KALAU SEMAKIN MERUNCINGNYA ISLAM DGN SENSITIFITY tentang riwayat hidupnya Nabi muhammad terungkap ke PUBLIC maka Indonesia akan menuju keperpecahan Bangsa dan negara.

View Full Version : Akankah Indonesia mengalami perpecahan bangsa….?



interistisejati
7th July 2008, 12:17
Akankah Indonesia mengalami perpecahan bangsa….?

Pertama jawaban Saya adalah ragu-ragu bila melihat situasi dan kondisi bangsa ini.

Sebelumnya bahasan ini bukan bermaksud untuk menakut-nakuti atau untuk memprovokasi bahwa Bangsa ini akan mengalami perpecahan, tetapi sesuai dengan realita yang menyesakkan dada. Bukan tidak mungkin bila kelak Indonesia terpecah pecah menjadi beberapa Negara. Hal ini mungkin masuk akal bila dilihat dari semakin lama orang lebih mementingkan kepentingan golongannya masing2 daripada kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Sekarang ini kita melihat adanya sikap eksklusifitas yang berdasarkan ras, agama, kesukuan. Misalnya kita sering melihat bahwa banyak bertebaran kos ,perumahan dan fasilitas umum yang hanya untuk agama tertentu saja. Begitu juga pemekaran provinsi yang berdasarkan suku dan agama misalnya gorantalo yang untuk kesukuan gorontalo, maluku utara berdasarkan agama. Peraturan daerah yang berbau agama misalnya Perda syariat islam di Aceh, sumatera barat dan di wilayah lain, perda injil di manokwari (walaupun masih dalam tahap rencana belum pasti juga terealisasinya).

Hal2 yang seperti diungkapkan di atas akan menyebabkan orang2 yang berbeda suku,agama atau ras dengan mayoritas penduduk suatu wilayah tertentu akan merasa termarjinalkan sehingga bukan tidak mungkin mereka ramai2 akan membangun Negara sendiri dengan basis suku,agama atau ras tertentu dimana mereka tidak akan merasa terdiskriminasikan juga mereka akan merasa memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga Negara lain.

Saya mengatakan hal yang di atas bukan semata-mata kata orang gini-gini kata orang gitu gitu, tetapi ada beberapa kejadian yang Saya alami sendiri, misalnya Yang pertama Saya pernah melakukan perjalanan jauh ke luar kota bersama keluarga setelah di rasa oleh kami merasa lapar kami berhenti di salah satu rumah makan, di dalam lingkungan rumah makan tersebut tidak menunjukkan embel2 bahwa rumah makan tersebut hanya untuk golongan tertentu saja. Nah yang memesan makanan Saya dan kakak sepupu saya, kebetulan kakak saya itu menggunakan simbol2 keagamaan, ketika kami memesan makanan, mba2 yg melayani kami sempat melihat simbol keagamaan yang dipakai oleh kakak saya, stelah itu didapati oleh kami jawaban yang menyesakkan dada”maaf yah, makanannya sudah habis”. Yah Tuhan jelas2 di depan kami masih banyak makanannya terlebih kami melihat sekumpulan orang di salah satu meja makan menggunakan berbagai atribut keagamaan yang berbeda dengan yang di gunakan oleh kakak saya. Terpaksa kami mencari rumah makan lain, mungkin bagi mereka menjual makanan ke orang yang beda agama dosa kali.:(

Yang kedua saya pernah main ke kosan teman yang kebetulan di sana ada beberapa atribut keagamaan yang sangat mencolok, hal ini saya tanyakan ko banyak sekali atribut keagamaan trus di jawab” emang di sini hanya untuk agama ………..” saya balas “ko bisa” dia jawab “ supaya iman penghuni2 kos dapat bertumbuh bersama2”. Nah lho emang bila kita bergaul dan tinggal bersama dengan yang berbeda agama iman kita tidak bertumbuh.:(

Yang ketiga kbetulan orang tua saya ingin membelikan sebuah rumah buat saya daripada saya ngekos, nah saya ditugaskan buat mencari rumah yang cocok. Saya mencari2 rumah dengan kriteria dekat kampus dan dengan harga yang terjangkau. Nah itu dia ada beberapa perumahan yang memenuhi kriteria tapi sangat disayangkan sekali perumahan2 tersebut dengan strategi pemasarannya rumah2 yang dijual bernuansa yg merunjuk agama tertentu. Jadi saya mengurungkan niat untuk membelinya walaupun saya tahu bahwa rumah tersebut bebas dibeli oleh siapa saja, mana mau saya tinggal dimana lingkungannya tidak memberikan toleransi bagi yang berbeda agama. Terpaksa saya memilih rumah yang agak jauh dari kampus.

Menurut Saya pribadi Indonesia bisa bertahan hanya dengan memupuk kembali rasa keindonesiaan dan menanamkan ideologi Pancasila di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa mengganti dengan “ideologi lain”. Karena dengan rasa keindonesiaan dan pancasila akan ada sikap saling menghormati dan menghargai antar anak bangsa tanpa memandang asal usulnya. Tinggalkan stigma Negara muslim non muslim, pribumi non pribumi, orang jawa dan non jawa. Ingat Indonesia di bangun oleh darah dan keringat orang islam, hindu, Kristen, budha, atheis, jawa, papua, minangkabau, sunda, batak, makasar dan yang lainnya( seperti lagu project pop…. yg ga disebut jangan marah…).🙂

Dan kelak bila boleh berharap tahun 2045 Bangsa kita ini telah mengalami kemajuan di segala bidang serta sejajar dengan negara2 makmur lainnya dan bila saya diberi umur panjang serta memiliki cucu tentunya. Ketika di dalam suatu kesempatan cucu Saya bertanya “kek kenapa dalam waktu yang singkat Negara ini mengalami pertumbuhan yang sangat mengagumkan”, langsung dengan semangat 45 Saya jawab “cu…. Negara ini bisa seperti sekarang ini karena bangsa kita yang sangat plural dibandingkan dengan Negara manapun di dunia ini yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama saling bergotong royong dengan menyisingkan baju ,bergandengan tangan bahu membahu tanpa memandang asal usulnya untuk membangung bangsa ini tanpa rasa saling curiga, bangkit dari masa2 kelam seperti kerusuhan mei 1998, kasus poso, kasus ambon,dan yang lainnya ….”. Pasti Saya akan menjawab dengan hati yang bangga, senang, campur haru . Mudah2an kelak hari itu akan ada. Dengan syarat memupuk kembali rasa keindonesiaan dan penanaman ideologi Pancasila.:rolleyes:

Satu Hati, Satu Harapan, Satu Kemakmuran,Satu Indonesia



tham
7th July 2008, 12:20
Akankah Indonesia mengalami perpecahan bangsa….?

Pertama jawaban Saya adalah ragu-ragu bila melihat situasi dan kondisi bangsa ini.

Sebelumnya bahasan ini bukan bermaksud untuk menakut-nakuti atau untuk memprovokasi bahwa Bangsa ini akan mengalami perpecahan, tetapi sesuai dengan realita yang menyesakkan dada. Bukan tidak mungkin bila kelak Indonesia terpecah pecah menjadi beberapa Negara. Hal ini mungkin masuk akal bila dilihat dari semakin lama orang lebih mementingkan kepentingan golongannya masing2 daripada kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Sekarang ini kita melihat adanya sikap eksklusifitas yang berdasarkan ras, agama, kesukuan. Misalnya kita sering melihat bahwa banyak bertebaran kos ,perumahan dan fasilitas umum yang hanya untuk agama tertentu saja. Begitu juga pemekaran provinsi yang berdasarkan suku dan agama misalnya gorantalo yang untuk kesukuan gorontalo, maluku utara berdasarkan agama. Peraturan daerah yang berbau agama misalnya Perda syariat islam di Aceh, sumatera barat dan di wilayah lain, perda injil di manokwari (walaupun masih dalam tahap rencana belum pasti juga terealisasinya).

Hal2 yang seperti diungkapkan di atas akan menyebabkan orang2 yang berbeda suku,agama atau ras dengan mayoritas penduduk suatu wilayah tertentu akan merasa termarjinalkan sehingga bukan tidak mungkin mereka ramai2 akan membangun Negara sendiri dengan basis suku,agama atau ras tertentu dimana mereka tidak akan merasa terdiskriminasikan juga mereka akan merasa memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga Negara lain.

Saya mengatakan hal yang di atas bukan semata-mata kata orang gini-gini kata orang gitu gitu, tetapi ada beberapa kejadian yang Saya alami sendiri, misalnya Yang pertama Saya pernah melakukan perjalanan jauh ke luar kota bersama keluarga setelah di rasa oleh kami merasa lapar kami berhenti di salah satu rumah makan, di dalam lingkungan rumah makan tersebut tidak menunjukkan embel2 bahwa rumah makan tersebut hanya untuk golongan tertentu saja. Nah yang memesan makanan Saya dan kakak sepupu saya, kebetulan kakak saya itu menggunakan simbol2 keagamaan, ketika kami memesan makanan, mba2 yg melayani kami sempat melihat simbol keagamaan yang dipakai oleh kakak saya, stelah itu didapati oleh kami jawaban yang menyesakkan dada”maaf yah, makanannya sudah habis”. Yah Tuhan jelas2 di depan kami masih banyak makanannya terlebih kami melihat sekumpulan orang di salah satu meja makan menggunakan berbagai atribut keagamaan yang berbeda dengan yang di gunakan oleh kakak saya. Terpaksa kami mencari rumah makan lain, mungkin bagi mereka menjual makanan ke orang yang beda agama dosa kali.:(

Yang kedua saya pernah main ke kosan teman yang kebetulan di sana ada beberapa atribut keagamaan yang sangat mencolok, hal ini saya tanyakan ko banyak sekali atribut keagamaan trus di jawab” emang di sini hanya untuk agama ………..” saya balas “ko bisa” dia jawab “ supaya iman penghuni2 kos dapat bertumbuh bersama2”. Nah lho emang bila kita bergaul dan tinggal bersama dengan yang berbeda agama iman kita tidak bertumbuh.:(

Yang ketiga kbetulan orang tua saya ingin membelikan sebuah rumah buat saya daripada saya ngekos, nah saya ditugaskan buat mencari rumah yang cocok. Saya mencari2 rumah dengan kriteria dekat kampus dan dengan harga yang terjangkau. Nah itu dia ada beberapa perumahan yang memenuhi kriteria tapi sangat disayangkan sekali perumahan2 tersebut dengan strategi pemasarannya rumah2 yang dijual bernuansa yg merunjuk agama tertentu. Jadi saya mengurungkan niat untuk membelinya walaupun saya tahu bahwa rumah tersebut bebas dibeli oleh siapa saja, mana mau saya tinggal dimana lingkungannya tidak memberikan toleransi bagi yang berbeda agama. Terpaksa saya memilih rumah yang agak jauh dari kampus.

Menurut Saya pribadi Indonesia bisa bertahan hanya dengan memupuk kembali rasa keindonesiaan dan menanamkan ideologi Pancasila di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa mengganti dengan “ideologi lain”. Karena dengan rasa keindonesiaan dan pancasila akan ada sikap saling menghormati dan menghargai antar anak bangsa tanpa memandang asal usulnya. Tinggalkan stigma Negara muslim non muslim, pribumi non pribumi, orang jawa dan non jawa. Ingat Indonesia di bangun oleh darah dan keringat orang islam, hindu, Kristen, budha, atheis, jawa, papua, minangkabau, sunda, batak, makasar dan yang lainnya( seperti lagu project pop…. yg ga disebut jangan marah…).🙂

Dan kelak bila boleh berharap tahun 2045 Bangsa kita ini telah mengalami kemajuan di segala bidang serta sejajar dengan negara2 makmur lainnya dan bila saya diberi umur panjang serta memiliki cucu tentunya. Ketika di dalam suatu kesempatan cucu Saya bertanya “kek kenapa dalam waktu yang singkat Negara ini mengalami pertumbuhan yang sangat mengagumkan”, langsung dengan semangat 45 Saya jawab “cu…. Negara ini bisa seperti sekarang ini karena bangsa kita yang sangat plural dibandingkan dengan Negara manapun di dunia ini yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama saling bergotong royong dengan menyisingkan baju ,bergandengan tangan bahu membahu tanpa memandang asal usulnya untuk membangung bangsa ini tanpa rasa saling curiga, bangkit dari masa2 kelam seperti kerusuhan mei 1998, kasus poso, kasus ambon,dan yang lainnya ….”. Pasti Saya akan menjawab dengan hati yang bangga, senang, campur haru . Mudah2an kelak hari itu akan ada. Dengan syarat memupuk kembali rasa keindonesiaan dan penanaman ideologi Pancasila.:rolleyes:

Satu Hati, Satu Harapan, Satu Kemakmuran,Satu Indonesia

Intinya apa?



Eddy1
7th July 2008, 12:22
bakal pecah, selama ada pihak2 yang merasa punya ideologi lebih hebat dari Pancasila dan memaksakan ideologi tersebut ke semua orang.



interistisejati
7th July 2008, 12:25
Intinya apa?

kepanjangan yah bahasannya, jadi agak susah di cerna

bakal pecah, selama ada pihak2 yang merasa punya ideologi lebih hebat dari Pancasila dan memaksakan ideologi tersebut ke semua orang.

:iagree: bagus ada yg sepaham juga nih



gumnut
7th July 2008, 12:25
Semoga sih tidak. But tanpa menutup mata bisa jadi, lihat yg propinsi ke 27 ke mana?



tham
7th July 2008, 12:32
kepanjangan yah bahasannya, jadi agak susah di cerna

Iya. Jadi intinya apa? :confused:



interistisejati
7th July 2008, 12:44
Semoga sih tidak. But tanpa menutup mata bisa jadi, lihat yg propinsi ke 27 ke mana?

klo gw bilang sih itu mah bukan karena adanya diskriminasi Sara tapi karna latar belakang sejarah yg berbeda dulu timor leste emang sudah dari sononya bagian dari portugis

Iya. Jadi intinya apa? :confused:

knapa bingung sih 2 orang diatas gw aja ga ada yg ngeluh

intinya tuh bakal terjadi perpecahan ga di Indonesia trus gw ngasih pengalaman2 pribadi gw yg merunjuk ke masalah tersebut sekaligus gw ngasih solusi pemecahan supaya tidak bakal terjadi.



gumnut
7th July 2008, 12:53
klo gw bilang sih itu mah bukan karena adanya diskriminasi Sara tapi karna latar belakang sejarah yg berbeda dulu timor leste emang sudah dari sononya bagian dari portugis

Ah sapa bilang bro/sis. Ada kok diskriminasinya yg membuat mereka pushing themselves utk memisahkan diri. Ini teringat jadul deh, waktu itu ada temen kuliah kakak saya yg suka didiskriminasi karena mereka dari sana, mereka suka bilang “ih nggak sabar deh jadi negara tersendiri”. Lalu (ini mah jadul beneran) waktu itu ada anak korban pelecehan, belon ada yg tersangka tapi org2 langsung mencari kambing hitam at that time mahasiswa dari sana yg dikambing hitamkan, tuh org babak belur dan komuniti mereka diejek habis for weeks and weeks. Klo itu namanya nggak sara, God knows apa namanya lol…

Itu hanya contoh sedikit…klo mau pedantik wah banyak banget…



tafiaro
7th July 2008, 13:01

Yang ketiga kbetulan orang tua saya ingin membelikan sebuah rumah buat saya daripada saya ngekos, nah saya ditugaskan buat mencari rumah yang cocok. Saya mencari2 rumah dengan kriteria dekat kampus dan dengan harga yang terjangkau. Nah itu dia ada beberapa perumahan yang memenuhi kriteria tapi sangat disayangkan sekali perumahan2 tersebut dengan strategi pemasarannya rumah2 yang dijual bernuansa yg merunjuk agama tertentu. Jadi saya mengurungkan niat untuk membelinya walaupun saya tahu bahwa rumah tersebut bebas dibeli oleh siapa saja, mana mau saya tinggal dimana lingkungannya tidak memberikan toleransi bagi yang berbeda agama. Terpaksa saya memilih rumah yang agak jauh dari kampus.

yang gue bold tersebut, alasannya mungkin agar jika akan membangun tempat ibadah prosedurnya lebih mudah (ijin dari masyarakat akan lebih gampang karena agamanya sama dengan tempat ibadah yg akan dibangun). untuk alasan yg gue sebut itu, kalo mau disalahkan, ya salahkan pemerintah aja.

gue aja waktu membeli rumah sengaja gue pilih perumahan dimana jumlah keluarga yg seagama gue cukup banyak. alasan gue adalah agar jika gue akan membuat acara keagamaan di rumah gue, tidak ada yg merasa terganggu. alasan gue masuk akal kan….



interistisejati
7th July 2008, 13:26
Ah sapa bilang bro/sis. Ada kok diskriminasinya yg membuat mereka pushing themselves utk memisahkan diri. Ini teringat jadul deh, waktu itu ada temen kuliah kakak saya yg suka didiskriminasi karena mereka dari sana, mereka suka bilang “ih nggak sabar deh jadi negara tersendiri”. Lalu (ini mah jadul beneran) waktu itu ada anak korban pelecehan, belon ada yg tersangka tapi org2 langsung mencari kambing hitam at that time mahasiswa dari sana yg dikambing hitamkan, tuh org babak belur dan komuniti mereka diejek habis for weeks and weeks. Klo itu namanya nggak sara, God knows apa namanya lol…

Itu hanya contoh sedikit…klo mau pedantik wah banyak banget…

maaf bro gw juga tau hal itu dari TV, yah mungin saja tuh TV tidak tahu secara jelas permasalahannya.

yah mungkin juga sih ada kejadian seperti itu, tapi itu kan hanya satu dua kasus jadi jangan langsung menarik kesimpulan, anda tahu kan herkules orang timor, toh dia nyaman tinggal di sini.

yang gue bold tersebut, alasannya mungkin agar jika akan membangun tempat ibadah prosedurnya lebih mudah (ijin dari masyarakat akan lebih gampang karena agamanya sama dengan tempat ibadah yg akan dibangun). untuk alasan yg gue sebut itu, kalo mau disalahkan, ya salahkan pemerintah aja.

gue aja waktu membeli rumah sengaja gue pilih perumahan dimana jumlah keluarga yg seagama gue cukup banyak. alasan gue adalah agar jika gue akan membuat acara keagamaan di rumah gue, tidak ada yg merasa terganggu. alasan gue masuk akal kan….

mengapa dipersulit dalam hal membangun perumahan, wong di sekitar perumahan saja tuh agama menjadi mayoritas.

intinya pengembang perumahan sebenarnya tidak memiliki batasan buat agama lain tapi itu dia jelas kita2 misalnya yang berbeda agama akan merasa ada hambatan untuk membeli perumahan dengan embel2 nuansa lingkungan perumahan agama2 tertentu.



gumnut
7th July 2008, 13:40
maaf bro gw juga tau hal itu dari TV, yah mungin saja tuh TV tidak tahu secara jelas permasalahannya.

yah mungkin juga sih ada kejadian seperti itu, tapi itu kan hanya satu dua kasus jadi jangan langsung menarik kesimpulan, anda tahu kan herkules orang timor, toh dia nyaman tinggal di sini.

mengapa dipersulit dalam hal membangun perumahan, wong di sekitar perumahan saja tuh agama menjadi mayoritas.

intinya pengembang perumahan sebenarnya tidak memiliki batasan buat agama lain tapi itu dia jelas kita2 misalnya yang berbeda agama akan merasa ada hambatan untuk membeli perumahan dengan embel2 nuansa lingkungan perumahan agama2 tertentu.

Justru saya nggak begitu saja mengambil kesimpulan, makanya saya bilang didepan kita harus membuka mata, bahwa dg adanya hal2 beginian ada kemungkinan Indonesia bisa pecah. Sudah terjadi khan, clashed between suku/ras/agama. Bahkan sekarang ini making terlihat jelas gak perlu sembunyi2.

Nggak tahu kapan akan terjadi moga2 sih enggak, yg jelas dilihat dari “luar sini”, kayaknya menjurus kesitu, perpecahan…



interistisejati
7th July 2008, 13:53
Justru saya nggak begitu saja mengambil kesimpulan, makanya saya bilang didepan kita harus membuka mata, bahwa dg adanya hal2 beginian ada kemungkinan Indonesia bisa pecah. Sudah terjadi khan, clashed between suku/ras/agama. Bahkan sekarang ini making terlihat jelas gak perlu sembunyi2.

Nggak tahu kapan akan terjadi moga2 sih enggak, yg jelas dilihat dari “luar sini”, kayaknya menjurus kesitu, perpecahan…

yah benar seperti bom waktu saja, yg kapan saja bisa meledak kapan saja. ngeri deh gw ngebayangin.

yah mudah2an sih ga terjadi apa2, itu dia satu2nya kunci meredam hal tersebut kembali ke semangat keindonesiaan dan pancasila.



kalap
7th July 2008, 17:55
indonesia udah 63 taun merdeka
persatuan nasional dapat dijaga sampe sebaik ini gw udah acungin jempol…:clap:

ngeliat dari kasus timur leste sih, asal pemimpinnya bagus, persatuan bakal tetep terjamin…:smoking:



‘Utara19
7th July 2008, 19:02
ah…
kalau hukum dan keadilan di tegakkan tidak pandang bulu…
kagak bakal ada perpecahan



embah-dukun
7th July 2008, 19:14
indonesia rentan dgn konflik horisontal
tambah parah dgn pemerintahan yg ngga tegas
akankah indonesia pecah??
moga2 jgan…..:sweatdrop:



bamsan
7th July 2008, 19:37
Memang di Indonesia ini rentan dengan konflik horizontal, tapi kalo mau pecah ??? kayaknya gak segampang itu dah

Karena untuk berdiri sendiri, selain butuh pengakuan internasional, juga butuh sdm yg capable — ini sangat langka di Indonesia. Jadi kalo ada daerah yang mau memisahkan diri, sama dengan bunuh diri, karena sdmnya nyaris gak ada

Contoh kasus: ya timor leste itu. Setelah pecah, dia dapet keuntungan apa?



BinGilTi
7th July 2008, 20:12
yah benar seperti bom waktu saja, yg kapan saja bisa meledak kapan saja. ngeri deh gw ngebayangin.

yah mudah2an sih ga terjadi apa2, itu dia satu2nya kunci meredam hal tersebut kembali ke semangat keindonesiaan dan pancasila.

Sorry bro, selama ini gw selalu menulis kata Indonesia dan Pancasila dengan diawali huruf besar…ya sebagai bentuk menghormati dan menghargai, apalagi topik yg bro angkat menunjukkan bahwa bro sangat mencintai Persatuan Indonesia.

Akankah Indonesia mengalami perpecahan bangsa ?

Jawabannya bisa ya, bisa tidak….tapi tidak ada kaitannya dengan suatu Ideologi lain yg sah saja diusung oleh suatu kelompok.

Terlalu dini dan berprasangka buruk jika mengatakan bahwa perubahan ideologi pasti membawa perpecahan bangsa. :cheers:



embah-dukun
7th July 2008, 22:15
kalo pecah dalam arti memisahkan diri dari NKRI emang sulit
tapi kalo perpecahan terselubung (mmm…apa istilahnya ya)…maksudnya konflik horisontal yang berkepanjangan dan bereskalasi ngga habis2 antar kelompok atau golongan tertentu…isu SARA masih sangat rentan…..secara wilayah masih utuh….tapi masyarakatnya yg terpecah-pecah….dan konflik…jadinya sikon nya makin ancur….



dewi-cupit
7th July 2008, 22:23
kalo pecah dalam arti memisahkan diri dari NKRI emang sulit
tapi kalo perpecahan terselubung (mmm…apa istilahnya ya)…maksudnya konflik horisontal yang berkepanjangan dan bereskalasi ngga habis2 antar kelompok atau golongan tertentu…isu SARA masih sangat rentan…..secara wilayah masih utuh….tapi masyarakatnya yg terpecah-pecah….dan konflik…jadinya sikon nya makin ancur….

yang aku lihat sekarang justru Indonesia terpecah menjadi 2, golongan atas dan golongan bawah..yang satu sibuk memperkaya diri dan keluarga, yang lainnya justru sibuk mengais sisa2 rejeki yang tertinggal dari kantong para penguasa dan pengusaha….
Indonesia seperti negeri tanpa komando…semua berjalan ala kadarnya….:bigcry:



embah-dukun
7th July 2008, 22:28
yang aku lihat sekarang justru Indonesia terpecah menjadi 2, golongan atas dan golongan bawah..yang satu sibuk memperkaya diri dan keluarga, yang lainnya justru sibuk mengais sisa2 rejeki yang tertinggal dari kantong para penguasa dan pengusaha….
Indonesia seperti negeri tanpa komando…semua berjalan ala kadarnya….:bigcry:

jadi judulnya tritnya lebih cocok gini kayaknya “sudahkah indonesia terpecah belah?”



dewi-cupit
7th July 2008, 22:32
jadi judulnya tritnya lebih cocok gini kayaknya “sudahkan indonesia terpecah belah?”

kayane sih gitu say….:kiss:



tHe_NiNEtynINe
8th July 2008, 11:49
Kalo menurut gw gak mungkin Indonesia mengalami perpecahan hanya masalah perbedaan ideologi..

Selama ini kita masih rukun dan saling kerjasama dalam segala hal…
Kalaupun ada sekelompok orang memisahkan diri karena pebedaan ideologi dan keyakinan, wajar saja…namanya manusia..senang hidup berkelompok dalam suatu kesepahaman..
Tapi hal ini bukan berarti meng-eksklusif-kan diri..meskipun tampaknya demikian
Pada intinya kembali tanyakan dalam diri kita sendiri, jika orang berbuat seperti itu..perlukah kita membalas perlakuan mereka dengan tindakan serupa?
Jika masih menginginkan Indonesia bersatu, hargailah perbedaan yang ada..

Sama seperti sebuah pernikahan, kita tidak mengharapkan orang yang identik sama kepribadian dengan kita..tentunya kita mencari perbedaan agar perkawinan lebih berwarna…

Demikian juga bermasyarakat, semakin beraneka ragam..saya rasa perpecahan tidak akan terjadi..



interistisejati
8th July 2008, 15:18
Sorry bro, selama ini gw selalu menulis kata Indonesia dan Pancasila dengan diawali huruf besar…ya sebagai bentuk menghormati dan menghargai, apalagi topik yg bro angkat menunjukkan bahwa bro sangat mencintai Persatuan Indonesia.

asal boleh tahu gw meminimalisir kata2 serapan misalnya disintegrasi, diskriminasi, dll. ya itu dia gw lupa hal2 yg kecil yg sebenernya tidak boleh dilupakan begitu saja
terimaksih atas sarannya teman,

Akankah Indonesia mengalami perpecahan bangsa ?
Jawabannya bisa ya, bisa tidak….tapi tidak ada kaitannya dengan suatu Ideologi lain yg sah saja diusung oleh suatu kelompok.
Terlalu dini dan berprasangka buruk jika mengatakan bahwa perubahan ideologi pasti membawa perpecahan bangsa. :cheers:

salah suatu kota ada perda yang berbau agama dan dalam satu perda tersebut mewajibkan untuk semua siswa tanpa memandang kepercayaannya harus menggunakan atribut keagamaan yg dianjurkan oleh perda tersebut, sehingga ada satu siswa menggunakan atribut keagamaan dan dianggap oleh orang lain yg meihatnya dia telah berganti keyakinan.

jadi dengan mengganti ideologi akan menyebabkan kaum2 minoritas akan tersisihkan. hanya dengan pancasila yg bisa menaungi seluruh anak bangsa tanpa membedakan aasal usulnya.



interistisejati
8th July 2008, 15:35
Memang di Indonesia ini rentan dengan konflik horizontal, tapi kalo mau pecah ??? kayaknya gak segampang itu dah

Karena untuk berdiri sendiri, selain butuh pengakuan internasional, juga butuh sdm yg capable — ini sangat langka di Indonesia. Jadi kalo ada daerah yang mau memisahkan diri, sama dengan bunuh diri, karena sdmnya nyaris gak ada

Contoh kasus: ya timor leste itu. Setelah pecah, dia dapet keuntungan apa?

anda tahu papua dengan kekayaan hayati yg melimpah tapi penduduk papua tidak pernah tersentuh pembangunan. Gw rasa bila papua merdeka gw yakin mereka bisa menjadi negara yg makmur.

bila timor leste menjadi salah satu negara termiskin, masuk akalah emang SDM nya kurang memadai, mungkin ini juga salah satu alasan Habibie melepas timor leste

kalo pecah dalam arti memisahkan diri dari NKRI emang sulit
tapi kalo perpecahan terselubung (mmm…apa istilahnya ya)…maksudnya konflik horisontal yang berkepanjangan dan bereskalasi ngga habis2 antar kelompok atau golongan tertentu…isu SARA masih sangat rentan…..secara wilayah masih utuh….tapi masyarakatnya yg terpecah-pecah….dan konflik…jadinya sikon nya makin ancur….

ya itu dia setelah terpecah belah, semakin situsi tidak terkendali ramai2 kelompok berdasarkan golongan2 tertentu akan membentuk negara sendiri.
RMS dan GPM seperti bom waktu saja selama aspirasi2 kelompok mereka tidak terpenuhi tinggal tunggu saja ledakannya, bila untuk GAM yg dapat ditangani itu hanya karena kekuatan alam saja.



interistisejati
8th July 2008, 15:41
Kalo menurut gw gak mungkin Indonesia mengalami perpecahan hanya masalah perbedaan ideologi..

Selama ini kita masih rukun dan saling kerjasama dalam segala hal…
Kalaupun ada sekelompok orang memisahkan diri karena pebedaan ideologi dan keyakinan, wajar saja…namanya manusia..senang hidup berkelompok dalam suatu kesepahaman..
Tapi hal ini bukan berarti meng-eksklusif-kan diri..meskipun tampaknya demikian
Pada intinya kembali tanyakan dalam diri kita sendiri, jika orang berbuat seperti itu..perlukah kita membalas perlakuan mereka dengan tindakan serupa?
Jika masih menginginkan Indonesia bersatu, hargailah perbedaan yang ada..

Sama seperti sebuah pernikahan, kita tidak mengharapkan orang yang identik sama kepribadian dengan kita..tentunya kita mencari perbedaan agar perkawinan lebih berwarna…

Demikian juga bermasyarakat, semakin beraneka ragam..saya rasa perpecahan tidak akan terjadi..

:vanish:
dulunya gw berpikir seperti itu rakyat kita yg kata bangsa luar dikagumi atas kerukunan diatas segala macam perbedaan , tapi setelah gw mengalami hal2 yg terjadi sperti yg gw ungkapin di halaman pertama, mhhhhmmmm pandangan gw jadi berubah .

gw menghargai segala perbedaan tapi gw dgn tegas menolak segala bentuk pemaksaan nilai2 yg dianut kelompok tertentu untuk dipaksakan ke kelompok lain yg berbeda latar belakang SARA.



gudel
8th July 2008, 15:56
pada 1800 an
perpecahan diamerika sebegitu besarnya
sampai sampai pihak selatan memutuskan untuk menyerang pihak utara
terjadilah perang saudara di amerika serikat

saat itu menyatukan seluruh amerika tampak begitu mustahil
tapi hal itu tidak menyurutkan semangat untuk bersatu

indonesia yg pertentangannya tidak sebesar di amerika, harusnya mampu pula bersatu



bromocorah007
8th July 2008, 16:15
kemungkinan yang paling buruk mungkin banget, sebab saat ini masyarakat dalam kondisi paling rentan. Nilai kepercayaan masyarakat pada pemerintah dah turun… sebagian rakyat yang melarat dan daya nalar kurang merasa harapan untuk perbaikan bangsa ini sangat jauh, buat mereka siapa pun pemimpin bangsa ini akan sama, sama2 menindas rakyatnya… sad but it’s true. gimana bisa turun kepercayaan masyarakat ke pemerintah karena elite/pejabat tidak ada yang nasionalis kalopun ada sangat kecil jumlahnya… elite tidak nasionalis tapi rakyat masih nasionalis ..tinggal tunggu waktu aza kapan meledaknya aza sebab nasionalis rakyat bisa tergadai juga kl perut dah laper banget.

ditambah lagi peran media massa, yang kurang membangun semangat rakyat malah meninabobokan dengan mimpi dan media massa kurang humanis tidak tanggap pada situasi yang terjadi sesungguhnya pada masyarakat, sehingga masyarakat seperti dikotak2an dan buta pada sekeliling dan jadi anti sama masyarakat dari lapisan laennya kasarannya media massa yang tanpa sentuhan humanis sebagai katalis pertumbuhan kesenjangan sosial jadi tinggi banget. yg paling fatal kesalahan media massa adalah saat ini mereka cuman bisa mengiring masyarakat utk cari kambing hitam pada satu masalah….:thumbsdown:

aroma perpecahan bangsa mah dah kecium aromanya… apa bakal jadi kenyataan, gue masih berharap kagak akan pernah terjadi di bumi Indonesia ini.



PendekarTanahSerumbi
8th July 2008, 16:37
Yah….agak ngeri juga sih….

Saya pernah baca buku tentang Yugoslavia.

Mereka tuh tidak merasa sebagai ‘orang Yugoslavia’

Mereka merasanya tuh sebagai orang Serbia…orang Bosnia…orang Kroasia..

Bahkan ada peraturan semi-resmi yang menyatakan, kalau presidennya harus dari suku tertentu, maka ketua parlemen suku lain, dan seterusnya.

Begitu baca itu saya sedikit kaget.

Tau nggak kenapa?

Mirip dengan Indonesia.

Di daerah tertentu, kalau gubernurnya itu suku/ agama tertentu, maka ada peraturan tak tertulis, wakil gubernurnya harus dari suku/ agama lain.

Saya baca buku itu tentang Yugoslavia lalu saya membanding-bandingkan dengan Indonesia, mirip.

Itu lah yang membuat saya agak cemas, apalagi melihat bukan hanya dari pembagian posisi yang berdasarkan SARA, tapi juga konflik terbuka, kerusuhan-kerusuhan sudah terjadi di Indonesia.

Jangan dikira nggak mungkin loh.

Dulu juga siapa yang menduga Yugoslavia pecah.

Jangan dikira nggak mungkin terjadi di Indonesia. Balkan itu sebenernya mini-Indonesia, mereka sebenernya lebih homogen dibanding Indonesia. Masyarakat Indonesia malah jauh lebih plural dan majemuk dibandingkan kawasan Balkan.

Yah kalau menurut saya, biar nggak banyak potensi konflik dan ketegangan, ada hal2 yang dapat dilakukan, supaya orang merasa sebagai ‘orang Indonesia’

1. Memperkuat pendidikan nasional
2. Memperkuat olahraga (sepakbola, bulu tangkis)
3. Memperkuat pertumbuhan ekonomi dan mobilitas/ pergerakan penduduk antar daerah
4. Memperkuat media nasional dan simbol-simbol nasional

Yah kalau secara logisnya, berarti juga menekan/ mengurangi hal-hal atau simbol-simbol yang ‘menyempitkan’ psikologis seseorang sebagai ‘orang tertentu’ dibandingkan dengan ‘orang Indonesia’.

Terutama sih kalau menurut pendapat saya, akhir-akhir ini setelah reformasi, ya ormas-ormas tertentu. Hal tersebut harus diwaspadai, kalau nggak kita sendiri yang repot nantinya.

Kedua selain itu adalah otonomi daerah. Ini sebenarnya saya agak waswas. Indonesia itu tidak seperti Amerika dimana mereka itu bangsa muda dan pergerakan penduduk antar daerah sangat tinggi. Indonesia ada secara sos-bud, secara akarnya di masyarakat, memang ada perbedaan laten, secara bahasa, budaya, agama, etnik. Jadi jangan terlalu diberi.

PTS.



interistisejati
1st August 2008, 15:51
Situasi di lokasi bentrok warga dan mahasiswa SETIA(Sekolah Tinggi Teologia Injili Aramastar) di Jl Kampung Pulo, Kelurahan Makassar, Jakarta Timur sudah reda. Tapi dua kompi polisi Polda Matro Jaya tetap disiagakan.

“Untuk sementara kita menurunkan dua kompi dari Polda. Kita akan lihat situasinya bagaimana, pokoknya kita standby sampai kondusif,” ujar komandan kompi AKP JM Silaban kepada detikcom di TKP, Sabtu (26/7/2008).

Menurut Silaban, dari lima asrama yang ada, masing-masing asrama dijaga oleh satu peleton pasukan.

Sebelumnya beredar anggota FPI akan menggerebek kampus SETIA. Menurut Silaban, ada atau tidak ada penggerebekan dari FPI, pihaknya tetap akan bersiaga.

“Rumor itu belum jelas. Bagi kita, ada atau tidak ada mereka tetap kita harus siaga,” kata Silaban.

Pantauan detikcom pukul 20.00 WIB, lokasi Kampus SETIA sudah kondusif. Para mahasiswi tampak duduk-duduk di sekitar asrama. Sementara warga juga tampak asyik mengobrol dengan warga lainnya.

Petugas keamanan tampak berjaga-jaga di sekitar asrama dan Kampus SETIA. Mereka juga tampak ngobrol dengan rekan yang lain. Beberapa juga terlihat menikmati hidangan kecil yang dijual oleh warga sekitar.(anw/fay)

Sumber berita ini diambil dari http://www.detiknews.com/read/2008/07/26/202225/978399/10/dua-kompi-polisi-polda-metro-jaya-disiagakan

Kejadian diatas terlepas siapa yang benar atau yg salah, makin membuktikan tanda2 bahwa kelak bangsa ini akan mengalami perpecahan bangsa .:mad:



interistisejati
1st August 2008, 16:03
Kedua selain itu adalah otonomi daerah. Ini sebenarnya saya agak waswas. Indonesia itu tidak seperti Amerika dimana mereka itu bangsa muda dan pergerakan penduduk antar daerah sangat tinggi. Indonesia ada secara sos-bud, secara akarnya di masyarakat, memang ada perbedaan laten, secara bahasa, budaya, agama, etnik. Jadi jangan terlalu diberi.

:iagree:Betul sekali pemberlakuan otonomi daerah seperti pisau bermata dua di satu sisi akan membuat daerah semakin mandiri untuk mengembangkan segala sumber dayanya si satu sisi lain otonomi akan membuat daerah2 semakin bebas tanpa tanggung jawab membuat perda2 yang memperuncing jurang perbedaan antar komunitas.



Pahing
1st August 2008, 17:37
Jawaban saya masih ragu2.

Sebenarnya mau jawab nggak bakal pecah, tapi fenomena belakangan ini semakin santer aja banyak orang yang percaya bahwa pancasila gak bisa dipake jadi dasar negara.

Beberapa kelompok merasa idiologinya paling benar dan paling mulia karena idiologinya adalah idiologi langitan. Padahal Indo tuh bukan kelompok yg homogen, tapi heterogen.

Once kelompok2 itu musnah…, jawaban mungkin.. gak bakalan pecah!



BinGilTi
2nd August 2008, 08:31
Situasi di lokasi bentrok warga dan mahasiswa SETIA(Sekolah Tinggi Teologia Injili Aramastar) di Jl Kampung Pulo, Kelurahan Makassar, Jakarta Timur sudah reda. Tapi dua kompi polisi Polda Matro Jaya tetap disiagakan.

“Untuk sementara kita menurunkan dua kompi dari Polda. Kita akan lihat situasinya bagaimana, pokoknya kita standby sampai kondusif,” ujar komandan kompi AKP JM Silaban kepada detikcom di TKP, Sabtu (26/7/2008).

Menurut Silaban, dari lima asrama yang ada, masing-masing asrama dijaga oleh satu peleton pasukan.

Sebelumnya beredar anggota FPI akan menggerebek kampus SETIA. Menurut Silaban, ada atau tidak ada penggerebekan dari FPI, pihaknya tetap akan bersiaga.

“Rumor itu belum jelas. Bagi kita, ada atau tidak ada mereka tetap kita harus siaga,” kata Silaban.

Pantauan detikcom pukul 20.00 WIB, lokasi Kampus SETIA sudah kondusif. Para mahasiswi tampak duduk-duduk di sekitar asrama. Sementara warga juga tampak asyik mengobrol dengan warga lainnya.

Petugas keamanan tampak berjaga-jaga di sekitar asrama dan Kampus SETIA. Mereka juga tampak ngobrol dengan rekan yang lain. Beberapa juga terlihat menikmati hidangan kecil yang dijual oleh warga sekitar.(anw/fay)

Sumber berita ini diambil dari http://www.detiknews.com/read/2008/07/26/202225/978399/10/dua-kompi-polisi-polda-metro-jaya-disiagakan

Kejadian diatas terlepas siapa yang benar atau yg salah, makin membuktikan tanda2 bahwa kelak bangsa ini akan mengalami perpecahan bangsa .:mad:

Yang bikin bingung adalah dalam kasus antara warga setempat dan SETIA, ketika muncul ancaman dari pihak SETIA akan mendirikan negara sendiri.

Jujur, kalau pendapat saya pribadi sih, berikan saja kesempatan bagi pihak SETIA untuk mendirikan negara sendiri, tentu saja di wilayah yang mayoritasnya beragama Kristen dong, misalnya di NTT. Hikmahnya adalah, tidak perlu ada sekolah semacam SETIA lagi yang memang sangat potensial menimbulkan konflik dengan warga setempat yang mayoritasnya beragama Islam.



Pahing
2nd August 2008, 08:47
Yang bikin bingung adalah dalam kasus antara warga setempat dan SETIA, ketika muncul ancaman dari pihak SETIA akan mendirikan negara sendiri.

Jujur, kalau pendapat saya pribadi sih, berikan saja kesempatan bagi pihak SETIA untuk mendirikan negara sendiri, tentu saja di wilayah yang mayoritasnya beragama Kristen dong, misalnya di NTT. Hikmahnya adalah, tidak perlu ada sekolah semacam SETIA lagi yang memang sangat potensial menimbulkan konflik dengan warga setempat yang mayoritasnya beragama Islam.

Sepertinya benih2 keinginan untuk membuat negara sendiri berdasar suatu keyakinan sudah ada bukan? Tinggal menunggu waktunya saja dan sedikit pencetus.

Tapi sebaiknya kita harus berpikir ke depan lebih baik. Negara ini dibuat oleh komunitas heterogen, dan sebaiknya diteruskan secara heterogen.

dan gue berharap pun… semoga orang2 yg pingin negara sendiri, baik yg mau pake Islam or Kristen or Hindu or Budha or apa pun itu, mendingan minggat aja, cari pulau sendiri yg bukan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bukan bagian negara lain di dunia yg bebas, trus mulailah membuat negara sendiri. Tidak perlu memecah belah Indonesia dengan keberagamannya yang sebenarnya sudah begitu indah!

Saya yakin, sebagian besar bangsa Indo masih menginginkan kesatuan. So, marilah kita perangi (bukan dalam arti bunuh2an, tapi kita counter back lagi) orang2 yang merasa dia dan paham keyakinannya itu adalah yg terbaik dan mereka merasa menjadi orang paling tinggi kedudukannya di dunia dan akherat! Prinsip itu hanya bisa dipakai internal sendiri, jangan dibawa ke dalam kehidupan masyarakan yg heterogen.

Rgds,



tolol500
2nd August 2008, 08:55
Wah semoga aja ga ada perpecahan di negeri ini. Tp klo melihat indikasinya sih skrg udh mulai menuju ke arah sana. Sikap individualistis udh makin merajalela

Ga bisakah akur, mengesampingkan kepentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan negara Indonesia? Kayaknya pertanyaan ini terlalu klise ya?



kulikasar
3rd August 2008, 00:23
gua bilang bakal pecah
gak bisa dipungkiri
pemimpinpemimipinnya
lemah
gak bisa melihat
dengan jelas
apa yang sedang
terjadi di bangsanya
sudah banyak yang kecewa
grundel sana grundel sini
apalagi rakyatnya
dibiarkan sengsara terus
sementara yang kaya makin
kaya
yang kaya bisa aja bayar
yang miskin untuk kepentingan
politiknya
politik di sini, uang sangat berbicara
bisa aja pemimpinnya dogol
dia bayar orangorang lapar ini
rusuh
rusuh tapi gak pernah selesai
inti permasalahannya
jadi api dalam sekam

wah ngeri dah



yaabb
3rd August 2008, 00:27
gua bilang bakal pecah
gak bisa dipungkiri
pemimpinpemimipinnya
lemah
gak bisa melihat
dengan jelas
apa yang sedang
terjadi di bangsanya
sudah banyak yang kecewa
grundel sana grundel sini
apalagi rakyatnya
dibiarkan sengsara terus
sementara yang kaya makin
kaya
yang kaya bisa aja bayar
yang miskin untuk kepentingan
politiknya
politik di sini, uang sangat berbicara
bisa aja pemimpinnya dogol
dia bayar orangorang lapar ini
rusuh
rusuh tapi gak pernah selesai
inti permasalahannya
jadi api dalam sekam

wah ngeri dah

Indonesia bisa pecah dengan penyulut kemiskinan, keadilan pemerataan pembangunan

dan satu lagi paling cepat disulut yaitu api SARA (Suku Agama Ras)



zunu
3rd August 2008, 00:42
gw tadi barusan vote ragu ragu, kalo diliat dari keadaan sekarang bukan tidak mungkin jika indonesia sekarang tidak akan sama lagi dengan indonesia yg akan datang:bigcry:,tidak ada lagi nyayian dari sabang sampai merauke:bigcry: banyak yg dihadapi oleh bangsa ini, mulai dari kasus hukum,keadilan,sosial budaya dan masih banyak yg lainnya, tapi gw percaya satu hal setiap masalah akan menjadikan bangsa ini lebih dewasa dalam berbangsa dan bernegara selama bangsa ini mau menyikapi dengan bijak

MAJULAH BANGSAKU
INDONESIA



‘Utara19
3rd August 2008, 00:45
gua bilang bakal pecah
gak bisa dipungkiri
pemimpinpemimipinnya
lemah
gak bisa melihat
dengan jelas
apa yang sedang
terjadi di bangsanya
sudah banyak yang kecewa
grundel sana grundel sini
apalagi rakyatnya
dibiarkan sengsara terus
sementara yang kaya makin
kaya
yang kaya bisa aja bayar
yang miskin untuk kepentingan
politiknya
politik di sini, uang sangat berbicara
bisa aja pemimpinnya dogol
dia bayar orangorang lapar ini
rusuh
rusuh tapi gak pernah selesai
inti permasalahannya
jadi api dalam sekam

wah ngeri dah
itu karena ada yang rela jadi anjiinignya bangsa asing demi dolar😀



dewi-cupit
3rd August 2008, 01:50
itu karena ada yang rela jadi anjiinignya bangsa asing demi dolar😀

kenapa juga si Bleki selalu dibawa2 Mas Uut…..? :smoking:



Pahing
3rd August 2008, 08:08
kenapa juga si Bleki selalu dibawa2 Mas Uut…..? :smoking:

Cupit.. ternyata dia itu dog lovers.., Bang Uut.. join 911fordogs yuk…

all…, seharusnya dalam keseharian kita sehari2, sebaiknya tidaklah perlu kita menonjolkan identitas kita yg berbeda2. Agama atau ras…(saya lebih prihatin dgn agama), gak perlu dijadikan alasan untuk merasa lebih tinggi dibanding yang lain..
dgn begitu.., perpecahan akan semakin sulit….



win83
3rd August 2008, 08:13
mudah2an indonesia tidak mengalami perpecahan….:sweatdrop: :sweatdrop:



kulikasar
3rd August 2008, 08:32
diharapkan bangsa ini
bisa bersatu
dengan begitu banyak
keragaman
sayang
pembangunan kagak rata
pendidikan
gua liat orang mudanya
kek di df ini
pake kacamata kuda
udah kebentuk lost generation
udah kagak punya
kepemilikan lagi akan
negara ini beserta ideology
secara keseluruhannya
karena mulai banyak yang
mengekslusifkan diri
dan berkiblat ke negara lain
ada yang ke USA
ada yang ke Arab dan sekitarnya
ada yang ke Asia
Jepang dan China
ada lagi kiblat lain?



Pahing
3rd August 2008, 08:48
diharapkan bangsa ini
bisa bersatu
dengan begitu banyak
keragaman
sayang
pembangunan kagak rata
pendidikan
gua liat orang mudanya
kek di df ini
pake kacamata kuda
udah kebentuk lost generation
udah kagak punya
kepemilikan lagi akan
negara ini beserta ideology
secara keseluruhannya
karena mulai banyak yang
mengekslusifkan diri
dan berkiblat ke negara lain
ada yang ke USA
ada yang ke Arab dan sekitarnya
ada yang ke Asia
Jepang dan China
ada lagi kiblat lain?

gue ke… jogja….
nuraniku berkata ke jogja…

nggak ngaruh banget ya…???



kulikasar
3rd August 2008, 09:15
kiblat gua
omongan bokap
yang atheis



hellene
3rd August 2008, 22:57
Yaaah gw gimana dong….ortu gw dari berbagai ras….dari melanesia, china, eropah, melayu….gw kudu kiblat kemana neh….mang Indonesia emang bakal ilang yak?…..:bigcry:

Mak bapak gw beda kepercayaan….sudara2 gw otomatis ada dari 2 agama dan banyak aliran…

Budaya gw dari berbagai arah…berasimilasi dalam diri gw….karna emang darah dan akar gw begitu…campur aduk gak karuan…tapi gw tetep gak pengen Indonesia bak ratna mutu manikam ini pecah….

Mang potensi perpecahan makin kuat terasa…apalagi mulai marak sempalan2 dan fanatisme2 yang gak karu2an hasil brainwash dari manusia2 tak tau diuntung…dan naifnya bangsa ini mau aja di adu domba…dengan membuat mereka semakin keukeuh dengan yang diyakini sampe ada yang dijanjiin surga dan bidadari2 cantik, mau aja….:bigcry:

E tolong….tolong tolong…



humanissejati
4th August 2008, 09:36
Yaaah gw gimana dong….ortu gw dari berbagai ras….dari melanesia, china, eropah, melayu….gw kudu kiblat kemana neh….mang Indonesia emang bakal ilang yak?…..:bigcry:

Mak bapak gw beda kepercayaan….sudara2 gw otomatis ada dari 2 agama dan banyak aliran…

Budaya gw dari berbagai arah…berasimilasi dalam diri gw….karna emang darah dan akar gw begitu…campur aduk gak karuan…tapi gw tetep gak pengen Indonesia bak ratna mutu manikam ini pecah….

Mang potensi perpecahan makin kuat terasa…apalagi mulai marak sempalan2 dan fanatisme2 yang gak karu2an hasil brainwash dari manusia2 tak tau diuntung…dan naifnya bangsa ini mau aja di adu domba…dengan membuat mereka semakin keukeuh dengan yang diyakini sampe ada yang dijanjiin surga dan bidadari2 cantik, mau aja….:bigcry:

E tolong….tolong tolong…

kemungkinan besar negara ini akan bubar, hanya menunggu persetujuan negara adidaya, singapura, malaysia, australia, dll.:lol::lol: penentuannya ada di 2009. indikasi negara bubar adalah, jika sdh krisis energi, krisis kepemimpinan. krisis ekonomi dan krisis ideologi



Xeda_Milan
4th August 2008, 09:59
maaf ikut nimbrung …..
menurut gue yang menjadi pertanyaannya adalah apa yg bisa kita harapkan dari sebuah negara yang (seumpama) mengalami perpecahan, apakah tidak sebaiknya kita berusaha mempertahankan, dan mencari solusi dari segala macam permasalahan yg di hadapi negri ini…..
Apakah setiap permaslaahn akan selesai dengan terjadinya perpecahan di negri ini ?????



emblazon
4th August 2008, 10:06
Menyedihkan liat kondisi bangsa ini. Masalah sepele seperti keaslian rekaman Adam Air dipermasalahkan sampai DPR. Masalah korupsi yang besar malah didiam2kan. Kira merdeka duluan, 12 tahun lebih cepet dari Malaysia, 20 tahun lebih cepet daripada Singapur. Tetapi kenapa kita yang tertinggal? SDA, yang disebut2 kartu AS malah dikorupsi.



humanissejati
4th August 2008, 10:17
Menyedihkan liat kondisi bangsa ini. Masalah sepele seperti keaslian rekaman Adam Air dipermasalahkan sampai DPR. Masalah korupsi yang besar malah didiam2kan. Kira merdeka duluan, 12 tahun lebih cepet dari Malaysia, 20 tahun lebih cepet daripada Singapur. Tetapi kenapa kita yang tertinggal? SDA, yang disebut2 kartu AS malah dikorupsi.

di republik ini apa yg tidak diributkan, maslah sampah, uang, ideologi, dll semua diributkan. yang terakhir dan yg terpenting, negara ini pun akan diributkan, knapa berdiri



Birgus_latro1
4th August 2008, 10:36
bakal pecah, selama ada pihak2 yang merasa punya ideologi lebih hebat dari Pancasila dan memaksakan ideologi tersebut ke semua orang.

Pancasila tidak ada hebatnya sedikit pun. Dari awal isinya juga sudah memaksakan paham / memihak ke salah satu golongan ( dan otomatis mengabaikan golongan lain yang minoritas ) : “Ketuhanan Yang Mahaesa dengan menjalankan Syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Setelah 7 kata tersebut dihilangkan, tetap saja Pancasila adalah “sesuatu yang primitif sekaligus tidak menghargai privasi manusia” menurut saya ( karena semua orang seolah-olah “dipaksa” untuk percaya pada Tuhan ).

Dan karena adanya Pancasila tersebut, kelompok-kelompok ekstrim yang sok agamis yang ( mungkin ) dilatarbelakangi kepentingan bisnis sejumlah pihak dibiarkan saja “berkeliaran” dan bikin onar, padahal seharusnya sudah masuk kotak dari dulu.

Kalau melihat pertanyaan dalam thrad ini, maka saya jawab,”YA”, Indonesia akan mengalami perpecahan. Dan jauh lebih bagus apabila Indonesia menjadi negara federasi atau bubar sekalian seperti Uni Sovyet – sebab memang pemerintahnya tidak mampu menegakkan hukum, serta “terlalu cetek otaknya” untuk memeratakan pembangunan. Kalau Bali berdiri sendiri, mungkin sudah seperti Singapore. Papua & Riau merdeka, akan menjadi negara yang kaya. Aceh merdeka, juga akan kaya, dan tertib diatur dengan hukum Islam. Biarlah yang berbeda-beda tersebut saling bersaing secara sehat – sebab lama-kelamaan “semangat kelompok & kekeluargaan” yang *katanya* menyatukan beranekaragam suku & budaya di Indonesia saya lihat sekedar kedok untuk menguntungkan orang-orang di pemerintahan pusat ( mereka yang dapat jabatan seolah-olah “menang arisan” – ongkang-ongkang kaki tapi dapat gaji besar, yang salah satu unsurnya juga dari pendapatan daerah kan ?)



utaraI9
4th August 2008, 11:33
Kini aku mengerti mengapa orang dulu lebih memakai kata “anjiing menggonggong” untuk dilengkapi dan dipasangkan dengan kata “kafilah berlalu” agar jadi pribahasa “anjiing menggongong kafilah berlalu”, padahal ada banyak binatang lo selain anjiing, misalnya ayam, padahal kalau pribahasanya “ayam merokok kafilah berlalu” lebih enak dibaca dan lebih cocok deh,

Aku tidak pernah tahu mengapa harus ‘anjiing bukan ayam’. sampai akhirnya aku menemukan diskusi tentang orang-orang yang mencibir PKS, sebab dari diskusi itu aku teringat pribahasa ‘anjiing menggonggong kafilah berlalu”. dan Aku juga jadi teringat ketika aku masih remaja ketika harus pulang malam (sekitar jam 9 malam ke atas) dari rumah temanku. Setiap aku ingin pulang ke rumah aku selalu melewatin sebuah rumah yang memelihara 2 ekor anjiing yang cukup besar dan tangguh, maklum Tuannya benar-benar sangat merawat kehidupan anjiing-anjiingnya.

Nah setiap aku pulang melewatin rumah itu, aku selalu di gonggongin oleh 2 ekor anjiing itu, karena sering dan selalu di gonggongin setiap aku pulang malam, aku kesal dan tidak tahan juga dengan gonggongan anjiing yang menyeramkan itu, aku ini emang bukan orang suci seperti para nabi atau kyiai tapi juga bukan maling yang harus dicurigai layaknya para koruptor mencuri uang negara yang mengsengsarakan jutaan rakyat indonesia, aku ini orang biasa sama seperti tuannya si anjiing-anjing itu,

Nah untuk menumpahkan kekesalanku aku sering memaki anjiing-anjiing itu dengan suara keras “Dasar Anjiing !!!” bahkan meludahi anjing anjing itu dengan tujuan supaya pemilik anjiing itu mendengar makianku, aku ingin memaki pola pikir si pemilik anjiing, pakai otaklah, jangan mau enak sendiri menikmatin kelamin istrinya dikamar karena takut kehilangan hartanya di ambil maling selain takut dimintain sedekahnya tentunya, tapi si pemilik anjiing itu seharusnya sadar kalau anjiingnya membuat warga tetangganya merasa terganggu, mbok anjiing-anjiing itu diikat di pintu rumahnya, jangan dilepas begitu saja meski masih dalam pagar, bahkan karena sangat kesal aku meludahin tuh anjiing-anjiing itu, mudah-mudahan tuh dengar pemiliknya, geram banget aku, digonggongin melulu padahal jelas-jelas aku bukan maling apalagi koruptor,

Dari pengalaman inilah, aku menyimpulkan mengapa pribahasa itu mengambil binatang yang bernama “anjiing” daripada “ayam”, ternyata ada perbedaan sifat antara anjiing dan ayam, kalau ayam jelas, selain manfaatnya membangunkan orang, ayam juga halal dimakan dan enak dagingnya, dan ayam tidak seperti anjiing, ayam tidak mau menggigit, ayam tidak berkokok ketika ada orang lewat di depannya, ayam hanya berkokok ketika ada betinanya saja bahkan ketika ada maling yang datang ayam terkadang mau berkokok dan bersuara berisik, kali aja penghuni rumah bangun dan maling kabur karena ketahuan,

Nah sedangkan anjiing, dagingnya juga haram dimakan, anjiing itu sangat berbahaya jika tidak terurus dengan baik karena ini binatang sangat agresif, dan satu hal yang pasti, anjiing itu selalu menggonggong siapa pun yang datang atau lewat di dekat rumahnya, memang ada sih sisi positif anjiing itu, ia selalu menurut lo sama Tuannya, tetapi sama Tuannya saja, tidak dengan orang lain, justru cenderung mau menerkam dan mengganggu orang yang tidak dikenalnya.

So,
Akhir kata, kini aku tahu mengapa pribahasa itu menggunakan hewan ‘anjiing’ daripada ‘ayam’ untuk mengibaratkan orang-orang yang hanya bisa mengkritik para kafilah.

Atau tepatnya, orang yang cuma bisa mengkritik orang lain terhadap sebuah permasalahan tetapi ketika ia disuruh maju ke depan untuk mengatasi permasalahan itu orang tersebut tidak MAU MAJU KARENA TIDAK MAU BERKERINGAT DAN KOTOR dan orang jenis ini lah disebut manusia yang suka menggonggong*

KALAU PARTAI YANG ADA MENURUT ANDA BURUK, JANGAN KAYAK ANJIING YANG CUMA BISA MENGGONGGONG DOANG, MAJU DONG KALAHKAH MEREKA DI PEMILU, SURUH KAKEK, BAPAK DAN KELUARGA KALIAN BUAT PARTAI

MENANGKAN PARTAI DIRI KALIAN DALAM TIAP PEMILU DAN PEMILIHAN. KALAU KALIAN MENANG NANTI JADI PENGUASA TUNJUKKAN PADA KAMI BAHWA KALIAN ADALAH ORANG ORANG YANG TIDAK SEKEDAR BISA MENGGONGGONG TETAPI JUGA MEMBUKTIKAN GONGGONGAN ANDA.

TETAPI KALAU KAGAK MAMPU BUAT PARTAI KAGAK MAU BEKERINGAT DAN KAGAK MAU KOTOR,

Jangan berisik banget, jangan mengajak orang lain golput, karena suka atau tidak suka, yang mengelola bangsa ini orang partai bukan orang utan, kita hanya bisa mencari partai yang paling baik dari yang terburuk. Buka mata buka telinga, buang egomo.

Semakin sedikit orang partai yang buruk prilakunya banyak di pemerintahan kita, maka kebijakan negara yang mengsengsarakan rakyat akan semakin sedikit, semakin sedikit kebijakan yang buruk, semakin sejahtera rakyat, semakin sejahtera rakyat, semakin cerdas rakyat, semakin cerdas rakyat, akan semakin bisa membenadakan, mana manusia keji, kotor, baik, pejuang, maupun manusia yang cuma bisa menggongong..

Tapi ini pendapat pribadi saja…
Terserah cocok apa tidak untuk dijadikan bahan renungan..
Berlaluk untuk siapa saja dan diri sendiri



hellene
4th August 2008, 12:07
kemungkinan besar negara ini akan bubar, hanya menunggu persetujuan negara adidaya, singapura, malaysia, australia, dll.:lol::lol: penentuannya ada di 2009. indikasi negara bubar adalah, jika sdh krisis energi, krisis kepemimpinan. krisis ekonomi dan krisis ideologi

You really make my day…..hehhhhhhhhhh….:bigcry:
Semua betul apa yang loe bilang @humanis……………betul terjadi……….



emblazon
4th August 2008, 13:11
Waduh kalo pecah mau jadi WN mana yah… um…



Hutanlindung
4th August 2008, 13:36
saya berani mengatakan tidak akan mengalami perpecahan.

asalkan. kita mau berjuang demi negara ini. tidak pesimis dengan negara ini.
jangan cuman gara gara satu dua tiga dan segunung masalah kita pesimis tidak akan bisa menyelesaikanya.semua masalah pasti ada jalan kalau kita mau mencari.
buat apa kita belajar kalo tidak kita gunakan untuk menyelesaikan.banyak sumber daya alam yang kita punya. banyak sumber daya manusia yang kita punya. masihkan kita pesimis negara kita tidak akan maju dan mengalami perpecahan.

namun. selama mental mental pesimis masih ada dibenak pemuda dan pemudi penerus bangsa. kemungkinan akan terbuka negara ini hancur.
karna ilmu yang diberikan hanya dijadikan alat untuk menurunkan semangat orang lain yang ingin membangun bangsa ini.terlalu pesimis hanya karna masalah spele.tidak berfikir bahwa tulisan yang kita tulis dapat menyebabkan manusia lainya turun semangat nasionalismenya.

jadi masih yakinkah negara kita akan mengalami perpecahan.
tidak akan terpecah selama kita masih mau bejuang.



kulikasar
4th August 2008, 14:46
kalo yang kerja di bumn
atau yang ada orang asingnya
baru berasa ni bangsa
udah kagak ada sisanya

udah tinggal ampas

jadi tolong yang masih bisa
liat peluang gimana ni bangsa
bisa bangkit lagi
share aja dah dimari



speedyrj
4th August 2008, 16:17
sangat mungkin, tiap hari liat aja ribut mulu kerjaannya…ada yg ribut ajaran sesat lah, ribut di partai, ribut pilkada, demo2 ribut…



dewi-cupit
4th August 2008, 16:22
sangat mungkin, tiap hari liat aja ribut mulu kerjaannya…ada yg ribut ajaran sesat lah, ribut di partai, ribut pilkada, demo2 ribut…

itu kan romantikanya hidup bernegara speed….
lha wong orang pacaran aja suka ribut. Itu yang cuma 2 orang…nah ini ratusan juga jumlahnya, ya wajar kalau ribut2..tapi semua sesungguhnya bisa diselesaikan dengan cara damai…tergantung bagaimana pemerintahnya aja..
juga kemauan rakyat untuk tetap menjaga perdamaian di bumi Nusantara yang sangat gue cintai….:smoking:



kulikasar
5th August 2008, 07:56
iye romantika idup bernegara
kite tungguin aje ujungujungnye
cere atawa terus tapi babakbelur?



interistisejati
15th August 2008, 18:13
Yang bikin bingung adalah dalam kasus antara warga setempat dan SETIA, ketika muncul ancaman dari pihak SETIA akan mendirikan negara sendiri.

Jujur, kalau pendapat saya pribadi sih, berikan saja kesempatan bagi pihak SETIA untuk mendirikan negara sendiri, tentu saja di wilayah yang mayoritasnya beragama Kristen dong, misalnya di NTT. Hikmahnya adalah, tidak perlu ada sekolah semacam SETIA lagi yang memang sangat potensial menimbulkan konflik dengan warga setempat yang mayoritasnya beragama Islam.

sekalagi maaf teman tipikal2 orang seperti anda yang dapat memecah belah persatuan bangsa ini anda dan golongan anda selalu merasa diri yang paling benar dan tahu, jadi anda akan langsung menghakimi orang lain yg berbeda dgn anda tanpa ada benar2 tahu duduk masalah persoalannya

Sepertinya benih2 keinginan untuk membuat negara sendiri berdasar suatu keyakinan sudah ada bukan? Tinggal menunggu waktunya saja dan sedikit pencetus.

Tapi sebaiknya kita harus berpikir ke depan lebih baik. Negara ini dibuat oleh komunitas heterogen, dan sebaiknya diteruskan secara heterogen.

dan gue berharap pun… semoga orang2 yg pingin negara sendiri, baik yg mau pake Islam or Kristen or Hindu or Budha or apa pun itu, mendingan minggat aja, cari pulau sendiri yg bukan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bukan bagian negara lain di dunia yg bebas, trus mulailah membuat negara sendiri. Tidak perlu memecah belah Indonesia dengan keberagamannya yang sebenarnya sudah begitu indah!

Saya yakin, sebagian besar bangsa Indo masih menginginkan kesatuan. So, marilah kita perangi (bukan dalam arti bunuh2an, tapi kita counter back lagi) orang2 yang merasa dia dan paham keyakinannya itu adalah yg terbaik dan mereka merasa menjadi orang paling tinggi kedudukannya di dunia dan akherat! Prinsip itu hanya bisa dipakai internal sendiri, jangan dibawa ke dalam kehidupan masyarakan yg heterogen.

Rgds,

benar sekali:iagree: pisahkan antara kehidupan beragama dgn kehidupan berbangsa dan bernegara. salah satu kunci peredam perpecahan bangsa



interistisejati
15th August 2008, 18:15
gw tadi barusan vote ragu ragu, kalo diliat dari keadaan sekarang bukan tidak mungkin jika indonesia sekarang tidak akan sama lagi dengan indonesia yg akan datang:bigcry:,tidak ada lagi nyayian dari sabang sampai merauke:bigcry: banyak yg dihadapi oleh bangsa ini, mulai dari kasus hukum,keadilan,sosial budaya dan masih banyak yg lainnya, tapi gw percaya satu hal setiap masalah akan menjadikan bangsa ini lebih dewasa dalam berbangsa dan bernegara selama bangsa ini mau menyikapi dengan bijak

MAJULAH BANGSAKU
INDONESIA

yah mudah2an bangsa ini lebih dewasa dalam bertindak

itu karena ada yang rela jadi anjiinignya bangsa asing demi dolar😀

1 2 dengan saudara Bingiti :piss:



interistisejati
15th August 2008, 18:30
Pancasila tidak ada hebatnya sedikit pun. Dari awal isinya juga sudah memaksakan paham / memihak ke salah satu golongan ( dan otomatis mengabaikan golongan lain yang minoritas ) : “Ketuhanan Yang Mahaesa dengan menjalankan Syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Setelah 7 kata tersebut dihilangkan, tetap saja Pancasila adalah “sesuatu yang primitif sekaligus tidak menghargai privasi manusia” menurut saya ( karena semua orang seolah-olah “dipaksa” untuk percaya pada Tuhan ).

Dan karena adanya Pancasila tersebut, kelompok-kelompok ekstrim yang sok agamis yang ( mungkin ) dilatarbelakangi kepentingan bisnis sejumlah pihak dibiarkan saja “berkeliaran” dan bikin onar, padahal seharusnya sudah masuk kotak dari dulu.
…..

:iagree:walaupun saya sangat pro pancasila tapi untuk ayat pertama saya sangat tidak mendukung sekali masa bila kita atheis atau agnostik atau memiliki kepercayaan diluar dari 6 kepercayaan yang sudah diakui harus memilih salah satu. ya itu dia satu2nya jawaban jadikan negara ini negara sekuler. jangan kaya sistem yang sekarang negara yang beragama tapi tidak benar2 beragama, ada perusakan, penghinana agama thd agama lain, ko didiemin aja sih:mad:



senseless_guy
15th August 2008, 18:36
Bangsa ini akan pecah apabila masih ada manusia2 yg selalu merasa paling benar pemikirannya…..
paling suci golongannya….
Fanatik sempit dan berprasangka pada orang lain yg tidak sepaham….



Ibu
16th August 2008, 18:04
bisa bangeeeettttt……..secara ikatan emosional yang ada dari sabang sampai merauke bisa tergerus oleh hal-hal dibawah ini :
1. korupsi
ketimpangan ekonomi yang mendalam bisa menjadikan semua alasan bagi bentuk pemberontakan dan perpecahan.
2. penanganan otonomi daerah yang tidak bijak
daerah-daerah yang sudah kaya tidak merasa perlu untuk menjadi bagian dari RI, karena mereka merasa lebih baik sendiri daripada menjadi bagian negara yang hanya menghisap kekayaan daerah tanpa timbal balik yang menguntungkan.
3. penanganan perbedaan yang tidak bijak dari pusat
sampai sekarang penanganan diversity di Indonesia belum lah optimum, baik itu masalah suku, agama dan ras. memang sulit, karena negara adidaya seperti USA saja masih mengalami kesulitan dalam menangani masalah rasisme…tapi sebagai negara yang menaungi berbagai suku, bermacam agama dan berbagai bahasa, Indonesia harus belajar lebih cepat sebelum perbedaan ini menjadi bumerang instead of kekayaan.



Ubi_
16th August 2008, 19:59
Bangsa ini akan pecah apabila masih ada manusia2 yg selalu merasa paling benar pemikirannya…..
paling suci golongannya….
Fanatik sempit dan berprasangka pada orang lain yg tidak sepaham….

:iagree:

pasti pecah kalo masih ada manusia yg…

selalu merasa pemikirannya paling benar dan siapa aja gak searus dengannya sudah berarti salah….

masih menghalalkan kolusi dan nepotisme….



senseless_guy
16th August 2008, 20:07
:iagree:

pasti pecah kalo masih ada manusia yg…

selalu merasa pemikirannya paling benar dan siapa aja gak searus dengannya sudah berarti salah….

masih menghalalkan kolusi dan nepotisme….

yup…. org2 yg punya pemikiran sempit dan menaruh kepentingan maupun Idealisme golongannya sendiri biasanya sangat dekat dengan Kolusi dan Nepotisme….

nice post…



Manofjustice
16th August 2008, 20:10
Akankah Indonesia mengalami perpecahan bangsa….?

Pertama jawaban Saya adalah ragu-ragu bila melihat situasi dan kondisi bangsa ini.

Sebelumnya bahasan ini bukan bermaksud untuk menakut-nakuti atau untuk memprovokasi bahwa Bangsa ini akan mengalami perpecahan, tetapi sesuai dengan realita yang menyesakkan dada. Bukan tidak mungkin bila kelak Indonesia terpecah pecah menjadi beberapa Negara. Hal ini mungkin masuk akal bila dilihat dari semakin lama orang lebih mementingkan kepentingan golongannya masing2 daripada kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Sekarang ini kita melihat adanya sikap eksklusifitas yang berdasarkan ras, agama, kesukuan. Misalnya kita sering melihat bahwa banyak bertebaran kos ,perumahan dan fasilitas umum yang hanya untuk agama tertentu saja. Begitu juga pemekaran provinsi yang berdasarkan suku dan agama misalnya gorantalo yang untuk kesukuan gorontalo, maluku utara berdasarkan agama. Peraturan daerah yang berbau agama misalnya Perda syariat islam di Aceh, sumatera barat dan di wilayah lain, perda injil di manokwari (walaupun masih dalam tahap rencana belum pasti juga terealisasinya).

Hal2 yang seperti diungkapkan di atas akan menyebabkan orang2 yang berbeda suku,agama atau ras dengan mayoritas penduduk suatu wilayah tertentu akan merasa termarjinalkan sehingga bukan tidak mungkin mereka ramai2 akan membangun Negara sendiri dengan basis suku,agama atau ras tertentu dimana mereka tidak akan merasa terdiskriminasikan juga mereka akan merasa memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga Negara lain.

Saya mengatakan hal yang di atas bukan semata-mata kata orang gini-gini kata orang gitu gitu, tetapi ada beberapa kejadian yang Saya alami sendiri, misalnya Yang pertama Saya pernah melakukan perjalanan jauh ke luar kota bersama keluarga setelah di rasa oleh kami merasa lapar kami berhenti di salah satu rumah makan, di dalam lingkungan rumah makan tersebut tidak menunjukkan embel2 bahwa rumah makan tersebut hanya untuk golongan tertentu saja. Nah yang memesan makanan Saya dan kakak sepupu saya, kebetulan kakak saya itu menggunakan simbol2 keagamaan, ketika kami memesan makanan, mba2 yg melayani kami sempat melihat simbol keagamaan yang dipakai oleh kakak saya, stelah itu didapati oleh kami jawaban yang menyesakkan dada”maaf yah, makanannya sudah habis”. Yah Tuhan jelas2 di depan kami masih banyak makanannya terlebih kami melihat sekumpulan orang di salah satu meja makan menggunakan berbagai atribut keagamaan yang berbeda dengan yang di gunakan oleh kakak saya. Terpaksa kami mencari rumah makan lain, mungkin bagi mereka menjual makanan ke orang yang beda agama dosa kali.:(

Yang kedua saya pernah main ke kosan teman yang kebetulan di sana ada beberapa atribut keagamaan yang sangat mencolok, hal ini saya tanyakan ko banyak sekali atribut keagamaan trus di jawab” emang di sini hanya untuk agama ………..” saya balas “ko bisa” dia jawab “ supaya iman penghuni2 kos dapat bertumbuh bersama2”. Nah lho emang bila kita bergaul dan tinggal bersama dengan yang berbeda agama iman kita tidak bertumbuh.:(

Yang ketiga kbetulan orang tua saya ingin membelikan sebuah rumah buat saya daripada saya ngekos, nah saya ditugaskan buat mencari rumah yang cocok. Saya mencari2 rumah dengan kriteria dekat kampus dan dengan harga yang terjangkau. Nah itu dia ada beberapa perumahan yang memenuhi kriteria tapi sangat disayangkan sekali perumahan2 tersebut dengan strategi pemasarannya rumah2 yang dijual bernuansa yg merunjuk agama tertentu. Jadi saya mengurungkan niat untuk membelinya walaupun saya tahu bahwa rumah tersebut bebas dibeli oleh siapa saja, mana mau saya tinggal dimana lingkungannya tidak memberikan toleransi bagi yang berbeda agama. Terpaksa saya memilih rumah yang agak jauh dari kampus.

Menurut Saya pribadi Indonesia bisa bertahan hanya dengan memupuk kembali rasa keindonesiaan dan menanamkan ideologi Pancasila di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa mengganti dengan “ideologi lain”. Karena dengan rasa keindonesiaan dan pancasila akan ada sikap saling menghormati dan menghargai antar anak bangsa tanpa memandang asal usulnya. Tinggalkan stigma Negara muslim non muslim, pribumi non pribumi, orang jawa dan non jawa. Ingat Indonesia di bangun oleh darah dan keringat orang islam, hindu, Kristen, budha, atheis, jawa, papua, minangkabau, sunda, batak, makasar dan yang lainnya( seperti lagu project pop…. yg ga disebut jangan marah…).🙂

Dan kelak bila boleh berharap tahun 2045 Bangsa kita ini telah mengalami kemajuan di segala bidang serta sejajar dengan negara2 makmur lainnya dan bila saya diberi umur panjang serta memiliki cucu tentunya. Ketika di dalam suatu kesempatan cucu Saya bertanya “kek kenapa dalam waktu yang singkat Negara ini mengalami pertumbuhan yang sangat mengagumkan”, langsung dengan semangat 45 Saya jawab “cu…. Negara ini bisa seperti sekarang ini karena bangsa kita yang sangat plural dibandingkan dengan Negara manapun di dunia ini yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama saling bergotong royong dengan menyisingkan baju ,bergandengan tangan bahu membahu tanpa memandang asal usulnya untuk membangung bangsa ini tanpa rasa saling curiga, bangkit dari masa2 kelam seperti kerusuhan mei 1998, kasus poso, kasus ambon,dan yang lainnya ….”. Pasti Saya akan menjawab dengan hati yang bangga, senang, campur haru . Mudah2an kelak hari itu akan ada. Dengan syarat memupuk kembali rasa keindonesiaan dan penanaman ideologi Pancasila.:rolleyes:

Satu Hati, Satu Harapan, Satu Kemakmuran,Satu Indonesia

Indonesia bisa saja mengalami perpecahan…tidak ada jaminan untuk tidak terjadi perpecahan…liat saja sejarah peradaban dunia;

Mesir kuno runtuh setelah berusia 1000 tahun lebih

Aztek juga runtuh setelah beratus2 tahun

Yunani juga runtuh setelah 1000 tahun.

Romawi juga runtuh setelah 800 tahun

Imperium Islam Abbasiah juga runtuh setelah 700 tahun.

Uni Soviet pecah setelah kurang lebih 40 tahun…

USA baru berumur 500 tahun.

India, Indonesia, China dan negara2 asia baru berumur kurang lebih 70 tahun.

kebangunan dan keruntuhan suatu bangsa adalah suatu kepastian sebagaimana air hujan yang mengalir kembali ke sungai dan air tanah yang akhirnya kelaut yang kemudian dibawa kembali ke daratan.

Permasalahannya apakah bangsa Indonesia mampu menguasai peradaban dunia dan mampu bertahan paling tidak 800 tahun? atau pecah sebelum 100 tahun? hanya Tuhan Yang Maha Esa Yang Tahu….

http://deen10february.files.wordpress.com/2007/08/bendera.jpg



divan
17th August 2008, 15:26
kemarin 16 agustus 2008 nispu sya’ban, jam 2.30 pagi sampai subuh gerhana bulan dan bulan akan membentuk bulan sabit, dan anehnya pula mulai jam 00.00 hari ini bertepatan dengan tanggal 17 agustus….

Ya Allah, arahkan bangsa Indonesia ini ke jalan yang Engkau ridhoi, ya Allah ampuni dosa-dosa kami dan tunjukkanlah kami jalan yang benar……Amiinnn….

buat temen2 detikers MERDEKA!!! Indonesia milik kita2 semua….

dirgahayu NKRI ke 63, gimanapun perbedaan pendapat diantara kita, yook jaga persatuan & kesatuan NKRI, bhinneka tunggal ika………

-divan-



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: