tuh ?

    • Edi Nugroho said,

      muhamad itu malah cocoknya jadi kambing guling.
      soalnya dia sedikir2 cari bantal guling, lihat cewek bahenol, santap bro, makanya hanya muhamad lah yang boleh bersetubuh dengan wanita tanpa jilbab, lo laki muslim, dibodohin nabi mu….. dia itu aja suka jajan, sampai gak tahu beda kan anak kecil dengan perempuan dewasa. soalnya kalau masih gadis kecil lubang nya masih sempit, begitu kata nabi mu.

  30. Yesus Taii said,

    Yesus Taiiiii ih

  31. Emuh said,

    Apa Anjinng Yesus Taii Pisan Yesuss EEE Bersabdalah ke Allah meningan… SIP…

  32. bob said,

    anjing kau semua yah memang anjing kau semua….
    Itu ungkapan yang paling baik untuk kalian semua…karena anjing perlu dikasihanin begitu pula kalian semua…sungguh kalian tak tahu hakikat kalian sebenarnya? Untuk apa kalian hidup? Dan atas apa kamu hidup? Pernahkah kalian berpikir sejenak jika tuhan menciptakan manusia …adakah tuhan menyerupai manusia…contoh gampangnya manusia menciptakan robot apakah robot itu manusia dan juga bnyak yang lainnya dan satu hal yang kalian camkan bahwa: islam sangat toleransi kepada kalian smua itu tgas islam menjadikan kamu dari anjing menjadi semua sesuai petunjuk allah maka ketika kamu menemukan islam maka beruntunglah kalian karena kalian akan lebih beruntung dari pada orang islam lain yang lahir sebagai islam karena allah swt memberi kalian hidayah yang lurus buat kamu..

  33. saptabayu (@haryosrenggini) said,

    Bagiku agamaku,bagimu agamamu,……….gitu aja koh repot(meminjam istilah Gus Dur)

  34. sukma wiganteng said,

    “NAIKLAH YESUS KE ATAS KELEDAI BETINA. SEPERTI
    BIASA YESUS SELALU MEMASUKKAN JARI TELUNJUK DAN KEMALUANNYA NYA KE DALAM LOBANG KEMALUAN KELEDAI BETINA YANG BARU SAJA DICURI DARI BETFAGE
    HINGGA YESUS MENGELUARKAN CAIRAN RUPA MANI. SEMUA ORANG ISRAEL MELIHA..HOBI YESUS SAMBIL BERSERU :”INIKAH KERJAAN MESIAS?”
    (INJIL MATIUS 20:22), PD BIBLE TERBITAN 1928 SEBELUM AKHIRNYA DIEDIT OLEH PENDETA KRISTEN.
    apakah pantas yesus di bilang tuhan , kemana bapa saat yesus di salib , anak presiden aja gk boleh di salib apalagi anak tuhan … konyol brarti bapa tidak menggap yesus anak

    • Edi Nugroho said,

      NAIKLAH muhammad ke atas kasur anak perawan itu. soalnya nabi mu suka ngentot lubang yang sempit. lalu berkatalah muhammad, wahai gadis manis jangan takut, kalau aku mau bersetubuh dengan mu, karena ini perintah ALLAH, maka sigadis itu menahan sakit, perawan nya pecah, dengan sekejap muhammad berkata, atas perintah ALLAH aku boleh mengisap darah perawanmu. lalu atas perintah ALLAH hanya nabi saja yang boleh menikmati gadis perawan, berkali kali tanpa nikah karena ALLAH mengatakannya.
      Karena itu hanya ISLAM otaknya ngeres ngesekx nya

  35. Amin Ulloh islammer said,

    YESUS KRISTUS
    MAKAN PILUS MINUM SPIRITUS
    KESELEK MAMPUS DIGIGIT TIKUS
    DIBELI GAYUS LAKU SERATUS
    RUMAH KARDUS ADA TAI TIKUS

    YESUS KRISTUS BASKUS
    MAKAN NASI BUNGKUS
    MINUMNYA SPIRTUS
    BESOKNYA MAMPUS

    • Edi Nugroho said,

      mending Yesus begitu, muhamad makan DARAH orang KAFIR, darah perawan. DIA sama saja Dengan SETAN.

  36. Edi Nugroho said,

    PERBEDAAN orang ISLAM dengan Kristen?
    1. Islam cuma bisa punya nabi muhammad, yang minta didoain kiranya aku dan keluarga masuk Surga, Yesus gak perlu didoain, dia pemilik sorga?
    2. Islam itu lahir setelah Kristen, ibaratnya Islam itu anak durhaka, sudah tahu kitabnya ajaran Injil kok bilang beda dengan Kristen?
    3. Muhammad sudah di neraka, bersama IBLIS dihukum disana. Itulah kenapa ya orang islam kalo ada kematian, cepat2 kubur mayatnya karena seorang islam yang mati adalah dupa yang harum buat SETAN, jika seorang sudah mati secara islam, maka sah lah rohnya diambil setan.
    4. Dimana ada kemiskinan, kemelaratan, kebodohan disitu ISLAM ada, coba perhatikan dunia arab itu miskin sekali, indonesia kaya tapi rakyatnya miskin, imigran muslim lari ke Eropa, Amerika, berteriak2 buat syiah lalu apa akibatnya dalam waktu setahun ambruk ekonomi dunia, krisis eropa kian tak menentu.
    MUHAMMAD lah anjing dan babi nya dunia, lihat dia suka makan MEMEK wanita belum akil balik, dia suka penggal kepala, emang buat apa?
    MAKANAN muhammad sama dengan makanan IBLIS yaitu DAGING MANUSIA.

    SOLUSInya:
    ISLAM itu bukan agama tapi politik IBLIS untuk penghancuran peradaban manusia. MAKA saya yakin 100% suatu saat PBB akan mengumunkan kepada dunia, bahwa mulai tahun 2020 , setiap negara yang mengaku ISLAM ada lahagama maka akan dikucilkan dari negara-negara beradab lain.

  37. eko said,

    emang ada apa di injil yang ngatakan yesus itu tuhan….di injil aja ndak ada..

    enak amat ya jadi orang kristen masuk surga semua berbuat zina,mabuk mabukan,rampok kok masuk surga…agama apa yg bolehin semua umat nya masuk surga tanpa ibadah..aku gin mau numpang jadi orang kristen kalo masuk surga…nabi muhammad itu poligami karena apa,liat yang di nikahi beda umur berapa tahun sama muhammad jangan asal ngejeplak aja tu mulut…tau kitap lo bikinan paus paulus yang tua bangka mau mati….agama agama lain mah mana ada yang gonta ganti isi kitab nya se enak udel nya sendiri kalo lain si kristen sampah…goblok sia mah

  38. putra said,

    @jainal ibliis setan. . . Gk usah muna lo njink, muka jelek kaya monyet, iih najis. . .

  39. Yesus ANJING said,

    Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…Yesus ANJING…

  40. johan said,

    yesus anak haram jadah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: