soal Papua ingin memisahkan diri dari Indonesia …..ini akan berkelanjutan lama dan ahirnya akan memakan mayat yg banyak.baru dunia akan menyaksikan nya dan PBB akan memutuskan akan merdeka.tdk ada negara merdeka dgn cara mimpi hrs ada pengorbanannya lalu inilah di katakan PAHLAWAN kemerdekaan.

Originally Posted by Bilionare Kejam 
Bendera Papua Barat dikibarkan di Luar Kedubes NKRI di Australia

Masyarakat Papua Barat dan pendukung mereka di Australia mengibarkan Bendera Nasional Papua Barat di luar Kedubes RI di Canberra 30 November 2007. Bendera yang sama juga dikibarkan di Gedung Parlemen, Canberra. Ketua Pencari Suaka Papua Barat, Herman Wainggai menyerahkan sepucuk surat yang disampaikan kepada Perdana Menteri Baru, Kevin Rudd, tentang situasi HAM di Papua Barat.

PAPUA ITU SUDAH MERDEKA
CUMA INDON TIDAK MAU AKUI

Org papua itu sebelum ada Negara Kedaulatan Republik Indon so pintar dari dulu sejak jamannya kolonial belanda………………

Dari tanah batak yang lagi hidup di jawa udah harusnya itu papua merdeka. weleh…weleh…. opo susah to re, kalau ini indon tahan terus papua nanti orang papua berdoa bencana alam akan habisi tanah jawa dan sekitarnya….aduh…tolonglah pa presiden kasih aja referendum

Sekali papua merdeka tetap merdeka !!!!

BAHASA MU DULU BENERIN ,PAKE BAHASA JAWA “OPO SUSAH TO RE” RE NDASMU ,OMONG TUH DIAYAK ,DASAR TOT LOE ,PAPUA MERDEKA KOK MINTA REFERENDUM ,LOE NGGA TAHU APA ARTI REFERENDUM ?SO,SO SO PALE LOE PEANG ,KALAU EMANG PAPUA DAH MERDEKA KOK NGGA TERDAFTAR SEBAGAI NEGARA ,PAKE ID ASLI LOE NYET ,NGGA USAH BIKIN ID BARU ,LOE TUH IBARAT PEREMPUAN YANG DATANG BULAN (MERAH MULU ID LOE)

  

Originally Posted by Bilionare Kejam 
Bendera Papua Barat dikibarkan di Luar Kedubes NKRI di Australia

Masyarakat Papua Barat dan pendukung mereka di Australia mengibarkan Bendera Nasional Papua Barat di luar Kedubes RI di Canberra 30 November 2007. Bendera yang sama juga dikibarkan di Gedung Parlemen, Canberra. Ketua Pencari Suaka Papua Barat, Herman Wainggai menyerahkan sepucuk surat yang disampaikan kepada Perdana Menteri Baru, Kevin Rudd, tentang situasi HAM di Papua Barat.

PAPUA ITU SUDAH MERDEKA
CUMA INDON TIDAK MAU AKUI

Org papua itu sebelum ada Negara Kedaulatan Republik Indon so pintar dari dulu sejak jamannya kolonial belanda………………

Dari tanah batak yang lagi hidup di jawa udah harusnya itu papua merdeka. weleh…weleh…. opo susah to re, kalau ini indon tahan terus papua nanti orang papua berdoa bencana alam akan habisi tanah jawa dan sekitarnya….aduh…tolonglah pa presiden kasih aja referendum

Sekali papua merdeka tetap merdeka !!!!

MalingSial…gak usah bikin ribet disini
urus Pemilu di kampungmu yang kacau dan penuh Curang!!!…

  

Posted: Sat May 26, 2007 2:35 am    Post subject: Reply with quote


Penukaran wanita cantik dgn tawaran unta kayaknya emang kultur dalam dunia arab. Itu bisa disebut fakta. Emang aneh sih di jaman gini ada yg mau trade orang dgn unta. Gak aneh TKW kita masih dianggap budak di sana. Dunia anomali kayak gitu layak dicerca dan dilecehkan. Kalau anda ndak merasa itu anomali, saya kuatir kerasukan agama yg ditembak AB itu jelas meracuni pikiran seorang jojon yg lumayan cerdas ini.

Anton :ketika anda bilang hal tersebut sebagai kultur , bukankah nggak beda dengan banyak kultur di Indonesia , seperti budaya untuk membeli laki-laki di masyarakat padang . Sebuah budaya kalau diukur dari nilai budaya lainnya tentu saja seringkali terlihat negatif .. bukan berarti saya mendukung tawaran tersebut . Anda mengukur budaya Arab sana dengan nilai-nilai yang anda yakini . Padahal ketika Pak Awan Biru anaknya ditawar dengan unta , seharusnya dia memahami dimana dia saat itu berada . Apakah perlu merasa dilecehkan .. kaget pasti , sontak ada rasa marah juga pasti , tapi kalau dia sadar dimana dia berada saat itu , tidak seharusnya berujung pada penjelekan terhadap budaya “Arab” . Budaya Arab tidak beda halnya dengan banyak budaya lainnya , termasuk budaya yang anda pahami

PB: Gejala arabisasi sedang melanda endonesha. Anything arabs are ‘sacred’ matters. Padahal kita itu udah habis2an ditipu orang arab.

Anton : budaya Barat / Western , juga semakin merasuk ke dalam kehidupan orang Indonesia .. kok nggak ada yang protes . Kalaupun ada masyarakat yang memilih budaya Arab sebagai sebuah acuan nilai buat dirinya , apakah salah .. Begitu juga sebaliknya . Kalau Bung Mat Kopling mengatakan hal tersebut sebagai rasisme , ada benarnya . Budaya Arab dilecehkan sedangkan budaya lainnya yang sudah merasuk duluan , tidak juga digubris

Menurut mantan ustadz Atamimi (mantan ketua FPI surabaya yg sudah mualap kresten), dari tasbeh, air zamzam, kaabah yg sampai hari ini menyimpan berhala2, adalah tipuan orang2 arab yg sampai hari ini tidak pernah dikritisi orang islam di dunia.

Anton : Yep .. saya juga merasa perilaku manusia Indonesia terhadap sesuatu yang berasal dari Arab sudah berlebihan bahkan kalau menurut keyakinan saya sudah menjurus ke Musyrik (sorry pake istilah ini) . Tapi .. kalaupun anda mau menyembah patung , batu , bintang , atau palang kayu sekalipun .. apakah sebuah kesalahan .

Tasbeh itu impor dari endonesha 10 rb, dijual 100 ribuan di arab sono. Pdhal orang2 arab (layaknya mazab Muhamadiyah) tidak pernah ada pengajaran soal doa zikir pake tasbeh. Air zamzam dari sumur kering yg diairi air PDAM, disebut dari sumur kehidupan Allah. Oleh2 ratusan jerigen dibawa pulang bagi yg percaya itu air dari sumur mukjijat.

Anton : nggak beda dengan baju merek mahal yang dijual ke Amerika atau Inggris terus orang Indonesia yang borju beli disana terus dengan bangganya mengatakan bahwa ini produk luar negeri .. Very Happy Lagi-lagi , yang bersikap seperti ini tidak hanya yang berhubungan dengan Arab . Saya rasa andapun pernah mengalami nya sebagai orang yang sering pergi ke luar negeri dengan bangga membeli produk luar negeri padahal juga dibuat di Indonesia . Walau alasan yang berbeda tapi sebenarnya merupakan sebuah hal yang sejenis . Cuma ya kok anda nggak permasalahkan juga .. Very Happy

Maaf ya..saya hanya mengutip kata2 orang yg mantan penganut islam. Silahkan cek sendiri kebenaran kata2 orang ini.

Anton : kata-kata penganut Islam atau mantan penganut Islam , nggak berarti itu merupakan sebuah kebenaran mutlak karena apa yang dikatakannya hanya merupakan pandangan dirinya terhadap sesuatu . Bagi anda sebuah kebenaran , bagi saya masih banyak hal yang harus dipertanyakan

All in all, arabisasi berlebihan harus dilawan. Or not…endonesha di ambang ancaman kalifah pan islam padang pasir modern di asia tenggara.
Maaf lagi, saya pribadi yakin ancaman spt itu tetep eksis dan laten.

Anton : kalau anda tidak mau disebut rasis , maka bukan cuma Arabisasi yang anda harus tentang , westernisasi , Chinanisasi , dan segala hal yang lain yang sejenis seharusnya anda tentang . Semuanya adalah nilai-nilai yang sedang berebut pengaruh di wilayah Indonesia baik sadar ataupun tidak sadar . Apakah bisa dihindari .. nggak mungkin , karena pertempuran antar nilai baru berhenti kalau yang satu menjadi dominan dan ketika semuanya sudah menjadi seragam .

Kayaknya kalau disimpulkan dari thread ini , matkopling benar bahwa anda ternyata cukup rasis ..

Bukan begitu bung Pebe ..

salam

anton

 

 

Posted: Wed May 30, 2007 1:09 am    Post subject: Reply with quote


satria lomo wrote:
Anda benar, Bung Anton. Setelah saya pikir-pikir PB itu sebenarnya
omongannya banyak benernya

PB: I take this as compliment Smile tumben dan jarang2 nih satria lomo bisa muji orang, palagi ke non muslim..hehe Very Happy

PB tries to live up to public expectation sbg pemerhati bangsa yg non partisan dan objektif. Jika stetmen spt bang satria ini bisa keluar, itu artinya Apakabar udah ada kemajuan, perjuangan PB selama ini ndak terlalu sia2 Laughing

Quote:
Cuma cara ngomongnya yang bikin enek.
(Apakah ini efek sampingan kalau kebanyakan makan kepiting?)

PB: Tone bicara orang ndak usahlah dimasalahkan. Orang batak suaranya keras, tapi banyak yg bilang orang batak justru lebih jujur daripada orang jawa maupun sunda. Menempuh perjalanan red tape birokrasi di bumi endonesha selama ini, saya menilai emang pejabat batak lebih outspoken dan to the point. Jadi ndak terlalu sulit utk mencapai kesepakatan dalam sebuah permasalahan.

Artinya, cara ngomong seseorang janganlah sampai mempengaruhi kita menilai objektifitas tulisannya. Menjadi penulis di Apakabar itu bak menjadi sebuah open book sekaligus sebuah diary/guest book dimana buku kita dibaca orang dgn bebas sekaligus kita juga mempersilahkan pembaca menilai kita dan sekaligus menulis balik dan menuangkan pendapatnya di buku ‘guest book’ kita.

Makan kepiting ndak bikin kita jadi ‘ngomong bikin eneg’ Laughing . Kalau kolesterol jadi tinggi iya. Sejujurnya, saya prefer menjadi penulis yg terbuka dan straight-talk drpd muter2 bermanis2 cari dukungan spt penulis tertentu di Apakabar. Jadi mutung kalau kita menulis tidak sebebasnya. Rsikonya emang bikin orang marah, atau ‘bikin eneg’ istilah anda. Tapi so what? Bukankah hakikat kita menulis itu utk didengarkan pendapatnya? Utk dimengerti maksud tulisannya?

Kondisi mental bangsa ini mengkhawatirkan. Lihat saja kasus DKP. Orang2 yg berbusa2 ngomong mau brantas korupsi spt AR, termasuk mungkin SBY dkk justru dgn enaknya tanpa rasa berdosa melahap dana rakyat yg diperuntukkan bagi nelayan2. Enteng saja bilang gak tahu itu dana asal mana karena sibuk kampanye bla bla bla.

Orang2 petinggi politik endonesha ini sudah busuknya kayak apa kita sudah tidak bisa bayangkan. Sehingga sweet talking, nurut hemat saya, tidak diperlukan di dunia maya ini. Termasuk masalah Islam dan prilaku muslim. Ndak usahlah terlalu defensif menghadapi kritik dan ‘serangan’ dari luar, jika anda anggap itu serangan.

Islam, menurut hemat saya, akan jadi lebih humanis, pluralis, penuh kedamaian, dan sekalgus akan dihormati orang di tangan orang2 yg bisa menerima kritik sekaligus self-ciritic model bang Anton, Awan Biru, mas Arcon dan tentu pak RM yg saya sangat hormati di Apakabar maupun waktu tatap muka di dunia nyata.

Quote:
Tapi kalau soal ini dia tidak sendirian. Saya sebetulnya pingin
ngirim sebuah buku untuk dia baca dan mau tahu apakah dia seorang
rasis atau bukan

PB: Rasis itu ada 2, natural dan blatant racist. Natural racist itu nurut saya wajar dan masih manusiawi. Orang jawa akan lebih nyaman jika ada di kelompoknya sendiri, demikian juga sunda, cino dsb.

Menjadi masalah adalah menjadi blatant racist yg merasa diri sbg superior, yg lain adalah kambing dan unta spt contoh di thread ini. Orang bisa/boleh diganti unta, misalnya. Prilaku demikian nurut hemat saya layak dicerca. Mencerca prilaku buruk orang lain yg bisa kita defend alasannya, nurut hemat saya sekali lagi, BUKAN cerminan sikap rasis.

Kenapa TKW-i kita sering diperkosa, apakah karena mereka bak unta dan kambing yg tiap saat boleh ditunggangi…mungkin perlu ditelusuri apakah ada kaitannya dgn thread ini.

BTW, thanks atas tawaran bukunya. Saya ini saking sibuknya, baca buku udah bak luxury buat saya. Saran saya anda coba lempar resensinya atau summary nya. Kita coba bahas di forum ini.

Quote:
Sayang sekali bahwa
saya tidak tahu alamatnya (dan siapa nama aslinya). Tapi dalam benak
saya PB itu atletis, gesit, dan …. (ada yang pernah ketemu dia
ngak?)

PB: Kenafa sih mau tahu jati diri terus? Jadi takooot neh Confused hehe.

Atletis? ehmm…sbg mantan atlit badminton, rasanya spekulasi ini ndak jauh2 amat Laughing . Gesit? Emangnya maling sepeda opo? Mad hehe.

Yg jelas, kata pak RM waktu pertama ketemu….”ehm, tampangnya sesuai yg saya duga”. Saya lupa tanya, apakah dugaan pak RM itu sakbenernya ganteng apa ancur. Laughing

wiro gaksableng wrote:
Wah, selamat Bung PB. Anda mendapat seorang secret admirer rupanya, yang diam2 sering membayangkan bentuk fisik anda, atletis, gesit, dan setrusnya, mungkin mirip2 pelatih fitness. Jurus jeruk harus dibalas dengan jeruk nih…

PB: Hehe…saya juga sempet flattered dibilang gini ama tania eh Satrialomo. Jadi kayak homo beneran jadinya Razz

wiro lagi wrote:
Kalau bayanginku tentang PB koq agak bertolak belakang, ga se-estetik yang dibayangin SD. PB itu mungkin hidung sedikit betet (seperti burung beo, sesuai namanya, pemerhati beo), kepala sedikit botak karena mikirin arab melulu. Perut rada buncit, karena kebanyakan cu-nyuk (daging babi). He.. he.. he..

PB: Sompret wiro  

Kalo rambut makin dikit kok iya  . Perut buncit ndak lah, lha kalo saya main ke salon rudi hadisuwarno di blok m, masih di kejar2 stylist kemayu dibilang ‘cuco’ 8 kok) huehehehe…. (satria lomo mungkin tertarik dikenalin ke stylist2 atletis?  )

Quote:
Kalau SD aku bayanginnya tinggi besar seperti Jop Ave.

PB: Kalau gua gak lah….bayangin saya satrialomo kayak…Dr Boyke!   

Just kiddin juga..

PB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: