INDONESIA HRS MENINGGALKAN SIFAT YG SOK PINTAR SOK SUCI SOK MAU TAU SOK JAGOAN SOK CANTIK SOKSOKAN AGAR BISA PINTAR DAN BERDAULAT DGN DUNIA LUAS.

 
 
=========000000=======000000==============0000=======

sapi.jpgtiga hari ini mama mikirin sapi terus
“sapi ? kok sapi sih mam ? sapinya siapa ?”
iya, sapi. mama liat diberita. Kamu tau, kalo ayam biar gemuk disuntik air kan ? Nah kalo sapi, kaki depan mereka diangkat diatas papan2 trus mulut mereka dimasukin selang & disemprot air sampe perutnya gede banget. Malemnya, sapi2 itu kelojotan, menggelepar-gelepar, trus mati. SADIIIIS KAN ?!! Pokonya mama skarang ga mau makan sapi dulu… selama masih keinget gambar2 yang di TV. Kamu juga sebaiknya mikir-mikir dulu kalo mo makan sapi. Kasian tau mereka…

Aku cuma bengong denger mama cerita panjang lebar tentang sapi-sapi gelonggongan itu.
Sejak nonton berita itu, mama keliatannya terus mikirin sapi. Ok, coba aku inget2 dulu… tiap pagi aku minum susu, aku termasuk penggemar berat keju, trus juga aku paling doyan makan ribs… waduh, semuanya dari sapi !
Kok, para peternak sapi tega yah bikin sapi2nya jadi sapi gelonggongan gitu… Apa salah dan dosa mereka, coba ? Sapi, tidak mungkin jadi sapi yang bagus kalau tidak diurus dengan baik. Jika sampai harus menggunakan cara2 yang tidak lazim, itu artinya seorang peternak sapi telah gagal menjadi peternak – karena tidak bisa menghasilkan kualitas sapi yang baik.

Beberapa orang masih beranggapan bahwa memerah sapi merupakan suatu eksploitasi terhadap sapi, karena dianggap mengambil keuntungan sendiri. Konotasi negatif terhadap memerah sapi pasti tercampur dengan arti kata perah yang cenderung bersifat negatif.
Ternyata beberapa orang masih kurang paham bahwa sapi perah butuh untuk diperah, mereka bisa sakit kalau tidak diperah. Tapi mereka juga tidak bisa menghasilkan susu jika tidak dirawat dengan baik. Jadi, sama sekali bukan suatu tindakan eksploitasi terhadap sapi.

Kembali pada sapi gelonggongan yang mengganggu pikirian mama, kenapa juga peternak sapi tidak memikirkan cara lain untuk membuat sapinya lebih mahal, daripada memasukan selang kemulut sapi & menyemprotkan air seperti itu. Sigh… Pastinya selalu ada pembenaran untuk segala sesuatu. Tapi pembenaran dalam hal menyiksa binatang merupakan pantangan untuk zoostation (kekekekek…..)

sapicentil.jpgBTW di Harvest Moon, game favoritku itu… aku udah punya 4 sapi yang menghasilkan susu terbaik & keju2 terbaik. Tiap pagi & sore aku ga pernah absen untuk bersihin mereka, kasih makan, diajak ngobrol & diambil susunya. Sapi2ku di sana sehat2 & aku udah jadi petani kaya-raya pula.

Kalo sapi yang dimiliki oleh peternak sapi seperti gambar disebelah ini, apa masih tega buat dijadikan sapi gelonggongan ? TEGA ? *sambil pasang ekspresi-nya Tukul*

 
==============000000===============00000============
 
Bekasi – Sejumlah ibu rumah tangga di Bekasi, Jawa Barat, merasa resah, menyusul santernya isu ayam potong berformalin beredar di pasar tradisional di Kota Bekasi selama bulan Ramadhan 1429 Hijriah.Ny Erawati (47), warga Kelurahan Bekasi Barat saat ditemui ANTARA di sebuah pasar tradisional di Bekasi, Minggu, mengatakan, ia kini enggan membeli ayam potong karena khawatir menggunakan bahan pengawet formalin dan zat pewarna.

Sebelumnya, ia tidak khawatir membeli ayam potong di pasar tradisional, tetapi dengan santernya isu daging ayam potong mengandung formalin sehingga menimbulkan keresahan masyarakat.

Untuk sementara waktu, kata dia, ia dan warga lainnya memilih tidak membeli ayam potong sebelum ada pernyataan resmi dari pejabat instansi terkait Pemkot Bekasi soal unggas bebas formalin dan bahan pengawet.

Saya tidak mau lagi membeli ayam potong sebelum pemerintah Pemkot Bekasi mengeluarkan pernyataan ayam potong di pasar tradisional di Bekasi bebas formalin,” katanya.

Ny Purnomo (20), warga Desa Teluk Pucung, Bekasi Utara juga mengaku resah berkaitan dengan merebaknya isu ayam potong di pasar tradisional mengandung bahan pengawet formalin dan zat perwarna.

Sejak dua hari terakhir saya memang resah dan khawatir adanya isu ayam berformalin dan diberi zat pewarna semakin mencuat di masyaraakt Kota Bekasi. Padahal formalin berbahaya bagi kesehatan manusia,” katanya.

Menanggapi keresahan warga tentang beredarnya isu ayam potong berformalin, anggota DPRD Kota Bekasi, Wahyu Prihantono mengatakan, agar petugas instansi terkait segera melakukan razia ayam berformalin di pasar tradisional di Bekasi.

Santernya isu ayam potong bermormalin di pasar tradisional, kata dia, selain meresahkan warga Kota Bekasi juga akan berpengaruh kepada pedagang ayam potong karena omzet juga akan menurun.

“Isu peredaran ayam potong di Kota Bekasi menimbulkan keresahan kalangan ibu rumah tangga, dan juga bagi pedagang sendiri, karena itu harus mendapat perhatian serius dari pejabat instansi terkait,” katanya.

Menanggapi keresahan warga itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, Disprakop Kota Bekasi, Edy Kadarusman mengatakan, petugas akan segera merazia ayam potong di pasar tradisional di Bekasi.

Tim kesehatan hewan Disprakop Kota Bekasi juga akan melakukan razia daging sapi dan kerbau dari kemungkinan adanya daging ilegal yang dioplos dengan daging sapi lokal untuk mengeruk keuntungan.

“Saya minta masyarakat untuk waspada dan mengetahui kondisi ayam berformalin antara lain, daging kenyal,” katanya.

Di tempat terpisah, Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Juhadi mengatakan, petugas instansi terkait menyita 50 kilogram daging sapi diduga glonggongan terbungkus kardus di pasar Tambun, Kabupaten Bekasi.

“Semalam petugas instansi terkait menyita 50 kilogram daging sapi tidak layak konsumsi diduga daging glonggongan,” katanya

1 Comment

  1. INDONSIA HRS MERUBAH SYSTEM /DAN GAYA POLA HIDUP YG SOK PINTAR SOK JAGOAN SOK AGAMAWI SOK PENDETA SOK HAKIM SOK DUKUN SOK MAU TAU SOK CANTIK SOKSOKAN DAN TERAHIR SOKPREMAN « my radical judgement by roysianipar said,

    […] read full story roysianipar @ 11:47 pm [filed under Uncategorized tagged balige, batak, bismarksianipar, boniesianipar, brastagi, charliesianipar, dairi, INDONESIA, JAWA, karo, medan, monangsianipar, nias, palpak, ROYSIANIPAR, sahatsianipar, samosir, siantar, simalungun, sumatra, VIKYSIANIPAR […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: