LETS NOT FORGET VIKY SIANIPAR TESTAMONY ABOUT BATAK “HIS XPRESSION”

 
 

 

Ternyata Batak Itu Keren!

Aku ingin share sedikit tentang pengalamanku dulu jadi orang yang anti Batak. Memalukan sih, tapi mungkin dapat bermanfaat untuk anak muda Batak kelahiran Jakarta yang lain.Sejak kecil (hingga sekarang) aku tinggal di daerah pemukiman kampung Betawi di bilangan Jakarta Selatan, di sebuah gang semit yang rumahnya kecil-kecil dan saling berdempetan satu dengan lainnya.

Bahasa pengantar kami sehari-hari di rumah adalah Bahasa Indonesia. Walaupun ibuku orang Sunda, namun dia pandai sekali berbahasa Batak. Ayah dan ibuku berbahasa Batak hanya jika ada hal-hal rahasia yang mau dibicarakan diantara mereka supaya anak-anaknya tidak bisa mengerti.

Karena keterbatasan dana orang tua pada saat itu aku disekolahkan di satu sekolah dasar swasta dekat rumah yang mayoritas murid-muridnya juga penduduk sekitar. Tidak ada orang Bataknya sama sekali.

Ketika teman-temanku mengetahui bahwa aku ini orang Batak, aku mulai diejek-ejek dengan menirukan gaya bicara seperti logat Batak yang ada media-media elektronik itu. Awalnya aku cuek aja, tapi lama-lama jengkel juga. Aku coba cari cara untuk membela dengan berusaha mencari sesuatu yang dapat dibanggakan dari suku Batak. Dengan segala keterbatasan pengetahuanku, aku tidak mendapatkannya. Pada saat itu yang kutahu tentang Batak adalah pesta Bona Taon yang lama dan membosankan, cara bicara saudara-saudara dari Medan yang keras dan cenderung kasar, musik tolu batu dengan vokal trio yang melengking-lengking, pesta adat perkawinan yang penataan makanannya jorok membuatku mual setiap kali menghadirinya.Jadi apa yang dapat kubanggakan dari Batak untuk bikin teman-temanku”ange”. Gak Ada!

Aku pun jadi kaum minoritas di sekolah. Dan aku benci itu. Alhasil aku menjadi sulit bergaul. Pernah suatu saat aku lewat di tengah halaman sekolah yang ramai, salah satu kakak kelas berteriak mengejeku, “woi, Batak.. mau kEmana kau? mEnarik MEtro Mini ya..Gorogol! TEbEt!” Semua anak di halaman itu tertawa terbahak-bahak sambil melihat kearahku. Aku malu sekali saat itu.

Mulai saat itu, bagiku kata “Batak” adalah hinaan. Aku pun mulai menyesali kenapa aku dilahirkan jadi orang Batak. Sejak saat itu, aku menyebut diriku orang Jakarta. Toh aku lahir dilahirkan di kota ini. Akupun tidak pernah lagi mau mencantumkan marga dibelakang namaku.

Di masa SMA, aku bersekolah di sekolah Katholik yang mayoritas Cina. Hal serupa terjadi lagi. Ada guru Sejarah bernama Pak Giyanto yang sangat kagum pada orang Batak. Setiap masuk kelas pertama kali, beliau selalu mencari orang Batak, “ada si ucok disini?” Aku takut sekali dan tidak mau mengangkat tanganku. Tetapi karena teman-teman satu kelas menolehkan pandangannya ke arahku, mau tidak mau akupun mengangkat tangan. Kembali aku jadi bahan pembicaraan orang banyak. Menyebalkan! Semakin besarlah rasa maluku menjadi orang Batak. Sampai-sampai pernah aku naksir cewe namun langsung hilfil begitu tau cewe itu boru Batak. (itu dulu lho….)

Untung saja di masa itu aku anak band yang sering tampil di acara-acara pensi sekolah, jadi masih banyak juga teman-teman yang respek denganku, terutama cewe-cewenya..hehehe. Untungnya lagi, teman-teman Cinaku tidak masalah dengan kebatakanku. Jadinya pada saat itu aku lebih nyaman bergaul di komunitas Cina daripada pribumi. Aku pun selalu menghindar dari punguan naposo marga dan menghindar di setiap pembicaraan-pembicaraan tentang Batak.

Jadilah aku anak muda Batak yang terlepas dari akarnya. Sok menjadi orang Amerika. Padahal orang Amerika sendiri tidak menganggap aku bagian dari mereka. Mengambanglah aku ditengah-tengah Seperti rumput Danau Toba yang putus dari akarnya. Mengapung-apung di permukaan air terbawa arus. Kadang dia terbawa ke Balige, kadang terbawa ke Tongging, kadang terbawa ke Pangururan, sampai lama kelamaan busuk sendiri.

Selepas SMA, aku menjadi pemain band kafe di bilangan kemang dan menteng dan sangat fanatik dengan lagu-lagu barat modern, yang kemudian rekaman album pop/rock Indonesia.

Di tahun 2000, ayahku minta aku untuk mengaransemen lagu Batak “Anakku Na Burju”. Jelaslah kutolak mentah-mentah. Setauku lagu Batak itu sangatlah kampungan. Dengan pembagian suara “do mi sol”, selalu bervibrasi over dan melengking, kord apa adanya, dan hal-hal jelek lainnya. Mendengarnya saja aku sudah mau muntah. Kalau aku bikin lagu Batak, apa kata dunia nanti… bisa malu lah aku. Namun ayahku tetap membujuk-bujuk terus tanpa henti-hentinya. Aku baru mau mengerjakannya setelah di janjikan ayahku akan di belikan peralatan rekaman digital yang baru, digital Sequencer Roland VS-880. Maka kukerjakanlah aransemen lagu “Anakku Na Burju” dengan malas-malasan. Tak pernah kudengarkan hasil aransemen itu setelah selesai. Namun ayahku sangat menyukainya. CDnya itu diputarnya berulang-ulang di kantor dan di mobil.

Di tahun 2001, ayahku dengan Yayasan Perhimpunan Pencinta Danau Toba (YPPDT) membuat suatu konser musik “Save Lake Toba” dalam rangka kampanye lingkungan Danau Toba yang sudah rusak. Mereka membuat konsep konser musik untuk anak muda. Dimintanyalah aku sebagai music directornya. Kembali aku menolak habis-habisan. Apa kata kawan-kawanku nanti, si Viky konser lagu Batak. Matilah aku!

Karena dibujuk terus oleh ayahku dan show directornya, Toni Sianipar, akhirnya akupun mau menerima jabatan itu dengan syarat dibayar secara professional. Mulailah aku mengeksplor lagu Batak dengan perasaan jijik pada awalnya.

Lagu pertama yang kubuat adalah “O Tano Batak”. Aku tau ini lagu kebangsaannya orang Batak. Kubuatlah lagu itu dengan irama Rock sebagai rasa protesku, dengan harapan aku langsung dipecat. Ternyata dugaanku salah. Mereka malahan menyukainya (Itulah aransemen O Tano Batak di TobaDream 1).

Dengan jengkel ku kerjakan lagi lagu kedua yaitu “Tano Toba”-nya Christine Panjaitan. Aransemen seperti ini yang diperdengarkannya padaku. Mendengarkan intronya saja aku sudah tertawa terbahak-bahak. Dengan semangat protesku kubuatlah aransemennya sesuai seleraku. Aku tidak memikirkan maksud dan tujuan lagu tersebut. Setelah mendengar hasilnya, mereka kembali suka sekali dengan aransemennya, malahan jadi terharu. (aransemen Tano Toba itulah yang juga ada di Tobadream1).

Aku jadi bingung. Begitu juga lagu karo “Terang Bulan” yang kubikin sedikit kocak dan “bluesy”. Amang Tarkelin Tarigan, salah satu produser konser “Save Lake Toba” sangat menyukainya. Usahaku supaya dipecat gagal total. Lanjutlah aku mengerjakan lagu-lagu yang lain sebanyak 18 buah lagu.

Aku jadi stress dan jadi bosan mengaransemen lagu Batak. Untuk menghindari kebosanan, aku minta ikut berangkat dengan tim audio visual yang hendak membuat video footage ke Danau Toba. Aku sudah sering ke Danau Toba sewaktu kecil namun hanya seputar Parapat dan Tuktuk. Kali ini kami pergi ke Sidikalang, Tele, Simanindo, Simarjarunjung, dan Tongging. Selama perjalanan itu barulah kulihat Danau Toba yang sebenarnya. Betul-betul aku takjub akan keindahannya.

Di Tongging, kami naik ke satu bukit tertinggi disana. Tidak sembarang dapat naik kebukit itu. Kebetulan salah satu dari tim audio visual adalah menantu dari marga Silalahi, salah satu pemilik tanah di bukit tersebut. Jadi kami diperbolehkan naik keatas bukit dengan mengendarai mobil garden dobel.

Di puncak bukit yang sangat tinggi itu aku duduk sendirian. Dari sana, hampir seluruh danau indah itu kelihatan. Bahkan samar-samar aku dapat lihat pesisir pantai Balige. Sungguh menakjubkan. Aku memandang jauh ke bawah, ke huta Tongging yang tenang dan damai, seolah tidak perduli akan pergolakan dunia luar. Kubayangkan lah dulu nenek moyangku berjalan di bawah sana, bertani, bersendra gurau, martandang, dll. Sungguh mataku tak berkedip sedikitpun menatap pemandangan yang sungguh luar biasa indah itu. Barulah kutemukan pertama kali yang dapat dibanggakan dari orang Batak, yaitu keindahan kampungnya. Sayang teman-teman SDku itu tidak ada disini. Mereka pasti akan menyesal kenapa tidak dilahirkan sebagai orang Batak.

Sementara tim audio visual sibuk melakukan tugasnya, aku tetap duduk di puncak bukit itu seorang diri menikmati kampung halaman leluhurku yang menakjubkan itu. Sekilas terngiang alunan-alunan nada indah di benakku yang langsung memicuku untuk memainkan musik. Sayang aku tidak membawa alat musik apapun saat itu.

Barulah aku mengerti saat itu, mengapa banyak seniman besar lahir dari tempat ini. Danau Toba memang telah banyak menginspirasikan manusia-manusia besar Batak. Disanalah pertama kali timbul kebanggaanku menjadi orang Batak. Melalui alam yang indah, seakan Tuhan memberikan berkat yang luar biasa terhadap orang Batak. Kukira Tuhan hanya tersenyum waktu menciptakan tanah Sunda. Rupanya Dia menciptakan Danau Toba bahkan dengan tawa ceria.

Walaupun sejak kecil sudah sering ke Parapat dan Tuktuk, aku merasakan seperti jatuh cinta pada pandangan pertama pada Danau Toba. Itulah sebabnya aku menciptakan lagu Tongging Hill, bukit impianku di Tongging. Lagu itu menceritakan tentang seorang putra daerah yang pulang kampung untuk pertama kali dan jatuh cinta pada tanah leluhurnya itu. Itu juga kata-kata pertama yang terlintas di benakku sewaktu membuat url address blog ini.

Sepulangnya ke Jakarta, kulanjutkan pekerjaanku dengan penuh sukacita. Dengan penuh bangga menjadi orang Batak. Aku jadi makin semangat mengeksplor alat musik tradisional Batak seperti Taganing, Sarune, Sulim, Hasapi, dll.

Singkat cerita, konser “Save Lake Toba” itupun sukses besar. Aku semakin ketagihan untuk mengenal musik dan lagu-lagu Batak yang lain. Bahkan aku jadi malas untuk main lagu-lagu pop Indonesia lagi, karena ketagihan dengan musik dan lagu Batak. Ternyata lagu-lagunya pun luar biasa keren-keren. Lirik dan notasinya dahsyat. Tidak kalah dengan lagu-lagu barat.

Maka resmilah aku jadi orang Batak LAGI tahun 2002. Ternyata Batak itu keren choi…!!!
(cerita ini berhubungan ke The Journey part 1 dan part 2)

~ by Si Pikki on 5 May 2008.

43 Responses to “Ternyata Batak Itu Keren!”

  1. horas ito….
    kita baru bisa berkata dgn lantang BATAK ITU KEREN sekarang, setelah melalui pergumulan batin dan hari2 panjang dan usaha keras untuk membantah TAKDIR kalo di tubuh ini mengalir DARAH BATAK…..

ito yang punya mama orang sunda aja mengalami hal yang sangat2 tak enak… jadi ingat masa2 kecil sampe remaja ku dulu to… gimana muka ku jadi merah dan 100% malu kalo sampe ada yg tau aku adalah boru BATAK….

aku 100% boru BATAK (mama br SIREGAR)lahir besar di jambi, mulai dr opung sampe bapak adalah AKTIVIS ADAT, seharusnya aku tumbuh dgn kebatakan yg kental… tp sama seperti mu to pikki aku paling MALU KESAL BENCI DAN MARAH kalo di panggil BATAK…!!!!!
seakan akan kata2 ini seperti kutukan dan mimpi buruk dalam hidup ku…. ( sekarang aku menyesal bgt !) bahkan aku sampe bertekad… NAJISSSS BATAK! JANGAN SAMPEEEEE GWE DAPAT PACAR/SUAMI BATAK… hueee!!!
saat SMA ada cowo ganteng ‘SAYANG BATAK’ yang nembak aku…tanpa ekpresi… aku TOLAK…. gitu juga waktu kuliah opung ku sempat mengatakan ingin memperkenalkan seorang dokter ‘BATAK JUGA’ … LANGSUNG KUTOLAK tanpa pernah ku lihat siapa dia…

tapi TUHAN malah memberi JODOH kepadaku.. dan membuat ku JATUH CINTA justru pada LAKI2 BATAK… matilah kaw DINI …. kurasa TUHAN menertawakan ku… heheheheheh
tp itu pun sampai aku punya anak ttp ku sembunyikan dan kututup rapat, kebetulan lae mu itu mirip cina/palembang to pikki…jadi kalo orang tanya ku bilang dia orang palembang….

Tahun 2005 … TUGAS membawaku pulang ke BONA PASOGIT… 4 hari di parapat danau toba dan samosir…
masih ku ingat… saat itu sore/menjelang magrib aku duduk di teras kamar hotel menghadap ke danau toba dan samosir, senja yg memerah indahnya tao membuat ku serasa di surga… hati ku berbisik YA TUHAN indahnya tanah leluhur ku ini, tanpa sadar… batin ku berteriak….OPPUNGGG DIMANA KALIAN… DAH DATANG AKU OPUNGGGGG… air mata ini mengalir….. jiwa ku seperti menemukan wadah nya… banyak pengalaman batin yg ku dapat selama di sana.

sejak pulang dari sana darah kebatakan ku menjadi hidup. tanpa rasa MALU ku tulis marga bapak ku di belakang nama ku, untung lagu mu to udah ADA, dan jadi pengiring langkah ku …. ( untung duluan ito yg menjadi BATAK ) hehehehe

VIKY:
Wah ternyata senasib kita to,🙂. Btw jadinya ito boru apa?

  • bukan hanya keren vik tapi juga beken sampe jadi idola (tapi bukan idiot dodong lambat loh)kalo ada yang sirik dengan orang batak itu berarti mereka iri karena tidak terlahir menjadi orang batak yg punya marga tarombo danau toba dll.

    yes, hidup batak banyak akal tidak akan kelaparan

    VIKY:
    Setuju Rik, sekarang gue kalo di katain Batak, gue bales aja, “kecian deh loh bukan Batak :p” )

  • SALAM KENAL!
    Kalo saya, malah terbalik…
    dulu saya sangat tidak bangga menjadi orang batak karena di sekeliling saya orang batak semua. tapi sekarang, ada untungnya juga menjadi orang batak di tengah2 non-batak
  • VIKY:
    Hehehe, yang penting skarang udah bangga kan.. Horas lae, salam kenal juga.

  • salam kenal sblmnya
    BATAK NEVER END….
    selalu bangga jadi orang batak
  • buat yang mo kenalan

    visit my blog

    http://www.syahnan.co.cc

    mauliate….sasudena
    great blog…..

  • Saya senang akhirnya kamu….”kembali dan membanggakannya”..
    Memang sewaktu saya anak2, naposo pun menghadapi demikian, apalagi Bapa nahinan, Raja ni huta…Raja Siallagan (bukan maper lho..hehehe, di Sydney saya tidak pernah cerita tentang orangtua, jadi tidak semua orang tau …kecuali ada 1 orang ..kebetulan dia jalan2 ke Ambarita, mungkin dia cerita..nggak tahulah)jadi sering mendengar apabila mereka rapat..terutama kalau ada pembagian jambar yang tidak cocok….waduh …suara mereka…keras sekali seperti mau berantam semua, karena sering akhirnya terbiasa mendengar. Suami saya pun waktu pertama sekali datang ke Medan…ada acara mengadati Ito dan Kakak serta Sulang2 Hariapan, Setelah acra pesta terakhir (Sulang2 Hariapan..Dia disidang oleh 30 orang keluarga)….Dia kaget “SANGAT TERKEJUT”…seperti begininya Batak (keluargamu?). Memang itulah ciri khasnya..karena itu saya undang kamu…Saya katakan. Penasaran dia…Setelah selesai sidang , dikeluarkan perasaannya di depan semua keluarga. TERTAWA SEMUA KELUARGA.. Awalnya si malu..(soalnya pertemuan pertama..karena sudah di jelaskan .. Sayapun tenang..dan diapun mengerti. ITULAH KENANGANNYA PERTAMA SEKALI TENTANG BATAK DAN SIFATNYA. Dia senang ikut kumpulan,…walaupun dia tidak tahu kata2 lagu, dia ikuti irama lagu..dia bangga. Dan dia manortor.
  • Jadi pesan kepada pembaca…Kaum muda..BANGGALAH MENJADI ORANG BATAK dan ITULAH CIRI-CIRI KHASNYA . Salam.

  • Tambahan…Setelah sidang dan tertawa…Bapa Berteriak… KELUARKAN BIR dan TUAK!!! Pertama kali dia minum tuak disitu.
    Dan diapun bawa Wine…Jadi ada Wine, bir dan tuak…
  • Sekali lagi.. BERBANGGA LAH YA….DEK.(pembaca)

  • boru simanjuntak aku ito…. -)
  • hai..hai..tulang..
    heheh..
    hm..kyaknya beda kali sama kandi..stelah pindah kebali, temen2 malah lebih kenal kandi debgan nama “batak” daripada kandi..
    dan kayaknya keren aja, hheheh…malah..e-mail kndi aja “akuputribatax”, hehhe…
  • “Maka resmilah aku jadi orang Batak LAGI tahun 2002″Selamat bergabung menjadi orang batak lae vicky )
  • Viky,Ceritamu sudah sering aku dengar. Kali ini kubaca tulisanmu, hati saya tetap bergetar, saya baca lagi komentar Srikandi, mata saya berkaca kaca.

    Itu kenyataan pahit yang dialami banyak anak di kota besar. Sama sekali saya tidak menyalahkan mereka. Orang tua yang SALAH, dari kecil mestinya sudah diceritakan, indahnya kampung halaman, bercerita kepada anak, apa itu orang Batak. Tunjukkan hal hal yang membanggakan, membuat mereka bangga atas eksistensi dirinya.
    ORANG TUA salah besar, lihat disekitar kita, hal itu terjadi pada banyak keluarga.

    Supaya pengalamanmu tidak terjadi terhadap anak anak dirumah, dari usia dini saya sudah ajarkan itu kepada mereka, mengajarinya berbahasa Batak, mengajarinya harus selalu mencantumkan marga dibelakang nama mereka. Saya tunjukkan betepa bangganya saya jadi batak, agar mereka terbiasa dengan itu.

    Saya kenalkan mereka dengan batak batak Keren.
    Diusia mereka sekarang, masih anak anak, saya sudah melihat begitu bangganya mereka jadi orang Batak, dan berani mengatakan ke teman teman Bataknya di sekolah, yang tidak ngerti bahasa Batak, mereka itu Batak palsu. Dan itu saya yang ngajarin.

    Kita terlahir sebagai Bangso yang penuh berkat, kenapa malu akan eksistensi diri, kenapa orang tua tidak mengajarkan itu terhadap anak, kenapa anak anak tidak dilatih berbahasa Batak juga dari usia dini.

    Semoga semakin banyak Viky yang lain, Batak keren yang menjadi idola Batak muda.

    Sai diramoti Debatama ho anggia, dipasu pasu na niula ni tangan mu.

    HORAS

  • Vik, kalau pasukanku yg tiga itu, mungkin tak akan mengalami sebagaimana yg kau alami. Mereka sangat bangga dan penuh percaya diri jadi manusia Batak. Bisa jadi, sebagaimana dikatakan lae Charlie, menyangkut peranan orangtua masing-masing. Sejak awal sudah kutanamkan identitas mereka bertiga sebagai manusia Batak, berikut plus-minus-nya. Kau lihat sendiri kan, betapa mereka merasa nyaman dengan identitasnya? Tetapi soal pasangan hidup mereka kelak, aku tak terlalu menekankan harus menikah dengan orang Batak, yg penting mereka tak pernah merasa tertekan atau malu sebagai orang Batak. Aku sepakat dengan pendapat yang mengatakan: orang-orang yg terombang-ambing dan me-negasi identitasnya, sesungguhnya tak pernah tahu siapa dirinya dan karenanya tak pernah bisa total menikmati kehidupannya.
  • TNI/Polri
    MAYJEN DI Panjaitan, , Jend. TB Simatupang, Jend. Maraden Panggabean, Letjen. Luhut Panjaitan, Jend. Sudi Silalahi, Jend. TB Silalahi, Jend. Timbul Silaen, Jend. Iskandar Sitompul, Jend. Syamsir Siregar, Jend AH Nasution, Jend Raja Inal Siregar, Brigjen Togar M Sianipar,
  • Lawyer
    Todung Mulya Lubis, Ruhut Sitompul,Hotma Sitompul, Adnan Buyung Nasution, Hotman Paris Hutapea,Andar Situmorang, Junivart Girsang, Juan Felix Tambubolon

    yah mereke adalah putra2 batak terbaik yang banyak dari antara mereka kelahiran Bona Pasogit,jadi sudah terbukti toh, mereke aja yang sudah berada di pemerintahan bangga mencantumkan marga mereka di belakang nama, dan bangga juga mereka di lahirkan menjadi putra batak. dan sejauh ini Halak Batak (mayoritas) dalam segi apapun selalu berhasil.

     

  • samalah nasib kita lae..cuma memang proses transformasi ku ga seekstrim lae.. Dari kecil tinggal di lingkungan yang sama sekali bukan batak, orang tua pun kayaknya keteteran karena sibuk ngurusin ekonomi keluarga dulu. Terus terang aku dengar atau tahu tentang lae dan musik lae itu pas tahun 2004, bukan dari siapa2. Aku jalan ke mall karawaci, rencana mau beli kasetnya lagu2 barat, pas aku liat eh kok ada album batak toba dream 2, ternyata mantap. Dari situlah aku makin sering mendengar musik batak..Mudah2an kita bisa meneruskan adat batak nauli itu ke generasi2 kita seterusnya..

    Horas

  • halooooooooooooooooooo
    kenalin saya Roslina Simbolon
    Saya orang Batak sekarang saya pindah ke Cilegon tapi orang tua tetap di sumaretra.
    karena faktor ekonomi saya diharuskan sekolah disini
    senang sekali rasanya bisa melihat D.Toba
    saya rindu …….pengen pulang
    tak ada yang seindah danau Toba
    airnya yang hijau selalu membuat hati kita amankak, kapan2 kalau ke D.Toba lagi ajak saya yaaaaaaaaaaaaaaaa
    herheheheheheh

  • cerita yang sangat menggugah dan inspirasional….sebagai seorang seniman (indie, hehe), saya pun ingin membuat lagu batak, tentu dengan selera saya sendiri

    pangeran siahaan

  • HORAS!!!! bang… Gwa bner2 salut ama abang… dalam improv musik batak, keren abis,!! D n bener qta harus bangga jadi orang batak… karana walo di manapun kita ketemu orang “BATAK” pasti mereka bilang “BAH….. HALAK KITA DO HAPE….”, n BATAK punya aksara sendiri ga nyadur apalagi nebeng… He3x, banyak deh yang lainnya, cmn klo dah lahir di kota besar banyakan org nutupin marga (knp ya??),,,TAPI YANG PASTI GW BANGGA TERLAHIR DALAM SUKU BATAK….SAHAT.. WAS HERE
  • untung lah sejak kecil aku udah bangga sebagai putra batak bah… hahahaha
  • mantaplah memang danau toba itu
    tapi aku belum pernah ke tongging, kapan ya??
    pengen x ni jadinya

  • Beneeerrr…BATAK bisa jadi ‘kebanggaan’…di Bandung masih banyak orang2 yang kagum dengan orang batak…(karna berani & Suaranya bagus2 katanya…he he he)
    Salam kenal ya Pariban -)
    Tolong masukin ke link-nya yah..he..he..

  • Lae Viky, kupikir hanya aku aja yang ngalami hal itu (pernah minder karena dibilang orang batak), rupanya kau juga ya… wakakak… setelah hampir 4 bulan ini berdiam di tarutung dan berkeliling beberapa kawasan di tanah batak ini (mulai mengelilingi danau toba, ke dairi-phakpak, tapian nauli/ sibolga hingga ke sipirok di tapsel).. rasa cintaku pada tanah asal ayah dan ibuku ini menjadi semakin menebal.. wah, fantastis sekali alam dan kebudayaannya.. dan sesekali timbul pertanyaan dalam diriku.. kenapa ya banyak generasi muda batak yang masih memilih tanah perantauan sebagai tempat mereka berkarya.. kalau kau berkesempatan lagi main ke tanah batak, nanti kutunjukkan beberapa tempat indah lainnya selain toba.. pasti kau akan terkesima… hehehe..
    Mauliate dari rura silindung..

  • hahaha…enak sekali baca serita lae viky ini.. juga comment2nya… saya juga pernah alami sendiri, di ejek sebagai orang batak..krn logat saya. bisa dibayangkan yang besar dikampung sampai SMU ( Pangururan) baru kuliah di Medan.teman 2 saya dulu sering tertawa bila saya sedang bicara. gw diam aja dan malu. tapi lama lama ini teman2 pada makin sering, kyknya setiap ketemu gw selalu ditiru .gw pikir, ini udah penginaan.. ini udah menyangkut harga diri nih.. ate2 mulai panas … tanpa banyak bicara langsung gw hantam. tonjokan dan tendangan gw kasih. semua kaget dan tak ada yang nyangka gw lakukan seperti itu…kenapa rupanya klo saya batak, ada yang salah dengan logat saya??? semua diam….dan banyak lagi cerita lucu (sedih sebenarnya) bahkan dosen pun pernah ngejek gw( untung dosennya cewek, klo cowok kian , udah pasti gw jemput tengah malam dari rumahnya.. hehehhe)….
  • Ya Batak Emang keren lah Pulak lae..
    KARAKTER itu yang ga di punya banyak suku laen..
    btw, kok lae kayanya lebih condong ke Karo ya.??
    SALAM AMA TONGAM ATE LAE..

  • cuman orang brengsek yg ngejek-ngejek batak!mending bagus sukunya…

    orang #### aja makanannya kayak #### gitu…

    #### deh! mendingan makan saksang aja ^^

  • cerita yg hampir sama dgnku..
    dari awal aku malu jadi org batak..
    tapi sejak kuliah di del kampus yg ada di pinggir danau toba
    pengalamanku slama 3 thn brada di sana,
    mengelilingi seluruh tanah Toba
    yg tidak pernah kulakukan selama ini
    membuat aku semakin bangga n cinta sebagai orang Batak…i proud to be batak…. D

  • Ternyata Batak itu PARBADA…!!!
    huehueuheuee
    Molo dang diboto marbada, dang halak Batak i
    ido kan..??

  • Orang BATAK dalam pergaulan se- hari2 memang selalu di identikkan oleh suku lain sebagai suku yang kasar dan tidak sopan, karena logat dan bahasanya yang cenderung kasar. Tetapi yang perlu kita ingat adalah bahwa dalam hati mereka sebenarnya kagum dan salut dengan keuletan dan kesetia kawanan suku batak yang tidak dan tidak akan pernah dipunyai oleh suku2 lain di dunia ini. Saya juga punya anak 4 orang ke empat2nya di Akte lahir mereka saya tidak mencantumkam marga mereka “SIBARANI” sampai2 saya harus menghadapi protes dari para Namborunya. argumen saya waktu itu, bahwa orang batak susah dapat kerja yang mereka tolak dengan argumen siapa bilang ? orang batak paling di sukai suku lain dengan cara kerja mereka yang ulet & dan professional. Cuma memang di Pemerintahan kita RI jarang orang batak bisa jadi pegawai negeri yang akhir2nya saya terima argumen mereka semua itu didasarkan ole AGAMA dan rasa cemburu diantara suku2 lain. Jadi selamat untuk lae Vikky yang pd akhirnya menyadari kekeliruan anda. Sama dengan saya !!! he… he… Horasssss… Bravo “BATAK
  • “Perilaku adalah fungsi bawaan lahir + lingkungan”, demikian ilmu jiwa memahaminya. Kampung halaman bukan lagi cerita bagi seorang Viki…, tetapi sudah menyusup ke rahim sanubarinya. Dan buahnya adalah Viki si Batak bangga!
    Kasus ini setidaknya menggugah kembali kebatakan kita semua. O ya jadi teringat, suatu ketika aku sendirian berkelana di alam Tana Toraja, menjelajah sampai ke ujung puncak-puncak gunung yang amat bernuansa mistis. Maklum sajalah, Toraja punya kuburan yang unik dengan hanya meletakkan peti mati di gua atau di gantung di tebing… tengkorak berserakan begitu saja…. Saya singgah di sebuah dangau dan bertemu dengan seorang nenek tua…di ujung dunia yang rentangnya teramat jauh dari danau toba.., dan ketika kusebut aku batak… eh nenek tua rupanya tau tentang batak… bagiku ini luar biasa. Kawan-kawan BANGSO BATAK, tidak ada alasan untuk tidak berbangga dengan kebatakan kita!!! Tentu saja kita punya kekurangan2 yang sudah menjadi streotip atau stigma…dengan KASIH dan KARYA NYATA (songon nibahen ni Appara Viki)…bukan tidak mungkin musik Album Toba Dream menjadi nyata… ido nipinta ate…HORAS jala GABE…

  • Viky,
    Thn 2001 saya pertama-kali juga mempunyai komunitas di ujung timur Indonesia, dan kami sukses membuat bazaar batak, bangganya bukan main D Viky, ditunggu karya-karya selanjutnya, spt PR saya sih .. beli albumnya dulu bulan ini hehehe salute!!VIKY:
    Wah selamat da, pariban. Mauliate godang!

  • Cuman mau bilang thanks lae…!
    Aku sebenar nya ngggak pernah tau lagu batak sampai dengar lagu yg kau arasment ulang… aku bahkan di bilang Anti!!Sebenar nya Album mu itu ku beli dengan kawan ku hanya sebagai bahan olok olokan saja…Dengan harapan bertemu dengan lagu batak yg versi lama..
    untuk mledek kawan ku yg fanatik sekali sam lagu batak dan baru datang dari huta….

    ternyata hasil nya Mencengangkan…
    Aku sempet puter kepala beberapa kali takut salah beli cd…
    kok begini …
    dan pada akhir nya begitu dechhh

    i love it… verry much

    Kalo lae butuh bantuan untuk design atau ada masalh dengan dunia IT atau pun sekedar Instal ini install itu..
    Komputer rusak atau apa pun…
    hubungin aku…
    i will do it for free..
    untuk ucapkan rasa terima kasih ku untuk lae…

    VIKY:
    Waduh.. kebetulan.. komputerku bnyk yg lemot. Butuh bnyk bantuan nih. Mauliate.

  • Bangga terhadap etnis kita adalah bagian dari bentuk syukur kepada Tuhan YME. Namun saya di Sumatera Utara tahun lalu sangat kecewa ketika seseorang yang bukan dari keturunan dan tidak ada sedikitpun mengalir darah batak di tubuhnya dinobatkan menjadi Raja Batak. Image yang muncul seakan kita orang batak tidak ada lagi yang layak dan pantas untuk dijadikan sebagai raja. Salam untuk semuanya.VIKY:
    Setuju 1000%

  • horas lae sianipar!!
    aku suka banget sama album TobaDream 1. menurutku itu salah satu album batak terbaik yg pernah ada. TobaDream 2 dan 3 aku belum pernah dengar. malah yg aku dengar albumnya sudah habis. kira2 dimana aku bisa mendapatkannya? aku dengar lae sianipar dkk melakukan penghijauan di sekitar danau toba. tindakan heroik itu namanya, lae. ajak juga kami yg diperantauan menyelamatkan danau toba kita yg tercinta. horas!!VIKY:
    Horas lae. Album bisa didapat di DiscTara, Duta Suara, Aquarius, Alun2 Indonesia Jakarta, QB, dan toko musik besar lainnya. Kalo toko kaset kecil memang gak ada. maklumlah, stok mereka terbatas untuk yang pop aja.

    Kegiatan penghijauan kita namanya TobaDream Conservation Program (TCP). Detailnya bisa diliat di http://www.tobadream.org. Kalo mau ikutan donate, bisa lae. Tinggal transfer aja. Ikuti petunjuk di website itu. Mauliate godang.

  • Horas…Proud To be Batak
  • Horas Lae Vicky,
    Batak Keren! Kenapa Tidak?! Persoalannya, menunjukkan kekerenan perlu juga si Batak belajar, sebab tipis bedanya antara percaya diri yang berlebihan dengan over acting.Blog ini Keren, karena pemiliknya Batak, memaksa saya untuk link ke web ku http://poltak.simanjuntak.or.id, numpang Keren Vic.

    Keren!

    VIKY:
    Horas Lae. Keren itu kan ada parameternya. Sudah dibahas di blog tobadream, bisa di klik disini.

    Oke lae, hubahen ma annon link tu blogmi.

  • “chord seadanya, harmonisasi do-mi-sol, vibrasi berlebihan dan melengking..
    hahahaha.. itu lagu batak banget! tapi nampaknya lae Viky dah berhasil merubah image beberapa lagu batak. Hehehe..arasemen lagu “tano toba” nya Christine Panjaitan keren banget!!!!! parah kerennya!!!!!!!!! berputar 180 derajat dari lagu versi aslinya (yang di link YouTube di atas).

    sebenarnya saya baru tahu lagu ini. saya mendengar lagu ini saat sedang pulang dengan bus Pertamina di Dumai. ya maklum lah di sini memang banyak orang batak dan sepertinya memang sudah budayanya untuk memasang radio keras-keras di dalam bus. Saat mendengar lagu itu, saya agak kaget. Saya sama sekali tidak menyangka ada lagu batak yang aransemennya seperti itu. sampe terngiang-ngiang di telinga saya dan sampe saya cari di internet, lalu sampai deh ke blog ini.

    gak salah kalo orang-orang pada terharu mendengar lagu versi aransemennya.. bagus banget sih.. hehe.. walopun saya agak bingung kenapa bagian akhir lagunya harus diulang berkali2.. sampe 5 kali kalo gak salah.. hehehe.. tp tetep bagus bgt kok! hehe..

    you’re so damn talented!
    D

    Michael Jubel Hutagalung

    VIKY:
    Mauliate ma lae. Kenapa 5 kali? kalo 8 kali kebanyakan lah.. hehehe. Itu masalah dinamilka lagu lae. Menurutku, pasnya segitu. Kalau dikurangin jadi ‘gantung’.

  • memang batak bau, jorok pula lagi, apalagi yang suka nongkrong di lapo, makan babi, makan otak anjing, munim tuak, buang air sembarangan, ngapa pula ange sama orang batak, ntah apa yang mau dibanggakan?cuma rokok nipah siantarnya aja yang mau dibanggakannya…hahaha MAKANYA MARI KITA AJAK SESAMA BATAK UNTUK BERSIH, JANGAN CUMA KE LAPO MAKAN ANJING DAN BABI, BUKTIKAN KITA JUGA BISA BERSIH!!!!!HORASSS
  • Ise do si Tagor Sianipar on, ndang songon na nidok mi hami bah.
    Na songon na ni dok mi do karejom?
    Tongka do pailaon diri dijolo ni natorop.
    Pardia do ho?

  • Hehehe…. mungkin itu dulu kali ya…..
    Beda sama generasi jaman sekarang,
    Di mana udah banyak Batak2 keren macam bang Viki ini,
    jadi ga perlu lah malu jadi orang Batak, saya
    malah menuliskan nama Ucok utk nama panggilan ketika
    Ormaba di kampus, tujuannya cuma satu supaya orang
    lain tahu kalau saya adalah orang BATAK

  • I’m proud of batak !!Aq selalu megang prinsip ini bang !!! kadang prihatin juga liat muda-mudi batak yang malu ngaku orang batak !! padahal batak kan salah satu suku yang memiliki banyak potensi yang unik dan menarik !!! ga sedikit juga muda mudi yang emang asli tinggal di daerah sumatra utara yang malu pake “bahasa batak!”,,,kan bahasa itu merupakan salah satu buidaya yang patut kita lestarikan..
    kalo sama awak !! marbahasa batak do au..bah !!!!he..

    good luck bang !! horas

  • @ Raja Purba …
    Yang malu jadi Batak, mau jadi orang apa dia ya … …
    Jadi Bule tidak mungkin, jadi Keling juga tidak bisa
    Karena dia Batak, jadilah Batak Keren, kan MANTAP

  • dari judulnya aku da setuju..
    batak emang keren.. aku juga bangga.
    -salam kenal-

  • Hi, kayaknya pengalaman malu menjadi batak agak awam di alami anak anak yang lahir bukan dari keluarga batak murni, maksudnya ayah dan ibu berbeda suku. Saya juga dulu tidak pernah memakai marga ataupun mengaku sebagai batak. But, you have come to a full circle, as you are now proud of where you came from. Semoga saya juga bisa sepenuhnya bangga menjadi batak dan membuat perempuan batak sebagai manusia manusia yang patut di banggakan.
  • mmm….dr lahir mpe skrg ini aq sll d jkt..tp thx God, aq bs n ngrti bahasa batak loch walo kdg msh binun gt d alias msh ancur2an..better thn nthg khn=))..hehe. tp dr dulu aq g p’nh pk marga dblkg namaq bhkn mpe skrg jg n bukan brarti aq malu jd orang batak y..tp krn g byasa aj n aq jg jarang bgauul n ktemu ma halak qt gt..so..y gt d..But,still..BATAK is d best lahh, hiduup batak..(nb:yg mw knl aq add aj fsq: n_mautauaja@yahoo.com) Btw to..karya2 mu luaar byasa loch!! God bless u, HORAAAS
  • Horas bah saya sering makan saksang panggang di tobatabo
    kirim salam sama deddy dohot tongam alana dongan sahuta dao hasida
    par Tigaraja Parapat

  • Leave a Reply

    * Name

    * Mail (private)

    Website

    <!–XHTML: You can use these tags: <a href=”” title=””> <abbr title=””> <acronym title=””> <b> <blockquote cite=””> <cite> <code> <del datetime=””> <em> <i> <q cite=””> <strike> <strong>

    –>

     

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: