Bangsa Indonesia yg Dilandak Teka-Teki selama bangsa INI dan Negarnya tdk berbakti Utk membangun masa depan yg Baik.tanpa kolusi dan social issue yg harus sama dgn social issue di luar negri.maka inilah akbiat nya .

 

 

Fakta Bom Bali I, Siapa Yang Berada Di Balik Peristiwa Bom Bali I?      
Sabtu, 29 November 2008 16:37

Tiga terpidana mati Amrozi Cs telah dipanggil Allah SWT. Tapi masih banyak orang belum mencermati secara jeli peristiwa itu. Tulisan berupa kilas balik ini sekedar mengingatkan Anda semua atas peristiwa itu.

Pulau Bali mempunyai nama lain sebagai pulau Dewata, karena memang dikaruniai oleh Alloh SWT memiliki keindahan panorama alam, khususnya panorama di pantai Kuta. Karena keindahannya, tidak mengherankan jika para wisatawan selalu berdatangan silih berganti, baik wisatawan lokal (domestik) maupun turis asing. Karena banyaknya wisatawan asing, sampai-sampai ada tempat hiburan yang dikhususkan untuk para turis asing; Paddy’s Bar dan Sari Club.

Pada hari sabtu tanggal 12 Oktober 2002 menjelang tengah malam tiba-tiba sebuah bom meledak di Paddy’s Bar tempat para turis asing berpesta pora.

Seketika itu juga aliran listrik padam, sehingga sepanjang jalan Legian Kuta gelap gulita. Dalam hitungan detik sesaat kemudian muncul cahaya terang yang memancar membentuk awan, semburan api raksasa terlihat hampir bersamaan dengan terdengarnya ledakan dahsyat. Disusul dengan bom kedua di Sari Club, yang efeknya terdengar sampai radius puluhan kilometer, dan jaring-jaring bangunan berhamburan ke udara sampai 50 meter tingginya.

Indonesia tersentak, tak menyangka akan terjadi targedi Bom Bali I tersebut, sementara pemerintah Amerika – Israel – Australia dan pemerintah barat lainnya tidak kaget atau pura-pura kaget atas kejadian yang mengakibatkan sebagian warganya jadi korban. Sangat disayangkan, pemerintah Indonesia tidak segera mengambil sikap, tidak seperti pemerintah Amerika yang cepat membuat pernyataan “Amerika under Attack” (Amerika sedang diserang) yang langsung diikuti penutupan akses keluar dari Amerika, baik yang lewat udara maupun laut.

Sementara pemerintah Indonesia bingung, tidak tahu apa yang harus dan cepat dilakukan untuk melindungi rakyatnya. Pintu ke luar masuk, baik jalur udara maupun laut dibiarkan terbuka lebar, sehingga kalau ada dugaan keterlibatan pihak asing, maka barang-barang bukti akan lenyap dibawa lari ke luar negeri. Yang tersisa hanya bukti lokal, yang menyebabkan rakyatnya sendiri jadi korban tuduhan.

Bom jenis apa yang meledak di kedua tempat hiburan Paddy’s Bar dan Sari Club? Siapa yang pantas tertuduh sebagai pelaku utamanya? Para pembaca dipersilahkan untuk mengambil kesimpulan sendiri setelah membaca berita dan cara penanganannya.

Setelah bom meledak, dalam tempo 5 mikro-detik detonasi yang sangat dahsyat berupa gelombang tekan (shock wave) berkekuatan satu juta kaki perdetik membongkar jalan yang berada di depan Sari Club. Aspal, batu dan tanah dengan berat dua ton-an terlempar berhamburan ke udara, sementara tanah dan pasir berputar ke segala arah bak angin putting beliung, mampu memotong tubuh para turis menjadi seperti mie kwetiau.

Potongan-potongan tubuh manusia terserak sampai beberapa blok jauhnya, sedang yang berada pada radius demosili yang panjangnya 200-an meter akan tewas meski dengan tubuh utuh, tapi tulang belulangnya patah dan remuk redam bak bandeng presto.

Ledakan bom tersebut menewaskan 202 orang, melukai sekitar 300 orang, menghancurkan 47 bangunan, beberapa mobil terlempar ke udara sampai enam meter dan membakar ratusan mobil dari berbagai merk dan jenis. Potongan-potongan besi bangunan juga patah-patah dan bengkok oleh kuatnya tekanan ledak, kaca bangunan beterbangan ke segala arah, getaran akibat ledakan bom bisa dirasakan sampai radius 12 kilometer.

Belum juga pihak kepolisian Indonesia selesai mengadakan penyelidikan, tiba-tiba keluarlah beberapa pernyataan dan tuduhan dari pihak pemerintahan Barat. Presiden AS George Walker Bush sudah mendahului menuduh Al-Qaidah sebagai dalangnya, yang akan diamini oleh negara-negara barat yang lainnya. Sementara, Lembaga Studi Pentagon dan Israel menuduh Jamaah Islamiyah yang melakukannya.

Dengan munculnya beberapa pernyataan dari negara-negara kuat yang mendahului hasil penyelidikan pihak kepolisian, sudah barang tentu sangat mempengaruhi independensi dan obyektifitas proses penyelidikan kepolisian Indonesia. Cecaran negara-negara barat tersebut jelas membuat kepolisian Indonesia ketar–ketir dan ketakutan, karena merasa mendapat intervensi. Walau masih tetap melakukan proses penyidikan dan penyelidikan, tapi sudah tidak bisa mandiri lagi.

Perhatikan dari perkembangan pernyataan-pernyataan yang disampaikan pihak yang berkompenten :

Pertama, Pada hari awal pasca ledakan Tim Mabes Polri mengadakan kajian bersama dengan Tim FBI, sudah berani membuat pernyataan: “Berdasarkan efek ledakan bom, besar kemungkinan material yang digunakan dari jenis C-4,” kata Kabag Humas Polri Irjen Polisi Saleh Saaf. Pernyataan tersebut diperkuat oleh keterangan Kepala BIN AM Hendropriyono, “Ya, salah satu dari bom yang dipakai adalah C-4,” disampaikan saat berkunjung ke TKP tanggal 19 Oktober 2002.

Kedua
,
Mark Ribband seorang ahli dan praktisi eksplosif Inggris mengatakan kepada AFP (15/10/02): “Bom C-4 memang diproduksi oleh beberapa negara, tetapi produsen utamanya adalah AS dan Israel”. Dia menambahkan: “Meskipun relatif gampang dibawa dan mudah diselundupkan, bom plastik ini tak bisa diperoleh sembarangan pihak, selain amat sulit juga mahal”. Melihat dampaknya, dia percaya bom di Bali itu punya daya ledak yang luar biasa, kalau benar itu C-4, tentu itu C-4 yang amat powerfull.

Ketiga,
Joe Vialls, ahli bom dan investigator independen yang bermukim di Australia punya pendapat yang berbeda. Menurut hasil investigasi dan analisanya, bom yang meledak di Bali itu lebih dari C-4. Menurutnya, C-4 itu hanya hebat di film-film Hollywood yang dibintangi Sylvester Stallone atau Bruce Willis. C-4 itu sebenarnya hanya lebih baik dari TNT. C-4 yang standar terbuat dari 91% RDX dan 9% Polyisobotciser dan daya ledaknya 1,2 kali lebih baik dari TNT. Yang pasti kata Joe Vialls: “Skenario bom C-4 tak bisa menjelaskan mengapa bom Bali menimbulkan cendawan panas dan kawah yang cukup besar.

Adanya cahaya dan cendawan panas setelah lumpuhnya aliran listrik serta munculnya kawah, bisa menjadi indikasi yang spesifik dari hadirnya senjata micronuclear. Sejumlah kalangan mempertanyakan tidak adanya radiasi sinar gamma dalam kasus tersebut. Karena radiasi gamma dan neutron tidak terdeteksi, mereka menyimpulkan tak mungkin ada mikronuklir di Bali. Sanggahan itu sekilas masuk akal, tapi sebenarnya menunjukkan kurangnya wawasan akan khasanah senjata nuklir”.

Keempat,
Nuklir konvensional memang selalu menghasilkan radiasi radio aktif, sementara yang dipakai di Bali adalah mikronuklir non konvensional yang disebut SDAM (Special Demolition Atomic Munition). Dilengkapi reflector neutron, mikronuklir ini didesain sedemikian rupa hingga tidak sampai menghasilkan sinar gamma dan neutron yang gampang disidik oleh alat Geiger Counter, limbah yang dihasilkan SDAM itu berupa awan panas dan sedikit sinar alpha. Maka jika mendeteksi radiasi mikronuklir SDAM dengan menggunakan alat itu jelas salah alamat, pasti tak akan terukur adanya radiasi gamma dan neutron, kecuali memang di TKP terdapat bahan radioaktif Uranium.

Sedangkan bahan yang dipakai untuk membuat SDAM umumnya adalah Uranium 238 dan Plutonium 239. SDAM tidak meninggalkan jejak radiasi neutron dan atau sinar gamma, hanya menghasilkan panas dan sedikit pertikel alpha. Partikel itu tersedia dalam jumlah amat sedikit, sekitar satu partikel dalam radius dua meter. Itu pun bisa hilang atau tidak terdeteksi setelah TKP kena hujan, atau partikel terhirup oleh para korban yang telah dievakuasi dan diabukan di Australia. Persoalannya, para petugas kepolisian sudah kehilangan momen dan kesempatan untuk menjejak partikel alpha yang menjadi ciri khasnya.

Kelima,
Kepala Staf TNI Angkatan Bersenjata (KSAD) Jenderal Ryamizard Riyacudu (kini sudah pensiun) mengatakan: “Saya yakin bahwa bom yang meledak di Bali adalah buatan luar negeri, dan bukan buatan orang Indonesia. Bom yang begitu dahsyat seperti itu tidak mungkin produk dalam negeri, itu pasti produk luar negeri”, ujarnya usai memberikan pengarahan kepada prajurit Kopassus Grup 2 dan Brigif 413 Kostrad di Markas Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan Solo (12/11/02). Menurut Ryamizard, “Indonesia sampai saat ini belum mampu membuat bom Atom, bom Napalm, Mikronuklir atau sejenisnya. Tapi kalau ada orang kita yang disuruh saya tidak tahu, serahkan saja pada polisi. Tapi saya yakin ada orang luar yang terlibat,” jelasnya.

Keenam, Kapten Rodney Cox, seorang tentara Australia mengomentari kejadian meledaknya bom Bali. Dia menyaksikan langsung dahsyatnya bom tersebut, karena berada di dekat TKP, katanya: “Saya pernah mengikuti kursus Demosili, tapi tak pernah menyaksikan efek ledakan yang begitu hebat”.

Kesaksiannya yang cukup detail itu mengundang analisis lebih jauh terhadap identitas bom Bali. “Pernyataan listrik mati sebelum adanya kilatan cahaya pra ledakan telah menjadi petunjuk kuat dan tak terbantahkan, bahwa masa kritis dari suatu senjata mikronuklir telah tercapai” kata Joe Vialls.

Perhatikan Rongsokan Beton Besi yang berantakan pada bangunan yg bertanda merah – menunjukkan betapa dahsyatnya effect bom tersebut… (bom TNT???)

Bom kecil di Paddy’s Bar hanya menimbulkan kerusakan lokal, 10 detik kemudian meledaklah bom ke-2 di Sari Club yang sangat dahsyat, menyebabkan seluruh aliran dan jaringan listrik di kota saat itu lumpuh total oleh pengaruh gelombang elektromagnetik SREMP (Source Region Electromagnetic Pulsa) yang dipancarkan mikronuklir pada titik kritisnya. Pulsa Elektromagnetik itu merambat melalui semua medium pada kecepatan cahaya (300.000 km/jam). Karena itu Kapten Cox menyatakan, bahwa listrik mati sebelum dia menyaksikan semburan api dan awan panas di atas permukaan jalan. Laporan yang disusun oleh Kapten Jonathan Garland, wartawan koran resmi Angkatan Bersenjata Australia itu rupanya telah membuat keki dan blingsatan pemerintah dan petinggi militer Australia. Mereka khawatir kesaksian itu akan menjadi blunder bagi Australia di masa depan, maka dengan memo seorang menteri, laporan dan kesaksian penting itu kemudian dihapus dari situs ARMY.

Polri Kurang Mandiri dan Tidak Konsisten Pada hari pertama pihak kepolisian Indonesia menduga kuat bahwa bom yang meledak di Bali dari jenis C-4, dugaan itu didasarkan pada efek ledakan yang dahsyat. Akan tetapi setelah kedatangan Tim Polisi Federal (Austalia Federal Police) Australia dan ASIO (Australia Secret Intelligent Organization) , pernyataannya jadi berubah-ubah. Katanya, bom yang meledak dari jenis RDX. Lalu berubah lagi, kata polisi dari jenis TNT. Bahkan Polda Jatim sempat keceplosan bicara, bahwa bom yang meledak di Bali itu mungkin bom karbit, hanya karena di sekitar TKP ditemukan bubuk potasium khlorat. Sungguh menggelikan.

Kalau saja Polri mampu mandiri dan tidak takut dengan tekanan dari pihak manapun, bekerja profesional, tidak terpengaruh (yang negatif) walau ada pihak luar ikut membantu menyelidiki, maka haqqul yakin kepolisian Indonesia akan mempunyai wibawa tinggi di mata dunia, dihormati dan dicintai rakyat karena mereka merasa terlindungi.

Lubang Besar lokasi ledakan dan radius kerusakannya mengakibtakan ratusan turis tewas terpanggang. Bom sebesar ini mustahil diproduksi secara lokal (full graphic – adult material)

Mengapa TNI Dicurigai Terlibat?

Koran Singapura The Straits Times dan koran Australia The Sydney Morning Herald melansir berita, bahwa TNI mungkin terlibat dalam pengeboman di Bali. Berdalih pengakuan paling mutakhir dari Umar al-Faruq (mudah-mudahan syahid) di penjara Baghram Afganistan. Mereka menuduh Abubakar Ba’asyir telah membeli C-4 dari TNI dengan dana kiriman uang dari tokoh Al-Qaidah Usama bin Ladin.

Berita fitnahan tersebut cepat direspon oleh KSAD Jenderal Ryamizard Riyacudu, dengan mengatakan bahwa TNI sampai saat ini belum mampu membuat bom Atom, bom Napalm, Mikronuklir dan atau yang sejenisnya. Lalu diadakanlah demo bom TNT (kemampuan yang dimiliki PT. Pindad) di Cibodas pada akhir Oktober 2002. 2 kg bom TNT disiapkan, 2 meter darinya diletakkan 2 botol aqua berisi bensin, di sampingnya lagi ada gubuk kecil dari bahan kayu. Setelah bom TNT tadi diledakkan, maka menimbulkan suara cukup keras dan tanahnya pun bergetar, pohon dan tanaman di sekitarnya rusak. Tapi anehnya 2 botol aqua yang berisi bensin tidak tumbang apalagi terbakar, begitu juga gubuk kayunya juga masih tegak berdiri. Uji coba tersebut dilakukan oleh Pusdik Zenit TNI AD yang dipimpin oleh Kol. C2i Puguh Santoso. Keterusterangan dari pihak TNI akan batas kemampuan PT. Pindad sebenarnya sangat disayangkan, karena rahasia batas kemampuannya akan diketahui pihak lawan. Tapi keterusterangan tadi bisa dimaklumi, apa sebabnya?

Nah kalau berita dari dua koran Singapura dan Australia itu di-blow up dan dilansir oleh mass media dunia, maka TNI dan juga negara Indonesia bisa terancam diserang oleh pihak luar, mungkin akan mengalami nasib seperti Iraq.

Coba perhatikan beberapa kejadian sebelumnya:
Paska runtuhnya gedung WTC tanggal 11 September 2001, Presiden AS George Walker Bush menabuh genderang perang dunia melawan para pejuang dan aktivis muslim dengan julukan “teroris” (the global war on terrorism atau G-WOT). Dia mengajak kepada masyarakat internasional untuk mendukung langkahnya, dengan dua opsi: “Carrot or Stick”; bersama kami (AS) memerangi para teroris akan mendapat hadiah carrot/wortel/ dollar, tidak mau mendukung AS akan menerima pukulan stick/tongkat/rudal.

Presiden Megawati pernah mengatakan bahwa, jika AS menyerang Indonesia, maka tak akan mampu melawan tentara George Walker Bush dan tidak akan bertahan walau hanya sepekan. Mengapa Presiden Megawati sampai mengatakan demikian? Bisa jadi karena kemampuan militer Indonesia memang sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan tentara AS. Apakah George Walker Bush serius dengan ancamannya, bila Indonesia tidak mau mendukungnya akan diserang?

Jawabnya: Sangat mungkin! Tapi, dari dua pilihan tersebut, carrot-lah yang dipilih Megawati. Ia menyeret bangsa Indonesia menjadi sekutu Bush, menjadi “Proxy Forces” atau agen perantara untuk menangkapi rakyatnya sendiri . Masya Alloh tega nian bunda.

Karenanya, ia langsung mendapatkan upah di depan (down payment) sebesar US $ 500 juta. Katanya, untuk menstimulir perekonomian nasional. Terbuktilah sekarang. Ujian harta ini lebih berbahaya daripada kenaikan BBM.

Sabda Nabi saw:
“Sesungguhnya aku sudah memohon kepada Robbku untuk umatku, janganlah Dia membinasakan mereka dengan paceklik yang merajalela, jangan menundukkan mereka kepada musuh dari luar kelompok mereka yang menodai kedaulatan mereka. Sesungguhnya Robbku berfirman: Wahai Muhammad, sungguh jika Aku telah menetapkan suatu ketetapan, maka tidak bisa lagi ditolak. Aku berikan kepadamu untuk umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh paceklik yang merajalela, dan agar mereka tidak dikuasai musuh dari luar mereka yang akan menodai kedaulatan mereka, sekalipun musuh itu berkumpul dari seluruh penjuru dunia, kecuali jika sebagian mereka membinasakan sebagian yang lain, dan mereka saling manahan satu sama lain”

Frederick Burks, mantan penerjemah Departemen Luar Negeri AS mengatakan: “Pada tanggal 16 September 2002 ada pertemuan rahasia di rumah Presiden Megawati, di jalan Teuku Umar Jakarta. Pertemuan itu diikuti lima orang: Megawati, Karen Brooks, (Direktur National Security Council wilayah Asia Pasific), Ralph Boyce (Dubes AS untuk Indonesia), Frederich Burks dan seorang wanita agen khusus CIA sebagai utusan spesial Presiden Bush”. Dalam pertemuan berdurasi 20-an menit itu, utusan khusus Bush meminta Mega agar me-render (menyerahkan secara rahasia) ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada pemerintahan AS, sebagaimana kasus Umar al-Faruq. Mega menolak, dengan alasan, Umar al-Faruq bisa di-render karena tidak dikenal oleh publik Indonesia dan tak mempunyai pendukung, sedangkan ustadz Abu Bakar dikenal publik dan banyak pengikutnya.

Sehingga jika di-render bisa menimbulkan instabilitas politik dan agama, yang tidak mungkin ditanggungnya. Akhirnya agen CIA itu mengancam;

“Jika ustadz Abu tidak diserahkan sebelum pertemuan APEC, maka “Situasinya akan bertambah buruk..” Benar saja, ancamannya dibuktikan sebulan kemudian, yaitu dengan peledakan Bom Bali I pada tanggal 12 Oktober 2002 pukul 00.00.

Jadi siapa yang berada di balik peristiwa Bom Bali I? Apakah Amrozi cs pelaku utamanya? Amrozi hanya membawa karbit 1 ton dengan mobil L300. Mengapa polisi takut melakukan rekonstruksi? (hdy)

* Penulis Fauzan Al-Anshari adalah Direktur Lembaga Kajian Strategis Islam (LKSI

7 Jendral yang menjadi target operasi PKI (Baris pertama kiri-kanan) Jendral TNI Anumerta
Ahmad Yani, Letjen TNI Anumerta MT Haryono, Letjen TNI Anumerta S Parman, Letjen TNI
Anumerta Suprapto. (Baris kedua Kiri-kanan) Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo,
Mayjen TNI Anumerta DI Panjaitan, Kapten Czi Anumerta Pierre Tendean

 

 

 

 

 


Page 2

Apa mungkin Soekarno lupa pada jasa Soeharto yang menjadi arsitek Serangan Umum 1 Maret
atas Kota Yogya yang berhasil menguasai Kota Yogya selama 6 jam yang kala itu dikuasai oleh
Belanda? Ataukah Soekarno mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi.
Pada tahun 1965 tepatnya pada tanggal 30 September 1965, sebuah pemberontakan terjadi atas
keutuhan Pancasila (itu kata rezim Orde Baru) namun berhasil ditumpas sampai ke akar-akarnya
oleh seorang perwira tinggi bernama Soeharto. Sebuah cerita isapan jempol.
Kisah Sebenarnya
Ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar, ada sebuah film yang wajib ditonton oleh
semua siswa sekolah dasar di suluruh tanah air. Film itu adalah “Pemberontakan G 30 S PKI”.
Aku juga sebagai salah seorang siswa SD ikut menonton film tersebut. Hal ini sangat aku sesali
sekarang karena ternyata film itu tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi. Fakta
telah diputarbalikkan oleh seorang yang juga diperankan dalam film tersebut.
Kalau anda sempat menonton film tersebut dan mendengar kata “Resolusi Dewan Jendral” yang
sempat beberapa kali disebutkan dalam film tersebut, hal itu benar adanya. Resolusi Dewan
Jendral memang ada. Beberapa orang Jendral pada saat itu sedang merencanakan untuk
menggulingkan kekuasaan Soekarno dan mengambil alih kekuasaan.
Para pemimpin PKI kala itu cukup resah dengan adanya isu tentang resolusi Dewan Jendral.
Mereka khawatir jika para jendral berhasil, maka posisi mereka berada di ujung tanduk. Untuk
itu mereka harus bergerak cepat, berpacu dengan waktu untuk menumpas para jendral yang
terlibat dalam Resolusi Dewan Jendral, sebelum para jedral mendahuluinya.
Rakyat yang kala itu masih bodoh dicekoki dengan pernyataan-pernyataan pedas tentang
seberapa menyeramkan dan menyakitkannya sebuah pemberontakan. PKI terus menyebarkan
doktrin bahwa pemberontakan itu identik dengan kekejaman. Rakyat akan semakin terkepung
dalam kesengsaraan. Doktrin yang dilontarkan PKI itu terhadap rakyat itu pada akhirnya berhasil
membakar darah rakyat yang kala itu tengah dirundung duka yang mendalam dan
berkepanjangan akibat dari ketidak stabilan perekonomian di sebuah negara yang masih muda
ini. Akhirnya PKI mendapat restu dari rakyat yang telah didoktrinnya untuk menumpas para
jendral yang terlibat dalam Resolusi Dewan Jendral.
PKI sendiri mempunyai kepentingan dalam penumpasan ini. PKI adalah pendukung terkuat
Soekarno, dan Soekarno adalah pendukung terkuat PKI demi sebuah image bagi dunia
internasional bahwa Indonesia tidak mudah dimasuki pengaruh Amerika Serikat. Memang
Sokarno lebih menyukai politik sosialis demokratik seperti yang diajarkan Uni Soviet kepada
dunia kala itu yaitu pemerataan.
Karena PKI takut kehilangan dukungan dari presiden, maka PKI harus secepatnya menumpas
Dewan Jendral sebelum Dewan Jendral menggulingkan Soekarno. Maka direncanakanlah sebuah
aksi untuk menumpas Dewan Jendral. Akhirnya para pemimpin PKI sepakat tanggal yang tepat
untuk melakukan aksi adalah pada tanggal 30 September. >

 


Page 3

Para pimimpin PKI melakukan rapat tentang aksi yang bakal mereka lakukan. Sedikitpun mereka
tidak menyinggung nama Soeharto karena memang Soeharto kala itu bukan siapasiapa. Dia
tidak lain hanyalah seorang prajurit TNI berpangkat tinggi yang tidak diperhitungkan dan tidak
penting sama sekali.
Disisi lain, Soeharto sendiri juga mengetahui tentang adanya resolusi Dewan Jendral dan
mengetahui bahwa PKI akan melancarkan aksi untuk menumpasnya. Namun dia hanya diam.
Soeharto juga memiliki kepentingan jika PKI berhasil. Kepentingan Soeharto sebenarnya adalah
agar dia mulai dianggap penting dan kembali diperhitungkan di kancah percaturan negeri ini
sehingga dia bisa mendapat jabatan yang lebih penting dari jabatan yang dia pegang saat itu. Dia
biarkan PKI melakukan aksinya dengan membunuh para perwira tinggi TNI yang memang
memegang jabatan penting di negara. Dengan demikian akan semakin berkurang saingan bagi
Soeharto untuk meraih jabatan yang lebih tinggi dan lebih penting dari sekedar panglima
Kostrad.
Tanggal 30 September pukul 4 pagi, diculiklah 7 jendral yang menjadi target operasi PKI.
Mereka dibawa ke lubang buaya dan diserahkan kepada masa pendukung PKI yang telah
berkumpul di sana sejak sore hari tanggal 29 September untuk diadili dengan cara mereka.
Massa dibebaskan melakukan apa saja sesuka hati mereka kepada para jendral yang akan
menambah kesengsaraan bagi rakyat tersebut. Massa yang berkumpul di lubang buaya berpesta
pora sebelum akhirnya menyiksa hingga mati para jendral tersebut. (bersambung)

Fakta Dibalik Peristiwa G 30 S PKI (versiku) bag 2

Ditulis pada 23 Mei 2007 oleh Dion  

Pagi harinya, Soeharto yang telah mengetahui hal ini
mendapat laporan dari beberapa ajudan jendral yang
telah diculik. Soeharto hanya tersenyum dalam hati
karena telah mengetahui bahwa semua ini akan terjadi.
Ambisinya untuk menguasai negeri dengan pangkat
dan jabatan yang dia miliki hanya tinggal selangkah
lagi.

Tahukah  anda  apa  sebenarnya  yang  telah  direncanakan 
Soeharto sebelumnya yang disimpannya baik‐baik dalam benaknya? Dia biarkan PKI membunuh ketujuh 
Jendral tersebut, lalu memfitnah PKI telah melakukan kudeta terhadap Soekarno sehingga orang‐orang 
PKI yang mengetahui fakta sejarah dapat dengan mudah disingkirkan dengan cara difitnah. Doktrin yang 
dilontarkan Soeharto adalah bahwa PKI akan melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Soekarno. 
Mungkinkah PKI akan menggulingkan pendukung terkuatnya? Tidak masuk akal. Ingat PKI dan Soekarno 
saling mendukung, apa mungkin PKI melakukan hal itu? 

 


Page 4

Pagi harinya Soeharto bergerak cepat dan melangkahi tugas beberapa orang jendral atasannya dengan 
memegang  tampuk  pimpinan  TNI  untuk  sementara  tanpa  meminta  restu  dari  Presiden.  Di  buku 
sejarahku waktu SD  ditulis, “Mayjen TNI Soeharto  dengan  tangkas memegang tampuk  pimpinan  TNI 
yang lowong sepeninggal A Yani.” Kalau bisa dan boleh aku ingin mengedit tulisan di buku sejarahku 
dengan kata‐kata, “dengan lancang Soeharto memegang tampuk pimpinan TNI.” Masih banyak orang 
yang harusnya dimintai restu oleh Soeharto atas inisiatifnya memegang tampuk pimpinan TNI. 
Lalu dengan  mudah  Soeharto yang telah mengetahui semua seluk beluk aksi PKI ini menumpas PKI. 
Hanya dalam waktu beberapa jam saja, para pelaku pemberontakan PKI ditangkap dan sebagian lagi 
kabarnya melarikan diri ke luar negeri. Lalu Soeharto menyebarkan doktrin bahwa PKI telah melakukan 
kudeta  terhadap  kepemimpinan  Soekarno.  Padahal  PKI  bermaksud  menggagalkan  kudeta  yang  akan 
dilancarkan  oleh  para  jendral  tersebut.  PKI  dijadikan  kambing  hitam  oleh  Soeharto  atas  apa  yang 
memang diinginkannya. Satu langkah Soeharto untuk menguasai negeri ini berhasil. 
Supersemar 
Suasana  negara  saat  itu  benar‐benar  memburuk.  Negara  yang  masih  muda  ini  serasa  berasa  di  titik 
paling  bawah  dari  keterpurukannya.  Perekonomian  anjlok,  harga  bahan  pangan  menjulang,  bahan 
pangan susah didapat dimana‐mana, kerusuhan pecah di seluruh wilayah negeri ini. Beberapa elemen 
masyarakat  melakukan  aksi  yang  berbuntut  dengan  dicetuskannya  Tritura  (Tri  Tuntutan  Rakyat).  Isi 
Tritura adalah: 
<!‐‐[if !supportLists]‐‐>1.<!‐‐[endif]‐‐><!‐‐[if !supportLists]‐‐>Bubarkan PKI 
2. <!‐‐[endif]‐‐>Turunkan Harga 
<!‐‐[if !supportLists]‐‐>3. <!‐‐[endif]‐‐>Bersihkan kabinet dari unsur‐unsur G 30 S PKI 
(bersambung) 

Filed under: Peristiwa, Realita, Tokoh

« Fakta Dibalik Peristiwa G 30 S PKI (versiku) Bag 1 Fakta Dibalik Peristiwa G 30 S PKI (versiku) bag 

3 (Habis) » 

5 Responses to “Fakta Dibalik Peristiwa G 30 S PKI (versiku) bag 2” 

1. Gibran’s, di/pada Mei 24th, 2007 pada 11:34 am Said:  

ternyata soeharto sejak dulu memang sudah pintar ya.

2. whitegun, di/pada Mei 24th, 2007 pada 4:48 pm Said:  

 


Page 5

@ Gibran’s
Seperti yang aku katakan di bagian pertama bang, Soeharto adalah aset negara ahli
strategi perang, klo gak pinter aku khan gak akan bilang begitu di bagian pertama.

3. artemis, di/pada September 4th, 2007 pada 3:29 pm Said:  

that’s right sepanjang pengetahuanku… kalo diselidiki dengan akal super sehat memang
tidak begitu mudah menumpas pemberontakan PKI lalu mengapa si soeharto dengan
cepat dapat menumpas pemberontakan tersebut???saya sebagai siswa hanya bisa bilang
WHY??? padahal soekarno yang beliau pandai luar biasa bisa dibilang kualahan
menghadapi pki yang brutal dan sangat kejam…wahhh mungkin kesimpulannya ada
udang di balik gandum!!! do you agree???

4. tommypencarifakta, di/pada September 29th, 2007 pada 7:42 pm Said:  

Bagiku tetep PKI di jadikan sebagai kambing hitam.Jend.Soeharto memanfaatkan
momentum ketidak puasan ke 7 Jenderal terhadap kebijakan Paduka Yang Mulia
Presiden Soekarno selama 21 tahun pemerintahannya.Moga kita tahu sesungguhnya yang
terjadi.oleh karena banyak versi.Ada dua kubu dalam tubuh ABRI khususnya ADRI (
TNI AD ) yang di sponsori oleh Amerika Serikat,yaitu Kubu Sayap Kiri di bawah
Komando Jend.Soeharto dan Sayap Kanan atau Gerakan Jend Ahmad Yani dkk.Jend A.
Yani mengharapkan tidak adanya pertumpahan darah pada saat Kudeta itu terjadi,namun
Jend Soeharto dibawah dukungan AS dalam hal ini secara khusus oleh CIA ingin
mendahului usaha tersebut.Dengan memanfaatkan PKI sebagai alat kudeta,oleh karena
PKI sangat dekat dengan Presiden Soekarno.

Fakta Dibalik Peristiwa G 30 S PKI (versiku) bag 3 (Habis)

Ditulis pada 24 Mei 2007 oleh Dion
Aksi beberapa elemen masyarakat ini di awali dengan aksi yang digelar oleh mahasiswa yang
menamakan dirinya Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Gerakan mahasiswa ini juga
diikuti oleh elemen masyarakat lain seperti Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI), Kesatuan
Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), dan lain-lain.Aksi-aksi inilah yang kemudian memicu
pecahnya revolusi di negara ini. Semakin lama situasi negara semakin memburuk.
Situasi ini akhirnya yang memaksa tiga orang Jendral yaitu Letjen (yang baru naik pangkatnya)
Soeharto, Brigjen Amir Machmud dan Brigjen M Yusuf untuk menemui presiden dan memaksa
presiden agar segera memenuhi tuntutan rakyat. Tritura harus dipenuhi jika presiden ingin
mengembalikan situasi negara ke arah yang kondusif.
Soekarno menolak memenuhi tuntutan rakyat. Soekarno tahu bahwa ini semua hanya kerjaan
Soeharto yang memfitnah PKI sebagai pemberontak. Soekarno tahu betul, tidak mungkin PKI
berkeinginan untuk menggulingkannya namun Soekarno tidak memiliki bukti yang otentik atas

 


Page 6

pernyataannya tersebut. Soekarno tahu bahwa aksi yang dilakukan oleh PKI dengan nama G 30
S PKI hanya bertujuan untuk menumpas rencana kudeta militer yang akan dilakukan oleh
sekelompok perwira tinggi yang menamakan dirinya Dewan Jendral.
Setelah gagal untuk memaksa presiden memenuhi tuntutan rakyat, ketiga jendral tersebut
berinisiatif membuat sebuah surat perintah atas nama presiden. Isi surat perintah yang diberi
nama Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) hingga kini hanya diketahui oleh hanya 4
orang, ketiga jendral tersebut dan Soekarno, namun karena tiga diantaranya kini telah meninggal
dunia, maka kini hanya tertinggal satu lagi saksi sejarah yaitu Soeharto. Sayang, Soeharto pun
tidak ingin rakyat Indonesia tahu apa isinya, maka dia lenyepkan supersemar yang asli dan buat
sebuah surat perintah yang palsu seperti yang kita tahu belakangan ini melalui buku yang kita
miliki ketika kita masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

 


Page 7

Teks Supersemar yang palsu, sedangkan yang asli, hingga kini tidak ditemukan bangkainya
Supersemar yang telah rampung dibuat diserahkan kepada Soekarno untuk ditandatangani,
namun Soekarno menolak untuk menandatanganinya. Soekarno tidak mau membubarkan PKI
namun juga tidak mempunyai alasan yang kuat atas kehendaknya tidak ingin membubarkan PKI.
Sementara rakyat telah didoktrin oleh Soeharto bahwa PKI telah melakukan pengkhiatan
terhadap negara dan ingin menguasai negara ini dan menjadikannya negara berfaham Komunis.

 


Page 8

Menurut pengakuan dari seorang kakek tua tak lama setelah Soeharto lengser, bahwa dulu ia
bekerja di Istana Merdeka. Tugasnya adalah mengantarkan minuman buat presiden. Pada saat
ketiga jenderal itu sedang berada di ruang kerja presiden, sang kakek memasuki ruangan dengan
maksud ingin mengantarkan minuman bagi presiden dan ketiga tamunya. Terkejutlah ia saat
melihat presiden sedang menandatangani sebuah surat yang diyakininya sebagai supersemar di
bawah todongan Pistol.
Pada saat sang kakek mengungkapkan kisah ini, Jendral M Yusuf masih hidup, maka ia
diwawancarai oleh kru TV sehubungan dengan pernyataan sang kakek. Karena M Yusuf berada
pada posisi netral maka ia yang diwawancarai. Tapi sayang, saya sangat yakin bahwa fakta yang
diungkapkan sang kekek benar adanya, tapi demi menyelamatkan sejarah yang sudah terputar
balik dan tak mungkin diubah lagi, maka Jenderal M Yusuf membantah bahwa presiden
menandatangani supersemar di bawah todongan pistol. Tapi saya yakin dan sangat percaya,
Jendral M Yusuf yang kala itu sudah pensiun membantah hal itu karena ia sadar, jika ia bongkar
rahasia ini, maka terbongkarlah semua fakta sejarah dan Indonesia kembali terombang ambing
dalam keraguan. Mana yang benar? Sejarah versi Soeharto atau M Yusuf.
Akhirnya supersemar ditandatangani oleh Soekarno, namun supersemar tidak ditujukan kepada
Soeharto. Hal ini membuat Soeharto panas, entah dengan cara apa, Soeharto berhasil
melenyapkan surat itu dan membuat pernyataan palsu dengan mengatakan bahwa supersemar
ditujukan kepadanya untuk memegang tampuk pimpinan TNI untuk sementara dan
mengembalikan stabilitas nasional.
Dua langkah Soeharto berhasil. Maka berpedoman pada surat perintah palsu yang dibuat oleh
Soeharto sendiri, ia mulai bergerak dan membubarkan PKI serta antek-anteknya. Sebagian besar
masa pendukung PKI, Gerwani dan berbagai organisasi massa lain bentukan PKI dibantai secara
masal, sebagian lagi dipenjara. Ini dilakukan untuk menghilangkan jejak sejarah agar semua
kebusukan yang dilakukan oleh Soeharto tidak terungkap. PKI dijadikan kambing hitam karena
memang PKI pernah melakukan percobaan kudeta di tahun 1948. Ini dijadikan alasan bagi
Soeharto untuk semakin menjatuhkan PKI.
Setelah PKI dibubarkan, dengan wewenang palsunya Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah
Partai terlarang di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila yang merupakan ideologi
bangsa Indonesia.
Pidato pertanggungjawaban Soekarno dalam Sidang Umum MPRS tahun 1968 ditolak oleh
MPRS. Semua dipicu dari lambatnya Soekarno membubarkan PKI dan menjawab Tritura.
Setelah itu dipilihlah seorang penjabat presiden hingga masa kepemimpinan Soekarno berakhir.
Pada saat itu memang tak ada pilihan lain, Soeharto menjadi
satu-satunya orang yang paling pantas memegang jabatan itu.
Soekarno (mungkin dengan berat hati) menyerahkan
kekuasaan pemerintahan kepada Soeharto. Sejak saat itu
Soeharto resmi memegang jabatan sebagai Presiden RI melaui
TAP MPRS No XLIV/MPRS/1968 dan berkuasa selama 32
tahun hingga akhirnya digulingkan juga dengan cara yang

 


Page 9

sama seperti ia berusaha menggulingkan Soekarno pada tahun 1968.
Soeharto ketika diambil sumpahnya pada pelantikan dirinya sebagai presiden kedua RI

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: