org german tinggal di tanah Batak utk apa?..Belajarlah.mendocumentasikan kehidupan org batak sehari hari.

Riwayat Seorang Jerman di Tanah Batak

Kontribusi Dari Mohammad Reza Alli
Sunday, 28 September 2008
Pemutakhiran Terakhir Sunday, 12 October 2008

”..Sungguh pun mula-mula pekerjaannya amat susah dan dia sering ditimpa sengsara dan bahaya, bahkan
dalam beberapa kali ia pernah akan dibunuh dengan cara menyembelih dan meracunnya. Alasannya, ia dicurigai
sebagai mata-mata ”si bottar mata…”
Jakarta – Kutipan di atas adalah tulisan dari Dr H Berkof dan Dr IH Enklaar yang diungkapkan untuk figur
seorang Ingwer Ludwig Nommensen. Bottar mata dalam arti harafiah adalah mata putih, sekadar makna simbolik yang
sebenarnya ditujukan pada tentara Belanda. Ungkapan kerasnya perjalanan seorang misionaris Jerman Nommensen
ketika masuk dalam sebuah peradaban kebudayaan itu lama terpatri. Kutipan itu juga yang menjadi bahan ilustrasi
adegan di dalam panggung teater dan tari yang dipergelarkan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat
(26/9).
Latar panggung yang dipertahankan berupa panggung mulanya berisiko karena tak memperlihatkan landscape atau
pemandangan tanah Batak. Namun dalam pementasan ini, semua bisa ditutup lewat tampilan pepohonan dan
semacam gubug di panggung. Juga pengisian musik dan cahaya yang mampu mengisi suasana dialogis para aktor di
atas panggung.
Ada Poltak Hutabarat yang memainkan dua peran, pertama Raja Panggalamei yang telah membunuh misionaris di
tanah Batak, Lyman dan Munson. Kedua, Poltak juga memerankan Raja Panalangkup yang bertobat oleh kebajikan
dari Ingwer Ludwig Nommensen. Tokoh utama, Nommensen, diperankan Arista Sinaga. Ada Liber Manullang dan
Herman Situmorang yang memainkan Henry Lyman dan Samuel Munson, dua misionaris yang terbunuh sebelum misi
Nommensen. Inilah tafsiran panggung atas catatan biografi seorang yang lahir pada 6 Februari 1834 di Nortdstrand,
pulau kecil di perbatasan Denmark dan Jerman. Dikisahkan perjalanan dia ketika masuk ke Barus pada 23 Juni 1862
melalui Sibolga, setelah beberapa bulan dia menetap di Sipirok.
Persiapan pementasan yang cukup sempit, sebulan lebih, ternyata tetap membuat penampilan teaternya tetap terjaga.
Kendati, peran Nommensen dan Johan von Elstrom kurang mengeluarkan cengkok (dialek) Belanda sebagaimana para
pemeran tokoh Batak yang tak hanya berdialek namun juga mengeluarkan ungkapan spontan khas Batak, bagaimana si
sutradara Oliver Sitompul menata akting para aktor, cukup memadai sehingga enak dilihat secara teaterikal.
Penuh Hikmat
Drama tari dan musik ”Terpilih untuk Bersaksi” memaparkan kisah kasih karunia yang begitu besar dari
bentuk kemerdekaan sejati dalam Nama Tuhan Yesus. Pertunjukan teatrikal tersebut mencakup dua babak perjuangan
keimanan Nommensen dalam melakukan pelayanan bagi orang-orang yang belum mengenal Kristus, dan pelayanan
yang dilakukannya di tengah-tengah orang yang sudah mengenal Kristus, namun mengingkarinya. Seperti diketahui, Dr
Ingwer Ludwig Nommensen adalah seorang misionaris berkebangsaan Jerman yang selama 57 tahun hingga akhir
hidupnya (1862-1918), menjadi hamba Tuhan yang penuh hikmat.
Dia demikian sabar saat menghadapi masyarakat Batak yang berkarakter keras pada masa itu. Segala ancaman
kematian tidak menyurutkan niat pelayanannya, di tengah kecurigaan Bangsa Batak ketika itu terhadap kedatangan
kekuatan asing di wilayah mereka. Pementasan teatrikal ”Terpilih untuk Bersaksi” menggambarkan sisi
lain dari kekukuhan masyarakat Batak dalam menjaga martabat kebudayaan leluhur pada saat itu hingga sekarang.
Melalui bagaimana Nommensen harus berdaya upaya mengajarkan pengetahuan Kristen dan pendidikan umum. Sejak
mula pendekatannya, ia selalu mengajarkan pedoman cinta kasih yang manusiawi, tanpa melupakan dasar
pemahaman kebudayaan Batak, tradisi setempat, dan kesukaan mayoritas penduduk terhadap musik.
Pemahaman iman Kristiani dan budaya leluhur, hingga kini menjadi identitas yang jelas bagi masyarakat Batak.
Sebutlah, lahirnya Huria Kristen Batak Prostestan (HKBP) sejak pertengahan Abad 19 membuktikan perkembangannya
yang menarik sebagai gereja muda paling besar di dunia. Kesenyawaan utuh dari identitas keagamaan Kristen dan
kelestarian budaya tersebut atau sejatinya terkait dengan Perayaan Pesta Paheheon Naposobulung berlangsung di
Graha Bhakti Budaya. Kegiatan yang diprakarsai Naposobulung Huria Kristen Batak Prostestan (NHKBP) Ramawangun
itu juga bertepatan dengan kalender tahun HKBP, yakni tahun marturia melalui seruan ”Boan Sadanari”.
Bertajuk ”Terpilih untuk Bersaksi”, aktivitas keimanan ini sekaligus diproyeksikan dalam bentuk teatrikal
kehidupan Dr Ingwer Ludwig Nommensen, saat ia pertama kali menyebarkan Injil di Tanah Batak.
Segala perjuangan tulus Dr Nommensen disimbolkan sebagai perenungan wujud karya nyata yang dilakukan Tuhan
terhadap Bangsa Batak, yang merupakan bentuk pemilihan Tuhan terhadap Bangsa Batak untuk bersaksi. Refleksi
panggilan tersebut dikaitkan dengan apa yang tertuang pada Filipi 3:14: ”aku melupakan apa yang telah di

tekongan.com: Jurnalisme Kita-Kita
http://tekongan.com/tekongan
Menggunakan Joomla!
Generated: 17 November, 2008, 04:19



Page 2

belakangku, dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku”. Suatu ungkapan panggilan iman yang
senantiasa harus dimiliki umat Kristiani (Naposubulung Kristen) untuk menanggalkan pola kehidupan yang lama
(sebelum mengenal Yesus Kristus seutuhnya) serta dapat memberikan pengaruh yang baik bagi sekitarnya. Sebab,
Naposobulung dinilai tidak saja sebagai tunas bagi perkembangan gereja, namun juga sebagai media pembaharu yang
seharusnya memiliki kesadaran, kepedulian, inisiatif, kreativitas dan etos kerja tinggi.
Namun sebaliknya, mereka menyadarari tentang naposobulung yang saat ini mengalami proses degradasi dalam
segala aspek kehidupan bermasyarakat. Salah satu contoh yakni pengenalan dan pengetahuan yang kurang dan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: