Bangsa Penghianat Bagi Bangsa luar.jawa pembela org islam arab(palestina) Batak pembele Nasrani Jahudi .PKI pembela socialist .Jadi mana yg anda pilih?

“Dulu waktu kecil, dari Parapat saya bisa lihat tulisan Rimba Ciptaan di Pulau Samosir,” tutur Sinta Marpaung (62), perempuan yang tumbuh di Balige, kota kecil di tepi Danau Toba, Rabu (10/12).

Rimba Ciptaan adalah tulisan yang dibuat Pasukan Siliwangi dari pepohonan di Pulau Samosir, Sumatera Utara.

Sinta bercerita, saat itu minyak goreng selalu beku dan kalau bercakap orang mengeluarkan uap dari mulut. Ikan emas masih banyak ditemukan di danau dan gampang diambil.

Hal serupa diceritakan Edward Simanjuntak (61), Ketua Badan Pelaksana Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba (BKPEKDT). Seluruh tebing seputar danau yang diselimuti rerumputan dulunya dipenuhi pepohonan.

Permukaan air Danau Toba juga tinggi. Salah satu indikatornya adalah rumah misionaris Jerman, Nommensen. Pada tahun 1800-an, ia mendirikan rumah di Sigumpar, tepi Danau Toba di daratan Sumatera. Rumah itu diperkirakan berjarak kurang dari 100 meter dari tepi Danau Toba. Namun, kini, jarak antara makam Nommensen di kediamannya dengan tepian Danau Toba sekitar 400 meter.

Kini generasi yang lahir pada era 1970-an ke atas tinggal mendengar cerita itu. Orang yang pertama kali melihat Danau Toba saat ini pasti akan mengaguminya dan berkata ”indah”. Namun, generasi tua mengatakan, ”Dulu jauh lebih indah.”

Tinggi air Danau Toba yang kini mencapai elevasi +905,153 (ambang batas atas +905) dan dianggap tertinggi selama 30 tahun pascapembangunan Bendungan Siguragura ternyata merupakan tinggi normal Danau Toba pada tahun 1960-an.

Degradasi lingkungani

Degradasi lingkungan, terutama akibat penebangan hutan, kebakaran hutan, tanah longsor ke danau, sampah, dan pencemaran air, sudah sangat hebat.

BKPEKDT melaporkan, dari 260.154 hektar daerah tangkapan air berupa daratan Danau Toba, sebanyak 116.424 hektar di antaranya lahan kritis, sedangkan sisanya berupa hutan, permukiman, kebun rakyat, sawah, lahan industri, dan areal pariwisata. Daerah itu tersebar di tujuh kabupaten yang melingkupi Danau Toba, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, Simalungun, Dairi, dan Karo. Adapun luas Danau Toba adalah 110.260 hektar.

Upaya Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan di kawasan Danau Toba yang dilakukan pemerintah, LSM, dan swasta sejauh ini baru mampu merehabilitasi 14.648 hektar daerah tangkapan air Danau Toba. Karena itu, masih ratusan ribu lahan kritis yang mendesak untuk dikonservasi.

Tak heran saat curah hujan normal, 300-400 mm per bulan, air Danau Toba naik pada posisi seperti saat ini. Kepala Bidang Data dan Informasi BMG Wilayah I Sumut Rifwar Kamil mengatakan, curah hujan tinggi justru terjadi pada bulan Oktober. ”Namun, akibat tanah sudah jenuh, tanah sudah tak bisa menyimpan air lagi,” kata Rifwar.

Air yang melimpah di Danau Toba tidak mudah dibuang ke Sungai Asahan oleh PT Inalum yang menjadi operator dam pengatur Siruar sekaligus memproduksi listrik melalui PLTA Siguragura. Sebab, Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai yang berada di bawah Danau Toba sudah terendam banjir akibat luapan Sungai Asahan.

Ketua Otorita Asahan Effendi Sirait mengatakan, air yang keluar dari dam mencapai 260,5 ton per detik, dua kali lipat lebih ketimbang pembuangan biasa yang rata-rata 110 ton per detik.

Sejumlah fasilitas publik yang dibangun tak jauh dari bibir Danau Toba sudah terendam dua bulan terakhir. Di Ajibata, pos polisi, kantor koramil, pasar, dan dermaga terendam. Di Samosir, kantor dinas perhubungan dan jalan di tepi danau yang rendah seperti di Pangururan terendam.

Simanjuntak mengakui, pengawasan pendirian bangunan di tepi Danau Toba kurang baik. Saat ini banyak bangunan yang didirikan persis di tepi danau, padahal Pemprov Sumut telah mengeluarkan Perda Nomor 1 Tahun 1990 tentang Penataan Kawasan Danau Toba. Dalam perda tertuang pelarangan pendirian bangunan 50 meter dari bibir pantai Danau Toba.

Kelola bersama

Tahun 2004, tujuh kabupaten di seputar Danau Toba ditambah Kota Tanjung Balai dan Kabupaten Asahan, Gubernur Sumut dan Otorita Asahan sepakat untuk mengelola ekosistem Danau Toba. Dalam kesepakatan tertuang antara lain asas pengelolaan Danau Toba berdasar pada lintas wilayah, lintas fungsi, dan lintas generasi.

Sampai saat ini, gerakan penyelamatan Danau Toba masih terus ditunggu. Sinta bergumam, ”Kami rindu kejayaan Danau Toba.”

Gumaman itu seperti menyuarakan kerinduan generasi anak-cucu-cicitnya pada keindahan danau yang terbentuk dari letusan gunung 75.000 tahun lalu. (Aufrida Wismi Warastri)

sumber : Kompas, Kamis 11 Desember 2008

 

 

“Dulu waktu kecil, dari Parapat saya bisa lihat tulisan Rimba Ciptaan di Pulau Samosir,” tutur Sinta Marpaung (62), perempuan yang tumbuh di Balige, kota kecil di tepi Danau Toba, Rabu (10/12).

Rimba Ciptaan adalah tulisan yang dibuat Pasukan Siliwangi dari pepohonan di Pulau Samosir, Sumatera Utara.

Sinta bercerita, saat itu minyak goreng selalu beku dan kalau bercakap orang mengeluarkan uap dari mulut. Ikan emas masih banyak ditemukan di danau dan gampang diambil.

Hal serupa diceritakan Edward Simanjuntak (61), Ketua Badan Pelaksana Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba (BKPEKDT). Seluruh tebing seputar danau yang diselimuti rerumputan dulunya dipenuhi pepohonan.

Permukaan air Danau Toba juga tinggi. Salah satu indikatornya adalah rumah misionaris Jerman, Nommensen. Pada tahun 1800-an, ia mendirikan rumah di Sigumpar, tepi Danau Toba di daratan Sumatera. Rumah itu diperkirakan berjarak kurang dari 100 meter dari tepi Danau Toba. Namun, kini, jarak antara makam Nommensen di kediamannya dengan tepian Danau Toba sekitar 400 meter.

Kini generasi yang lahir pada era 1970-an ke atas tinggal mendengar cerita itu. Orang yang pertama kali melihat Danau Toba saat ini pasti akan mengaguminya dan berkata ”indah”. Namun, generasi tua mengatakan, ”Dulu jauh lebih indah.”

Tinggi air Danau Toba yang kini mencapai elevasi +905,153 (ambang batas atas +905) dan dianggap tertinggi selama 30 tahun pascapembangunan Bendungan Siguragura ternyata merupakan tinggi normal Danau Toba pada tahun 1960-an.

Degradasi lingkungani

Degradasi lingkungan, terutama akibat penebangan hutan, kebakaran hutan, tanah longsor ke danau, sampah, dan pencemaran air, sudah sangat hebat.

BKPEKDT melaporkan, dari 260.154 hektar daerah tangkapan air berupa daratan Danau Toba, sebanyak 116.424 hektar di antaranya lahan kritis, sedangkan sisanya berupa hutan, permukiman, kebun rakyat, sawah, lahan industri, dan areal pariwisata. Daerah itu tersebar di tujuh kabupaten yang melingkupi Danau Toba, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, Simalungun, Dairi, dan Karo. Adapun luas Danau Toba adalah 110.260 hektar.

Upaya Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan di kawasan Danau Toba yang dilakukan pemerintah, LSM, dan swasta sejauh ini baru mampu merehabilitasi 14.648 hektar daerah tangkapan air Danau Toba. Karena itu, masih ratusan ribu lahan kritis yang mendesak untuk dikonservasi.

Tak heran saat curah hujan normal, 300-400 mm per bulan, air Danau Toba naik pada posisi seperti saat ini. Kepala Bidang Data dan Informasi BMG Wilayah I Sumut Rifwar Kamil mengatakan, curah hujan tinggi justru terjadi pada bulan Oktober. ”Namun, akibat tanah sudah jenuh, tanah sudah tak bisa menyimpan air lagi,” kata Rifwar.

Air yang melimpah di Danau Toba tidak mudah dibuang ke Sungai Asahan oleh PT Inalum yang menjadi operator dam pengatur Siruar sekaligus memproduksi listrik melalui PLTA Siguragura. Sebab, Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai yang berada di bawah Danau Toba sudah terendam banjir akibat luapan Sungai Asahan.

Ketua Otorita Asahan Effendi Sirait mengatakan, air yang keluar dari dam mencapai 260,5 ton per detik, dua kali lipat lebih ketimbang pembuangan biasa yang rata-rata 110 ton per detik.

Sejumlah fasilitas publik yang dibangun tak jauh dari bibir Danau Toba sudah terendam dua bulan terakhir. Di Ajibata, pos polisi, kantor koramil, pasar, dan dermaga terendam. Di Samosir, kantor dinas perhubungan dan jalan di tepi danau yang rendah seperti di Pangururan terendam.

Simanjuntak mengakui, pengawasan pendirian bangunan di tepi Danau Toba kurang baik. Saat ini banyak bangunan yang didirikan persis di tepi danau, padahal Pemprov Sumut telah mengeluarkan Perda Nomor 1 Tahun 1990 tentang Penataan Kawasan Danau Toba. Dalam perda tertuang pelarangan pendirian bangunan 50 meter dari bibir pantai Danau Toba.

Kelola bersama

Tahun 2004, tujuh kabupaten di seputar Danau Toba ditambah Kota Tanjung Balai dan Kabupaten Asahan, Gubernur Sumut dan Otorita Asahan sepakat untuk mengelola ekosistem Danau Toba. Dalam kesepakatan tertuang antara lain asas pengelolaan Danau Toba berdasar pada lintas wilayah, lintas fungsi, dan lintas generasi.

Sampai saat ini, gerakan penyelamatan Danau Toba masih terus ditunggu. Sinta bergumam, ”Kami rindu kejayaan Danau Toba.”

Gumaman itu seperti menyuarakan kerinduan generasi anak-cucu-cicitnya pada keindahan danau yang terbentuk dari letusan gunung 75.000 tahun lalu. (Aufrida Wismi Warastri)

sumber : Kompas, Kamis 11 Desember 2008

 

 

Antek-antek AS di Indonesia “MAFIA BERKELEY” Dec 14, ’08 1:56 AM
by
Sally for everyone

 

Antek-antek AS di Indonesia

“MAFIA BERKELEY”
Mereka Pengkhianat!….roysianipar comented ..anda juga penghianat bagi arab dan palestine sok membela dan menghujat org jahudi israel.dan america lah.Banyak bacot loe

Pernah dengar istilah ini? Yaa… pernah dengar tapi mungkin tidak paham apa saja yang sudah mereka lakukan pada negeri Indonesia ini. Mereka nggak lebih dari para pengkhianat bangsa.

Mereka lah penyebab kesengaraan ekonomi rakyat Indonesia. Di antara mereka adalah :
JB Soemarlin, Adrianus Mooy, Sri Mulyani, Boediono, Purnomo Yusgiantoro, Mari Pangestu, dll

Tulisan dibawah ini akan menjelaskan secara detail, apa, siapa, bagaimana MAFIA BERKELEY ini. Mohon baca, ini penting. 

Mafia Berkeley dianggap sebagai ’otak’ atas segala carut-marut ekonomi di Indonesia. Terjualnya sebagian besar aset strategis bangsa ini, semakin membengkaknya nilai utang negara dan yang lainnya adalah keberhasilan ’agenda’ mereka. Negara akhirnya ’tergadai’ oleh kapitalis asing. Negara ini pun ’dihisap’ habis kekayaannya. Ujungnya, rakyat semakin hari semakin sengsara.

Apa sebenarnya Mafia Berkeley itu? Siapa saja yang termasuk di dalamnya? Bagaimana operasi mereka sebagai ’komprador’ asing yang setia menjual aset-aset negara? Bagaimana pola rekruitmen mereka? Yang terpenting, mengapa mereka hingga saat ini ’tidak tersentuh’?

Untuk menjawab itu semua, berikut hasil wawancara dengan Kusfiardi (Mantan Koordinator Koalisi Anti Utang/KAU).

 

Sebenarnya, apa Mafia Berkeley itu?

Mafia Berkeley adalah Organisasi Tanpa Bentuk (OTB), namun memiliki sistem regenerasi yang mapan. Generasi awalnya adalah Prof. Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Emil Salim, Soebroto, Moh. Sadli, JB Soemarlin, Adrianus Mooy, dan masih sangat banyak lagi. Yang sekarang dominan adalah Sri Mulyani, Moh. Ikhsan, Chatib Basri, dan masih banyak lagi. Mereka tersebar pada seluruh departemen dan menduduki jabatan eselon I dan II, sampai kepala biro.

Ciri kelompok itu ialah masuk ke dalam kabinet tanpa peduli siapa presidennya. Mereka mendesakkan diri dengan bantuan kekuatan agresor. Kalau kita ingat, sejak akhir era Orde Lama, Emil Salim sudah menjadi anggota penting dari KOTOE dan Widjojo Nitisastro sudah menjadi sekretaris Perdana Menteri Djuanda. Widjojo akhirnya menjabat ketua Bappenas dan bermarkas di sana.

Setelah itu, presiden berganti beberapa kali. Yang “kecolongan” tidak masuk ke dalam kabinet adalah ketika Gus Dur menjadi presiden. Namun, begitu mereka mengetahui, mereka tidak terima. Mereka mendesak supaya Gus Dur membentuk Dewan Ekonomi Nasional. Seperti kita ketahui, ketuanya adalah Emil Salim dan sekretarisnya Sri Mulyani. Mereka berhasil mempengaruhi atau “memaksa” Gus Dur; mereka diperbolehkan hadir dalam setiap rapat koordinasi bidang ekuin. Tidak puas dengan itu, mereka berhasil membentuk Tim Asistensi pada Menko Ekuin yang terdiri atas dua orang saja, yaitu Widjojo Nitisastro dan Sri Mulyani. Dipaksakan bahwa mereka harus ikut mendampingi Menko Ekuin dan menteri keuangan dalam perundingan Paris Club pada 12 April 2000, walaupun mereka sama sekali di luar struktur dan sama sekali tidak dibutuhkan. Mereka membentuk opini publik bahwa ekonomi akan porak-poranda di bawah kendali tim ekonomi yang ada. Padahal kinerja tim ekonomi di tahun 2000 tidak jelek kalau kita pelajari statistiknya sekarang.

Yang mengejutkan, Presiden Megawati mengangkat Boediono sebagai menteri keuangan dan Dorodjatun sebagai Menko Perekonomian. Aliran pikir dan sikap Laksamana Sukardi sangat jelas sama dengan Berkeley Mafia.

Presiden SBY sudah mengetahui semuanya dan tetap saja memasukkan tokoh-tokoh Berkeley Mafia seperti Boediono, Sri Mulyani, Purnomo Yusgiantoro, dan Mari Pangestu ke dalam kabinet pemerintahannya.

 

Mengapa disebut sebagai ’mafia’? Apakah memang membahayakan’?

Sebutan mafia bagi Mafia Berkeley, selain karena mereka adalah sekelompok ekonom yang dirancang untuk mendukung hegemoni Amerika Serikat (AS) dan merusak ekonomi Indonesia, juga mendapatkan dukungan penuh dari lembaga keuangan internasional seperti IMF dan World Bank untuk selalu mendapatkan kekuasaan di Pemerintahan Indonesia di bidang ekonomi.

Kelompok ini sangat berbahaya karena Mafia Berkeley memang dirancang secara sistematis untuk mengontrol ekonomi Indonesia. Kebijakan ekonomi yang diambil berisi empat strategi utama, yakni: kebijakan anggaran yang ketat dan penghapusan subsidi, meliberalisasi keuangan, meliberalisasi industri dan perdangangana serta melakukan privatisasi. Kebijakan yang mereka jalankan tersebut merupakan hasil rumusan dari IMF, Bank Dunia dan USAID.

 

Bagaimana awal masuknya Mafia Berkeley di Indonesia?

Kelompok mafia tersebut telah dipersiapkan secara sistematis oleh kekuatan luar Indonesia selama sepuluh tahun sebelum berkuasa (1956-1966) sebagai bagian dari strategi Perang Dingin menghadapi kekuatan progresif dan revolusioner di kawasan Asia.

Kelompok yang dikenal dengan Mafia Berkeley ini kebanyakan dari generasi pertamanya lulusan Program Khusus di Universitas Berkeley, California. Universitas Berkeley sendiri merupakan salah satu universitas terkemuka di Amerika. Para mahasiswanya terkenal progresif dan mayoritas anti Perang Vietnam.

Namun, program untuk Mafia Berkeley dirancang khusus untuk orang Indonesia yang dipersiapkan untuk di kemudian hari menjadi bagian dari hegemoni global Amerika. Disebut mafia, mengambil idea dari organisasi kejahatan terorganisasi di Amerika, karena mereka secara sistematis dan terorganisasi menjadi alat dari hegemoni dan kepentingan global di Indonesia.

 

Atas dasar kepentingan apa mereka ‘ditanam’ di Indonesia?

Selain sebagai bagian dari agen hegemoni global Amerika, Mafia Berkeley sekaligus berfungsi sebagai alat untuk memonitor kebijakan ekonomi Indonesia agar sejalan dan searah dengan kebijakan umum ekonomi yang digariskan oleh Washington. Garis kebijakannya adalah Washington Konsensus yang terdiri dari: kebijakan anggaran yang ketat, penghapusan subsidi, liberalisasi keuangan, liberalisasi industri dan perdagangan, serta privatisasi.

 

Bagaimana posisi Mafia Berkeley dalam Pemerintah?

Dalam pemerintahan, Mafia Berkeley selalu menargetkan untuk menguasai jabatan di bidang ekonomi dan sumber daya. Jabatan tersebut bisa sebagai menteri, staf ahli maupun posisi lainnya yang langsung berhubungan dalam perumusan kebijakan ekonomi politik. Posisi tersebut sangat strategis.

Menteri Keuangan, misalnya. Selain sebagai penentu kebijakan keuangan negara, sekaligus sebagai bendahara negara. Artinya, tidak satu peser pun uang negara bisa keluar tanpa persetujuan Menteri Keuangan.

 

Bagaimana kebijakan-kebijakannya saat ini terhadap pembangunan ekonomi Indonesia?

Selama 40 tahun lebih berkuasa, kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh Mafia Berkeley dalam pemerintahan tidak pernah memberikan perubahan bagi kesejahteraan rakyat. Namun, hingga saat ini, Mafia Berkeley masih bercokol di sektor-sektor vital, seperti di Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan, Departemen Energi Sumber Daya dan Mineral, Bank Indonesia, dan departemen lain yang berkaitan dengan sektor ekonomi strategis lainnya.

Kebijakan yang mereka ambil memang tidak pernah mempertimbangkan aspek kesejahteraan rakyat Indonesia. Mereka lebih memprioritaskan untuk melaksanakan perintah dari IMF dan Bank Dunia.

Berbagai kebijakan ekonomi yang dikeluarkan justru menghambat kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

 

Bisa disebutkan contoh-contoh kebijakannya?

Utang luar negeri, liberalisasi perdagangan dan keuangan, pencabutan berbagai macam subsidi (termasuk subsidi BBM) dan privatisasi yang menyerahkan aset milik negara pada pihak swasta maupun pemerintah asing.

 

Apakah Mafia Berkeley berdiri sendiri atau ada dukungan dari pihak luar (asing)?

Mafia Berkeley mendapat dukungan penuh dari pemerintahan negara maju, khususnya Amerika Serikat dan lembaga dan asosiasi ekonomi internasional. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan memberikan citra positif bahkan penghargaan skala internasional terhadap Mafia Berkeley, walaupun mereka belum menunjukkan hasil kerja seperti yang digambarkan dalam penghargaan tersebut. Misalnya, waktu mereka memberikan penghargaan sebagai menteri keuangan terbaik kepada Sri Mulyani. Kita kan tahu, saat itu dia baru saja menjabat sebagai Menkeu, belum melakukan kerja yang berarti, tapi sudah dapat penghargaan internasional.

 

Bagaimana hubungan mereka selama ini dengan ‘tuannya’?

Mereka akan selalu memberikan kemudahan bagi pergerakan modal asing untuk menguasai perekonomian Indonesia, termasuk memastikan Indonesia tetap membayar utang-utang lama dan meneruskan pembuatan utang baru. Dengan ketergantungan utang ini, Mafia Berkeley bisa tetap berkuasa karena memungkinkan pihak asing untuk mengontrol perekonomian nasional melalui agen mereka, yaitu Mafia Berkeley.

 

Bagaimana Mafia Berkeley mempertahankan eksistensinya?

Mereka sudah memposisikan diri sebagai budak Kapitalisme dan agen asing. Mereka akan melayani seluruh kemauan asing yang berkaitan dengan invasi ekonomi untuk memiskinkan Indonesia.

 

Layaknya sebuah organisasi, mereka akan melakukan ‘kaderisasi’. Bagaimana pola kaderisasi dan pendanaannya?

Kaderisasi dalam Mafia Berkeley telah dipersiapkan secara sistematis oleh kekuatan luar Indonesia. Program kaderisasi yang terpenting di dalam Mafia Berkeley adalah melalui pendidikan untuk orang Indonesia yang dipersiapkan untuk di kemudian hari menjadi alat dari hegemoni dan kepentingan global di Indonesia.

 

Apa yang menyebabkan mereka hingga saat ini masih bisa eksis?

Karena mereka mampu melayani dengan baik para majikannya dan rakyat tidak menaruh perhatian serius pada sepak terjang Mafia Berkeley. Belum ada aksi protes dalam bentuk massif yang menggugat kejahatan mereka selama ini. Padahal kekisruhan politik akibat kenaikan BBM yang sekarang terjadi, aktor utamanya adalah Mafia Berkeley.

 

Lalu bagaimana melawannya hingga mereka semua ‘terusir’ dari negeri kita?

Untuk membersihkan Mafia Berkeley di pemerintahan kita harus memiliki agenda yang terstruktur dan berjalan simultan. Hal penting yang harus kita lakukan adalah bagaimana memperkuat opini publik, bahwa penyebab kesengsaraan rakyat hari ini adalah Mafia Berkeley. Jika rakyat ingin keluar dari kesengaraan ini maka Mafia Berkeley harus disingkirkan jauh-jauh dari seluruh aspek kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Mereka layak disingkirkan, karena mereka adalah agen asing dan pengkhianat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: