BLACK WANTED 2be WHITE .white WANTED 2be black

I’m Sorry Consuella (Imbarni Boru Hita Dohot Boru Amerika #5)

MAAFKAN SAYA CONSUELLA.

(Imbar ni Boru Hita Dohot Boru Amerika #5)

 

Sambil berjalan saya dan Consuella berbincang bincang tentang apa saja yang terlihat diperjalanan, seperti dua orang remaja yang terlihat sangat “Seronok” sekali menampilkan adegan mesra di tepi jalan tanpa perduli orang yang lalu lalang disana.

Rupanya Consuella memperhatikan juga lirikan mata saya sekilas memandang mereka.

“Bukankah di US sana hal hal seperti itu biasa….?” tegurnya tiba tiba.

“Oh ya, iya…” jawabku sedikit gugup karena tak menyangka dia akan bertanya seperti itu.

“Tetapi jangan heran, mereka tak akan berani berpegangan tanganpun didepan saudara Laki Laki ceweknya…”paparnya.

Saya sedikit kaget juga mendengarnya…..tiba tiba teringat kampung halamanku di Tanah Batak sana, disanapun hal yang sama, sangat pantang bagi laki laki melihat saudara perempuannya bermesraan dengan kekasih.

“Koq bisa seperti itu..? bukankah adat orang Chile sama dengan orang Eropah..?” tanya saya.

“Ya, kami sebenarnya berasal dari Spanyol..sehingga kebiasaan kami sama dengan orang Spanyol yang agak Konservative…” jelasnya.

Memang setiap saya berkunjung ke Spanyol, saya merasakan hal itu, sangat sulit untuk mendapatkan teman baru, kalau kita tidak ada yang mengenalkan.

Sambil manggut manggut saya teruskan melangkah.

Saat itu suhu udara semakin dingin, mungkin sekitar dua atau tiga derajat celcius, namun saya merasa nyaman dengan pakaian yang lengkap, T-Shirt didalam, baju lengan panjang, Sweeter yang cukup tebal kemudian mantel musim dingin di luarnya.

Saya melirik pada Consuella, Dia hanya mengenakan Jeans, baju yang setengah terbuka dengan selendang di lehernya sambil mendekapkan tas tangan di dadanya.

“Kamu tak merasa dingin dengan pakaian seperti itu..?”tanya saya.

“sedikit…lagi pula kalau sudah sampai disana, ruangannya akan nyaman dengan Heater….”katanya sambil memperbaiki letak selendangnya.

Saya tak tega melihatnya kedinginan, lalu saya membuka Mantel musim dingin saya dan saya balutkan di tubuhnya “Pakailah…mungkin sedikit kebesaran, tapi tak apakan..?! daripada kamu kedinginan..”

“Oh terima kasih, kamu baik sekali…sebenarnya saya lupa membawa Mantel saya..”katanya sambil tersenyum senang.

Kami terus berjalan, santai saja tak terburu buru, saya mulai merasa kedinginan, tetapi saya tak memperlihatkannya berusaha kuat….padahal mungkin Diapun mengetahui itu.

Kami memasuki halaman sebuah Club, didepannya terdapat sebuah Lampu neon berwarna Pink membentuk tulisan DON GATO, Don dalam bahasa Spanyol adalah sebutan kehormatan untuk Pria dewasa, semacam MR di bahasa inggris, sementara GATO artinya Kucing, jadi saya rasa artinya kurang lebih ya Mr.Cat lah atau Bung Kucing.

Ketika kami memasuki Club, semua penjaga dipintu menyapa ramah sekali pada Consuella, saya menduga kalau Dia sering kemari, atau Dia orang terkenal disini.

Consuella membawa saya menuju sebuah meja agak panjang, terdiri dari dua buah meja yang disatukan, seolah olah sudah dipersiapkan untuk rombongan, tetapi masih kosong.

“Masih terlalu sore…belum pada datang..”Consuella menjawab kebingunganku.

Bah….masih sore…?! jam sebelas malam katanya sore…..

Sambil menunggu kami memesan dua botol Beer, Corona.

Consuella mengeluarkan rokok dari tasnya “merokok..?!” dia menawarkan kesaya.

“Terima kasih, saya tidak  merokok…” jawabku.

“Oh maaf kalau begitu..” katanya sambil berusaha memasukkan kembali rokok yang terselip dijarinya, tetapi belum dinyalakan.

“Tak apa apa, saya tak masalah kalau kamu merokok…silahkan saja…” kataku.

“Kamu pasti..?!” dia bertanya meyakinkan.

 “Ya…Tak masalah..” jawabku pasti.

Dia ahirnya menyalakan rokok dan menghisapnya dalam dalam.

Beberapa saat kemudian temen temennya berdatangan satu persatu mereka diperkenalkan kepada saya.

Mereka mengira saya tak mengerti bahasa Spanyol, sehingga mereka meledek Consuella dalam bahasa Spanyol.

“Begitu dong Consy..masak sendirian terus…ratu dansa harus punya Pangeran…” kata Carmen yang membuat Consuella melirik kearah saya.

“Eh Consuella, yang begini jangan dilepas ya..?! kalau kamu sudah bosan kasih kan sama saya…saya nggak bakalan nolak…” Gloria yang berambut Blonde menimpali.

“Sejak kapan kamu punya pasangan baru…perasaan belum pernah melihatnya..”kata Igor Bohamendez pacarnya Carmen.

Omongan omongan mereka semakin menjurus…yang membuat saya senyum dan nyengir nyengir saja.

“Eh..hati hati kalau ngomong…soalnya Michael bisa berbahasa Spanyol lho….”kata Consuella sambil tertawa, “Rasain lu…”sambungnya.

Ahirnya mereka ribut saling menyalahkan Consuella “kenapa koq nggak bilang dari tadi….jadi malu..”kata Gloria.

“Ah…ngak apa apa biar Michael tau kalau kamu naksir dia…”Consuella menjawab sambil melirik kearahku, saya melihat ada sedikit kecemburuan disana.

“nggak apa apa saya senang bercanda koq…”jawabku santai.

Mereka memesan minuman, mereka menanyakanku mau pesan apa karena minumanku sudah hampir ludes, saya jawab saya ikutan saja pada pesanan mereka sekalian menbcoba.

Mereka semua memesan Rum Bacardi, tetapi mereka menyebutnya Ron.

Ketika pelayan datang menghantarkan minuman, saya kaget setengah mati……bayangkan, biasanya yang saya tau minuman hanyalah “shot” atau satu gelas saja…..yang ini ternyata SATU BOTOL SATU ORANG…….Bah…..Mate Au.

Saya melirik pada Consuello disebelahku, dia memandangku sambil tersenyum.

“Memang disini begitu kebiasaanya, bila nanti berdansa semua alkohol akan terbakar dengan cepat…”katanya menjawab tatapan kagetku.

Saya hanya memperhatikan bagaimana cara mereka minum, setiap orang di beri segela air putih, jadi setiap meneguk Rum kemudian dilanjutkan meminum air putih, begitu seterusnya.

Tepat pukul dua belas tengah malam, lampu lampu di club diredupkan sehingga remang remang, lampu lampu sorot dinyalakan, musikpun mulai dimainkan.

Setelah berbasa basi, sang penyanyi mengundang para hadirin untuk turun kelantai dansa…sambil melantunkan lagu lagu berirama Slow dan Romantic.

Semua rombongan kami turun berdansa termasuk saya.

Slow dance yang agak kaku buat saya, karena saya belum begitu mengenalnya, tetapi ternyata Consuella merasakan kekakuan saya.

Consuella mengambil inisiative, merapatkan tubuhnya padaku sambil bergelayutan di leherku, mau tak mau akupun memeluknya dengan penuh perasaan. (padahal bohong…Cowok mana sih yang tak senang memeluk Cewek Cantik dengan  Body yang seksi..?!).

Semakin lama semakin teratur langkahku dengan Consuella, semakin menempel tubuh kami berdua, sangat segar wangi parfum di tubuhnya membuat saya semakin menghayati setiap gerakan…atau pengaruh alkohol yang saya minum sudah mualai beraksi..?!

Kelihatannya Consuellapun menikmatinya, tanpa kami sadari semua teman Consuella memandang kearah kami, sambil bergerak agak menjauh…memberi ruang yang agak luas kepada kami, karena kami berdansa sambil bergerak berputar kesana kemari.

Tak terasa sudah enam buah lagu Slow yang di dendangkan, sudah lebih dari setengah jam kami berdansa, berpelukan erat, sehingga hampir semua bagian tubuh didepan bersentuhan dan berhimpitan, terus terang sebagai Manusia normal ada Spark spark, ada pijaran pijaran asmara di hatiku, merasakan kelembutan Tubuh Consuella, saya tak tau apakah Dia juga merasakan hal yang sama.

Tetapi sebagai tamu dan orang baru, saya tetap harus bersikap sopan, tidak ada disrespect disana, tak ada niatku untuk melakukan pelecehan, dengan sengaja menyentuh dengan tangan bagian bagian tertentu misalnya, saya benar benar menghormati Dia sebagai Wanita.

Sayapun tak pernah beranggapan bahwa Dia wanita murahan, Tidak..!

Kami hanyalah manusia biasa yang ingin menikmati hidup dengan cara kami sendiri, tak lebih.

Ketika lagu keenam berahir, sang penyanyi menagtakan akan mengganti irama dengan yang lebih lincah lagi.

“Kita istirahat dulu ya…”Consuella bilang, sambil melepaskan pelukannya.

Kami berjalan menuju meja kami sambil tak lupa Consuella mengapit lenganku sebelah kiri, seolah kami sepasang kekasih.

Sebelum mencapai meje dia mengucapkan terima kasihnya padaku pada tarian tadi, selanjutnya tak saya duga Dia memberikan satu kecupan langsung di Bibir saya.

Bah…Mate Au, saya sangat paham apa artinya, karena menurut yang saya tau di kebudayaan Barat, ciuman di kening, pipi, tangan dan pelukan itu biasa saja, tetapi kalau sudah di Bibir, itu makna yang sangat dalam, sama saja dengan Confession, Pengakuan Cinta.

Teman temannya langsung mengomentari tarian yang tadi kami suguhkan, pada dasarnya mereka mengatakan sangat senang melihat Consuella bergairah lagi menari, karena menurut mereka Consuella adalah jagonya soal berdansa.

Malam semakin larut, tarianpun semakin panas, semua orang di dalam Club benar benar dipuncak gairah.

Saya mengusahakan menari sebisanya, karena satu hal yang agak sulit bagi saya, bahwa mereka tidak sembarang menari, kecuali Slow dance tadi.

Mereka semua menari beraturan, mengingatkan saya tari POCO POCO di Indonesia, jadi kita harus hapal ketukan dan gerakan berikutnya, kalau tidak mau bertabrakan.

Memang sangat indah kelihatannya, sekitar limaratus orang bergerak bersamaan kekiri, bersamaan kekanan dan berputar kearah yang sama.

Semakin malam semakin banyak alkohol yang di konsumsi, badan semakin hangat, saya terpaksa harus membuka baju hingga tinggal T-Shirt saja.

Kami berdansa sepanjang malam, sambil sesekali mencoba berkomunikasi diselah selah pergantian music, karena musicnya sangat keras, sehingga hampir mustahil berbicara saat music berlangsung.

“Saya tak perduli kamu punya pacar atau punya istri sekalipun…..malam ini aku ingin memilikimu…ingin bersenang senang denganmu…”katanya.

Saya tak menanggapinya, saya kira hanya omongan orang yang mungkin dipengaruhi Alkohol.

Beberapa kali Consuella bergelayutan di leherku sambil mengecup Bibirku, kubalas sebisanya, aku berusaha tak mengecewakannya..?!

Sampai Club ditutup, kami benar benar melepaskan semua kesusahan yang ada hanya kegembiraan, kelihatannya saya mulai bisa beradaptasi pada gaya hidup Chile.

Ketika Bill untuk meja kami datang, saya lihat mereka masing masing mengeluarkan uang untuk urunan membayar.

“Begini kebiasaan kami, bayaran ditanggung bersama…” kata Consuello pada saya.

Saya mengambil Bill dan melihatnya, sekitar dua ratus dollar Amerika, ini sangat murah kalau dibandingakan dengan Amerika atau Eropah, bayangkan delapan orang termasuk saya, mereka rata rata menghabiskan dua atau tiga botol Bacardi, saya menghabiskan satu pun sudah mumet.

Ahirnya saya katakan, sekali ini biarlah saya yang bayar, hitung hitung sebagai perkenalan saya, Consuello sangat keberatan, karena Dia tak mau kalau saya berpikir Dia memanfaatkan saya, tetapi setelah saya jelaskan Diapun mengerti sambil mengucapkan terima kasih.

Setelah berpamitan satu sama lain, kami meninggalkan Club, jam sudah menunjukkan jam tujuh Pagi…..Alamak…!!!

Kami berjalan pulang, ternyata rumah Consuello tidak begitu jauh dari Restaurantnya, hanya beberapa blok juga dari Hotel tempat saya menginap.

Sambil berjalan Consuello berpelukan kepada saya, untuk mengurangi sengatan dinginnya cuaca.

Ternyata Consuello membawa saya ke rumahnya, seampainya didepan Pintu saya berpamitan sambil tak lupa memberi kecupan indah dikeningnya, Dia tak melepaskan tanganku, kembali saya mengecupnya, kali ini tepat di Bibirnya yang merekah indah…namun bau Alkohol dan Rokok.

“apakah kamu yakin tak mau singgah…?!”tanyanya.

“I’m Sorry Consuella….mungkin lain kali, selamat beristirahat….”kataku.

Sebelum melangkah saya lihat ada kemarahan di matanya, ada ketidakpuasan atas sikapku, kuharap dia mengerti keputusanku.

Sejujurnya sayapun suka padanya, bahkan sepanjang malam saya menahan gairah asmara yang bergelora di dalam dadaku, tetapi saya benar benar tidak siap untuk “Bercinta” pada pertemuan pertama, bukannya saya sok suci, tetapi ada prinsip prinsip yang saya terapkan pada diri sendiri.

Saya kembali ke Hotel dan mencoba tertidur.

Tetapi Aneh…, mataku tak dapat terpejam. Ada perasaan bersalah yang menyelimuti perasaanku, mengapa saya mengecewakannya..?! sementara sayapun suka padanya, tak ada penghalang diantara kami, saya single dan diapun single.

Ada penyesalan, tetapi saya harus menunggu siang harinya agar saya dapat menemuinya di restaurant, karena saya tak terpikir sebelumnya untuk menanyakan nomor Hpnya.

Karena tak bisa tidur, ahirnya kuputuskan untuk turun ke Lobby menyantap sarapan pagi.

Ketika saya keluar dari Lift yang menghadap ke Sofa ruang tunggu di Lobby, kulihat ternyata Consuella ada disana.

Bah….mate Au, mau apa pulak ini orang jangan jangan mau mengamuk ke saya, pikirku.

Aku menghampirinya, kulihat wajahnya yang kusam, kurang tidur seperti saya, tetapi dipaksakannya untuk tersenyum.

“Aku sengaja datang untuk menemuimu…karena merasa tak enak melepasmu dengan kesal…tapi sesampainya disini baru aku bingung, karena tak tau nomor kamarmu…”katanya sambil nyengir malu malu.

“saya juga tau kamu akan kesini…”kataku berbohong sekenanya, mencairkan suasana.

“Kita sarapan dulu ya…nanti kita bicarakan di kamarku saja sambil beristirahat..”kataku memutuskan yang dijawab anggukan dan tangannya langsung melingkar dilengan kiriku, sambil berjalan menuju ruangan sarapan.

 

Bah…kepanjangan lagi ya…?! terpaksa disambung lagi lain kali.

 

18 Responses to “I’m Sorry Consuella (Imbarni Boru Hita Dohot Boru Amerika #5)”

  1. on November 1, 2008 at 1:26 pm1 Nich

    mantap, Lae
    baru kali ini awak ngebaca baris-demi-baris sebuah tulisan dengan menumpukan dagu di pinggir laptop D

    Michael:Terima kasih Lae atas kunjungannya, sebenarnya agak lama juga saya mikir sebelum mempost ini…masalahnya ini bukan Cerita Fiksi Lae, Pengalaman Pribadi, tapi tak apalah berbagi he..he..he…

     

  2. on November 1, 2008 at 7:47 pm2 Sassie Kirana

    Wew akhirnyaa..keluar juga kelanjuntannya…
    Makin seru dan hot aja kayanya he he..
    Salut buat prinsip abang yang tetap menjunjung tinggi wanita dimanapun berada, jarang ada pria seperti itu jika dihadapkan pada situasi yang menguntungkan bagi pria kan?
    Teruslah seperti itu ya bang..sie sangat respek dengan bang mike..
    Teruslah menghormati wanita kapanpun,dalam situasi apapun dan dimanapun abang berada.
    Keep good writing..
    I’ll be wait to the next story..
    Success for you brother.. ^^v

    Michael:I respect and Love You too Sister, sabar ya….

     

  3. on November 2, 2008 at 1:02 am3 HILMAN

    wah…serruu…harus kuat iman tuh..ta tunggu kelanjutannya…HORAS !!!!

    Michael:Yah..kadang begitulah mas…Terima kasih atas kunjungannya.

     

  4. on November 2, 2008 at 3:30 am4 A-RI

    Mantap bah , kutunggu cerita lanjutannya lae !

    Michael:Terima kasih, sabar ya……

     

  5. on November 2, 2008 at 5:24 am5 junjungpurba

    urusan wanita aku pizz aja lah D

    Michael:Terima kasih atas kunjungannya, saya pun sebenarnya heran…..sampai saat inipun saya masih PANGLATU…..he..he..he….

     

  6. on November 2, 2008 at 5:27 am6 Sawali Tuhusetya

    sebuah kisah yang menarik, bung michael. saya suka banget dengan settingnya. maklum seumur-umur belum pernah ke amrik, hiks, jadi malu nih. dengan membaca tulisan ini setidaknya saya bisa mengikuti suasana dan etika pergaulan di negeri paman syam itu.

    Michael:Terima kasih atas kunjungannya, tak ada yang dapat dibanggakan kemanapun kita pergi…dan tak ada yang harus di malukan bila kita tak pergi…yang jadi pertanyaan adalah….apa yang telah kita lakukan tentang Kebajikan….Saya sangat Hormat dengan wawasan dan Professi Anda.

     

  7. on November 2, 2008 at 11:25 am7 nita

    kisah yg mengasyikkan, juga melenakan. enam lagu slow non-stop saling berdansa berpelukan merapatkan tubuh…wow…malam yg sangat indah dan romantik tentunya

    Michael:Betul sekali Mbak…sayang semua itu hanya tinggal kenangan, Consuella kini sudah punya dua anak dari suaminya, mereka tinggal di San Antonio Chile.

     

  8. on November 2, 2008 at 9:31 pm8 nadin

    Wah bang…saya baru tau kalau cerita2 di amerika itu sudah past tense…kikikkk…

    Well…God knows what best for His son!
    Tetap teguh dan percaya, semua indah pada waktuNya!

    Michael:Betul sekali….itulah salah satu yang sangat mengganjal dipikiranku sampai saat ini….padahal saya tidak jelek jelek amat….(GR mode)…tapi serius..! buktinya banyak wanita yang pernah singgah di hatiku….tetapi kenapa sampai saat ini saya belum laku juga….?! nasib…nasib…PANGLATU…kesian deh Gue….he..he..he…..

     

  9. on November 3, 2008 at 12:16 am9 desy pardd

    Hmmm.. a nice story…..
    Ditemani secangkir kopi panas dan sepotong roti pada ruangan dengan suhu 16 derajat celcius, aku seakan terhanyut membaca alur ceritamu….
    Sayang sekali aku terganggu dengan deringan telepon yang sebentar2 masuk ke ruang kerjaku. Keciannn dech guee…..!
    Lanjuuuuuuutttttttt mangggg……..! Penasaran nich…..

    Michael:Bah…..jam kerja koq dipake baca cerita….he..he..he…..
    Kalau saya hanya punya waktu di pagi hari Ito…untuk menulis, jam kerja saya sangat sibuk, tak ada waktu, hanya weekend waktu saya agak luang….disela sela pekerjaan bersih bersih rumah….maklumlah PANGLATU…..

     

  10. on November 3, 2008 at 12:28 am10 1nd1r4

    very detailed story, u have successfully brought your readers to Chile just by reading this ) … keep up the good work bro!

    Michael:Terima kasih atas supportnya.

     

  11. on November 3, 2008 at 12:49 am11 joicehelena

    -)

    agak-agak berdesir juga darah ini mbaca postingan ito…
    hahahaha…….

    trus apa bedanya Consuella sama boru Batak, to?

    Michael:Saya hanya menuliskan apa yang saya alami dan rasakan…..masalah penafsiran….terserah masing masinglah menafsirkannya, soalnya menurut saya dua duanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing.

     

  12. on November 3, 2008 at 1:59 am12 jeunglala

    Hai…

    What a great true story… Very detail… ) Kalau saya paling udah nyerah kalau musti nulis begitu…

    Saran, saran…
    kenapa ga nulis fiksi aja, mas?
    Kayaknya boleh banget tuh ceritanya dipoles2 dan dibumbu2i biar jadi fiksi.. )

    Michael:Boleh juga itu idenya…..saya akan coba menulis sebisa saya….sabar ya….Terima kasih.

     

  13. on November 4, 2008 at 1:50 am13 Maulina br sirait

    Bah…tulang on !!!.

    Michael:Inilah aslinya Tulangmu….apa adanya.

     

  14. on November 4, 2008 at 7:41 am14 tanobatak

    Bahhh..begitu rupanya kisah panglatu… Berenya maulina sampai kaget.. Ito Maulina… carikan di jakarta boru batak naburju menjadi nantulangmu. Kita paksa hadir tulangmu ini memastikan agar dangdut spanyolnya dikurangi D

    Michael:Bah….tardapot ate……jadi pingin malu……tetapi intinya adalah supaya kisah saya ini bisa dijadikan pelajaran bagi Generasi berikutnya yang mungkin mengunjungi tempat tempat yang saya sebutkan itu, maksud saya supaya dihindari…bukan ditiru….Mauliate Lae di haroromuna.

     

  15. on November 4, 2008 at 11:11 pm15 nanzzzcy

    ciieehh.. si abang lagi deket2 ama cewe spanyol nih.
    Kira2 tar dia di margain apa ya bang?? hahaha..

    Michael:Bah…..ini kan cerita usang….cerita masa lalu, Dia sendiri sekarang sudah menikah dan punya anak dua, tinggal di San Antonio Chile.

     

  16. on November 5, 2008 at 1:11 am16 ourkami

    uhuy…suit suit…duh yg lagi kasmaran )

    terimakasih bang,abang gak ambil kesempatan diwaktu yg menguntungkan u/pria..jarang2 lho..(jempol)

    Michael:Padahal dalam hati siapa tau….?! he..he..he……begitu maksudnya kan….
    Terima kasih atas kunjungannya.

     

  17. on November 6, 2008 at 1:14 am17 nenyok

    Salam
    Cerita yang jujur dan mengalir, Luv it…

    Michael:Terima kasih…..

     

  18. on November 7, 2008 at 12:54 am18 arif sipayung

    bah tahe..

    kesal kali aku, koq baru sekarang ku buka lagi blog lae ini..

    bahasa penulisannya sederhana, bernas.. kek gini ni yang paling susah dicari..

    trus c’mana lanjutannya lae?

    salam

    Michael:Bah….apa harus diceritakan sampai ahir ya…?! sabarlah ya….soalnya lagi saya pikir pikir, mana yang bisa saya ungkapkan, mana yang mesti di “haluskan bahasanya” soalnya inikan umum Lae…semua umur dan golongan bebas membacanya….Lae paham kan yang saya maksud.

     

1 Comment

  1. ASIAN WANTED2be white and white wanted 2be Black (VICE VERSA) « my radical judgement by roysianipar said,

    […] read fullstory roysianipar @ 1:57 am [filed under Uncategorized tagged africa, america, asia, Bali, batak, cairo, egypt, europe, french, holland, hongkong, INDIA, indo, ISLAM, italy, jews, karo, medan, menado, pakpak, porsea, siantar, sibolga, simalungun, spanyol, sulawesi, tapanuli […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: