Warm Rgrd,from “Mariani Rohdearta ” to Batak people where ever you are!

Kata Pengantar
KE MANAKAH kita setelah mati? Setiap hari kita menghadapi realitas tentantang kematian. Berita dukacita di surat kabar hanyalah salah satu media uang mengingatkan bahwa pada akhirnya kita akan meninggal. Bahkan makanan yang bergizi, olah raga teratur, multivitamin, dan perawatan kesehatan yang terbaik sekalipun tak dapat mencegah kematian. Namun apakah kematian merupakan akhir perjalanan kita? Atau adakah kehidupan lain setelah kematian? Jika memang ada, kehidupan seperti apakah itu? Dan apa yang dapat kita lakukan untuk menyambutnya?
Tulisan yang ditulis Kurt De Haan ini memberikan jawaban alkitabiah atas pertanyaan – pertanyaan yang sulit dan membingungkan kita. Semoga tulisan ini dapat membantu Anda menjalani kehidupan yang lebih berarti dan mendorong anda untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kematian.

 

Martin R.De Haan II
Menutupi Rasa Takut ?
ORANG-ORANG yang sering berbicara tentang surga kerap kali dituduh berpura-pura berani untuk menutupi rasa takutnya.

Kebanyakan dari kita tahu apa artinya itu. Kita dapat mengingat saat-saat mencekam yang timbul sewaktu mengalami kekalahan atau saat kita harus berjalan melalui jalan yang sepi di tengah malam. Kita mengkuatirkan hal-hal yang buruk yang mungkin terjadi pada diri kita dan mengharapkan hal-hal yang baik.

Apakah demikian yang mungkin kita rasakan saat berpikir tentang neraka atau berbicara tentang surga? Adakah semua pembicaraan tentang kengerian neraka dan sukacita surga hanya merupakan hasil pemikiran para leluhur kita yang terlalu bersemangat menakut-nakuti masyarakat agar mereka menjadi orang yang baik ?

Seorang ateis tentu akan bersikeras bahwa pemikiran-pemikiran tentang hidup kekal hanya sebuah mimpi. Ia berkata bahwa manusia dan binatang hanya diciptakan secara kebetulan dan ditakdirkan untuk mengalami nasib yang sama, yakni kematian.

Seorang skeptis tidak akan dapat mencapai kesimpulan dalam hal ini, karena ia menganggap tak ada cara yang objektif untuk dapat menjelaskan secara positif.

Seorang Marxis akan berkata bahwa seluruh penjelasan religius tentang kehidupan dan Allah hanyalah ilusi. Karl Marx berkata bahwa agama adalah “opium masyarakat” yang “meninggikan” harapan kita akan kehidupan dan mengabaikan kekosongan hidup dan kematian.

Seorang penjahat kejam mungkin akan mencemooh pendapat tentang neraka dengan berkata, ” saya akan segera ke neraka, karena di sanalah teman-teman saya berkumpul.”

Seorang pemilik anjing pudel yang sangat fanatik dnegan binatang kesayangannya itu akan memimpikan surga sebagai tempat ia dan anjingnya dapat mengunyah permen bersama selamanya.
Seorang istri yang sering dipukuli suaminya barangkali berpendapat bahwa di dunia ini ia sudah mengalami siksaan neraka.
Anda boleh pergi ke surga.
Namun saya lebih tertarik ke Bermuda

__Mark Twai
Seorang playboy menertawakan pemikiran tentang penghakiman Allah dan memilih untuk hidup demi kesenangan.

Seorang murid Yesus Kristus mengorbankan popularitas, kekayaan dan kekuasaan dalam hidupnya karena ia tahu Allah akan memperkenankannya dalam kehidupan yang akan datang.

Seorang mahasiswa mungkin akan sangat kebingungan melihat berbagai agama dan kepercayaan di kampusnya, sehingga ia kehilangan kepastian akan tujuan hidup saat ini maupun yang akan datang.

Seorang anak berusia 8 tahun mungkin akan lebih kuatir ibu atau ayahnya memukul pantatnya daripada memikirkan pertemuannya dengan Allah kelak.

Siapakah yang benar? Siapakah yang sebenarnya menutupi rasa takut? Dan siapakah yang tahu apa yang ada di balik kematian?

Untuk menjawabnya, kita kan belajar dari Alkitab.
Apa Yang Akan Terjadi Kelak ?

Ada orang berkata mereka tahu apa yang akan terjadi bila mereka mati kelak. Dari mana mereka mendapatkan keyakinan itu? Bukan dari roket-roket penyelidik angkasa luar atau arkeologi. Satu-satunya jawaban yang pasti hanyalah dari Allah_yang menciptakan dan menopang kehidupan dari semua orang yang mesti mempertanggungjawabkan kepadaNya. Dia telah merelakan AnakNya mati bagi kita, untuk mempersiapkan kita memasuki kehidupan kekal kelak. Dia telah berfirman kepada kita melalui Alkitab yang dapat dipercaya. Ya, kitab itu berasal dari Allah sendiri, yang tahu tentang kehidupan dan kematian.

Alkitab menyebutkan bahwa kehidupan dimulai dengan keberadaan kita yang singkat di dunia kemudian diikuti kematian, kebangkitan, penghakiman dan akhirnya kehidupan kekal di salah satu dari dua tempat tujuan akhir kehidupan. Pada halaman – halaman berikut, kita akan mencermati setiap jenjang dari empat tahap kehidupan di balik kematian.
I.KEMATIAN:

Pintu Menuju Dunia yang Lain
Kerap kali orang berkelakar bahwa dalam hidup ini hanya ada dua hal yang pasti: kematian dan pajak. Sebenarnya pendapat itu tidak terlalu tepat, karena banyak orang sering mengecoh para penagih pajak dan menghindari waktu jatuh tempo pembayaran. Sedangkan kematian sendiri, bagaimanapun juga tak dapat dihindari.

Pendapat lain yang juga kurang tepat adalah bahwa kematian akan mengakhiri segala masalah kita. Memang setelah kita mati kita tidak akan menghadapi akuntan pajak, mendengar omelan dari atasan yang pemarah atau berurusan dengan anak-anak. Namun kita harus segera berhadapan dengan Allah. Kematian bukanlah jalan keluar yang mudah. Kematian bisa berarti keuntungan bagi sebagian orang, tapi juga kerugian bagi yang lain. Yang jelas bagi banyak orang kematian datang sebagai suatu kejutan besar.

Apakah Kematian Itu ?

Kematian adalah monster jahat dalam dongeng yang menghampiri dan memangsa kita dengan hidung mendengus-dengus dan embusan nafas yang memburu. Alkitab menyatakan bahwa kematian adalah musuh terakhir yang akan dibinasakan Kristus ( 1 Korintus 15:26). Tak ada gunanya menyembunyikan kedahsyatan dan kengerian yang akan terjadi saat kematian tiba. Lagi pula, Allah tidak menciptakan menausia sebagai makhluk biasa yang bila sudah usang bisa dibuang begitu saja seperti mainan rusak. Allah menciptakan kita secara istimewa dan dilengkapi dengan kemampuan yang tidak dimiliki ciptaan yang lain, yakni kemampuan untuk berhubungan dengan Allah.

Kematian merusak saat-saat indah yang dimiliki Adam dan Hawa sejak mereka mengambil keputusan untuk tidak menaati perintah Allah. Tuhan telah memperingatkan orang tua pertama kita tentang akibat yang akan muncul jika mereka memakan buah terlarang ( Kejadian 2:17). Namun karena godaan terlalu besar dan pertahanan mereka terlalu rapuh maka jatuhlah mereka da

lam dosa (3:6,7).

 

Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan

yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab

pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

_Kejadian 2:17

 

Kematian menghampiri Adam dan Hawa dalam dua bentuk : roahni dan jasmani. Pertama mereka mengalami putus hubungan dengan secara rohani dengan Allah begitu mereka jatuh dalam dosa. Mereka berusaha bersembunyi. Lalu mereka diusir dari taman tempat mereka biasa berjalan-jalan dan berbincang denganNya. Kematian rohani membuka pintu menuju kematian jasmani yang datang bertahun-tahun kemudian.

Yang terpenting kematian adalah suatu pemisahan Dalam pengertian rohani kematian berarti terpisahnya jiwa dari Allah ( Yesaya 59:2; Efesus 2:1). Dalam pengertian jasmani , kematian berarti terpisahnya jiwa dari tubuh ( Matius 10:28; Wahyu 6:9; 20:4). Selain itu Alkitab juga berbicara tentang kematian kekal. Ini merupakan kematian rohani yang tak dapat diubah lagi, yakni kematian kedua seperti yang dinyatakan Wahyu 2:11 dan 20:6, 14 _yang terjadi setelah penghakiman terakhir..

Mari kita simak beberapa pernyataan bahwa kematian bukanlah :

Kelahiran kemabali ke dalam suatu bentuk kehidupan yang lain

Kondisi jiwa yang tidak sadar akibat diambilnya jiwa kita oleh semesta

Pintu masuk menuju kebahagian kekal bagi semua orang

Akhir kehiduapn manusia

 

Kemanakah Saya Akan Pergi ?

Jika kematian bukanlah akhir kehidupan dan jika hal tersebut benar-benar merupakan pintu masuk ke kehidupan baru selanjutnya, hal apakah yang pertama kali akan terjadi setelah kita mati?

 

Walaupun hanya memberi gambaran sekilas tentang kehidupan setelah kematian, Alkitab secara jelas menunjukkan bahwa ada dua tempat bagi orang-orang yang telah mati untuk menunggu kebangkitan dan penghakiman. Kristus juga memberi gambaran yang sangat jelas tentang kedua tempat ini saat bercerita tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin.

 

Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh Malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas dan dari jauh dilihatnya Abraham dan Lazarus duduk di pangkuannya ( Lukas 16:22,23).
Beberapa ahli teologi mengatakan bahwa kisah ini hanyalah perumpamaan sedangkan yang lain bersikeras bahwa kisah itu sungguh-sungguh terjadi. Siapapun yang benar yang pasti Yesus memberitahukan beberapa kebenaran penting tentang kehidupan setelah kematian. Kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin tersebut berbicara bahwa ada dua tujuan bagi jiwa manusia setelah kematian: tempat yang menyenangkan dan tempat penyiksaan. Dalam menggambarkan kehidupan setelah kematian, Yesus menggenapi apa yang sudah ditulis dalam Perjanjian Lama. 

Dalam Perjanjian Lama, istilah Ibrani Sheol mengacu pada tempat yang akan dituju seluruh jiwa manusia setelah kematian. Sedangkan Alkitab berbahasa Inggris mengartikan Sheol sebagai “kubur”, “neraka” atau “lubang”. ( Kata Yunani Hades dalam Perjanjian Baru sama artinya dengan Sheol.) Disinilah anak-anak Allah dan musuh-musuhNya menunggu kebangkitan dan penghakiman terakhir.

Di “ruang tunggu” itu terdapat dua tempat yang berbeda dengan dua kehidupan yang sangat berbeda pula. Walau mungkin gambaran dalam Perjanjian Lama tidak jelas, namun jelas ada gambaran mengenai suatu tempat yang dinanti-nantikan orang-orang benar ( Mazmur 16:10; 49:16; 13:14) dan suatu tempat lain yang seharusnya ditakuti orang fasik ( Ayub 24:19; Mazmur 9:18; 31:18; 49:15 ; 55:56).

Perumpamaan dalam Lukas 16 yang diceritakan Kristus menjelaskan bahwa manusia dapat memilih hidup dalam ketenangan dan berkat, atau sebaliknya di tempat penyiksaan. Yang jelas, setelah melewati pintu kematian, kita tidak bisa lagi memilih untuk pindah ke tempat yang lebih nyaman hanya karena kita tidak menyukai tempat yang kita tuju.

Kita harus ingat bahwa ketidakjelasan dalam Perjanjian Lama menjadi jelas melalui ucapan dan tindakan Kristus “oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa” (2 Timotius 1:10).

Saat seorang yang sudah pernah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat secara pribadi meninggal, jiwanya langsung berada bersama Kristus ( Lukas 23:43; 2 Korintus 5:8; Filipi 1:23). Tubuhnya akan dibangkitkan dan dimuliakan pada saat gereja diangkat untuk menyongsong Tuhan di angkasa ( 1 Tesalonika : 13-17). Namun jiwa-jiwa orang yang belum pernah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat secara pribadi yang telah mati, akan tetap berada di “ruang tunggu ” sampai tiba saatnya kebangkitan dan penghakiman.

Sebahagian orang sulit memahami kehidupan macam apa yang akan kita alami sebelum mendapatkan tubuh yang baru setelah dibangkitkan. Namun Perjanjian Baru tidak menjadikan masalah besar . Saat orang kaya dan Lazarus dalam Lukas 16 meninggal,

Mereka berada dalam tubuh nyata yang dapat merasakan ketidaknyamanan dan penderitaan. Contoh lain, saat Musa dan Elia tampak bercakap-cakap dengan Yesus tak kala Dia dimuliakan di atas gunung, para murid melihat mereka dalam tubuh yang dapat dilihat dan nyata ( Matius 17:3). Keadaan sementara ini akan terus berlangsung sampai orang-orang mati dibangkitkan dan menerima tubuh yang baru.

 

Saya tidak takut mati, saya hanya tidak ingin

merasakan proses manakala kematian itu terjadi
_(.Woody Allen

.)

Bagaimana Caranya Agar Saya Siap?

Satu hal yang harus diingat adalah kita semua pasti menuju suatu tempat, surga atau neraka. Gambaran yang paling jelas tentang apa yang harus dilakukan supaya kita siap terdapat dalam Yohanes 3:16 yang berbunyi:
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnkaNya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Anda berhak memilih.Sadarkah anda bahwa Anda akan terhilang bila tanpa tanpa Kristus? Dan, percayakah Anda bahwa Dia akan membebaskan Anda bahwa Dia akan membebaskan Anda dari hukuman dan kuasa dosa? Maukah Anda menerima tawaranNya atas kehidupan kekal?

 

Pikirkan Lebih Lanjut

 

Karena Anda hanya memiliki kesempatan
Untuk hidup satu kali, menurut anda, hal apakah yang Allah kehendaki supaya Anda lakukan? Seperti apakah Anda ingin dikenang orang lain setelah meninggal
Jika seseorang telah menerima tawaran hidup kekal dari Kristus, mengapa kematian jasmani masih harus terjadi? Adakah orang Kristen yang tidak perlu mati? ( 1 Tesalonika 4:17).
II. KEBANGKITAN :

Persiapan Menuju Hidup Kekal
Ilmu kedokteran telah melakukan banyak hal yang menakjubkan untuk memperpanjang hidup kita. Sebagai contoh, banyak dokter telah berhasil melakukan operasi pelebaran urat nadi yang tersumbat, pengangkatan sel-sel kanker, penyaringan kotoran dalam darah dan penggantian tulang sendi yang rusak. Para dokter juga telah menemukan vaksin bagi polio dan banyak penyakit mengerikan lainnya. Meskipun demikian, belum ada dokter yang berhasil menemukan vaksin untuk melawan kematian. Jika mobil atau peralatan rumah tangga bergaransi menjamin kepuasan konsumen, tubuh kita tidak dijamin mampu bertahan terhadap gangguan fisik yang mengakibatkan fungsi-fungsi tubuh terhenti sebelum usia 70 tahun- angka rata-rata harapan hidup manusia. Tubuh kita sangat rentan terhadap penyakit dan mudah lapuk. Jika kita hendak hidup dalam kekekalan, kita memerlukan tubuh yang sama sekali baru. Alkitab menulis bahwa kita akan memperoleh tubuh baru saat kebangkitan. Disitulah kita akan “dipersiapkan menuju hidup kekal”. Untuk memahami apa yang diajarkan Alkitab tentang kebangkitan, kita akan mencermati jawaban dari lima pertanyaan mendasar berikut ini.
Apakah Kebangkitan Itu ?
Mengapa Kebangkitan Itu Penting?
 Dapatkah kita hidup dalam wujud roh selamanya? Jika pada dasarnya manusia adalah makhluk roh, mengapa kita masih memerlukan tubuh? Karena tubuh merupakan kebutuhan dasar kita. Sama halnya bila kita bertanya, “mengapa ikan butuh insang?” Tubuh adalah kebutuhan mendasar bagi hidup kita.

Namun bila kemudian kita menjadi lapuk dan mati, itu bukan karena kita memiliki tubuh, tetapi karena dosa telah mencemari tubuh kita. Allah menciptakan kita sebagai makhluk yang terdiri dari jasmani dan rohani yang harus mendapatkan kepenuhan baik melalui kegiatan jasmani maupun rohani. Jika seseorang hanya memiliki sifat-sifat jasmani tanpa sifat-sifat rohani, ia sama dengan binatang. Demikian juga jika ia hanya memiliki dimensi rohani tanpa tubuh, ia lebih menyerupai malaikat daripada makhluk hidup.
Tubuh baru juga diperlukan untuk menggenapi keadilan Allah yang sempurna.
Kematian fisik adalah terpisahnya tubuh dari jiwa. Hal ini menimbulkan masalah, karena kita tidak lengkap tanpa tubuh. Karena itu dibutuhkan kebangkitan yang menyatukan kembali tubuh dan jiwa. Proses ini bukan semata menghidupkan kembali sesosok jenazah, tetapi menciptakan tubuh baru agar kita layak memasuki hidup yang kekal.

Orang kaya dalam Lukas 16 mengalami dua jenis penderitaan, yakni penderitaan fisik dan mental. Alkitab mengajarkan bahwa Allah akan membangkitkan seluruh umat manusia dan menyerahkan sebagian besar manusia pada penderitaan fisik di neraka. Dari situ kita dapat menyimpulkan bahwa itu adil karena tubuh harus dipertanggungjawabkan pula oleh tubuh.
Bagaimana Saya Dapat Meyakini Kebangkitan
Adakah yang dapat dijadikan patokan? Punya hak apa kita meyakini bahwa semua orang akan dibangkitkan dan diberi tubuh baru dalam kehidupan kekal?

Rasul Paulus membicarakan hal ini karena sebagian orang secara tegas menyangkali hal ini.
 

Siapakah yang akan Dibangkitkan dan Kapan ?

Semua orang kaan dibangkitkan namun tidak pada saat yang bersamaan. Terkadang Alkitab berbicara tentang kebangkitan orang benar dan orang fasik tanpa memperlihatkan perbedaan waktu namun didalamnya tetap menunjukkan adanya dua kebangkitan yang berbeda.

Kebangkitan pertama adalah kebangkitan orang-orang percaya. Yesus Kristus akan kembali pada akhir zaman untuk membawa seluruh umat kepunyaanNya baik yang hidup maupun yang mati, untuk hidup bersama-sama dengan Dia. Peristiwa bahagia ini akan terjadi sebelum murka Allah yang dahsyat dicurahkan atas orang Yahudi maupun bukan Yahudi yang tidak percaya. Orang-orang yang mati dalam Kristus akan bangkit terlebih dahulu dan diberi tubuh yang baru dan mulia. Orang-orang percaya yang masih hidup juga ikut diangkat dan tubuh mereka akan berubah.

 
….kita semuanya akan dibah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebaba nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan ktia semua akan diubah ( 1 Korintus 15:51,52).

Sebab pada waktu tanda diberi yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit sesudah itu, kita yang hidup yang masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama denga Tuhan ( 1 Tesalonika 4:16,17).

 
Orang-orang kudus dari Perjanjian Lama dan orang-orang percaya yang mati sebagai martir pada masa aniaya akan dibangkitkan saat Kristus datang ( Daniel 12:1-3; Wahyu 20:4).

Tahap awal kebangkitan pertama akan terjadi saat orang-orang percaya bertemu Kristus di angkasa. Tahap keuda terjadi tujuh tahun kemudian setelah Allah mencurahkan murkaNya terhadap bangsa-bangsa yang memberontak dan Kristus datang untuk membangun kembali kerajaanNya.

Kebangkitan kedua akan terjadi 1000 tahun setelah kebangkitan pertama ( Wahyu 20:1-15). Orang-orang yang akan bangkit pada masa ini adalah semua orang fasik sepanjang sejarah yang akan datang dari Hades (neraka), tempat penderitaan sementara mereka. Mereka akan diberi tubuh yang akan dibawa saat menghadapi penghakiman dan hukuman terakhir dari Allah.

Tubuh Macam Apakah yang akan Saya Miliki ? Ketika dibangkitkan apakah tubuh kita sama dengan tubuh kita yang sekarang, atau berbeda? Jawaban alkitabiah untuk pertanyaan ini adalah tubuh kita akan sama dalam beberapa hal dan berbeda dalam hal-hal lain. Yang jelas, tubuh orang-orang percaya berbeda dengan tubuh orang fasik. Tubuh orang orang percaya yang telah dibangkitkan digambarkan sebagai berikut:
Hal terakhir diatas mungkin akan menimbulkan pertanyaan, Bagaiman mungkin tubuh alamiah dapat disebut tubuh rohani? Istilah tersebut secara sederhana menunjukkan kekekalan dan kesempurnaan tubuh kita yang baru-tubuh yang mamapu berdiri dihadapan Allah dan berhubungan dengan Dia yang berupa roh. Tubuh itu diciptakan untuk menjalani kehidupan yang kekal di surga.

Lalu, bagaimana dengan tubuh orang-orang yang tidak percaya, yang harus menghadapi penghakiman dan neraka? Alkitab tidak membicarakannya, namun bagi orang-orang tersebut tidak dijanjikan tubuh seperti tubuh Kristus yang penuh kemuliaan
Pikirkan Lebih Lanjut.

Baik orang percaya maupun orang tidak percaya akan dibangkitkan agar Allah dapat melakukan penghakiman yang sempurna atas seluruh umat manusia. Siapakah Anda menghadapinya? Tubuh manakah yang akan Anda miliki? Kapankah Anda akan dibangkitkan? Apa yang Anda harapkan dari tubuh yang telah dibangkitkan itu?

III PENGHAKIMAN :

Ujian Terakhir

 

Saat masih sekolah, saya mencoba untuk tidak memikirkan ujian sampai tiba saatnya untuk memikirkannya. Lagi pula, memikirkan ujian akan menganggu acara nonton TV atau mengobrol dengan teman. Saya juga merasa sebagian besar dari kita akan memilih untuk tidak berpikir tentang ujian terakhir, yakni saat kita harus berdiri dihadapan Allah. Ini bisa mengganggu kesenangan kita, bukan? Namun sebaliknya kita akan terdorong untuk lebih serius menjalani hidup dan semakin sadar atas pemborosan waktu yang kita lakukan.

Topik tentang penghakiman Allah tidak biasa dibicarakan pada saat santai. Seperti biasa, kita akan lebih tertarik membicarakan masalah olah raga, cuaca atau bahkan mobil dengan modelterbaru.

Namun bukanlah hal yang bijaksana untuk mengabaikan atau menolak menghadapi kenyataan tentang penghakiman Allah karena topik tersebut akan membuat kita mau memikirkannya sampai tiba satnya harus memikirkannya. Kita semua kan dihakimi-baik orang percaya maupun yang belum percaya-meski kita mungkin tidak mengalamai penghakiman serupa. Walaupun kedua penghakiman tersebut berbeda, keduanya meruakan peristiwa serius. Dan, kita harus mulai memepersiapkan diri untuk menghadapinya sejak sekarang.
….manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali

saja, dan sesudah itu dihakimi

_Ibrani 9:27
Mengapa Penghakiman Itu Penting?

Jika Allah adalah Hakim yang adil, maka Dia harus menghakimi semua manusia setelah kehidupan ini berakhir. Ketidakadilan di atas bumi harus dibenahi. Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang telah mengabaikan hukum-hukumnya bebas begitu saja. Dan, orang-orang Kristen yang akan percaya untuk menggunakan karunia-karunia rohani akan memberi pertanggungjawaban atasnya dan menerima upah yang sesuai.

Siapa yang Akan Menjadi Hakim?

Allah sendirilah yang akan menjadi Hakim atas kita ( Ibrani 12:23). Dia akan menghakimi kita melalui anakNya. Yesus berkata kepada kita, ” Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak” ( Yohanes 5:22; bandingkan dengan Kisah Para Rasul 17:31).

Siapa Saja yang Akan Dihakimi?

Tak seorangpun akan lolos dari ” ujian terakhir” Allah. Penghakiman tersebut akan terbagi dua:
1. Penghakiman atas orang percaya

2. Penghakiman atas orang yang tidak percaya.
1. Orang-orang Percaya: Takhta Pengadilan Kristus.

Orang-orang percaya akan dihakimi menghadap “takhta pengadilan Allah” ( Roma 14:10). Pulus juga menunjuk pada penghakiman ini saat menulis:
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yagn dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat ( 2 Korintus 5:10).
Penghakiman ini bukanlah penghakiman untuk menetukan apakah seseorang akan masuk surga atau neraka. Itu sudah ditentukan oleh penerimaan atau penolakan seseorang terhadap Kristus selama hidupnya di dunia ( Roma 5:1,2). Kristus sendiri menjamin bahwa kita tidak akan kehilangan keselamatan.
….barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup ( Yohanes 5:24).
Takhta pengadilan Kristus akan menetukan apakah orang-orang percaya akan mengalami kerugian atau sebaliknya memperoleh upah- tergantung kepada kesetiaan mereka.
Meski telah diselamatkan oleh iman, hasil kerja kita tetapp akan diuji ( 1 Korintus 3:13-15;9:16-27). Kristus menceritakan tiga perumpamaan untuk menggambarkan bagaimanan kita mesti bertanggung jawab kepada Allah atas penggunaan segala yang telah Dia berikan ( Matius 25:14-30; Lukas 16:1-13;19:11-27). Namun ada di antara orang percaya yang sesungguhnya “hampir tidak” masuk surga. Kemungkinan mereka baru bertobat menjelang akhir hidupnya ( seperti pencuri yang disalib di sebelah Yesus dalam Lukas 23:39-43). Selain itu banyak pula orang masuk surga meski mengalami kedewasaan dalam pertumbuhan rohani.

Perjanjian Baru menyebutkan bahwa upah dan mahkota akan diberikan kepada orang percaya yang berhak mendapatkannya. Sebagai contoh :
Mahkota kehidupan bagi mereka yang membangun kehidupan mereka dengan pekerjaan-pekerjaan yang berkenan kepada Allah ( 1 Korintus 3:12-14; 9:25-27).
Mahkota kebenaran bagi mereka yang menantikan kedatanganNya ( 2 Timotius 4:8).
Mahkota kehidupan bagi orang-orang yang bertahan dalam ujian ( Yakobus 1:12;Wahyu2:10;3:11).
Mahkota kemuliaan bagi para peminpin gereja yang baik ( 1 Petrus 5:4).
Mahkota sukacita bagi mereka yang membawa sesamanya kepada Kristus ( Filipi 4:11;1 Tesalonika 2:19).

2. Orang-orang yang tidak percaya : Takhta Putih yang Besar

.

Semua orang yang tidak percaya akan dihakimi di hadapan takhta putih yang besar. Penghakiman ini akan terjadi setelah 1.000 tahun masa pemerintahan Kristus di atas bumi ( Wahyu 20:7-15). Saat, itu, orang-

 

 

Mustahil bagi seseorang berlayar di Samudera

Atlantik dengan perahu kertas, namun terlebih

mustahil bagi seseorang masuk surga hanya karena perbuatan baiknya.

_ Chareles Spurgeon

 

orang mati yang tak terselamatkan dari segala usia akan berdiri dihadapan takhta Allah. Namun bukan untuk menerima sesuatu yang menggembirakan. Setiap orang yang berdiri di hadapan Takhta putih yang besar akan dinyatakan bersalah.

Lalu aku melihat takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit tidak ditemukan lagi tempatnya ( Wahyu 20:11).
Orang-orang yang tidak selamat itu akan dihakimi berdasarkan hubungan mereka dengan Yesus Kristus dan berdasarkan perbuatan mereka ( Roma 2:5-11). Orang-orang ini tidak akan masuk surga karena mereka telah menolak terang keselamatan dari Kristus. Nama mereka tidak terdaftar dalam kitab kehidupan ( Lukas 10:20; Wahyu 3:5;13:8;17:8;20:12,15;21:27). Berdasarkan apa yang mereka lakukan di dunia mereka akan mengalami berbagai penderitaan di neraka ( Lukas 12:47,48; Wahyu 20:12,13).
Jika kita sungguh-sungguh ingin mengenal dan

dikenal Allah kita harus meminta Dia mengajar kita

disini dan kini tentang kenyataan yang serius akan murkaNya.

_ J.I. Packer
Pembicaraan mengenai penghakiman boleh jadi membingungkan. Ibrani 10:31 menyatakan, “Ngeri benar kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.” Kita tidak boleh menganggap remeh peringatan itu. Lagi pula kita tidak dapat hidup tanpa memperdulikan kehidupan kekal yang akan dituju oleh orang-orang yang dekat dengan kita. Hanya orang berhati kaku yang tidak berperasaan yang akan menyembunyikan kabar keselamatan bagi dirinya sendiri. Dan, hanya orang yang berpandangan sempit yang akan menolak kasih Kristus melalui pengorbanan salib dan malah memilih mengejar kesenangan atas dosa.
Pikirkan Lebih Lanjut

Jika orang Kristen tidak perlu takut terhadap penghakiman atas dosa, mengapa ia tetap harus memperhatikan takhta pengadilan Kristus? Haruskah seseorang puas jika ia termasuk golongan yang “hampir tidak masuk” surga? Menurut Anda, “mahkota” apakah yang akan Anda terima? Salahkah jika kita berpikir terlalu banyak melayani Kristus? Luangkan waktu sejenak untuk bersyukur kepada Allah yang telah melepaskan kita dari hukuman dosa.
IV. HIDUP KEKAL

Kabar Baik Dan Kabar Buruk

Pernahkah Anda ke dokter umum, dokter gigi, atau montir kendaraan dan mendengar kabar baik sekaligus kabar buruk pada saat yang bersamaan? Sebagai contoh, kabar baiknya adalah Anda masih dapat tetap hidup, namun kabar buruknya adalah dokter perlu melakukan pembedahan besar. Atau, bisa jadi gigi anak Anda tidak berlubang, tetapi ia harus memakai kawat gigi karena pertumbuhan giginya kurang baik. Atau, mungkin saat Anda menserviskan mobil, sang montir mengatakan bahwa rem mobil Anda masih baik namun mesin mobilnya rusak.

Kabar baik dan kabar buruk tidak hanya merupakan bagian dari kehidupan tetapi juga bagian dari kematian dan kehidupan setelah kematian. Kabar baiknya adalah banyak orang akan menikmati surga; sedangkan kabar buruknya banyak juga orang lain yang sangat menderita di neraka. Kita harus mengambil keputusan untuk hal tersebut selama menjalani kehidupan di dunia ini.
SURGA : KABAR BAIK
Mungkin terdengar terlalu muluk.Surga lebih indah daripada sepotong keju besar untuk seekor tikus, lebih berharga daripada uang satu juta dollar yang diwarisi seorang pengemis, lebih nyaman daripada seorang pemalas yang menemukan pekerjaan sebagai penguji kasur, dan lebih membahagiakan daripada memenangkan hadiah nobel. Surga jauh lebih baik daripada segala kesenangan duniawi yang pernah kita bayangkan. Pikiran kita sulit untuk diajak memahami sebuah tempat yang sempurna, dimana kita kelak akan dipersatukan bersama Allah tanpa harus mengalami kerasnya kehidupan.

Seperti Apakah Surga Itu?

Alkitab menyatakan beberapa hal mengenai kehidupan kekal kita bersama Allah. Setelah Allah menciptakan langit dan bumi baru, maka:

Tidak akan adal lagi perkabungan, ratap tangis dukacita, atau kematian ( Wahyu 21:4).

Tidak ada lagi malam ( Wahyu 21:23-25).

Tidak akan ada lagi kekejian ( Wahyu 21:27).

Tidak akan ada lagi laknat ( Wahyu 22:3).

Dan di surga kita akan:

Beribadah kepada Allah ( Wahyu 22:3).

Memerintah bersama Kristus selama-lamanya ( Wahyu 22:5).

Tinggal di tempat yang telah disediakan oleh Kristus sendiri bagi kita ( Yohanes 14:2,3).

Memiliki pengenalan yang sempurna akan Allah ( 1 Korintus 13:8-12).

Disatukan dengan orang-orang tebusan Allah dari segala masa ( 1 Tesalonika 4:17;Wahyu 21:12,14).

Memiliki tubuh penuh kemuliaan dengan kekuatan dan kemampuan di luar jangkauan pemikiran kita ( 1 Korintus 15:35-49;Filipi 3:21).

Tinggal disebuah bangunan yang megah dan penuh keajaiban alam di tengah lingkungan yang begitu indah ( Wahyu 21-22).

Alangkah indahnya hari esok yang menanti kita di surga! Harapan itulah yang seharusnya memacu kita untuk hidup sebagai warga negara surga dan sebagai anak-anak Raja. Sudah selayaknya Allah memerintah memerintah di hati kita, meski di dunia ini masih berada di bawah pemerintahan orang-orang jahat. Rasul Yohanes menulis:

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadaNya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci ( 1 Yohanes 3:2,3).

 

Siapa Saja yang akan Ada di Surga?

Tentu yang pertama adalah Allah sendiri. Kemudian bersama Dia ada semua orang kudus dari zaman Perjanjian lama ( orang-orang Israel dan orang-orang non-Yahudi yang percaya kepada Kristus), gereja Tuhan ( baik orang-orang Yahudi maupun non Yahudi yang mempercayai karunia keselamatan dari Kristus), orang-orang yang tetap beriman kepada Kristus selama masa aniaya, Yesus Kristus dalam segala kemuliaan-Nya, dan sejumlah besar malaikat Allah(Wahyu 5:11-14; 7:1-17; 20:4; 21:12,14,22).
Siapa yang pernah melihat surga?

Adakah orang yang pernah mengalami penglihatan tentang surga? Ya. Bahkan ada tiga orang yang memberikan keterangan cukup jelas kepada kita tentang keadaan surga. Seorang dari mereka hampir tidak bisa menceritakan pengalamanya itu, tetapi yang satunya lagi berhasil menuliskannya dalam kitb suci. Sedangkan yang ketiga, yang paling banyak tahu tentang surga juga memberikan informasi kepada:
Paulus

Dia menyebutkan bagaimana ia “diangkat ke tingkat ketiga dari surga ” atau “Firdaus”_ tempat tinggal Allah ( 2 Korintus 12:2-4; bandingkan dengan Lukas 23:43). Selain itu, ia tidak menceritakan hal-hal yang lebih khusus lagi. Ia hanya berkata telah mendengar “kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.”

Yohanes:

Saat berada dalam pengasingan di Pulau Patmos, Yohanes mendapat penglihatan akan surga dan menuliskan segala hal yang dilihatnya ( Wahyu 4-22).

Yesus :

Dia meninggalkan surga untuk hidup dan mati di bumi ( Yohanes 3:13-17;6:32-58). Kemudian, Dia naik ke surga, tempat Dia akan berdiam hingga kelak datang kembali dengan kuasaNya (Kisah Para Rasul 1:11;2 Tesalonika 1:7-10; Wahyu 19:11-21). Yesus meyakinkan kita tentang realitas dan kemungkinan surga ( Yohanes 14:1-6).

Walaupun ktia orang Kristen percaya adanya surga,

terkadang mereka bersikap seolah masuk surga

adalah suatu malapetaka

_ Henry Jacobsen
Apakah Yerusalem Baru Itu?

 

Dalam penglihatannya yang dicatat dalam kitab Wahyu, Yohanes berkata bahwa ia melihat “kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” (21:2). Kota kudus itu akan muncul setelah semua orang dibangkitkan dan dihakimi, dan setelah langit dan bumi baru diciptakan. Kota itu akan menjadi pusat pemerintahan surga, tempat Allah hadir. Tempat itu akan menjadi tempat tinggal utama bagi orang-orang yang telah ditebus. Dikatakan bahwa kota itu memiliki 12 pintu gerbang yang melambangkan 12 suku Israel (ayat 12) dan 12 batu dasar melambangkan 12 rasul (ayat 14). Yohanes melukiskan bahwa kota itu sangat indah apalagi dipenuhi berbagai macam permata.

Ibrani 11 menyatakan bahwa Abraham bersedia tinggal dalam perkemahan sepanjang hidupnya karena ia tahu bahwa suatu hari kelak ia akan tinggal di “kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh allah” ( ayat 10).Kota itu adalah kota yang sama yang dinantikan orang-orang percaya sebagai rumah mereka yang kekal (13:14).

 

Pikirkan Lebih Lanjut

. Apakah setiap orang yang masuk surga akan merindukan masa lalu mereka di dunia? Pertanyaan-pertanyaan apakah yang ingin Anda temukan jawabannya saat Anda sampai di surga? Jika kelak kita menjadi warga negara surga, sejauh mana hal itu mempengaruhi cara hidup kita di dunia sekarang ini? Apakah yang akan menjadi sukacita terbesar di surga? Mengapa Anda beranggapan bahwa Allah hanya memberi sedikit informasi tentang surga kepada kita?

 

NERAKA

(KABAR BURUK)
Seringkali reaksi pertama ktia terhadap kabar buruk adalah menolaknya. Sebagai contoh seseorang yang diberitahu bahwa ia mengidap penyakit mematikan, kemungkiann akan melewati tahap penyangkalan sebelum ia dapat menerima kenyataan. Banyak orang bereaksi sama terhadap kabar buruk terhadap neraka. Mereka merasa kabar itu terlalu buruk untuk menjadi kenyataan. Mereka juga menganggap bahwa Allah begitu penuh kasih sehingga tidak mungkin Dia menciptakan tempat semacam itu. Menurut mereka, hukuman
Hampir setiap manusia normal yang mendengar

Tentang neraka merasa yakin bahwa dirinya akan

Terluput dari tempat itu.

_Jonathan Edwards
kekal yang diberikan kepada seseorang dengan menilai hidupnya yang relatif singkat sama halnya dengan pengadilan yang menghukum mati seseorang karena salah memarkir kendaraannya. 

Mengapa Allah yang Baik dan Penuh Kasih Menghukum Manusia di Neraka ? Tidak seharusnya kita menganggap remeh sikap penolakan terhadap Allah. Ini bukanlah kesalahan kecil yang membuat Allah bertindak keras. Dosa yang kita lakukan melalui penolakan terhadap-Nya merupakan kesalahan yang sangat besar ( Roma 1:18; Kolose 1:21; Ibrani 10:29-31), sehingga satu-satunya cara bagi Allah untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa adalah dengan mengutus AnakNya yang tunggal untuk mati bagi kita ( Kolose 1:15-22;Ibrani 9:11-10:18). Dengan menyadari arti kematian Kristus, kitapun akan menyadari besarnya kesalahan kita di hadapan Allah.

 

Allah yang baik dan penuh kasih juga adalah Allah yang senang pada keadilan dan hukum ( Mazmur 33:5). Dia tidak akan mengabaikan dosa. Dia tidak akan membiarkan ada ketidaksempurnaan di hadapan diri-Nya yang kudus ( Ibrani 12:14). Sebab itu, untuk melaksanakan hukum-Nya Dia menciptakan suatu tempat yang nyata yang disebut neraka, yang mulanya diperuntukkan bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya ( Matius 25:41).
Seperti Apakah Neraka Itu ?

Sebagaimana halnya dengan surga, Alkitab hanya memberi gambaran umum tentang neraka. Sebagian orang sibuk menanyakan apakah benar neraka dipenuhi api dan asap. Namun yang jelas kita harus ingat bahwa orang-orang yang tidak percaya akan dibangkitkan dengan tubuh yang dapat merasakan siksaan fisik. Pada intinya neraka adalah pemisahan kekal dari Allah, dan para penghuni neraka akan mengalami berbagai tingkatan penderitaan fisik ( Matius 11:20-24).

 
Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam

Tangan Allah yang hidup.

_ Ibrani 10:31
Sebagian orang ingin percaya bahwa Yesus begitu penuh kasih dan murah hati sehingga Dia tak mungkin melempar seorang ke sebuah tempat seperti neraka. Namun dalam pengajaran-Nya, Yesus lebih banyak berbicara tentang neraka daripada surga. Karena Perjanjian Lama hanya mengungkapkan sedikit tentang kondisi kekekalan yang dialami mereka yang menolak Allah, Kristus menggambarkan neraka sebagi tempat:

Yang penuh dengan api ( Matius 5:22);7:19;13:42,50;25:41 ; Markus 9:43-48).

Penyiksaan tubuh ( Matius 5:29,30).

Yang terpisah dari hadapan Allah ( Matius 8:12;22:13).

Yang penuh dengan ratapan dan kertk gigi ( Matius 8:12;13:42,50;22:13;25:30).

Dengan hukuman dalam berbagai tingkatan ( Markus 1240; Lukas 10:13,14;12:47,48).

Para rasul menggambarkan neraka sebagai tempat:

Yang penuh dengan murka, geram, penderitaan dan kesesakan ( Roma 2;8,9).

Perapian yang menyala-nyala dan hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan ( 2 Tesalonika 1:6-9).

Hukuman kekal ( Ibrani 6:2).

Api Dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka ( Ibrani 10:27).

Yang penuh dengan api ( Yakobus 3:6; Yudas 6:7).

Tindakan terakhir dari penghakiman Allah ( 2 Petrus 2:4-9).

Yang menyala-nyala dimana asap api penyiksaan akan naik sampai selama-lamanya ( Wahyu 14:11).

Lautan api, kematian kedua ( Wahyu 20:14,15).
Mengapa Tidak Dibinasakan Saja?

Sebagian orang bertanya,”apakah Allah kurang adil bila Dia langsung saja membinasakan kehidupan orang-orang yang tidak percaya setelah mereka dihakimi dan dinyatakan bersalah?” Mungkin tidak, namun Alkitab menyatakan secara jelas bahwa neraka, seperti halnya surga adalah suatu tempat nyata yang akan ada selama-lamanya (Matius 18:8; 25:41,46; 2 Tesalonika 1:9; Ibrani 6:2; Yudas 7,13; Wahyu 14:11). Saat Alkitab menggunakan kata-kata seperti “penggal,” “kematian,” dan “penghancuran,” itu tetap bukan berarti pembinasaan jiwa seseorang.
Siapa yang akan Ada di Sana ?

Apakah hanya orang-orang terburuk yang akan ada di neraka? Apakah hanya orang-orang seperti Hitler, Yudas, Izebel, penganiaya anak, pembunuh,pemerkosa dan pengedar narkotika yang akan dihukum? Tidak.

Jalan teraman menuju neraka adalah jalan tanpa

Kesulitan-berlereng landai, bebas hambatan, tanpa

tikungan tajam, tanpa batu peringatan, tanpa

Petunjuk jalan.

_C.S. Lewis

Kebanyakan orang merasa mereka tidak terlalu buruk sehingga harus dilemparkan ke neraka. Mereka membayangkan bahwa bila Allah mendapati perbuatan baik mereka lebih banyak daripada perbuatan buruk, maka mereka akan masuk surga. Namun, Alkitab tidak berkata demikian. Alkitab menyatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah ( Roma 3:23). Tak seorangpun dapat mengusahakan dirinya masuk surga.

Hanya mereka yang telah mempercayai Kristus sebagai Juruselamat secara pribadi akan terhindar dari siksaan neraka. Mereka yang telah mendengar firman Allah namun mencemoohnya, akan berada di neraka bersama-sama mereka yang tidak pernah mendengar suara hati mereka yang juga berbicara tentang firman Allah. Penghuni neraka adalah mereka yang telah memilih jalan yang lebar, yang mengelabui orang-orang dengan jaminan keselamatan yang palsu ( Matius 7;13).

Setan sendiri akan menjadi tuan rumah di neraka. Ia didampingi para pengikutnya: Antikristus, nabi palsu dan semua roh jahat. Mereka akan bersatu dan menyebut diri ” para pelaku kejahatan.”

Neraka adalah topik yang sulit. Walaupun demikian, neraka adalah suatu realitas. Dalam ajaranNya, Yesus sering mengatakan hal-hal yang menakutkan tentang neraka dan sebaliknya sukacita surgawi. Dia berkata bahwa kita semua akan pergi ke salah satu tempat itu. Tak seorangpun luput. Kita tak dapat mengambil jalan pintas, namun juga tak dapat menunda pengambilan keputusan sampai melewati pintu kematian. Kitab suci tidak mengajarkan bahwa orang-orang yang menolak Kristus mempunyai “kesempatan kedua.”Memang sangat menyenangkan jika pada akhirnya semua orang akan diselamatkan, namun Alkitab tidak berkata demikian.

Memang Alkitab berkata bahwa neraka adalah suatu yang nyata. Pemikiran ini seharusnya meyakinkan kita akan surga, sehingga kitapun dapat membantu orang lain agar terhindar dari siksaan neraka.
Pikirkan Lebih Lanjut

Mengapa sebagian orang menolak pendapat tentang adanya neraka abadi? Mengapa kita harus percaya adanya neraka sekalipun kita lebih suka untuk tidak mempercayainya? Bagaimana seharusnya pengetahuan akan hal-hal yang mengerikan tentang neraka memepengaruhi kita? Bagi orang-orang percaya, bagaimana pendapat tentang api penyucian bisa berbeda dengan gambaran Alkitab tentang takhta pengadilan Kristus? Mengapa banyak orang tidak suka membicarakan atau mendengar hal-hal tentang dosa dan neraka? Jika nantinya orang-orang yang tidak percaya akan menuju neraka, apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka agar terhidnar dari kehancuran?
HANYA ADA DUA PILIHAN

Bayangkan Anda sekarang berada di depan pintu lift yang terbuka. Keputusan apa yang Anda ambil: masuk atau tidak? Pilihan Anda tergantung pada dua faktor: arah lift dan tujuan Anda sendiri. Tentu Anda tidak akan turun ke lantai dasar jika Anda hendak menuju lantai atas.

Kini bayangkan Anda sedang berada di depan pintu alam kekalan. Kemana Anda akan melangkah? Ke surga atau ke neraka? Keputusan yag Anda buat saat ini, sebelum Anda mati, akan menentukan apakah Ada menuju pada kebangkitan orang-orang benar atau kebangkitan orang-orang yang dihukum, apakah penghakiman Anda akan penuh sukacita atau justru diwarnai kesengsaraan, dan apakah Anda akan tinggal dalam kekekalan bersama Allah atau terpisah dari-Nya.Andalah yang berhak memutuskan. Dan, ingat, hanya ada dua pilihan.
Melewati Lorong
Joseph Bayly adalah seorang penulis dan pembicara yang disegani tentang topik kematian. Dalam kutipan berikut, ia mengemukakan kesulitan yang sering kita hadapi saat berusaha memahami realitas tentang kehidupan yang akan datang

Saya tak dapt membuktikan adanya surga. Saya hanya menerima realitas surga dengan iman kepada Yesus Kristus:”Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Yohanes 14:2).

Jika saya adalah salah satu dari sepasang janin kembar yang ada dalam sebuah rahim, saya ragu apakah saya dapat membuktikan adanya dunia kepada saudara kembar saya. Mungkin ia akan menentang pendapat itu dengan berkata bahwa pendapat saya tentang dunia di luar rahim sangatlah menggelikan, karena baginya rahim itu sendiri adalah satu-satunya dunia yang dikenalnya.

Jika saya berusaha menjelaskannya bahwa penduduk dunia hidup dalam lingkungan yang sangat luas dan menghirup udara, mungkin ia akan lebih skeptis lagi. Baginya, sebuah janin sudah jelas hidup dalam air. Siapa yang akan membayangkan bahwa janin juga mampu hidup dalam dunia yang penuh dengan udara? Bagi saudara kembar saya, transisi semacam itu terdengar tidak masuk akal.

Untuk membuktikan adanya dunia kepada janin, diperlukan proses kelahiran. Sedikit rasa sakit, sebuah lorong yang gelap, embusan udara dan…terbentanglah dunia yang sangat luas! Rumput hijau, padang belantara, danau, samudera, sekelompok kuda (bisakah janin membayangkan seekor kuda?), pelangi, orang berjalan, orang berlari, orang berselancar, permainan ski. Ya, dunia ini sangat luas dan beraneka ragam isinya.

Sekarang, seperti apakah surga itu? Bagi mereka yang letih dan lesu, surga adalah tempat beristirahat. Bagi mereka yang berdukcita, surga adalah tempat Allah “menghapus segala airmata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis atau dukacita” ( Wahyu 21:4). Tidak juga terdapat peperangan atau ketamakan atau bentuk-bentuk kejahatan yang lain. Surga adalah tempat kebahagiaan yang sempurna:”Di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tanganMu ada nikmat senantiasa” ( Mazmur 16:11).

Di surga juga banyak kegiatan, pekerjaan ( namun tanpa kutuk atas tanah, pekerjaan yang berpeluh dan tanah yang tandus), dan pembagian tanggungjawab dari pemerintahan surgawi.

Belum lama ini saya bercakap-cakap dengan seorang teman yang saya kunjungi di rumah sakit. Diagnosa dokter menyatakan bahwa ia mengidap kanker stadium akhir. Jika kematian tiba, maka terhentilah pelayanannya sebagai peminpin program pelatihan yang mempersiapkan para pemuda untuk melayani Yesus Kristus. “Saat bepikir tentang surga,”katanya,”saya sadar bahwa kita sesungguhnya kurang memperhatikan apa yang telah difirmankan dalam kitab Wahyu, yakni bahwa disurga ’hamba-hambaNya akan beribadah kepadaNya’ dan bahwa mereka akan melayaniNya ’siang malam’ (7:15). Kita hanya berpikir bahwa bahwa di sana kita akan mendapatkan ketenangan – padahal ketenangan itu hanya bisa kita peroleh dengan melayani Allah.”

Di surga kita tidak lagi memiliki pengenalan yang belum sempurna. Kita dimampukan untuk melihat kebenaran dan keindahan yang terbentang luas. “Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal” ( 1 Korintus 13:12).

Suasanan surga akan terasa sangat indah. Alkitab menggambarkan bahwa dinding surga terbuat dari segala jenis permata yang berharga, pintu gerbangnya terbuat dari mutiara, dan jalan –jalannya terbuat dari emas murni. ( Ibu saya dulu sering berkata bahwa ia tidak melihat sesuatu yang menarik saat mendengar bahwa jalan-jalan di surga terbuat dari emas. Saya tidak tahu bagaimanan harus menanggapinya sampai saya membaca uraian F.B. Meyer yang mengatakan bahwa nilai-nilai surgawi kebalikan dengan semua nilai-nilai duniawi. “Benda apakah yang dianggap paling berharga di dunia?” tanyanya. “Emas. Manusia hidup untuk mencari emas, bahkan mereka tega saling membunuh demi mendapatkan emas. Namun di surga tersedia dalam jumlah yagn sangat banyak sehingga digunakan sebagai bahan untuk membuat jalan…”).

“Tapi,”kata seseorang,”Bagaimana mungkin saya dapat menikmati tempat semacam itu? Rasanya tak mungkin saya ada di sana.” Demikian pula dengan janin, ia tak akan berada di dunia sebelum melewati lorong kelahiran. Apabila realitas surga sudah dipikirkan sejak saat ini, maka relatias akan tempat pemisahan kekal dengan Allah (yang biasa disebut neraka) dapat diabaikan. Saya menerima realitas atas keduanya dengan iman kepada Yesus Kristus: “Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku janganlah kamu takut terhadap mereka yang akan membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutlah Dia, yang setelah membunuh mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!” ( Lukas 12:45).
“Tapi,”kata seseorang,”Bagaimana mungkin saya

dapat menikmati tempat semacam itu? Rasanya tak

mungkin saya ada di sana.” Demikian pula dengan

janin, ia tak akan berada di dunia sebelum melewati
lorong kelahiran

Yesus Kristus menggambarkan nerakasebagai tempat “ratap dan kertak gigi” (Matius 25:30), tempat penyesalan karena hilangnya berbagai kesempatan untuk bertobat kepada Allah, dan hilangnya karunia-karunia yang seharusnya bisa dinikmati karena tak mengingat sang Pemberi Berkat”…siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya dapat diambil dari padanya” (25:29).

Yesus Kristus mendefinisikan realitas neraka dengan nada yang lebih keras daripada tokoh-tokoh lain dalam Alkitab. Namun, Dia juga memiliki belas kasihan kepada orang banyak, meratapi kota-kota yagn tidak mau percaya dan menegaskan bahwa Dia datang bukan untuk menghukum umat manusia namun untuk menyelamatkan jiwa mereka.
Dikutip dari The Last Thing We Talk About oleh Joseph Bayly @ 1973, ditebitkan oleh David C.Cook Company, 850 North Grove Avenue, Elgin, IL 60120. Dengan izin.
Melihat ke Depan

 

KEMANAKAH ANDA setelah mati? Apakah Anda seperti pilot yang mengalami kerusakan pada alat navigasi dan kehilangan arah, lalu mengumumkan kepaa para penumpang, “Bapak-bapak dan Ibu-ibu, saya ingin mengumumkan bebeapa kabar untuk Anda. Kabar buruknya adalah saat ini kita tidak tahu kemana kita terbang. Sedangkan kabar baiknya: kita telah membuat perjalanan yang menyenangkan.”

Apakah hidup anda berlalu tanpa arah dan tujuan? Apakah Anda meragukan tempat kekal yang akan Anda diami? Jika demikian, ingatlah ucapan Yesus: “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” ( Yohanes 6:37). Dalam hal ini, Andalah yang berhak memutuskan. Jika Anda mencari pengampunan Allah melalui Kristus, Anda akan diampuni. Anda kaan tinggal dalam kekekalan di surga. Anda tak perlu takut lagi dalam kematian.

Lalu apakah yang harus dilakukan bila Anda yakin sedang menuju kebangkitan orang-orang benar? Anda harus ingat pada pengadilan Kristus. Anda harus beriman teguh sehingga benar-benar menuai kekekalan dan bukan kesesatan. Anda harus terus berpijak pada firman Allah untuk megetahui apa saja yang paling dihargai Allah. Selain itu, Anda juga harus memfokuskan diri untuk meneladani Kristus dalam sikap dan tidakan ( Efesus 5:1-7).
Semoga Allah menolong kita untuk menuju arah

Yang tepat setelah meninggal dan untuk hidup tetap setia

Di dunia ini sampai tiba di sana kelak.
Kristus meratapi bobroknya keadaan umat manusia. Dia memberikan hidup-Nya bagi para pendosa. Kasih dan belas kasihan-Nya sangat nyata bagi mereka yang datang menyembah-Nya. Bagaimana dengan Anda? Apakah orang-orang di sekitar Anda merasakan perhatian Anda terhadap mereka yang tersesat? Bersediakah Anda memberi diri untuk melayani sesama agar mereka mau mengenal Allah?

Semoga Allah menolong kita untuk menuju arah yang tepat setelah meninggal dan untuk hidup tetap setia di dunia ini sampai tiba di sana kelak.

 
Disadur dari buku :

Where Do We Go From Here

Penerbit: Yayasan Gloria ( Seri Mutiara Iman )

 

 

Salam Dalam Kasih Kristus !

 

Mariani R
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment

  1. “Warm regard from Heaven to all of Bataks “ « my radical judgement by roysianipar said,

    […] Read more?</p> roysianipar @ 1:57 am [filed under Uncategorized tagged agypt, ambon, arab, batak, ISLAM, israel, JAKARTA, maluccas, palistine, papua, terrorist […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: