Islam Bukan Agama Damai August 15, 2008 by adm 2i2h multiply.com

Mesjid dan Peradaban Yang Merosot August 15, 2008

Filed under: Uncategorized — adm2i2h @ 11:43 pm

MASJID DAN PERADABAN YANG MEROSOT
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
(05/09/2006)
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>

“Prof. Seyyed Hossein Nasr mengatakan bahwa peradaban Barat sudah mengalami kebangkrutan secara spiritual, meski secara material tampak gemerlap dan cemerlang. Saya tidak sepakat dengan pandangan ini…: bukankah kecemerlangan lahiriah menandakan suatu vitalitas rohaniah. Jika seseorang mengalami kebangkrutan secara rohani, dengan sendirinya kebangkrutan itu akan tampak pula pada aspek aspek jasmani..”


Kalau mendengar khutbah di gereja-gereja Amerika yang disiarkan melalui TV (dikenal dengan istilah “televangelisme”), saya merasa, mutu khutbah orang-orang “kafir” itu secara umum jauh lebih baik ketimbang mutu khutbah di masjid-masjid kita di Indonesia. Retorika mereka sungguh sangat memukau. bukankah kecemerlangan lahiriah menandakan suatu vitalitas rohaniah. Jika seseorang mengalami kebangkrutan secara rohani, dengan sendirinya kebangkrutan itu akan tampak pula pada aspek-aspek jasmani.

Peradaban yang memproduksi ratusan pemenang Nobel dalam segala bidang setiap tahunnya, jelas menandakan bahwa peradaban itu sehat jasmaniah dan rohaniah. Peradaban yang menghasilkan ratusan film bermutu dan produk-produk hiburan bermutu lainnya setiap tahun (meski ada juga yang tidak bermutu), jelas manandakan bahwa peradaban itu subur dan maju, lahir dan batin. Sebaliknya, peradaban yang di dalamnya terdapat khutbah-khutbah Jumat yang sarat demagogi dan caci-maki; apa yang bisa kita katakan selain ia sedang merosot?

Lihatlah ironi berikut ini. Siapa penulis muslim yang dapat mengarang biografi tentang nabi mereka sendiri sememikat biografi yang ditulis Karen Armstrong, seorang mantan biarawati, tentang Nabi Muhammad? Siapakah sarjana Muslim yang dapat melahirkan karya tentang sejarah sosial umat Islam sendiri (sejak masa klasik hingga modern) secemerlang yang ditulis Prof. Ira M. Lapidus, “The History of Islamic Societies”? Dalam bidang-bidang yang menyangkut agama Islam pun, ”orang lain” bahkan dapat melahirkan karya yang lebih baik daripada umat Islam sendiri. Apakah peradaban Barat yang sakit secara rohaniah, seperti dikatakan kalangan muslim tradisionalis itu, akan dapat menghasilkan karya-karya besar yang terus mengucur setiap tahun dalam setiap bidang ilmu pengetahuan? Bagaimana peradaban yang sakit secara “spiritual” dan rohani bisa melahirkan karya-karya besar seperti “The City in History” karya Lewis Mumford, misalnya? Dengan Qur’an dan hadis, umat Islam merasa telah “unggul” di atas umat-umat lain. Kitab Suci kita anggap kanon atau Kanon dengan “K” besar. Padahal setiap bangsa mempunyai kanon-nya sendiri-sendiri. Bangsa yang sehat dan maju adalah mereka yang terus-menerus melahirkan kanon, tanpa henti, tidak melulu mengandalkan kanon yang mereka anggap “suci” dan menutup segala kanon.

Saya curiga, tampaknya masjid-masjid kita kini bukan lagi tempat umat bisa menambah wawasan keagamaannya dengan cerdas, tapi justru menjadi tempat untuk merawat “kesemenjanaan” atau mediokrisi. Dari hari ke hari, umat dijejali dengan demagogi, ceramah yang sarat dengan klise, repetisi materi yang membosankan, dan kadang caci-maki yang menyuburkan rasa benci.

Sedih melihat masjid kita seperti itu. Rupanya penyakit itu bukan hanya menjangkiti Indonesia. Di Boston pun, ceramah dan khutbah Jumat sangat tidak bermutu. Sama saja.

Saya jadi ingat Prof. Fathi Osman yang suatu ketika berujar, peradaban adalah suatu keseluruhan. Ketika suatu peradaban merosot, maka yang merosot bukan hanya salah satu aspek di dalamnya, tetapi juga merembet ke seluruh aspeknya. Kemerosotan peradaban Islam, jika dibaca melalui cara pandang Prof. Fathi itu, juga tampak hingga ke perkara sepele seperti khutbah Jumat.

Saya tidak bisa seluruhnya sepakat dengan kalangan yang menyebut dirinya “tradisionalis” seperti Prof. Seyyed Hossein Nasr, yang mengatakan bahwa peradaban Barat sudah mengalami kebangkrutan secara spiritual, meski secara material tampak gemerlap dan cemerlang. Pandangan ini, saya kira, diikuti pula oleh banyak kalangan umat Islam.

Saya tidak bisa sepakat dengan pandangan seperti ini dengan alasan sangat sederhana:

Peradaban yang menghasilkan ribuan judul buku bermutu setiap tahun (sebagaimana bisa dilihat melalui jurnal review buku seperti The New York Review of Books atau Times Literary Supplement), jelas menandakan bahwa ia segar bugar, luar-dalam.

 

 

 

 

Referensi: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1125
Sumber : http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=5644

 

 

EUROPE: “NO MOSQUE, PLEASE!” August 15, 2008

Filed under: Uncategorized — adm2i2h @ 11:42 pm

Dari Docklands di London, sampai ke bukit-bukit Tuscany,
dari Austria Selatan sampai Amsterdam dan Cologne,
EROPA MULAI BERANI MENGATAKAN
HENTIKAN PEMBANGUNAN MESJID !!


 

”BENTROKAN BUDAYA” ATAS TUNTUTAN MUSLIM
BAGI MESJID MULAI PECAH DI SWISS,
ITALIA, AUSTRIA, JERMAN & BELANDA

by Ian Traynor in Wangen, Switzerland

 

Sebelah utara Berne, bukit-bukit Alpine dipenuhi dgn bunyi-bunyi bel sapi, menara-menara gereja, dan bunga-bunga geranium. Dari dulu sampai sekarang, begitulah keadaannya. Namun penduduk mulai resah. “Bayangkan! Setiap Jumat malam, selalu ribut dan penuh dng mobil,” keluh Roland Kissling, seorang penjual parfum, mengenai kesibukan ratusan imigran Turki yg menghadiri solat Jumat. Belum lagi kasus yg sampai ke Mahkaman Agung dimana kaum Turki di Wangen memenangkan kasus utk membangung minaret setinggi 6 meter. Namun Ulrich Schlüer, anggota partai sayap kanan Swiss (SVP) yg paling kuat, sedang melancarkan kampanye luas utk membatalkan pembangunan minaret tsb. “Berbeda dgn agama-agama lain,” katanya, “Islam bukan hanya sebuah agama. Islam adalah sebuah ideologi yg bertujuan utk menciptakan sebuah sistem hukum tersendiri. Itulah Shariah. Ini akan menjadi problema besar bagi sebuah demokrasi dan harus diatasi. Kalau politisi enggan, maka rakyat sendiri yg akan turun tangan.” Schlüer melancarkan petisi yg sudah mendapatkan 40.000 tanda tangan. Kalau tanda tangan mencapai 100.000, ini dapat menjadi alasan menuntut referendum.

 

 

 

 

 



“Kami tidak keberatan dgn ruang-ruang ibadah atau mesjid, tapi kalau MINARET, ini lain lagi. Ini tidak ada hubungannya dgn agama. Ini adalah lambang kekuasaan ideologi politik.” Bentrokan-bentrokan ini juga terjadi di Italia, Austria, Jerman, UK dan Belanda. Arsitektur Islam membawa dampak pada pusat-pusat ‘budaya barat’ dan semakin panas. Pemimpin sayap kanan Austria, Jörg Haider, menyerukan larangan dibangunnya mesjid di provinsinya, Carinthia. “Carinthia,” katanya, “akan menjadi pionir dlm perjuangan melawan Islam radikal dan bagi perlindungan budaya Barat yg dominan.” Di Italia, walikota Bologna dan walikota Genoa bulan lalu membatalkan pembangunan mesjid setelah kampanye keras oleh Liga Utara sayap kanan, yg mengancam akan mengadakan ‘HARI BABI’ utk menghina muslim dan mengotori tempat yg direncanakan bagi pembangunan mesjid di Bologna. Kardinal Joachim Meisner dari Cologne menyatakan keresahannya akan rencana pembangunan mesjid besar utk menampung ke 120.000 Muslim di benteng agama Katolik tsb. Rencana mesjid di Munich juga ditentang keras. Uskup Graz di Austria juga blak-blakan. “Muslim tidak pantas membangun mesjid yg mendominasi kota-kota di negara-negara spt kami,” kata Bishop Egon Kapellari. Muslim di LONDON juga semakin seenak udel dgn rencana pembangunan mesjid paling besar di UK, yg bisa menampung 40.000 orang. Rencana ini juga ditentang bahkan oleh muslim sendiri yg merasa semakin tidak enak dgn pamer kekuatan oleh saudara-saudara se-ukuwah mereka. Muslim di Eropa memang ngelunjak dan tidak tahu diri.Bulan lalu di Amsterdam, menteri yg mengijinkan pembangunan mesjid paling besar di Belanda kini terlibat kontroversi dan kemungkinan besar tidak akan berlangsung.

 

 

 

 

 

 

 


Di Berne, ibukota Swiss, penguasa baru menolak ijin pembangunan sebuah pusat budaya Islam terbesar di Eropa senilai £40juta dgn mesjid, museum ttg Islam, sebuah hotel, perkantoran dan ruang-ruang konferensi halls.

Kata Mr Kissling di Wangen, pesan ‘damai & Integrasi’ Muslim hanya omong kosong! “Pertama, mereka ingin pusat budaya, lalu ruang ibadah, lalu sekarang minaret,” kata Kissling. “Ini taktik islami. Nanti mereka kepingin TOA dan lalu mereka ingin agar sholat dikumandangkan keseluruh negeri. Anak-anak kami nanti akan bertanya-tanya ‘apa yg dilakukan ayah kami’, dan jawabnya adalah – mereka tidak melakukan apa-apa.”

 

Sumber:

 

Islam Bukan Agama Damai August 15, 2008

Filed under: Uncategorized — adm2i2h @ 11:41 pm

ISLAM IS NOT

A RELIGION OF PEACE


by Ali Sina


“Islam adalah agama damai”. Itu yang biasanya disuarakan politisi yang “politically correct“. Tetapi “politically correct” belum tentu correct. Kenyataannya, Islam BUKAN agama damai. Islam adalah agama kebencian, teror dan perang.


Studi mendalam tentang Quran dan Hadis mengungkapkan bahwa Islam yang ditampilkan oleh para juru propaganda Muslim tidak benar dan kebanyakan orang — bahkan mayoritas muslim sendiri — banyak yang tidak tahu. Quran tidak mengenal konsep kebebasan beragama dan mengakui bahwa tidak ada agama lain selain Islam (3:85). Islam mencebloskan para kafir kedalam Api Neraka (5:10), menyebut mereka najis (kotor, jangan disentuh, tidak suci) (9:2), memerintahkan muslimin agar memerangi mereka sampai tidak ada agama lain selain Islam (2:193), bunuh atau salibkan atau potong tangan dan kaki para kafir dan mengusir mereka dari negara setelah menghina mereka.

Islam, seperti diajarkan dalam Quran dan dipraktekkan oleh Muhamad, seperti dilaporkan dalam Hadis (biografi dan perkataan Muhamad) adalah ajaran yang penuh dengan ketidakadilan, tidak mengenal toleransi, kekejaman, absurditas, diskriminasi, kontradiksi dan menuntut kepercayaan buta. Islam mendorong pembunuhan kaum non-muslim dan melecehkan hak azasi kaum perempuan dan kaum minoritas. Islam berkembang melalui JIHAD (perang suci) dan memaksakan tujuannya dengan membunuhi non-muslim/kafir. Dalam Islam, pemurtadan adalah tindak kejahatan yang paling besar dan diancam hukuman mati.

Muhamad sendiri seorang teroris dan oleh karena itu terorisme tidak dapat dipisahkan dari Islam. Islam berarti PENYERAHAN DIRI/PENUNDUKAN (Submission) dan menuntut agara pengikutnya menyerahkan segala kemauan dan pemikiran kepada Muhamad dan auwloh bayangannya. auwloh adalah tuhan-nya islam yang membenci logika/reason, demokrasi, kebebasan berpikir dan berekspresi.

Saya (Ali Sina, lahir di Iran dan mantan muslim) menolak Islam karena :
a) Muhamad tidak memiliki nilai-nilai moral dan etika,
b) absurditas dalam Quran.

Keterangan:

a) Hidup Muhamad tidak suci.
NAFSU BIRAHInya tidak terkontrol. Lihat saja hubungan seksnya dengan budak-budaknya, hubungan pedofilia dengan Aisha yang baru berumur 9 tahun ketika ia sendiri berumur 54 TAHUN, hubungan seks dengan isteri puteranya sendiri (Zaid) dan sering berhalusinasi berhubungan seksual dengan isteri-istrinya …

Ia HAUS DARAH. Lihat saja pembunuhan masal yang dilakukannya, khususnya terhadap kaum Yahudi Quraisyi, perdagangan perbudakan, pembunuhan para pengritiknya, perampokan karavan dagang yang tidak bersenjata, pembakaran hutan, penghancuran sumur air, balas dendam- penyiksaan dan kutukannya terhadap musuh-musuhnya atau para tahanan perang …

Kesemua hal diatas sudah jelas tidak mengkwalifikasikannya sebagai orang yang sehat di otak, apalagi sebagai pembawa kabar dari Tuhan.

b) studi obyektif Quran menunjukkan Quran itu bukan hasil mukjizat, melainkan hasil kebohongan. Quran penuh dengan omong kosong sains, kesalahan sejarah dan matematika, logika absurd, kesalahan gramatik dan kerancuan etika. Apakah pencipta alam semesta memang se-bodoh seperti nampak dari Quran?

Quran mengajarkan pengikutnya agar membunuhi para kafir dimanapun mereka ditemukan (2:191), bunuh mereka dan perlakukan mereka dengan keras (9:123), bunuh mereka (9:5), tantang mereka (8:65 ), berjuang melawan mereka sekeras mungkin (25:52), bersikap tegas terhadap mereka karena tempat mereka adalah Neraka (66:9) dan potong kepala mereka; lalu setelah membantai mereka, ikat tawanan yang masih hidup untuk dijadikan sandera (47:4).

Inilah cara Islam memperlakukan kaum kafir. Khusus bagi kaum Kristen dan Yahudi, Islam memerintahkan agar mereka dikuasai dan dikenakan pajak setelah mereka dihina (9:29). Jika mereka masih juga tidak patuh, bunuhlah mereka.

 

Islam menegaskan bahwa para kafir (non-muslim) akan menerima hukuman keras dalam kehidupan kemudian (5:34) dan menggambarkan siksaan yang menanti mereka di neraka seperti meminum air mendidih (14:17), dimakan api dan azab yang pedih dan jika meminta ampun mereka akan dibalas dengan air yang menyerupai besi meleleh yang akan merusak muka mereka (18:29) dan bahwa mereka akan mengenakan baju api dan kepala mereka disirami air mendidih dan apapun yang ada dalam perut dan kulit mereka akan meleleh dan mereka akan dihukum dengan rantai besi (22:19).

Islam bahkan juga melarang kaum muslim untuk berhubungan dengan saudara dan ayah mereka jika mereka kafir (9:23), (3:2).

Mengenai hal perempuan, auwloh jelas-jelas mengatakan bahwa mereka “kurang/terbelakang (inferior)” dibandingkan kaum lelaki, dan suami mereka berhak memukuli mereka (4:34). Hukuman bagi mereka yang menantang suami tidak hanya selesai disini, mereka juga akan dikirim ke neraka jika mati nanti (66:10). Quran menekankan superioritas lelaki dengan menegaskan bahwa lelaki memiliki kelebihan diatas wanita (2:228). Quran menolak hak yang sama bagi wanita dalam hal warisan (4:11-12), dan menganggap mereka begitu bodoh sampai kesaksian mereka di pengadilan tidak diakui kecuali ditegaskan/didukung oleh kesaksian seorang lelaki (2:282). Ini berarti jika seorang perempuan diperkosa, ia tidak dapat menuduh sang pemerkosa kecuali ia membawa seorang saksi lelaki (emangnya orang mau merkosa di depan orang lain?! Konyol!). Muhamad mengijinkan lelaki Muslim mengambil 4 isteri (walaupun ia sendiri memiliki lebih dari 11) dan mengijinkan mereka untuk menikmati perempuan tangkapan perang seperti “kepemilikan tangan kanan”, menangkapi atau membeli perempuan semampu mereka (4:3), bahkan perempuan yang sudah bersuami/menikah sekalipun (4:24).

Tokoh yang menyebut diri “INSAN AL KAMIL” dan “RAHMATAN LIL ALAMIN” ternyata melakukan semua kejahatan itu. Juwairiyah, Rayhanah dan Safiyah adalah wanita-wanita cantik yang didapatinya dari hasil perampokan atas suku Banu al-Mustaliq, Qurayza and Nadir. Sang nabi membantai suami, ayah dan saudara lelaki mereka dan membiarkan anak buahnya memperkosa para wanita hasil jarahan, sementara sang rasul mengambil mereka yang paling cantik dan memperkosa mereka pada hari yang sama dimana keluarga mereka dibantai habis.

Blog ini menghadapkan Islam dengan pemikiran rasional. Saya menolak segala agama yang tidak sanggup membela diri saat dihadapkan dengan logika. Saya melemparkan pertanyaan dan mendorong pemikiran independen dan kebebasan dari dogma dan kepercayaan buta.

Banyak pengikut Islam bersedia mengorbankan nyawa mereka maupun nyawa orang lain demi agama mereka. Islam secara eksplisit mendorong semangat agresif itu. Hanya pengikut Islam yang percaya bahwa ia bisa langsung ke surga kalau ia membunuhi kafir. Hanya pengikut Islam yang tidak peduli akan nyawa orang lain yang beda agama.

Dengan ditemukannya minyak di negara-negara Islam dan imigrasi besar-besaran kaum muslim ke negara-negara Barat, fundamentalisme Islam muncul kembali dan membangunkan semangat Jihad yang selama ini terkubur. Semangat Jihad ini dimanifestasi dalam bentuk terorisme, revolusi, kerusuhan yang mengakibatkan terombang-ambingnya perdamaian dunia. Jutaan nyawa sekarang dalam bahaya. (Tujuan blog saya ini adalah mengingatkan kita semua akan bahaya yang sedang berdiri di hadapan kita saat ini. –adm)

Quran mengajarkan muslim untuk membunuhi kafir dimanapun mereka ditemukan (2:191), jangan menjadikan mereka (para kafir) teman (3:2), tantangi mereka dan tunjukkan kekerasan (9:123), dan penggal kepala mereka (47:4).

Mari kita lihat sekali lagi. Apakah ini memang kata-kata Tuhan? Apakah Muhamad memang pembawa wahyu Tuhan atau seorang psycopat yang tidak waras seperti Hitler/Stalin/Mao Tse Tung yang menggunakan ajarannya untuk menginvasi, menguasai dan mendominasi. Belum lagi keinginan mereka akan kultus individual terhadap diri mereka.

Islam adalah sebuah “cult” yang diciptakan oleh seorang psychopath. Islam tidak dapat direformasi. Islam harus di-eradikasi. Mengapa? Bukan karena Quran mengatakan bahwa bumi datar atau bintang-bintang adalah peluru yang digunakan Allah guna menghukum jin yang naik ke surga yang mengintip kegiatan disana. Islam harus diperangi karena mengajarkan kebencian, memerintahkan pembunuhan kafir, menghina kaum perempuan dan melanggar hak azasi manusia. Islam harus dilenyapkan bukan karena palsu tetapi karena destruktif, karena bahaya, karena mengancam perdamaian dan keamanan umat manusia. Dengan proliferasi senjata penghancuran masal di negara-negara Islam, Islam bukan lagi ancaman kecil. Sadarlah!
<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>Guna mengerti biadabnya Islam, marilah kita tukar kata “non-muslim” dengan kata “muslim” (ayat aslinya berbunyi kebalikannya) dan lihatlah bagaimana kejamnya ajaran ini:

<!–[if !supportLists]–>¨ <!–[endif]–>“Kami akan menanamkan teror kedalam hati muslimin. Oleh karena itu penggallah kepala mereka dan potongi setiap jari mereka. 8:12

<!–[if !supportLists]–>¨ <!–[endif]–>Jangan ambil orang muslim sebagai teman. 3:28,
Bangunkan non-muslim agar memerangi muslimin. 8:65,

<!–[if !supportLists]–>¨ <!–[endif]–>Perangi dan bunuhi muslim dimanapun anda menemui mereka. 9:5,

<!–[if !supportLists]–>¨ <!–[endif]–>Perangi muslimin dan Allah akan menghukum mereka melalui tanganmu, dan hinalah mereka. 9:14,

<!–[if !supportLists]–>¨ <!–[endif]–>Wahai kafir (non-muslim), jangan mengambil muslim sebagai pelindungmu ayahnya atau saudaramu kalau mereka mencintai Islam. 9:23,

<!–[if !supportLists]–>¨ <!–[endif]–>Wahai non-Muslim, muslim adalah NAJIS 9:28,

<!–[if !supportLists]–>¨ <!–[endif]–>Jika kau berpapasan dengan muslimin, penggallah leher mereka. 47:4.”

dst dst.

Apakah benar ayat-ayat setan ini berasal dari Tuhan?? (wahai pembaca muslim, bagaimanakah perasaan kalian bila di dalam agama lain kitab sucinya memerintahkan untuk menggorok leher anda?)

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>
Pembaca yth,
kita tidak perlu lagi menghadapi perang dunia berikut. Kita dapat menghentikan kegilaan ini dengan melenyapkan Islam. Kita dapat mencintai sesama manusia, terlepas dari apapun agama atau ideologinya (sepanjang itu tidak menjadi ancaman bagi kemanusiaan), seperti anggota keluarga sendiri dan merayakan ke-bhinekaan kita. Namun untuk itu kita harus membuang doktrin-doktrin palsu yang memisahkan umat manusia kedalam “kita” versus “mereka”, atau muslim versus kafir (non-muslim).
Anda dan saya manusia. Kita semua bagian dari Humanitas. Kita anggota satu keluarga: keluarga umat manusia. Tuhan menciptakan kita karena IA mencintai kita semua, bukan satu golongan saja. Janganlah menghancurkan apa yang diciptakan Tuhan. Muhamad tidak beres otaknya. Seperti Hitler atau Mao Tse Tung, ia psychopath cerdik dan manipulatif.

 

Silahkan anda baca Quran dan sejarah asli Muhamad dalam Hadis. Bukan sejarah yang ditulis oleh para sejarawan pro-Islam. Baca buku-buku AL WAQIDI, IBN ISHAQ dan AL TABARI. Baca sendiri dan anda akan menyadari bahwa saya benar. Bagaimana muslimin yang berjumlah 1 milyar orang bisa mengikuti seorang yang sesungguhnya gila? Ini tragedi kolosal. Tidak heran dunia Islam tenggelam dalam penderitaan, kemiskinan dan kebodohan.

Namun kita punya kesempatan. Bukankah sekarang sudah waktunya anda memeriksa agama anda dan menyadari apa yang sebenarnya anda percaya?

Blog yang sedang anda baca ini mengungkapkan kenyataan pahit tentang Islam. Blog ini membuktikan bahwa Islam bukan berasal dari Tuhan. Jika anda tidak setuju dengan saya, buktikan bahwa saya salah dan jika anda berhasil saya berjanji akan menghapus Blog ini. Saya tantang semua apologis muslim untuk membuktikan superioritas Islam. Kalau tidak, mereka harus berhenti membohongi dunia. Sampai saat ini belum ada seorang muslimpun yang bisa membuktikan bahwa saya omong kosong (lihat: www.faithfreedom.org atau www.indonesia.faithfreedom.org).

Saya undang anda untuk mempelajari lembaran hitam Islam dari Quran dan Hadis dengan membaca artikel-artikel yang ditulis dalam website ini (www.faithfreedom.org atau www.indonesia.faithfreedom.org) oleh para mantan muslim dan transkrip debat antara saya dengan para apologis muslim yang ingin menjelaskan absurditas Islam. Saya undang anda untuk membaca ayat-ayat dari Quran dan Hadis yang saya gunakan untuk mencapai kesimpulan saya.

Terlebih-lebih, saya undang anda untuk meletakkan diri anda pada posisi para korban Islam dan merasakan sendiri kekejian agama palsu ini. Saya ingin anda bertanya pada diri sendiri apakah anda ingin diperlakukan sebagaimana Islam dan muslimin memperlakukan para kafir. Akhirnya, saya undang anda untuk menolak Islam dan bergabung dengan kami, kaum –yang disebut oleh para muslimin sebagai– murtad, dan menyelamatkan dunia dari kehancuran oleh Islam. (Bila definisi “murtad” adalah berarti “bukan islam”, maka saya bangga menjadi murtad!)

Kami sanggup mengadakan perubahan. Jangan anda mau dibohongi oleh seorang psychopath. Jangan menjadi instrumen kebencian. Muhamad telah membohongi milyaran manusia dan menjadikan mereka pecundang. Situs inilah buktinya.

Sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/oldforum/viewtopic.php?t=6167

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: