BATAK KAMPUNG DI TEMBAK LANGSUNG?

Batak Tembak Langsung

February 20, 2008

Waktu gue masih SD (Sekolah Dasar) sekitar awal dekade 80 an, gue sempat baca tulisan dalam huruf kapital BTL di salah satu tembok selokan di jalan Asem Baris Kebon Baru Tebet dengan tinta warna hitam. Sampe saat ini gue gak ngerti apa maksud sebenernya BTL dan sejarahnya. BTL singkatan dari Batak Tembak Langsung (bukan : Below The Line, juga bukan BoToL alias Bodoh dan ToLol). Kebetulan ketika berselancar pagi ini ada artikel yang membahas tentang BTL. Mungkin inilah maksud dan asal muasal dari istilah BTL. Di antara argumen yang muncul terkait dengan asumsi asal muasal kata BTL, yang benar alm. Nano lah (salah satu personil group lawak Warkop Prambors) yang memunculkan istilah BTL dalam lawakannya dan akhirnya istilah tsb menyebar. Artinya adalah orang Batak urban yang merantau ke Jakarta tanpa ‘transit’ di Medan.

[jarar siahaan; bataknews; langsung gol? ]

Orang Batak makan orang? Orang Batak main tembak?

Bukan. Bukan itu yang dimaksud dengan “Batak tembak langsung” atau yang lebih dikenal sebagai BTL. Jadi apa?

Nah, itu dia masalahnya; aku pun tak tahu pasti. Justru artikel ini kumunculkan untuk mengundang diskusi. Tujuannya: selain menambah wawasanku [dan kita] tentang istilah ini, juga agar kawan-kawan yang bukan Batak tidak salah memahami istilah BTL.

Ada beberapa pengertian yang sering kudengar dan kubaca soal BTL. Ada yang bilang bahwa BTL adalah stereotip orang Batak yang apa adanya, lugas, to the point, alias tembak langsung tanpa basa-basi kalau bicara. Ada pendapat lain, BTL adalah label bagi orang-orang Batak yang merantau dari kampung di Tanah Batak langsung menuju Jakarta atau luar negeri tanpa lebih dulu bermukim di Kota Medan. Lainnya menyebut, BTL dimaksudkan bagi orang Batak yang tidak memahami adat dan budaya Batak karena sudah lahir di Jakarta atau kota metropolitan. Manakah yang benar, atau apa sesungguhnya makna BTL?

Satu hal tentang BTL yang selalu menggelitik rasa ingin-tahuku ialah: siapa yang pertama memunculkan istilah ini. Apakah tercipta dalam kaset lawak Batak legendaris Sitimba Laut?

Menulis nama pelawak Sitimba Laut, aku jadi terkenang salah satu cerita lawak mereka, yang pertama kali kudengar 20-an tahun lalu ketika aku masih SD. Syahdan, satu tim sepakbola dari sebuah dusun di Tanah Batak bertandang ke kota lain untuk berlaga di lapangan hijau. Tapi, eh, pertandingan belum dimulai, kesebelasan lawan sudah menyerah dan tidak mau bertanding. Mereka takut. Apa pasal?

Ternyata pihak lawan sudah duluan kalah semangat begitu mendengar nama-nama pemain tim Batak. Lewat pengeras suara disebutkanlah pesepakbola Batak, lengkap dengan marga mereka masing-masing.

“Inilah nama-nama pemain dari kesebelasan Raja Juara Monang. Sebagai kiper, Jatuh Bangun. Pada posisi bek kiri, Tahan Sagala. Pada bek kanan, Kuat Sitorus. Sebagai penyerang sayap kanan, Lari Perangin-angin. Pada posisi penyerang sayap kiri, Tendang Simanjuntak. Pada gelandang tengah, Napas Pasaribu. Sebagai striker, Sikut Sinaga ….”

Nah, belum selesai dibacakan nama-nama pemain Batak, tiba-tiba pelatih tim lawan langsung mengajak para pemainnya keluar dari lapangan, dan mereka mengaku kalah sebelum bertanding. D

[Ini tambahan cerita karanganku sendiri.] Para penonton pun heboh. Wartawan langsung mewawancarai pelatih kesebelasan Raja Juara Monang. “Apa benar, Bung, tim lawan langsung mengaku kalah karena mendengar nama-nama pemain anda yang hebat-hebat?” tanya seorang wartawan bodrek.

Si pelatih Batak menjawab, “Jangan panggil Bung padaku. Bapakku potong babi dulu bikin namaku. Panggil saja aku Pele Van Basten.” Seorang wartawan lain pun berbisik-bisik pada kawannya bahwa si pelatih ini kurang waras.

“Jadi begini ya, para wartawan sekalian,” kata si pelatih, “sebenarnya itu tadi tidak benar. Nama-nama pemainku yang dibacakan tadi adalah nama palsu. Maksudku, ya, biar lawan takut duluan. Ha-ha-ha ….”

“Kok begitu?” tanya wartawan.

“Ya suka-sukakulah, namanya juga orang Batak, banyak taktik. Ha-ha-ha ….”

Begitulah. Nama-nama fiktif ini selalu membuatku berdecak kagum. Tak ubahnya seperti nama pelawak Sitimba Laut; cemmana pula caranya menimba air laut? D Memang sungguh kreatif yang menciptakan nama-nama itu.

Baiklah kawan, ini sudah pukul 4.30 subuh. Mataku sudah letih, aku ingin tidur. Semoga engkau terhibur, dan selamat menikmati hari libur. Burrr ….

Salamku dari Balige, kota kecil di tepi Danau Toba.
Sumber : bataknews

27 Responses to “Batak Tembak Langsung”

  1. neta Says:
    February 21, 2008 at 6:36 pm
    haha,
    biar gue dari suku mandailing yang lebih deket ke kultur minang dan melayu, tetep aja gue bangga sbg orang batak.lengkap dengan segalanya. stark,laut und direkt.stereotyp tentang orang batak…? yah…emang tipe kita kan yang suka nebak -nebak khas negativ setiap suku.contohnya orang jawa jorok, orangbatak makan orang atau menado dituduh centil-centil…hmmmm di münchen gue aktiv bergaul ama orang indo ( seluruh negara bangian bayern ada sekitar 500 orang ) tapi ya tetep aja cuma bisa ama jenny ( asli medan ) atau aminah ( asli padangsidempuan ) saling teriak dan langsung kalo ngasih pendapat.Di sma gue pernah lama pacaran sama anak betawi,pas udah agak seriusan ortunya ( bahkan pas ibunya mo meninggal ) bilang ke si mantan jangan sampai ke jenjang pernikahan ama neta karena dia orang batak .hik..hik….
  2. A Lukman Sa’ad Says:
    February 21, 2008 at 7:09 pm
    Gue orang betawi. Bukan gue kan maksudnya Net? Wakakakakakak….
  3. neta Says:
    February 22, 2008 at 3:21 am
    aduh saad elo dulu ngelirik gue aja enggak ,tapi mantan gue itu pasti ada hubungan sodara sama elo .na ya ich lache jetzt nur an diese ” kisah kasih di sma” jetzt habe ich einen deutschen geangelt und es stört ihm nicht,dass ich batak bin. ada kenalan suaminya asli jerman malah fasih bahasa batak. schönes wochenende saad,salam buat ntus bilangin aku hari sampe mesen tempe mendoannya sama yang bantu-bantu di rumah ,dia asli purwokerto dan pinter banget bikin mendoan. tuh kan kali tangan gue tangan batak gak nyambung ama tempe hihi…..
  4. Sa’ad Says:
    February 22, 2008 at 5:32 am
    Ada dosen kita asli Batak yg sekarang bisnis batik. Lancar2 aja tuh. Inget Herr Sitorus? Dia lah si Batak itu.
  5. boenkschoe Says:
    February 22, 2008 at 1:33 pm
    ada lo batak yang lemah lembut.
    kalian kenal Very Good Harahap gak, ponakannya sito.
    Dia itu klamar-klemer dan cengangas cengenges doang dan gak bisa marah dan ketawa mulu, jauh bgt ama org batak.
  6. neta Says:
    February 22, 2008 at 2:11 pm
    selamat pagi danang,
    gue gak klamar-klemer, tapi tampang gue gak batak-batak banget.malah sering disangka dari suku sunda. ponakan sito bener very good harahap namanya …..cool dan berani banget.hihi….
    ach sito gue kangen banget tuh sama si bapak ada yang bisa ngasih no tlp beliau?
  7. boenkschoe Says:
    February 22, 2008 at 2:20 pm
    morgen Neta,
    disini dah sore, bener namanya Very Good tapi orangnya gak good-good acan heeeeeeeeee
    ina tahu kayaknya no Sito, dulu dia pernah tlp sito rame2 dari rumah gw.
  8. Ina’92 Says:
    February 22, 2008 at 3:08 pm
    Yang tau no tlp Herr Sito tuh Nurul sama Cilvi. Gue mah kan masih takut sama bliau, he he he… Takut gak dikasih Punkte :p
  9. A Lukman Sa’ad Says:
    February 22, 2008 at 3:48 pm
    Loh kok pada tunjuk2an. )
  10. iwan@ekonid.or.id Says:
    February 22, 2008 at 4:20 pm
    Gw orang Batax yg lahir besar di Perantauan Jakarta, jelas lebih fasih berbahasa Jerman, dibanding bahasa Batax yang melandasi darah gw hehehehehe……………

    Gw cuma ngerasa kalo BTL itu yach ciri khas nya orang Batax ajah siyyyy, Baik dari SIkap, Perkataan, Perasaan dan Keputusan : BATAX TEMBAK LANGSUNG (Tegas, Lugas dan Terarah)………. “ApA Kata DuniA”…..teriakan Sang NagoBonar………………………….

    Hhhhhooorrrraaaaasssssssssssssssssssss

  11. Saudi Salomo Simanjuntak Says:
    May 9, 2008 at 7:04 pm
    Gw Orang Bataks Bangat.
    BTL apapun itu baik Karakter merantau di tanah Indonesia maupun DIMANA2Perantaunya, Ngomonya itu sih GW banggakan. Tapi sudah banyak yang saya temukan anak muda sekatang sudah malu menyatakan dari sku mana dia. And identitas Kulturnya…

    Buat gw itu BODOH

  12. Saad Says:
    May 10, 2008 at 11:19 pm
    Terjadi pergeseran nilai kesukuan, utamanya anak2 muda perkotaan. Lebih lagi yg sudah merantau.

    Thanks bang.

  13. YESA. Says:
    May 13, 2008 at 4:32 pm
    hahaha……gw juga orang batak meski gw di besarkan bkn di tanah kelahiran gw.tp gw te
  14. Ahmad Lukman Says:
    May 13, 2008 at 6:51 pm
    Setuju Lae. Makasih dah mampir dan kasih komentar Lae.
  15. Lamsito Says:
    May 25, 2008 at 4:46 pm
    Kalian orang Batak ????, bah mana buktinya,
    mungkin cuma kalian punya marga aja makanya kalian bilang : aku orang batak bah,,
    Emang kalian tau dimana pusok kalian di tanam, dimana kuburan oppung kalian, apa kalian tau dimana asal marga kalian , dan apa kalian pernah ke sana ????, Bah kalau belum, apa kata dunia…
    Tapi aku salut sama kalian masih bangga sebagai halak kita, tapi tolong di tengok2lah konndisi huta kita kita itu enta masam mana sekarang. INGOT SAHALA NI DA OPPUNG,,, HORAS
  16. ebenezer Says:
    June 13, 2008 at 11:37 am
    ua halak batak, mangaranto di batam, au bangga hian do tusuku sendiri, pesanku tu akka dongan unang ma hita maila, jadi halak batak,horas…horas…horas.
  17. ebenezer Says:
    June 13, 2008 at 11:40 am
    helo,, akaka dongan mahasiswa stakpn tarutung….sehat dokann.
  18. ebenezer Says:
    June 13, 2008 at 11:42 am
    lae lukman didia lae haroa mangaranto.
  19. Lukman Saad Says:
    June 13, 2008 at 1:39 pm
    Lae Ebenezer, aku gak ngerti nih. Maklum bukan orang Batak, cuma punya banyak teman, guru dan dosen orang Batak. Tks Bang.
  20. Lamsito Says:
    June 13, 2008 at 10:02 pm
    Horas Lae ebenezer…
    lae tinggal di batam di dia…
    alana au 4 tahun marsilimper di batam
  21. neta Says:
    June 14, 2008 at 3:40 am
    @Saad :gue terjemahin omongan si Ebenezer ( achtung kostet was khe…) dia nanya elo ngerantau di mana.

    @Lamsito :tinggal di mana dikau

  22. Lamdor Sihaloho Says:
    June 20, 2008 at 4:22 pm
    Aku bangga jadi orang batak………
    BATAK==Banyak Akal Tak Akan Kelaparan
  23. ssianturi Says:
    August 30, 2008 at 9:04 pm
    horas ba..hami parmahan do sian muara..tabe ma
  24. Lamsito Says:
    September 2, 2008 at 2:06 pm
    @neta. diriku tinggal di Batam, Kavling Lama, Blok D no 51. , kalau di kau tinggal dimana ?????
  25. Ahmad Lukman Says:
    September 2, 2008 at 3:14 pm
    Lamsito, untuk info mengenai Neta bisa lihat datanya di sini
  26. neta Says:
    September 2, 2008 at 4:01 pm
    Hallo Lamsito,
    aku terdampar di Munich.Taxisstrasse 45, hehhe…..
    belumpernah ke Batam, cuma denger aja, panas dan mahal. Jangan galak galak lah…. biar kita jauh di rantau, tetep inget akar budaya kita. Ngerayain ramadhan gak ? kalo iya met puasa.

    Salam dari Munich

  27. Ahmad Lukman Says:
    September 2, 2008 at 5:08 pm
    Neta, itu tidak galak, tapi hangat.

3 Comments

  1. siregar naburju said,

    hmm,hehe..BTL lae,,Batak tembak langsung,,tembak aja langsung dia kaya nagabonar hehe,lugas,ceplos,cekatan dan kuat..itulah Batak..hehe..banyak taktik..horas ma dihita saluhutna..

    salam dari sipirok nauli..

  2. sagala said,

    anak na Burju, anak na Teal, anak na lagu

    • roysianipar said,

      anak yg ngga tak ,au membangun kampung nenek moyang nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: