ARSIP SEJARAH Zaman KUNO utk generasi muda “Batak”

KERAJAAN PADA MASA AWAL HINDU-BUDHA

Chupo

Kalimantan Utara merupakan salah satu daerah yang terpengaruh oleh kebudayaan neolitikum. Daerah itu berkembang sampai masa berkembangnya kebudayaan logam. Menurut berita dari Cina pada abad ketiga mengatakan bahwa wilayah itu telah berdiri sebuah kerajaan yang bernama Chu-po. Kerajaan ini memiliki hubungan perdagangan dengan kerajaan Funan, komuditas utama Chu-po dalam perdagangan yaitu mengekspor besi.

 

Kutai

Kerajaan Kutai diperkirakan berada di daerah Kutei lama, Muara kaman, Kota Bangun, dan Sebulu. Namun letaknya kerajaan Kutai yang jelas berada di daerah sekitar Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Bukti mengenai keberadaan kerajaan ini dapat ditelusuri melalui tujuh prasasti atau yang disebut yupa. Yupa ditulis dalam bahasa sanskrit yang ditemukan di Muara Kaman. Prasasti ini diperkirakan ditulis pada akhir abad ke-4 dan awal abad ke-5. Isi dari prasasti itu mengenai seorang raja yang bernama Mulavarman yang memberi sedekah berupa tanah, emas, dan lembu kepada para brahmana yang tinggal di tempat yang bernama Vaprakesvara.

Adapun Mulavarman sendiri adalah cucu dari seorang kepala suku yang bernama Kudungga dan ayahnya bernama Asmavarman. Adapun dalam berita Cina yang ditulis oleh Fa-Hsien menyebutkan bahwa kerajaan yang terdapat di Kalimantan itu pernah dipimpin oleh Raja Devavarman, Asvavarman, dan kemudian Mulavarman.

Terdapat hal menarik dalam penyebutan nama antara Kudungga dengan Devavarman. Devavarman dapat diartikan sebagai penyebutan nama atas Kudungga. Nama Kudungga sendiri jelas bukan merupakan nama yang berbau Hindu. Devavarman merupakan nama yang berbau Hindu, pemberian dari brahmana untuk menunjukkan bahwa Mulawarman sebagia keturunan seorang Hindu. Namun, Kudungga sendiri tidak dianggap sebagai pendiri dinasti. Yang dianggap sebagi pendiri dinasti adalah Asvavarman. Karena nama Asvavarman dan Mulavarman, dihadapkan nama-nama yang berbau Hindu.

Dalam Prasati itu juga disebutkan bahwa Mulavarman mengundang para brahmana yang berasal dari India untuk datang ke negaranya. Hal ini menunjukkan bahwa Kutai bukan merupakan kerajaan yang terisolasi atau tidak melakukan hubungan dengan negara lain. Brahmana sendiri akan tinggal di pura, pura sebagai perwujudan penghormatan Mulawarman atas leluhurnya.

Kerajaan Kutai sebagai sebuah kerajaan yang dapat mentransformasikan kepemimpinan yang bersifat tradisi menuju kepemimpinan yang mengadopsi kebudayaan India, serta telah mampu membentuk sebuah kerajaan menurut sistem keluarga atau dinasti.

 

KerajaanKerajaan Yang Muncul Pada abad ke-5 dan abad ke-6

Periode ini dinamakan sebagai masa transisi jalur perdagangan. Perubahan jalur perdagangan yang mulanya pedagang dari China maupun India menggunakan jalur Samudra Hindia atau pantai Selatan Sumatra kini beralih ke jalur Selat yaitu melalui selat Malaka. Sehingga dalam perkembangan selanjutnya muncul beberapa kerajaan yang pada mulanya hanya sebuah city- state.

 

Lin Yi – Champa

Pada mulanya Lin Yi adalah sebuah kota dan merupakan pusat kegiatan politik pada 446 M. Tetapi pada perkembangan selanjutnya sebuah kamp politik baru dibentuk dan dialihkan dari selatan Hai Van Pass ke Tra Kieu, di wilayah yang namanya Quang Nam.

Sulit diketahui mengenai keadaan kerajaan ini pada periode ini walaupun ada pendapt bahwa kerajaan ini merupakan bagian kekuasaan dari kerajaan Funan pada masa pemerintahan raja Jayavarman. Pada tahun 446 raja Funan yang bernama Jayavarman mengirim seorang pendeta Hindu yang bernama Nagasena ke China Selatan yang tugasnya adalah untuk menyetorkan upeti dalam rangka mengajak raja kerajaan tersebut melakukan persekutuan denganya untuk menghadapi saudaranya yang bernama Tan Ken T’chouen yang menguasai Lin Yi. Ternyata aliansi dari Jayavarman berhasil untuk menguasi daerah pelabuhan di Cham.

 

Raja Cham yang bernama Rudravarman mengirim utusan ke China pada 592 M, dan memperkuat pasukan disebelah utara dan selatan wilayah kerajaannya. Hal itu dilakukan untuk melakukan invasi ke Tonkin, namun usaha itu gagal akibat dominasi Cina atas wilayah itu. Ia digantikan oleh anaknya yang bernama Shabuvarman yang menurut prasasti yang dituliskan oleh ia sendiri bahwa ia seorang penyemabah Syiwa

Ketika Cina dibawah kekuasaan dinasti Sui, Cina melakukan serangan ke Champa yang bertujuan untuk menguasai semua hasil alam dan kekayaanya. Serangan ini mengakibatkan Champa menjadi bagian kekuasan dari Cina. Seranagn itu mengakibatkan beberapa buku dan emas dirampas oleh Cina. Serangan itu juga memaksa Raja Shabuvarman mengungsi dari kerajaanya, akhirnya ia digantikan oleh putranya yang bernama Kandhapadarma.

Tetapi setelah Cham dipimpin oleh Kadhapadarma, Cham menjadi terpecah belah. Cham bersatu kembali setelah dipimpin oleh raja Prakashadharma pada 653 M, anak dari sepupu Kandhapadharma. Raja ini kemudian mengganti namanya menjadi Vikantravarman, dan pada periode raja ini penyembahan kepada Dewa Wisnu berkembang dengan pesat.

Kepepimpinan dari Vikantravarman membawa perubahan yang sangat pesat pada Cham. Cham memiliki pelabuhan perdagangan yang sangat ramai, letaknya yang strategis berada ditengah-tengah daerah Indocina, adanya hubunganperdagangan dengan negar lain terutama negara di kawasan Indonesia.

Pada perkembangan selanjutnya terjadi suatu perebutan pelabuhan-pelabuhan dagang dengan kerajaan Khmer yang terjadi berlarut larut hingga munculnya dominasi Cina menyelimuti wilayah ini pada 939 M.

 

PanPan

Sumber China menyebutkan bahwa mereka menerima banyak utusan dari Panpan pada abad ke-5 dan abad ke-6 , dimana utusan tersebut ini mempersembahkan hasil-hasil perdagangan dan harta karun Budha. Utusan ini meminta persetujuan Kerajaan China agar PanPan dapat merdeka dari kekuasaan Funan dan mereka akan terus melakukan hubungan dengan Cina. Hubungan itu berupa hubungan kerjasama dalam bidang ekonomi dan politik. Dalam bidang ekonomi PanPan akan memberikan upeti dan utusan untuk diserahkan kepada Cina, sedangkan Cina akan berupaya untuk melindungi PanPan.

Sumber China juga menyebutkan bahwa kota di PanPan dibangun di dekat laut. Disana juga terdapat banyak Brahmana yang berasal dari India, para Biksu, dan Tao. Ini menunjukkan bahwa PanPan terpengaruh oleh kebudayaan dari Cina.

Setelah keruntuhan Funan pada abad ke-6 PanPan menjadi anggota Dvaravati, sebuah perkumpulan kota yang didirikan oleh Mon yang letaknya di delta sungai Menam. Letak PanPan sangat strategis mungkin itulah yang mengakibatkan kerajaan tersebut menjadi penguasa di Semenanjung Malaya setelah Kedah dan Langkasuka menjadi koloni Srivijaya.

PanPan mengalami keruntuhan setelah mendapatkan serangan dari Srivijaya. panPan kehilangan kontrol atas wilayah kekuasaanya terutama didaerah Siam dan Kedah. Daerah itu merupakan pusat ekonomi bagi PanPan. Dengan dikuasainya daerah itu oleh Srivijaya, maka PanPan menjadi sebuah daerah taklukan bagi Srivijaya. Namun Srivijaya tidak membentuk sebuah pemerintahn baru disana, mnamun Srivijaya memberikan hak otonomi kepada PanPan.

 

Langkasuka- Kedah.

Langkasuka mengirim utusan pertamanya ke China pada 515 M, bersamaan dengan jatuhnya Kerajaan Funan. Utusan dikirim oleh raja yang bernama Bhagadatta. Sumber- sumber yang menunjukkan mengenai kerajaan ini diantaranya catatan Liang Shu dan Ma Touan- Lin. Mereka menulis tentang tata cara pernikahan yang dilakukan di Langkasuka yang hampir sama denagn tata cara pernikahan bagi umat Hindu.

Langkasuka berdiri pada abad 7 M. Catatan Yi-Tsing menyebutkan bahwa Kedah pada periode 685 dan 689 menjadi bagian dari Kerajaan Srivijaya. Kedah dan Langkasuka menjadi bagian kekuasaan dari Srivijaya, karena kedua negara itu membutuhkan perlindungan keamanan dari Srivijaya. Srivijaya dapat memberikan fasilitas keamanan bagi negara tetangga karena pada waktu itu Srivijaya merupakan salah satu kerajaan terbesar dan terkuat. Kehancuran Srivijaya akibat serangan dari Jawa, sehingga ketidakstabilan kondisi Srivijaya, merupakn faktor prndorong timbulnya negara-negara baru. Negara-negara yang dahulu berada dibawah kekuasaan Srivijaya mulai mendirikan negar sendiri yang berdaulat. Salah satu kerajaan itu adalah Kedah yang terletak di semenanjung Malaya,wilayahnya yang strategis dekat dengan Selat Malaka menjadi negara paling kuat dan paling kaya di Semenanjung Malaya.

 

 

Kantoli

Pada abad 5 M Kantoli sudah dikenal di Liang-Shu sebagai salah satu kerajaan penting pada jaringan perdagangan di luar pengaruh dan kekuasaan Funan. Ming Shu memberitahukan bahwa Sanfotsi ( nama China dari Srivijaya) adalah Kantoli. Ini diperkuat dengan letak Kantoli yang berada diantara Jambi dan Palembang. Kantoli juga bisa dianggap sebagai kerajaan awal sebelum munculnya kerajaan Srivijya atau melayu, bil aditinjau dari letak wilayahnya.

Kantoli mengirim utusan pertama ke Cina pada tahun 454 sampai dengan 464 M. Raja yang mengirim utusan itu bernama Sri Varanarendra sedangkan utusannya bernama Rudra, orang yang bersal dari India. Pada tahun 502 Kantoli dipimpin oleh Gautama Subhadra (yang merupakan putra dari Pyravaraman Vinyiavarman yang mengirim utusan ke China pada tahun 519 M).

Perekonomian Kantoli tergantung pada ekspor hasil hutan. Perekonomian ini dipengaruhi oleh letak Kantoli di pulau Sumatra yang memiliki hasil hutan yang melimpah dan sangat laku di pasaran. Kerajaan Kantoli mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Kemunduran ini akibat serangan dari Cina. Tetapi Cina tidak secara langsung menguasai Kantoli, Cina hanya membentuk sebuah pemerintahan otonomi di Kantoli, dengan dipilihnya Wendi untuk melakukan perombakan di Kantoli. Sehingga Kerajaan Kantoli dapat memperoleh kembali masa kejayaanya. Tetapi kejayaan itulah yang mengkibatkan keruntuhan Kerajaan Kantoli. Hal ini disebabkan karena kehidupan para bangsawanya yang suka berfoya-foya dan suka bermewah- mewahan. Hal ini diperparah dengan komoditi ekspor yang berupahasil hutan yang tidak laku di pasaran. Hal inilah yang membuat Kerajaan Kantoli runtuh.

 

Holotan

Kerajaan Holotan diperkirakan terletak di Jawa Barat atau Sunda. Berdasarkan catatan berita dari Fa Hsien pada tahun 412 M. Terdapat tujuh utusan yang dikirim ke China pada periode 430 sampai dengan 452 M. Utusan dikirim kepada raja Liu Sang pada 435 M. Adapun raja yang mengirim bernama Sri Paduka Purnavarman yang komplain karena diserang oleh negara tetangganya.

Agama Budha belum berkembang di Holotan, namun penduduk Holotan sudah mengenal agama Hindu dan animisme. Tidak ada bukti lanjutan mengenai kepemimpinan raja Sri Paduka Purnavarman setelah 452 M, ini diasumsikan bahwa kerajaan ini sudah dihancurkan oleh kerajaan tetangganya yaitu Tarumanegara.

Tarumanegara ( Tolomo )

Keberadaan kerajaan ini dibuktikan dengan banyaknya penemuan batu-batu prasasti pada wilayah Jakarta dan Bogor. Bukti tersebut menyebutkan mengenai sebuah kerajaan Hindu yang bernama Tarumanagara yang diperintah oleh raja yang bernama Purnavarman. Teks tersebut berangka tahun pada pertengahan abad ke 5. Kekuasaan Raja Purnavarman meliputi Sungai Citarum sampai Selat Sunda. Adapun ibukota Tarumanagara sendiri berada diantara Tugu dan Bekasi.

Raja Purnavarman juga memerintahkan untuk membangun sebuah kanal irigasi. Selain itu juga terdapat prasati yang mencetak telapak kaki dari Purnavarman yang diibaratkan sebagai kaki dewa Wisnu, prasasti ini mirip dengan prasasti yng pernah dikeluarkan oleh Raja Gunavarman dari Funan..Hal itu dilakukan sebagai salah satu bukti, bahwa Purnavarman menjadi raja pada masa itu adalah penganut penyembah Wisnu yang taat.

Penemuan bukti-bukti mengenai kerajaan Tarumanagara di sepanjang pantai utara Jawa-Bali mengindikasikan bahwa sudah banyak terjadi aktivitas perdagangan disana sebelum Agama Hindu menebarkan pengaruhnya. Perdagangan melalui Laut Jawa sangatlah penting untuk melakukan jaringan perdagangan dengan Cina dan India.

Kerajaan ini mengirim utusan pertamanya ke China pada 528 M dan selanjutnya pada 666 M dan yang terakhir pada 669 M. Pada abad ke 7 M kerajaan tersebut mengalami kehancuran, hal ini dimungkinkan karena serangan Kerajaan Srivijaya.

 

Holing ( Chopo )

Kerajaan ini ibukotanya bernama Chopo ( nama China ), menurut bukti- bukti China pada abad 5 M. Mengenai letak Kerajaan Holing secara pastinya belum dapat ditentukan. Ada beberapa argumen mengenai letak kerajaan ini, ada yang menyebutkan bahwa negara ini terletak di Semenanjung Malay, di Jawa barat, dan di Jawa Tengah. Tetapi letak yang paling mungkin ada di daerah antara pekalongan dan Plawanagn di Jawa tengah. Hal ini berdasarkan catatan perjalanan dari Cina

Kerajaan Holing adalah kerajaan yang terpengaruh oleh ajaran agama Budha. Sehingga Holing menjadi pusat pendidikan agama Budha. Holing sendiri memiliki seorang pendeta yang terkenal bernama Janabadra. Sebgai pusat pendidikan Budha, menyebabkan seorang pendeta Budha dari Cina, menuntut ilmu di Holing. Pendeta itu bernama Hou ei- Ning ke Holing, ia ke Holing untuk menerjemahkan kitab Hinayana dari bahasa sansekerta ke bahasa cina pada 664-665.

Sistem Administrasi kerajaan ini belum diketahui secara pasti. Tapi beberapa bukti menunjukkan bahwa pada tahun 674-675, kerajaan ini diperintah oleh seoarang raja wanita yang bernama Simo.

Holing sendiri banyak ditemukan barang-barang yang bercirikan kebudayaan Dong-Song dan India. Hal ini menunjukkan adanya pola jaringan yang sudah terbentuk antar Holing dengan bangsa luar. Wilayah perdaganganya meliputi laut China Selatan sampai pantai utara Bali. Tetapi perkembangan selanjutnya sistem perdagangan Holing mendapat tantangan dari Srivijaya, yang pada akhirnya perdagangan dikuasi oleh Srivijaya. Sehingga Srivijaya menjadi kerajaan yang menguasai perdagangan pada pertengahan abad ke-8.

 

Sistem Pemerintahan KerajaanKerajaan Hindu Pertama

Perkembangan Kerajaankerajaan Hindu di Kepulauan Indonesia dan Malaysia tidak lepas dari proses adaptasi selektif kebudayaan India yang disesuaikan dengan pola atau tradisi lokal atau disebut sebgai local genius oleh para pemimpin Austronesia dengan dukungan sistem perdagangan maritim yang kuat. Konsep kerajaan menurut tradisi Hindu yaitu sebuah alam-semesta kecil yang berupa mandala yang dipimpin oleh raja dan dikelilingi oleh kekuatan konsentris yang terdiri dari para pendeta, pemerintah, bangsawan, tentara, dan rakyat jelata. Masing-masing mandala mewakili area kekuasaan inti sang tuan tanah.

Konsep kerajaan tersebut dapat juga berupa kerajaankerajaan yang dibawahi atau tunduk pada seorang tuan tanah besar atau maharaja. Dan konsekuensi dari konsep diatas adalah bahwa kerajaankerajaan bawahan harus membayar upeti kepada sang maharaja secara berkala. Tetapi walaupun begitu penguasa kerajaan bawahan tersebut mempunyai kekuasaan murni terhadap kerajaan yang diperintahnya. Menurut Coedes adalah bahwa kerajaankerajaan Hindu memiliki kebudayaan yang terorganisasi berdasarkan konsep agama Hindu dan menganut kepercayaan Hindu Budha, dan bersamaan dengan mitologi puranas, ketaatan pada Dharmasastra dan penggunaan bahasa sansekerta sebagai alat komunikasi bagi golongan penguasa.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kerajaankerajaan pertama tersebut menggunakan struktur pemerintahan yang dibentuk oleh Arthasastra (pakta pemerintahan). Artasastra sendiri adalah pedoman bagi para pemimpin dimana sebuah pemerintahan yang baik harus mengandung tujuh kaki dasar, unsur tersebut diantaranya; Raja, Menteri, Kerajaan, Benteng, Perbendaharaan, Tentara, dan sekutu. Arthasastra juga mengatur mengenai hubungan kerajaan dengan kerajaan lain, penegakan hukum, dan penyelesaian perbedaan pendapat. Ajaran ini juga menyebutkan mengenai seorang pendeta Brahmana yang fungsinya sebagai penasihat raja dan pemuka keagamaan serta pendidik militer. Hal ini tidak lepas dari pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki oleh para brahmana tersebut diantaranya ilmu sosial, pengobatan, matematika, arsitektur, dan persenjataan.

Raja dalam hal ini haruslah memiliki sikap yang fleksibel terhadap posisi dan tanggung jawab para pengikutnya. Raja sebgai sebuah jabatan yang sangat sulit untuk diemban, raja harus mampu menjadi seorang penengah dan juru damai bagi orang-orang bertikai, menghargai kesetiaan bawahan, dan selalu berusaha untuk menjaga kesatuan negaranya. Karena tugas yang sangat berat inilah raja memerlukan brahmana untuk membantu mengurusi pegawai pemerintah. Brahmana-brahmana yang datang ke dalam istana tidak semata untuk memberikan siraman rohani, namun mereka diberi tugas untuk mendidik pegawai pemerintah. Didikan terhadap pegawai pemerintah ini diharapkan agar pegawai pemerintah dapat meningkatkan sisitem manajeman dan kemakmuran di setiap bidangnya. Brahmana juga memiliki kemampuan yang berbeda-beda, menurut kemempuannya, guna mendidik para pegawai pemerintah.

Perekonomian kerajaankerajaan hindu awal umumnya bertumpu pada perdagangan internasional, sehingga fungsi terpenting dari pemerintahan mereka berkaitan dengan bandar- bandar, armada yang dimiliki, pajak, keadilan, dan pertanahan mereka. Selain berbasis pada perdagangan, perekonomian, terutama di Jawa bertumpu pada pertanian. Hal ini tidak lepas dari perkembangan sistem feodalisme yang masih melekat pada jiwa masyarakat Hindu-Budha pada masa itu. Karena faktor itulah banyak para penguasa-penguasa kerajaan tersebut memberikan perintah untuk membuat kanal- kanal saluran irigasi seperti disebutkan dalam prasasti Tugu.

Dengan bertambahnya populasi penduduk dan peningkatan standar pendidikanyang dipegang oleh kaum Brahmana, secar berlahan muncullah sistem birokrasi, yang tersusunn atas: hierarki abdi kerajaan, bangsawan adan tuan tanah, struktur lokal pada tingakt desa.

Abdi kerajaan ini sebagai penasihat raja, dan mediator antara orang jelata dengan para bangsawan atau pejabat istana.

Para tuan tanah disamping memperoleh pendapatan dari desa yang tanahnya merupakan daerah kekuasaanya juga memiliki kewajiban untuk menajalankan setiap peraturan kerajaan dan mengamankan hasil bumi, pajak, dan upeti yang sangat penting untuk mendukung kerajaan dan pemerintahan didalamnya.

Dewan lokal ini diangkat oleh para tetua desa yang biasanya mengikuti aturan yang ditetapkan oleh tradisi lokal yang disebut sebagai adat. Saran dan nasehat mereka dipertangungjawabkan didepan para bangsawan pada komunitas desa itu.

Keamanan kerajaan tersebut dipercayakan kepada pasukan non-permanen yang profesional yang biasanya merupakan tentara bayaran yang biasanya direkrut dari para pengikut bangsawan dan raja.

 

Kesimpulan Munculnya Kerajaan Awal

Kerajaan mulai muncul di Asia Tenggara sekitar abad ke-1 M. Ketika kerajaan Romawi melakukan hubungan perdagangan dengan Cina.Jalur yang sering sebagai jalur perdagangan disebut sebagai jalur sutera, namunjalur itu akan diubah melalui jalur laut, karena adanya ketidakamanan bila melalui jalur sutera. Selain berdagang dengan Cian, Asia Tenggara juga telahberdagang dengan India antra abad ke-1 hingga abad ke-3 M. Perdagangan melalui jalur laut inilah lebih sering dilakukan denagn India daripada denagn Cina. Sehingga pengaruh India diadopsi oleh orang-orang di Asia Tenggara, tanpa meninggalkan kebudayaan yang telah ada.

Contohnya Fuann yang telah banyak mengambil manfaat dari jalur perdagangan antara Cina dan India. Antara abad ke-3 hingga abad ke-5 M terjalin hubungan yang harmonis antara Cina denagn negara-negara di Asia Tenggara. Funan telah berkembang denganjalinankerjasa itu, terutama pelabuhan dagang Funan yang terletak diantara pelabuhan Cina dan pelabuhan di semenjung Malay.

Antara abad ke-5 hingga abad ke-6 M, merupakan zaman keemasan perdaganagnmelalui jalur laut. Laut Cian Selatan dan daerah semenjung Malay menjadi urat nadi perdagangan. Adanya kontak perekonomian antara Cina dan Asia Tenggara, masuknya produk Asia Tenggara ke pasar Cina terutama. Namun hal itu tidak dapat dilakukan ketika Funan mengalami keruntuhan, akibat seranagn dari Khmer. Perdagangan ini akan kembali lancar ketika Cian diperintah oleh dinasty Sui.

Pada abad ke-7 hingga ke-8, ketika terajdinya kekacauan di Khmer, perdagangn dapat dilakuakn oleh bangsa Cina setiap bangsa manapun. Menyebabkan perdagangan menjadi lebih maju, terutama di bagian Asia Tenggara kepulauan.

 

 

 

Tanggapan

kurang lengkap!!!

terima kasih, kasih atas sarannya,mungkin karena judulnya kerajaan pada masa awal Hindu-budha. konteks ruangan yang diberikan yaitu hindu awal, dimana konteks kerajaannya adalah kerajaan yang masih bersifat lokal dengan primus interpares, yang dituangkan bukan merupakan sebuah kerajaan yang lengkap seperti majapahit atau sriwijaya yang memilki sisitem pemerinthan yang m,odern.Sistem yang telah terdapat dasar atau mendapat pengaruh dari luar. Sistem yamg dikembangkan dari kerajaan itu adalah sistem yang berasal dari India dan bverdasarkan atau berdasar apad ajaran sebuah agama.
Kalau boleh tahu sampeyan/kamu/anda sekolah atau kuliah?kalau ada sekolah berarti bahan yang ada baca kurang, mungkin saja anda hanya mengenal kerajaankerajaan yang tertuang dalam buku pelajaran pada umumnya. Kenapa hal itu saya munculkan, hanya untuk menambah wawasan bagi teman-teman kerajaan yang ada di indonesia tidak hanya itu, saja yang terdapat pada buku (pelajaran sekolah). Kenapa kerajaan itu baru adik kenal, karena ahli sejarah sangat sulit untuk menemukan sumber-sumber sejrah tentang hal itu.
Terima kasih atas sarannya, saya hanya ingin kita bisa lebih sharing lagi, dan say berjanji akan say tambahi tentang hal-hal baru tengtang sejarh itu sendiri!

menurut anda apa persamaan dan perbedaan kerajaan islam dengan kerajaan hindu-budha???
mohon dijawab ya?

maaf,baru balas pertanyaannya
persamaan:Hindu-budha(H-B)dan islam merupakan kebudayaan yang berasal dari luar Indonesia.H-B berasal dari India,sedangkan Islam dari persia, gujarat, arab. islam masih menggunkan sisitem kerajaan yang dibangun berdasarkan sisitem kerahjaan H-B.Contohnya Islam masih menggunkan sisitem keturunan untuk menggantikan raja yang mangkat, padahal hal itu sudah ada sejak zaman H-B.Keduanya telah mengenl jalur perdagangn internasional,mereka semua berdagang dan bergantung pad selat malaka. Corak kerajaan islam dan H-B hampir sama yaitu bahwa keduanya memakai sistem ekonomi agraris. Mataram dengan majapahit. Perdagangan yang dilakukan oleh kerajaan2pada mas itu sudah mencakup seluruh nusantara.
Perbedaan:kebudayaan yang dipakai Islam berbeda dengan Hindu, arsitektur kebudayaan, asal kebudayaan itu (islam gujarat, persia, arab, sedangkan H-B:India). car penyebatran akan budayanya.

sebuah buku pernah kubaca, buku yng pada tahun 70-an dilarang terbih di indonesis tapi, menjadi kajian penting dinegeri luar (beruntung aku punya satu) tentang kuntala, sriwijaya dan swarna dwipa.
disitu dijelaskan banyak hal – hal yang sedikit bertentangan dengan sejarah yang diketahui umum.
dilain pihak aku juga sangat tertarik dengan sebuah kata “pu” yang disebut – sebut sebagai orang – orang yang sangat berperan di masa kebesaran sriwijaya.
sekelompok abdi raja yang menguasai kemampuan para prajurit dan tak terkalahkan. pertanyaanya adalah apa mempunyai informasi tentang orang – orang bergelar “pu” ini atau tahu sebuah buku/rujukan yang membahasnya. mohon dijelaskan. terimakasih.

sebuah buku pernah kubaca, buku yang pada tahun 70-an dilarang terbit di indonesia tapi, menjadi kajian penting dinegeri luar (beruntung aku punya satu) katanya sekarang ada di yale university tentang kuntala, sriwijaya dan swarna dwipa.
disitu dijelaskan banyak hal – hal yang sedikit bertentangan dengan sejarah yang diketahui umum.
dilain pihak aku juga sangat tertarik dengan sebuah kata “pu” yang disebut – sebut sebagai orang – orang yang sangat berperan di masa kebesaran sriwijaya.
sekelompok abdi raja yang menguasai kemampuan para prajurit dan tak pernah terkalahkan. karena dari cerita – cerita legenda sumatera selatan khususnya palembang cerita tentang orang – orang ini seringkali disebut – sebut. aku ingin tahu apakah ini hanya sekedar legenda atau merupakan bagian dari sejarah yang belum terungkap. pertanyaanya adalah apa mempunyai informasi tentang orang – orang bergelar “pu” ini atau tahu sebuah buku/rujukan yang membahasnya. mohon dijelaskan. terimakasih.

memang banyak buku yang dahulu di bredel!tetapi sekarang banyak kok buku yang dahulu dibredel diterbitkan lagi. contohnya buku milik Slamet muljana, yang menyatakan bahwa wakli songo berasal dari Cina, buku ini di terbitkan lagi, kok!
memangbuku itu kontrofersial,namun buku itu tidak benar diperlakukan seperti itu, karen buku itu pastinya telah melalui metode dan penelitian sejarah yang panjang. say tertarik pengen liat buku milik anda?saya ingin memfokuskan diri pada sejarah hindu-Budha dan seajrah kolonial.
sya tidak bisa mengindentifikasi ‘pu” saat zaman sriwijaya, namun ‘pu dalam kerajaan di jawa dapat saya terangkan.
‘pu” pada saat zaman mataram dapat diartikan sebagai gelar kebangsawanan, seperti pu sinduk, seorang raja dari medang kamulan.
pu itu buisa diartikan sebagai seorang pujangga, kit atidak mempermasalahkan tentang penyebutan Mpu atau pu, pujangga itu seberti pu Prapanca, orang-orang yang mengarang kitab negarakertagama.
pu juga orang yang dapat membuat keris, karen amemiliki ilmu yang linuwih, dalam pembuatan keris biasanya harus menggunakan batu meteor agar memiliki yoni yang besar, atau kodam didalamnya, pembuatan keris untuk peganggan berbeda dengan buat senjata. keris sebagaian besar sebagai kodam kewibawaan atau sebagi sipat kendhel.
Boleh tahu nama anda, kuliah dimana?

wah tanaya keliahatannya kamu mahir dengan sejarah hindu budhadi Indonesia, kalo boleh nanya dalma konsep agama hindu dewa tertinggi itu apa ya ? saya bingung dengan 3dewa yang ada dalam agama hindu. sedangkan dalam agama Budha bagaimanakah kedudukan dewa langit sebagai seorang dewa kayangan yang dalam memerintah dunia dibayangbayangi oleh Budha Julai (Sidarta)?
makasih

saya belum mahir kok tentang Hindu-budha.biasa aja bila ada keslahan saya mint atolong tuk diingatkan.
tolong digaris bawahai bahwa agama Hindu di Indonesia berbeda dengan agama hindu di India.
mengenai dewa tertinggi tegantung atas kepercayaan masyarakat. masyarakat memiliki kepercayaan siapakh yang akan ditempatkan menjadi dewa tertinggi. Ada raja zaman Singosari yang bernama Wisnuwardhana yang menyembah dewa wisnu sebagi dewa pelindung. kemudian pada zaman majapahit, Hayam wuruk menyembah dewa syiwa.sedangkan untuk brahmana sendiri jarang saya temui. Pemilihan dewa tertinggi bisa dilihat pada peningglan Candi, seperti candi Prambanan bisa dikatakan bahwa masyarakat pada waktu itu menyembah dewa syiwa, mengapa? karena bagian tengah komplek candi prambanan adalah candi syiwa yang terdapat pantung Syiwa.
masyarakat yang menyembah dewa itu bisa juga dilihat dari perwujudan raja ketika wafat. contohnya wisnuwardhan atadi diwujudkan sebagi wisnu, atau Airlangga diwujudkan sebagi wisnu dengan menaiki garuda.
Dewa langit adalah konsep dari bangsa Cina, di Cina telah terjadi akulturasi antar agama Budha dengan falsafah Cina. Hal itu melahirkan yang disebut Tri Dharma.menurut say hal itu adalah sebuah kepercayaan yang berasal dari Cina. setahu saya agama budha tidak mengenal hal itu.
terima kasih pertanyaannya.

menilik pertanyaan diatas mengenai tiga dewa saya coba menambahkan pernyataan tanaya, semoga dapat membantu.
secara umum konsep tiga dewa brahma, siwa dan wisnu diagungkan dan disembah menurut fungsinya masing – masing. brahma sebagai pencipta, siwa sebagai dewa penjaga dan wisnu sebagai pelindung. dalam kedudukan brahmalah yang meduduki posisi tertinggi namun masyarakat hindu pada umumnya lebih memuja siwa, mungkin dikarenakan karakter siwa sebagai penjaga yang jika sedang “tenang” akan mengayomi namun, jika sedang murka akan menghancurkan. sedangkan mengenai posisi dewa langit dalam agama budha hanya terdapat pada aliran budha tridarma saja, yang merupakan pembauran agama budha dengan animisme di china kuno yang berlaku sejak datangnya biksu dharma dari india ke china.

terima kasih,infonya!
bisa menambah pengetahuan kita!
semoga blog gini bisa menjadi forum kita untuk berbagi ilmu dan open mind.
terima ksih buat ell

jika anda mengatakan kalau banyak buku yang dibredel diterbitkan lagi mungkin buku milikku juga sudah diterbitkan lagi tapi, setahu ku disini di palembang aku belum menemukan buku-buku yang dimaksud. judul buku kuntala, sriwijaya dan swarnadwipa yang ditulis oleh Prof. Dr. Slamet Muljana, terbitan tahun 1981.
oya, sebelumnya akan ku ceritakan sedikit tentang legenda para “pu”, yang pernah kutanyakan sebelumnya. “pu” yang tercatat dalam sejarah didalam legenda kami disebut para panglima, ada 133 orang panglima.
akan tetapi, beda dari “pu” yang dimaksud tanaya. “pu” yang dimaksud tanaya adalah suatu gelar bangsawan, sementara “pu” dalam legenda kami bukanlah seorang bangsawan, mereka hanyalah orang – orang biasa yang kesehariannya hidup sebagai rakyat biasa (petani, nelayan bahkan pedagang,dll) dan hanya turun berperang atas perintah langsung dari raja sriwijaya. mereka menguasai banyak ilmu bukan hanya ilmu perang tapi juga geografis dan keahlian lainnya, menguasai tehnik berperang didarat, sungai dan laut. mereka inilah yang pertama kali menggunakan perahu-perahu bidar seperti yang selalu digunakan dalam festival di sungai musi sekarang ini untuk menyusup kemarkas musuh dimalam hari. keberadaan mereka disisi raja menjadi legenda yang selalu diceritakan oleh nenek buyutku dulu juga orang – orang tua disekitar kami.
ada sesuatu yang juga menjadi pikiranku selama ini, para arkeolog sekarang menganggap tidak ada bukti peninggalan sejarah sriwijaya di wilayah seberang ulu akan tetapi tidak menurut penduduk lama disini, dulu ketika jaman belanda disebuah perkampungan terdapat banyak batu besar yang setinggi tegak manusia dengan banyak ukiran yang berserakkan namun entah sejak kapan batu -batu besar itu satu-persatu “hilang”, hal ini bukan sebuah cerita saja akan tetapi sungguh ditemui oleh ibuku sendiri yang pada masa itu berusia belasan tahun.
duh, ma’af ya ceritanya kepanjangan. aku juga senang bisa menulis diblog ini tapi, aku bukan seorang ahli sejarah atau mahasiswa jurusan sejaran, aku hanya seorang karyawan biasa pada sebuah perusahaan swasta yang sangat tertarik pada sejarah terutama masa kerajaan sriwijaya.

untuk ell
memang ada perbedaan antara ‘pu”perspektif say dengan “pu”perspektif anda. nah, dengan begini saya dapat tambahan ilmu pengetahuan dari andsa terima kasih.
tentang buku kuntala tadai lom terbitt,kok.buku karangan slamet muljana yang sudah diterbitkan kembali seperti kerajaan sriwijaya, negerakertagama, dLL
kalau boleh ususl buku itu lebih baik anda kasihkan ke penerbit untuk diterbitkan kembali ,untungnya yaitu kita dapat berbagi ilmu dengan orang lain dan kita mungkin dapat fee.
aku juga masih bingung tentang letak Sriwijaya, banyak sekali penelitian tentang hal itu. tetapi hal memnag debatable, semuanya ada buktinya dan ada faktanya,sebagai orang yang belum banyak tahu kita terimna dahulu semuanya, kemudian kita telaah secara matang. Seperti letak sriwijaya, soekmono mengatakan terdapat di Palembang, ada yang mengatakan sriwijaya terletak di jambi.
besok tentang bahan letak sriwijaya akan segera tak masukin blog,terutama untuk menambah pengetahuan kita tentang letak sriwijaya!oke!
cerita-cerita yang diutarakan oleh para nenek kita memang penting, karena hal itu sebagai fakta sejarah.dari cerita itu kita tergugah untuk melakukan penelitian. cerita hal itu dapat dijadikan sebagai local wisdom atau kearifan lokal. banyak sekali cerita dijawa yang dapat menerangkan lokal wisdom. cerita-cerita yang diutarakan oleh nenek kita terkadang masih bersifat simbolik. maka kajian atas simbol-simbol itu perlu pendalaman yang mendalam.
sejarah itu mudah kok!dengan ini kita dapatt menambah pengetahuan. Terima Kasih

letak sriwijaya memang masih menjadi perdebatan bahkan belum lama nama “sriwijaya” jadi rebutan beberapa negara diantaranya malaysia (seperti biasa…), thailand, vietman, india bahkan srilanka.
denger – denger bahkan sampe sidang di PBB segala. tapi yup….dimenangkan indonesia tentu saja. dikarenakan dinegara-2 tsb memang terdapat peninggalan sriwijaya berupa arca dan bangunan namun monumen bersejarah seperti prasasti dan kompleks candi lebih banyak terdapat diindonesia. (walo gak menutup kemungkinan Malaysia juga pernah menjadi salah satu kota besar di jaman sriwijaya-meski bukan merupakan ibukota/tempat tinggal raja karena ditemukannya sebuah reruntuhan kota di pedalaman Johor oleh Raimy Che-Ross yang diprediksi sebagai reruntuhan kotaGelanggi yang pada tahun 1025 diserbu pasukan Chola),
ada juga sebuah film dokumenter produksi jerman tentang sriwijaya di Sumatera.
namun didalam buku kuntala, sriwijaya dan suwarnadwipa letak sriwijaya lebih dipastikan berada di palembang.
dan seperti yang tanaya sarankan aku akan coba cari penerbit untuk menerbitkannya kembali, dan juga sekaligus mencari buku-buku tua yang lain aku inget masih ada beberapa yang dipinjem kenalanku.
oya, kalo boleh minta bantuan tanaya nih. bisa gak kasi tau tentang buku – buku tentang sriwijaya yang udah terbit.
diantaranya ada gak buku :
1. judul : perdagangan awal indonesia (kajian asal usul kerajaan sriwijaya ) oleh O.W.WOLTERS yang diterjemahkan ke bhs Indonesia oleh Koesalah Soebagio Toer.
2. Suma Oriental
3. Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and The Malay Peninsula oleh Paul Michel Monoz.
4. The Fall of Srivijaya in Malay hystory oleh O.W.WOLTERS
Terima kasih

maaf lam untuk membalasnya bukunya masih saya usahain,karena sekarang lagi libur kuliah nanti saya komen lagi!
say aboleh naya gak alamt e-mail ell apa?kemarin say kirim pake e-mailku kok gagal.pake telkom,ya?

ya, pake telkom.
l_anbu@telkom.net
kalo yang di yahoo: azhura_dome@yahoo.co.id.
senang bisa mengenal anda.
tidak perlu diburu – buru. biasa saja…..

artikelnya bagus banget, tulis terus tentang sejarah? hidup sejarah!

saya hanya mau bertanya, mengenai putra mahkota ratu simo dari kerajaan holing yang dipotong kakinya karena terantuk karung emas raja tache siapa yang namanya. terus mengapa kira-kira ada gak informasi yang mengatakan bagaimana kerajaan holing bisa runtuh. thanks atas jawabannya. urgently needed

Kurang lengkap karena masih blm ada nama lokasi,Raja-raja,maupun peninggalan yang telah ditemukan seperi halnya dikrajaan holing.

mengenai putra mahkotanya say tidak banyak tahu.
memang sulit untuk mengetahui detail dari kerajaan Holing,hal itu disebabkan karena kurangnya dta atau fakta sejarah yang ada.
kurang lengkapnya data yang berikan,say mengharapkan agar kakqk2 sekalian membaca buku,karen diinternet infonya sangt terbatas dan sulit untuk dipertanggungjawabkan

sebelumnya aku minta ma’af dulu ya soalnya gak banyak juga yang aku tau tentang ho-ling ( aku mengkhususkan diri untuk menjadi data tentang sriwijaya aja…) tapi, menurut buku yang aku baca ho-ling itu kemungkinan adalah transliterisasi dari kalingga atau keling, letaknya di lembah sungai brantas di bagian timur pulau jawa. wangsa sanjaya sepertinya merupakan keturunan dari kerajaan ini. ho-ling atau keling atau kalingga mungkin tidak sepenuhnya runtuh, melainkan berpindah dan berganti nama, menurut beberapa sumber kerajaan ini pindah karena sering kebanjiran.
dibawah ada artikel tentang kalingga yang aku copy dari wikipedia.
coba cari lagi di google dengan nama sandi keling atao kalingga atau ratu shima.
kalo buku yang dibaca aku kurang tahu. kalo buku yang aku baca sih judulnya “Kuntala, Sriwijaya dan Suwarnabhumi” yang disusun oleh Prof. Dr. Slamet Muljana. coba di cari. disini lebih dibahas tentang letak kerajaan ho-ling dan transliterisasi namanya.
“Kalingga adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Tengah, yang pusatnya berada di daerah Kabupaten Jepara sekarang. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya.
Putri Maharani Shima, PARWATI, menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama MANDIMINYAK, yang kemudian menjadi raja ke 2 dari Kerajaan Galuh.
Maharani Shima memiliki cucu yang bernama SANAHA yang menikah dengan raja ke 3 dari Kerajaan Galuh, yaitu BRATASENAWA. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama SANJAYA yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732M).
Setelah Maharani Shima mangkat di tahun 732M, Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan KALINGGA UTARA yang kemudian disebut BUMI MATARAM, dan kemudian mendirikan Dinasti / Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno.
Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari TEJAKENCANA, yaitu TAMPERAN BARMAWIJAYA alias RAKEYAN PANARABAN.
Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga, Raja KALINGGA SELATAN atau BUMI SAMBARA, dan memiliki putra yaitu RAKAI PANANGKARAN.”
semoga bisa membantu…..

tentang wangsa sanjaya ada kemungkinan jatuh karena politik perluasan wilayah dari sriwijaya. Balik ke sriwijaya, aku dengar sebuah cerita dari salah satu keturunan “suku lama” (perlu diketahui masyarakat asli palembang terbagi dalam dua golongan satu yang mengaku sebagai keturunan palembang asli yaitu masayakat yang kami sebut sebagai ‘orang palembang darusalam’ dan satu lagi disebut orang palembang lamo. jumblah orang keturunan palembang lamo sangat sedikit dan hamoir tak bersisa, beberapa ayg adapun tidak terlalu ambil peduli akan masalah itu, akan tetapi cerita sejarah versi orang palembang darusallam dan orang palembang lamo sangatlah berbeda bahkan sangat berlawanan, orang palembang lamo keberadaannya kurang atau bahkan tidak diakui sama sekali oleh masyarakat palembang darusallam)
cerita tentang srivijaya versi orang palembang darusallam dan orang palembang lamopun berbeda. salah satunya adalah keberadaan kerajaan sriwijaya yang menurut orang palembang lamo telah berdiri lama sebelum abad ke-6, bahkan dapunta hyang pun bukanlah pendiri dari kerajaan ini, akan tetapi merupakan salah satu raja atau pemimpin yang berjaya, letak sriwijaya di palembang dahulu sangat dekat dengan malaka bahkan ada juga sebuah sumber yang menyatakan adanya jalan darat antara sriwijaya dan malaka yang sekarang ini telah tenggelam didasar selat malaka dan hanya bisa dilihat melalui satelit saja. oleh karena itu aku berpikir jangan – jangan selama ini para ilmuwan sudah salah meneliti awal mula jalur pelayaran bukannya melalui selat malaka melainkan berputar melalui bagian bawan pulau sumatera?
bentuk kerajaan sriwijayapun sepertinya bukanlah sebuah kerajaan yang umum dimasa itu melainkan sebuah kerajaan dengan sistem negara/kerajaan bagian yang berarti memiliki banyak kerajaan dengan banyak ibukota yang pemerintahannya berpusat dipalembang.
dengan begitu penjelasan kenapa banyaknya negara seperti malasya, thailand, vietnam bahkan srilanka, selain indonesia berusaha mengklaim nama ini.
satu hal lagi dalam beberapa literatur disebutkan penduduk sriwijaya tinggal disebuah teluk dengan rumah yang terapung atau rumah rakit, dan juga banyak buaya aku sudah coba cari keterangan di beberapa daerah dan mendapatkan kesimpulan bahwa budaya bertempat tinggal dirumah rakit hanyalah umum ada dipalembang, dijambi dan beberapa daerah lain juga ada akan tetapi semuanya adalah anak cucu dari orang pelembang yang merantau. sebuah jalur sungai purba pernah kulihat sebelumnya sangat dalam dan beberapa masih menjadi sarang buaya, lokasinya di belakang hutan wisata “punti kayu” sekarang ini, beberapa lokasi merupakan rawa-rawa dan sebaian kecil telah dijadikan kebun karet.
keberadaan bukit siguntang yang sekarang ketinggiannya sudah jauh berkurang, mungkin sebagian telah runtuh, dan menghancurkan benteng batu yang dulu mengelilingi ibukota ini dan juga pelabuhannya.

bOLEH KAH MEMBERITAHU TENTANG PENGARUH hINDU DALAM SISTEM PEMERINTAHAN MELAYU? TERIMA KASIH.

untuk gambir,
pengaruh hindu tetap ada dan sama aja dengan dengan kerajaan2 lainnya namun ada beberaapa yang unik dari setiap kerajaan, yang unik inlah yang belum saya ketahui

pada masyarakat melayu sekarang ini yang bisa diamati lebih dominan adalah pengaruh agama islam, akan tetapi pengaruh agama hindu masih tetap melekat seperti tata cara upacara pengantin, mitos-mitos sederhana dalam kehidupan sehari-hari dsb. sulit untuk menjabarkannya disini karena dalam masyarakat melayu sendiri banyak pengaruh yang sudah sangat membaur….bukan hanya hindu dan islam, juga budha, china dll.
buat tanaya apa yang saya janjikan telah saya kirimkan pada tanggal 05 Juni 2008 sesuai dengan alamat yang anda kirimkan, ma’af jika makan waktu yang agak lama dari janji kita. apakah sudah anda terima….. ?

salam kenal semuanya..
sedikit menambahkan dri bebeapa buku yang telah ada, untuk informasi kerajaan ho-ling juga dapat dilihat di buku sejarah kebudayaan indonesia-nya soekmono yg jilid kedua. tentang hubungan antara Sima dengan dengan Sanna yg kemudian menurunkan dinasti Sanjaya sebenarnya masih sangat bersifat spekulatif, hal ini didasarkan pada beberapa data yg didapat dari beberapa prasasti salah satunya adalah prasasti bumishankara yang ironisnya sekarang tidak diketahui dimana rimbanya. dulunya prasasti ini berada di museum adam malik. untuk informasi lainnya kalau tidak salah dapat dilihat dalam hasil penelitian niels mulder tentang wangsa syailendra. untuk informasi yg sangat komprehensif dan updateable tentang Sriwijaya bisa cari informasi di bpk. bambang budi utomo. apabila rekan-rekan tertarik pada kerajaan Singhasari dan Majapahit, sebenarnya terdapat hipotesis yg tebaru tentang genealogis urut-urutan raja-raja Singhasari yg berbeda dengan apa yg selama ini kitaketahui yg bersumber pada hipotesis bpk. hassan dja’far. hal ini berkaitan dengan adanya terjemahan terbaru dari lempengan-lempengan prasasti mula-malurung yg diketemukan th. 1975 dan sempat disinggung dlm bukunya bpk. slametmuljana.

assalamu’alaikum…..
saya mau minta bantuan, tolong jelaskan yang lebih singkat lagi tentang asal usul hindu-budha???
terima kasih.
wassalamu’alaikum

tolong donk kasih2 tw bukti2 sistem pemerintahan seni budaya seni pahat,sastra,bangunan, yg di pengaruhi agama hindu.

unsur lokal na pa n dr unsur india na pa yg mempengaruhi unsur lokal tersebut.,.,

jd kayak semacam akulturasi gt…
tp cuman pengaruh ja belum ke alkulturasi.

terima kasih
tolong di jawab

ga LengkaP niH

untuk,ell:
maaf, aku belum terima kirimanmu, tolong aku dikasih no.Hp.dan liat e-mail kamu.oke!

to: Adrian….
gimana caranya untuk menghubungi bpk. bambang budi utomo?
melalui e-mail, alamat rumah, beliau punya stus pribadi?
apakah beliau sudah menerbitkan buku? bukunya bisa didapatkan dimana?
terima kasih informasinya…

holingnya yg lengkap dunkkkk

aku ada.beberapa artikel dari bpk.bambang budi utomo,sok aku posting.

kata holing itu berasal dari mana si…..?
tolong jawab ya…..

jwab donk…
isi dari prasasti yupa kerajaan Kutai.. kan ada beberapa baris…. tolong donk isinya, tapi yang udah diterjemahkan yagh… pliiiiiiizzzzzz……

saya tidak tahu letak geografisnya kerajaan kutai,tarumanegara,and sriwijaya

kapan kerajaan bali berdiri

kapan kerajaan bali berdiri?

udah cukup bagus

yang punya blog orang muslim tapi ngebahas budaya kafir !!! emang dasar lo muslim ktp!! kalian harusnya mempelajari sejarah islam bukan sejarah kafir

kata ho-ling merupakan transliter dari bahasa cina, yang kemungkinan besar bahasa indonya kaling ato kalingga. belum ada kepastian 100%, sih tapi kemungkinan besarnya…itu…..

eh, gimana kalo mo post foto ya……?
soale tar aku mo post foto candi di dalam tanah yang kemungkinan besar peninggalan kerajaan sriwijaya….yang baru aja ditemuin, sudah sekitar 1 ato 2 taon ini, sayangnya belum ada penanganan serius dari pihak terkait jadinya tu candi tetep mendem aja dibawah tanah, yang nongol kepermukaannya cuma stupanya doang, ditengah sawah…..kalo diliat ukuran, sih kemungkinan lebih besar dari borobudur, masalahnya gak tau tu candi bentuknya utuh satu candi kayak borobudur ato merupakan sebuah komplek candi.
tar kalo udah lengkap datanya aku mo post disini, masih ngumpulin beberapa minimal perkiraan luasnya lokasi candi……

lam kenal aja, mau nanya nih ! Ada ga ya artikel tentang sistem budaya di indonesia pada masa kerajaan hindu budha.

Kalo ada tolong dunk artikel nya, n situs nya apa y ?

Thanx

Ada gak artikel sejarah maritim yang membahas tentang pelabuhan Tuban. Makasih

faktor apa saja sih yang menyebabkan maju mundurnya kerajaan hindu dan budha di indonesia

kak bleh nanya
kerajaan holing itu punya prasasti gak seh ..
isinya apa kak
mhon dibales

tidak ad faktor tetap dalam sebuah perjalnan sejarah. namun, bila ingin meneliti faktor maju-mundurnya sebuah kerjaan yang bercorakkhan hinsu-budha harus dilihat kerajaan mana dan apa, contohnya, sriwijaya maju karena sebagi negar maritim, majpahit runtuh akibat perang asudra, mak perlu memilah-milah kerjaan yang dimaksud, kita tidak bisa hantam secar keseluruhan

holing, say belum tahu prasastinya pa namany, coba nanti say cari

kurang lengkap baneget tuch….
gak ada nama raja,tanggal,tempat, n’ peninggala-peninggalannya…..

samMy… kalo mau tahu tentang sejarah bali mulai baca prasasti Sanur cikal bakal berdirinya Dinasti Warmadewa

saya sudah mencari di mana -mana tentang masa kekuasaan ingris pada jaman kbudayyan hindu budha . Pak saya moon dengan iklas supaya mmbantu saya dalam mencari situs ini.
god bless you. thank’s.

gk lengkap

maaf, hany ini yang bisa say mampu.mungkin kalo ada artikel lagi akan say post.terima kasih telah mengunjungi blog say

hai ikt gbg ya..

bs jlsin g p’bdaan n p’smaan sistem k’kuasaan d’kerajaan hindu-budha dan islam?!
thank’z..
jwb yach..

oh ya nama-nama kerajaan di buddha apa ya,,tolong lah di buat di web ini

Ikutan komentar nih tentang ‘Pu’. Pu atau Po itu gelar bangsawan Nusantara. Raja-raja Campa gelarnya Po, begitu juga bangsawan-bangsawan Aceh ada yang menggunakan gelar Po, Pocut, Polem.

Dalam cerita Komering ada beberapa Pu Hyang yang membentuk tujuh kapuhyangan rumpun Sakala Brha: Pu Hyang Ratu Sabibul, Pu Hyang Kaipatih Kandil, Pu Hyang Minak Ratu Damang Bing, Pu Hyang Umpu Sipadang, Pu Hyang Minak Adipati, Pu Hyang Ratu Penghulu, Pu Hyang Umpu Ratu, Pu Hyang Jati Keramat.

Jadi orang yang bergelar Pu bukanlah rakyat biasa, termasuk juga di Jawa (Pu Sindok, Pu Prapanca, dll).

Kalau kita perhatikan, zaman dulu gelar-gelar dan atribut kerajaan itu seragam, tapi di Jawa setelah Majapahit runtuh menjadi berubah. Kerajaan Mataram kuno dulu namanya “Kadatwan Rahyangta i Medang i Bhumi Mataram”. Kedatuan mestinya dipimpin oleh seorang Datu(k), sebagaimana Keratuan dipimpin oleh seorang Ratu atau Kapuhyangan dipimpin Pu Hyang. Sekarang hanya istilah kedaton atau keraton saja yang tersisa di Jawa.

Kelihatannya masuknya agama Islam cukup berperan dalam menyingkirkan atribut-atribut pra-Islam tersebut.

Leave a response

1 Comment

  1. Tenggarong : the old Hindu kingdom and the new coal and palm oil kingdoms | Sumatra to Papua : village by village said,

    […] Chinese records refer to Mulawarman’s grandfather as ‘Raja Devavarman’ (see https://roysianipar.wordpress.com/arsip-sejarah-zaman-kuno-utk-generasi-muda-batak/). Mulawarman’s grandfather was probably Indonesia’s earliest Hindu […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: