WArning to new Future Indonesian LEADER.shut down islamic xtrimist acting like mafia ignored Indonesian pancasila LAW.if the SBY fail to stop them people will make their judgement not to reelect same person who is not able to inforce the Law.

FPI Sweeping Rumah Makan

September 7, 2008 – 3:34 pm

Akhirnya, sodara-sodara, kelakuan manja beberapa oknum manusia yang kebetulan seiman sama aku – yang sempat dikhawatirkan sama Mas Nazieb – dalam rangka menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan terjadi juga. Dan judul yang ta’tulis di atas adalah judul artikel yang ta’baca di koran SINDO edisi hari ini. Yeah, manusia-manusia manja yang menamakan dirinya sebagai Front Pembela Islam itu mulai menyambangi warung-warung makan yang nggak menutupkan dirinya selama bulan Ramadhan untuk kemudian meminta (yang biasanya bakal berujung jadi sebuah pemaksaan) mereka supaya tutup.

Jadi tanpa banyak membuang waktu, marilah kita simak hal yang justru memalukan umat itu bersama-sama berikut ini:

YOGYAKARTA (SINDO) – Aksi sweeping yang bertujuan untuk menghormati Bulan Suci Ramadan kembali digelar Front Pembela Islam (FPI). Kemarin, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI DIY menggelar sweeping terhadap warung-warung makanan yang masih membuka dagangannya di siang hari.

Memangnya kenapa, Oom? Nggak boleh po jualan makanan pas bulan puasa? Memangnya semua manusia di Jokja itu agamanya Islam? Memangnya semuanya pada puasa? Gimana juga kalo ada mbak-mbak berjilbab yang lagi datang bulan terus kebetulan pas lagi kelaperan?

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Gustomi menyatakan, aksi yang dilakukan pihaknya ini ditujukan untuk mengajak seluruh masyarakat baik yang beragama Islam maupun yang nonmuslim untuk bersama-sama menghormati keberadaan bulan suci bagi umat Muslim.

Lha, kok aku malah ngerasa kalo ini justru sebuah ajakan buat umat Muslim supaya nggak menghormati ajaran agama orang lain, ya? Oom Gustomi, di Jokja itu masih banyak mahasiswa rantau yang ngekos, yang artinya sehari-hari mengandalkan warung-warung makan buat ngisi perutnya masing-masing karena nggak pada masak sendiri. Kebetulan memang sekarang bulan puasa, jadinya mahasiswa yang Muslim memang pas siang-siang nggak butuh warung makan. Tapi bagemana dengan mahasiswa yang bukan Muslim? Mereka-mereka ini mau dipaksa supaya sama-sama kelaperan juga, gitu? Mereka-mereka ini mau dipaksa untuk menjalankan ajaran agama yang tidak mereka anut dengan ikut-ikutan nggak boleh makan? Iya, gitu, Oom Gustomi? Jadi FPI maunya memaksa mereka itu supaya menjalankan perintah agama Islam yang boleh jadi nggak pernah diajarkan dalam ajaran agama mereka? Oom Gustomi sendiri mau nggak kalo misalnya disuruh masuk ke gereja tiap hari Minggu?

Menurut dia, bentuk-bentuk penghormatan tersebut salah satunya dengan tidak membuka warung makan pada siang hari di mana seluruh umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa. “Ya, kami dalam aksi ini mengharapkan agar mereka (pemilik warung) mau menutup warungnya di siang hari. atau paling tidak bukanya mundur jadi pada sore hari saja sekitar pukul 15.00 WIB,” terangnya.

Ah, ah, ah, Oom Gustomi… Oom Gustomi… Lha kalo mereka yang non Muslim itu lapernya pas pagi-pagi atau pas tengah hari terus gimana? Mau disuruh makan batu yang dikasih kecap? Manja sekali sampeyan itu. Takut tergoda untuk membatalkan puasa gara-gara nggak sanggup menahan nafsu pas ngeliat warung makan yang lagi buka, ya? Apanya yang “mengendalikan hawa nafsu” kalo kayak gitu caranya, wong baru dipancing dikit aja langsung jadi kalap? Oom Gustomi, sampeyan kalah sama anak-anak Muslim yang masih esde di Denpasar. Sungguh mati!

Dulu, waktu awal 90-an, aku yang masih kelas 2 di SD Cipta Dharma belajar untuk puasa full-day (nggak main setengah hari-setengah harian lagi). Jumlah murid yang beragama Islam di situ banyaknya nggak lebih dari jumlah jari pada 1 tangan. Tapi seingatku, di kelasku cuma aku sama Ophi (lengkapnya Ophi Novridi) aja yang puasa penuh. Mayoritas murid di esde itu jelas Hindu yang artinya jelas pada nggak puasa pas bulan Ramadhan. Pas bel istirahat aku sama Ophi juga biasa ngeliat teman-teman kami yang berlarian menyerbu kantin, makan dengan lahap, minum dengan tenang. Tapi kami nggak pernah protes sama kepala sekolah kami, minta supaya pengelola kantinnya ditegur, disuruh nutup kantinnya berhubung bulan puasa.

Kenapa kami nggak protes? Simpel, karena kami berdua bukan FPI!

Sampai esema aku masih setia hidup di Denpasar. Dan setiap bulan Ramadhan juga aku nggak pernah protes kalo ngeliat teman-teman sekolahku pada makan di depanku. Warung-warung makan di Denpasar juga tetap pada buka. Tapi toh nggak ada sebiji umat Muslim pun di Denpasar yang berniat protes. Karena apa? Karena mereka bukan FPI yang terkenal cuma jago kandang itu!

Jadi, Oom Gustomi, sampeyan kalah sama anak sekolahan. Mereka nggak merengek-rengek kayak sampeyan yang minta warung-warung ditutup cuma supaya ibadah puasa sampeyan berjalan lancar sesuai dengan standar lancar versi sampeyan sendiri.

Dalam aksi yang dilakukan kemarin, FPI baru sekadar memberikan imbauan kepada para pemilik rumah makan atau warung dengan jalan menempelkan selebaran berisi seruan untuk menutup usaha atau membukanya pada sore hari. “Tadi kita titipkan selebaran ini kepada kasir-kasir atau menempelkannya di dinding beberapa rumah makan yang ada di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta,” akunya.

Ya, ya, ya, memang pengakuan yang manja, kan? Manja dan egois lebih tepatnya. Demi tidak adanya godaan dalam ibadah puasanya, mereka tega-teganya menyumbat mata pencaharian manusia lain. Apanya yang “menahan godaan” kalo macam itu? Apa artinya “menahan godaan” kalo ternyata godaannya sendiri malah nggak ada? Setauku, puasa itu “menahan godaan”, bukannya “menyingkirkan godaan”. Maka kalo Oom Gustomi dan gerombolannya khawatir tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya, silakan berdoa, minta sama Allah supaya nggak usah dianugerahi nafsu saja. Sana minta supaya yang namanya hawa nafsu itu dicabut dari diri sampeyan-sampeyan semua untuk selanjutnya pensiunlah sampeyan sebagai manusia dan kemudian malih jadi malaikat yang nggak punya nafsu.

Namun demikian Gustomi menegaskan, jika nantinya imbauan yang mereka layangkan ini tetap saja tidak perhatikan oleh pemilik rumah makan atau warung maka pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas terhadap mereka berupa penutupan usaha.

Oho, nggaya banget sampeyan, Oom Gustomi? Berani “tegas” cuma karena kebetulan sampeyan hidup di daerah di mana Islam adalah agama mayoritas penduduknya, kan? Kalo sampeyan hidup di Denpasar kayak masmu yang ngganteng ini, misalnya, apa sampeyan juga berani bertindak “tegas”? Atau kenapa sampeyan tidak rame-rame bertindak “tegas” juga di London, Paris, New York, Roma, Tokyo? Di sana umat Islam-nya jauh lebih perlu dibela, lho. Wong nyari makanan yang halal aja agak repot, kok, apalagi menghindari godaan pas bulan Ramadhan. Sana, berani, nggak, sampeyan?

“Dalam melakukan tindakan tegas tersebut kami sekali lagi menegaskan tidak akan berbuat anarkis. Bahkan nantinya kami akan tetap berkoordinasi dengan pihak aparat kepolisian dalam setiap kegiatan yang kita lakukan,” katanya.

Yeah, tentu saja. FPI, kan, memang nggak pernah anarkis. Standar anarkisnya FPI, kan, beda. Mentungin ibu-ibu dan anak-anak aja kata mereka belum termasuk kategori anarkis, kok

Sementara itu menanggapi aksi yang dilakukan anggota FPI tersebut, Wakapolda DIY Kombes Pol Anwarudin mengatakan, pihaknya masih mentolerir tindakan mereka jika dilakukan dalam batas kewajaran.

“Dalam bulan puasa ini kita harus bisa saling menghormati satu dengan yang lainnya. Dalam artian, saling menghormati antara yang puasa dan yang tidak berpuasa. Jadi jika masih tergolong wajar dan dilakukan dengan baik-baik kita masih mentolerir mereka,” jelasnya.

Wajar? Yang kayak dilakukan Oom Gustomi itu wajar, Pak Anwar? Menghimbau untuk menghalang-halangi manusia lain yang kebetulan tidak seiman dengannya yang mau menyambung dan mempertahankan hidupnya (makan, maksudku) itu wajar, Pak Anwar? Menurutku nggak, deh, Pak. Yang kayak gitu itu nggak wajar. Yang kayak gitu itu penyakit.

Namun, sambung Anwar, jika nantinya aksi yang dilakukan sudah melebihi batas, maka pihaknya juga akan melakukan tindakan tegas. “Mereka itu memiliki kapasitas apa melakukan hal itu? Jadi kalau mereka tegas, kami juga akan melakukan tindakan tegas kepada mereka,” tandasnya.

Bravo, Pak Anwar! Salut buat sampeyan. Asal sampeyan jangan kayak polisi India di film-film Bollywood aja, yang datangnya selalu telat pas masalahnya sudah bubar semua. Soale, pada intinya, walaupun FPI mengaku membela umat Islam, aku yang (di katepenya masih tertulis) Islam sama sekali nggak merasa dibela sama mereka. Sebaliknya, FPI malah selalu bikin aku malu dengan menampilkan wajah Islam yang tidak rahmat bagi semesta alam.

=============================00000000000000000000000000000000===============================

  1. 95 Responses to “FPI Sweeping Rumah Makan”

  2. hu uh

    By adi on Sep 7, 2008

  3. hu uh jg.

    By mybrainsgrowell on Sep 7, 2008

  4. kalo mereka mengatasnamakan toleransi, kenapa mereka juga ndak toleransi ama yang ndak puasa toh? egois. bodoh. dari dulu ndak pernah belajar dari pengalaman.

    suruh kesini aja mas biar mereka puas. kan banyak kafir, banyak orang makan dan ngerokok di siang bolong, banyak orang minum minuman keras, banyak cewek pake baju yang ndak nutup aurat, banyak toko jual makanan yang ndak halal. biar semua dikepruki ama mereka.

    By chriz on Sep 7, 2008

  5. gawat… saya kan belum mulai puasa kiy, bisa matek kelaperan nek di luar rumah nek tutup kabeh…

    By septo on Sep 7, 2008

  6. Hidup FPI..
    Kasian klo nda ada yang mbela FPI..
    Saiya mbelain FPI ajah.. kan katanya sesama saudara harus tolong menolong, tul nggak?

    By yang punya bramantyo.com on Sep 7, 2008

  7. Demi tidak adanya godaan dalam ibadah puasanya, mereka tega-teganya menyumbat mata pencaharian manusia lain. Apanya yang “menahan godaan” kalo macam itu? Apa artinya “menahan godaan” kalo ternyata godaannya sendiri malah nggak ada? Setauku, puasa itu “menahan godaan”, bukannya “menyingkirkan godaan”.

    Masbro ini kok fasih betul ya merangkumkan semua gagasan dalam paragraf singkat yang nonjok? )

    *berguru*

    By Kroco Geddoe on Sep 7, 2008

  8. Ternyata nazieb bisa meramalkannya. *terkagum kagum*

    By danalingga on Sep 7, 2008

  9. *menunggu simpatisan IDF nyasar kemari*

    bang pukulin joe bang…!!
    dia menghasut orang banyak untuk melarang sampeyan ngepruki pemilik warung yang ngeyel buka pagi-pagi…!!

    dan koleksi ****** dia banyak lo bang P

    peace be with you all…
    all we need is love…

    By lambrtz on Sep 7, 2008

  10. Aduh,
    dakwahku untuk
    tertibkan kemaksiatan gagal lagi
    (

    By M Shodiq Mustika on Sep 7, 2008

  11. membagi2 selebaran berisi ancaman itu kan sudah tergolong aksi terror?
    Pak Kombes Pol Anwarudin itu cara berpikirnya gimana ya? Kok bisa setakut itu sama FPI? Takut sama FPI nya, sama label islamnya, atau sama oknum yang membekingin FPI?

    By guh on Sep 7, 2008

  12. @ Guh

    Emangnya oknum yang membekingin FPI itu siapa sih Guh? Sampe segitu takutnya?

    By Amed on Sep 7, 2008

  13. Lagi…lagi bikin ulah, apa yg sedang sekarat karena sakit juga nda boleh makan?! untung’e saya nda tinggal di jogja kemarin, coba kalau kemarin pas kena typus dan disarankan dokter utk jangan puasa dulu. Bisa berabe kena sweeping FPI…

    By Sugeng Rianto on Sep 7, 2008

  14. Sabar, Joe…

    *tobat*

    By Gun on Sep 7, 2008

  15. bener joe..aku juga jadi malu. FPI malah bikin malu hati umat Islam benernya. sok sweeping mengatasnamakan Islam. padahal agama Islam sendiri melarang manusia merasa hebat diatas penderitaan orang lain khan? gak mikir apa mereka ya?

    By bundanya Naila on Sep 8, 2008

  16. FPI lagi..cara2nya banyak ga mencerminkan islam..aneh..

    By Ojat on Sep 8, 2008

  17. adi:::
    uh hu

    mybrainsgrowell:::
    uh hu juga

    chriz:::
    akomodasinya disediain ndak, mbak? kalo disediain, nanti saya surati sekretariat mereka. jgn lupa juga, 1 kepala 1 pentungan kasti

    septo:::
    nyep, koen manut jarene dokter opo jarene gusti allah?

    yang punya bramantyo.com:::
    yo’i. mengko biodatamu ta’kirimke neng kantore fpi. ketoke mereka masih mencari simpatisan yang loyal dan militan. sopo ngerti mereka berminat mengkader kowe, njuk kowe ditawari gaji luwih duwur mbangane neng eriksen, ndut

    Kroco Geddoe:::
    ooo…itu karena saya sudah sarjana
    *dihajar mahasiswa*

    danalingga:::
    saya juga heran kenapa dia ndak mau mengasuh program ketik reg spasi primbon itu?

    lambrtz:::
    itu koleksiku ta’peruntukkan demi kemaslahatan ummat, djo

    M Shodiq Mustika:::
    jangan sedih, pak. kita coba lagi di kesempatan berikutnya D

    guh:::
    ooo…iya, oom. soalnya fpi kan punya pentungan kasti. makanya nyeremin

    Sugeng Rianto:::
    insya allah, kalo memang demikian, sampeyan bakal mati sebagai syuhada

    Gun:::
    lho, ini sudah sabar lho. kalo ndak sabar, mereka sudah ta’datengin terus ta’pukulin satu-satu. yah, untunglah saya ini orangnya sabar banget… apa boleh buat, namanya juga lagi puasa…

    bundanya Naila:::
    kata temen saya, mbak, manusia yang otaknya di dengkul itu proses kerja otaknya bakal jauh lebih lambat ketimbang manusia yang otaknya di kepala

    Ojat:::
    seharusnya sudah nggak aneh lagi, kang. soale bukannya sudah biasa? yang terlalu sering terjadi itu bukannya nggak bisa dibilang sebagai suatu keanehan lagi? huehehe

    By Yang Punya Diary on Sep 8, 2008

  18. Gua heran deh..FPI itu gak da kerjaan ya?

    By theazmiwings on Sep 8, 2008

  19. Astaga.. *pingsan*

    Konon Tuhan Nazieb berfirman
    “Hai orang-orang yang berpuasa, hormatilah orang-orang yang tidak berpuasa dengan berhenti menyuruh mereka menghormatimu”

    *spam terselubung*

    By Nazieb on Sep 8, 2008

  20. Bravo Joe….!!!!

    Selamat menjalankan ibadah puasa buat rekan2 muslim, jangan lupa jaga kedamaian.. -)

    By wira on Sep 8, 2008

  21. Weits!

    Daripada suruh nutup warung, kenapa nggak suruh dikasih tirai. Di Surabaya dan Jakarta cuman ditutup tirai kok.

    Orang Islam tidak perlu tergoda, dan orang yang mau makan dan buka warung tidak perlu menggoda (entah sengaja atau tidak).

    Jadi aneh liat foodcourt dan kantin makan di bawah ditutupin tirai semua.

    Tapi FPI emang berlebihan. Bubarkan saja!

    By dnial on Sep 8, 2008

  22. Wah, mau kasih komen yang agak panas, lagi puasa nih… Jadi, komennya ditunda aja lah..

    By Pras on Sep 8, 2008

  23. Daripada nutup rumah makan, lebih baik suruh mereka nutupin mBak-mBak yang pakaiannya sembarangan aja deh….

    Aku lebih ngiler lihat mBak-mBak itu daripada lihat paha ayam goreng…

    By chiell on Sep 8, 2008

  24. mungkin warung2 yg di-sweeping gak pake penutup ato tirai sehingga org2 yg lg maem kliatan, jd-nya kan menggoda iman, bung joe )
    ato warung2 itu jg ngejual miras ato minuman alkohol D

    By toim on Sep 8, 2008

  25. theazmiwings:::
    lho, bukannya kerjaannya mereka itu memang kayak gitu: bikin orang lain kesel P

    Nazieb:::
    hooo…hohoho…saya setuju sama situ. tumben ndak terlalu ngawur lagi komennya D

    wira:::
    terima kasih )

    dnial, toim:::
    ndak usah dikasih tirai pun, kalo saya, kayaknya – insya allah – juga nggak bakal membatalkan puasa gara2 hal macam gitu ;)

    tapi ya entah ya kalo oknum2 dari fpi itu daya tahannya terhadap godaan memang lemah banget, hahaha. jadinya mereka ngotot minta warung makan pada ditutupin.

    lagian, sebenernya, sejujurnya, saya ngerasa puasa di jokja itu terlalu mudah. nggak seseru waktu di bali. ladang pahalanya di sini sempit

    Pras:::
    ta’tunggu, pras

    chiell:::
    gini, chiell…kapan2 kamu ta’ajak jalan2 ke pantai kuta pas ramadhan, deh, gyahahaha

    By Yang Punya Diary on Sep 8, 2008

  26. Yang penting sih warungnya walo buka tapi depannya ditutup….

    By Nugraha Fadhil on Sep 8, 2008

  27. lho, memangnya ibadah puasa kita ada dipengaruhi dengan buka-tutupnya sebuah warung makan? ;)

    By Yang Punya Diary on Sep 8, 2008

  28. untung warung kopi (warkop DKI) dah bubar *ga nyambung mode

    99% agree wit yu joe..

    By yudi on Sep 8, 2008

  29. hehehe, mas joe..
    begitulah jika puasa memang sekedar menahan lapar dan haus. rumah makan ya harus tutup D jauh ya dari makna puasa menahan hawa.. hawa nafsu? D

    saya titip ini yaa :
    http://mualafmenggugat.wordpress.com/2008/09/05/islamku-indie-label/

    dan ini :
    http://mualafmenggugat.wordpress.com/2008/09/08/mandiri-dalam-bersyariat/

    makasih ya mas joe baik. D

    By mualafmenggugat on Sep 8, 2008

  30. btw, mas joe.. tulisan ini boleh dikutip di blog saya ya. pliss.. makasih )
    demi sesama blogger bersaudara. boleh toh? hehehe maksa D

    By mualafmenggugat on Sep 8, 2008

  31. Kurang introspeksi diri?

    Ngapain juga introspeksi diri wong jelas bakal masuk surga P

    La yang simpatisan IDF kok ga ada ya?
    Joe mendingan kamu ngeflame di blog mereka deh biar penonton seneng D

    *dilempar pizza*

    BTW sepertinya para muslim di sini baik2 saja dengan BANYAKnya gerai makanan yang terbuka…
    Ibu-ibu berjilbab yang bekerja di kantin kami maupun di restoran di mall masih menjual dagangannya…
    Menurutku perbuatan seperti ini yang justru layak mendapat pahala…

    OK tepuk tangan 100000 kali buat mereka!!!

    By lambrtz on Sep 8, 2008

  32. salah kalok penafsirannya “hormatilah orang yang berpuasa” justru seharusnya “hormatilah orang yang tidak berpuasa” seenggaknya *dikalangan muslim* yang gak puasa lebih sedikit dari pada yang berpuasa….

    By abeeayang™ on Sep 8, 2008

  33. waduh FPI ..masih mode sweeping kayak gituan ya..
    nasibmu Indonesia, hambat hukum juga diam saja melihat aksi anarkis seperti itu..

    By iman brotoseno on Sep 8, 2008

  34. FPI mungkin isinya preman doank kali ya…. Kata pemimpinnya pukul trus pukul, bunuh ya bunuh.
    Benar-benar tidak tahu adab amar ma’ruf nahi munkar mungkin! apa perlu gak cuma ketuanya aja yang ditangkap?

    By muhammad ilham on Sep 8, 2008

  35. Buset dah~
    Mereka ni kayaknya dah gk ada niat berbuat kebaikan tapi memang dalam hatinya pengen rusuh…

    By Aday on Sep 8, 2008

  36. untung bonbin aman2 saja.

    met puasa yo bro

    By ocha on Sep 9, 2008

  37. Bingung juga ya ama FPI ini….

    By riky on Sep 10, 2008

  38. walah.. orang2 FPI kok tambah ndak mutu banget yow?

    By moa on Sep 10, 2008

  39. sudah baca beritanya secara komplit mas??
    jangan sampai terpengaruh sama media…
    jangan sampai otak terus terdikte…
    cmiiw…

    By faisal dwiyana on Sep 11, 2008

  40. maz Gustomi ki, puasa ora yo??

    By aladin on Sep 11, 2008

  41. Oo iya…saya juga jadi inget tulisannya mas joe ini kalau ga salah judulnya “jalan panjang menjadi bajingan” (maaf kalo salah). Ternyata saya baru sedikit mengerti maksud tulisannya..hehe payah banget yah saya….Jadi sepertinya mas Joe ini ga mau jadi seperti FPI . Di cap beriman tinggi, jauh dari kemungkaran, rajin shalat malam apalagi shalat lima waktu. Tapi begitu melakukan sesuatu yg ga sejalan dengan pandangan orang lain atau yg ganjil menurut penilaian orang banyak maka langsung, dihujat, diinterogasi polisi, di caci-maki “bah.!! orang macam apa kau ini joe, kau bilang kau orang sholeh, rajin sholat, puasa, kemana-mana pakai gamis pulak, tapi kenapa kau obrak-abrik lapo2 kami, kenapa kau tutup itu panti2 pijat, kenapa kau pukuli itu ibu2 dan anak2″ (maaf penggunaan logat batak hanya untuk menutupi identitas mas joe sebenarnya, tak ada maksud lain)
    Tapi coba lihat jika anak buahnya Hercules yg ngamuk pasti ga akan begitu disorot….beritanya kurang heboh…media2 enggan mengulasnya berlama-lama.
    Coba kalau yg menutup lokalisasi sarkem itu adalah warga sekitar di bantu pedagang2 di sepanjang malioboro pasti ga heboh2 banget deh…tapi kalau yg menutup itu FPI atau ormas2 keagamaan pasti ini langsung jadi berita nasional di blow-up dan dibahas sampai berhari-hari sampai masuk infotainment segala.
    Ahh…saya hanya bisa mengeluh sambil menutup hidung..”betapa busuknya pers di negri kita”

    salam kenal mas joe

    By riky on Sep 11, 2008

  42. yudi:::
    ha? yang 1% kamu kemanakan?

    mualafmenggugat:::
    yayaya, boleh2. silakan D

    lambrtz:::
    nggak ada? apa bole buat djo, emangnya mereka ngerti internet? kakakaka

    abeeayang™:::
    bole juga kayak gitu kok )

    iman brotoseno:::
    kata mas guh, beking mereka kuat, mas iman, hohoho

    muhammad ilham:::
    bukan preman, ham. mereka semua atlit baseball

    Aday:::
    niatnya baik kok day. biar puasanya lancar, meskipun jadinya malah keliatan manja banget

    ocha:::
    gembiraloka?

    riky:::
    hahaha, masalahnya, apa anak buahnya hercules pernah ngamuk? lagipula, kenapa disorot dan diblow-up, menurut saya ya gara-gara apa yang dijadikan obyek penutupan sama mereka (dalam tulisan saya ini) itu kontroversial; memangnya ada dalil yang melarang rumah makan buka selama puasa? dan, apa boleh buat, 1 lagi penyebabnya: karena agama adalah isu yang sensitif D

    moa:::
    ‘tambah ndak mutu’? memangnya selama ini pernah ada mutunya?

    faisal dwiyana:::
    hohoho, untuk hal2 lain bolehlah dicek ulang. tapi kalo untuk hal yang sebodoh di atas, apa boleh buat, aku merelakan diriku terpengaruh. soale mau didebat bagaimana pun, minta rumah makan ditutup selama bulan puasa, menurutku itu cuma perbuatan egois dan manja D

    aladin:::
    puasa. haqqul yakin! justru karena dia puasa itulah makanya dia minta rumah makan ditutup. soalnya dia khawatir kalo puasanya bakal batal gara2 tergoda ngeliat pameran makanan di rumah makan

    By Yang Punya Diary on Sep 11, 2008

  43. penyampain gagasan yang elegan. hmm… gimana ya caranya..?

    By dodo on Sep 11, 2008

  44. “menurut saya ya gara-gara apa yang dijadikan obyek penutupan sama mereka (dalam tulisan saya ini) itu kontroversial; memangnya ada dalil yang melarang rumah makan buka selama puasa?”

    Ya..ya..ya…itu belum pernah saya baca dalilnya yang persis membahas tentang ga boleh jualan makanan di bulan Ramadhan. Tapi kalau mau mencocok-cocok kan…comot sana comot sini pastilah nanti jadi juga dalilnya. Nah..kadang cara mengartikan sebuah dalil tsb ke-keadaan masa kini berbeda-beda. Ini ga salah, setiap ulama punya hak untuk itu kalau ga salah istilahnya ithbat.
    Untuk kasus FPI ini mungkin saja habib2 mereka punya ithbat bahwa berjualan makanan di bulan ramadhan itu tidak boleh. Lalu apakah ini salah?…saya juga ga bisa jawab secara saya ini bukan ulama. ..di mata temen2 saya aja saya ini dianggap perusak moral kok…hehe.
    Nah keyakinan mereka inilah yg membuat mereka bergerak untuk melakukan tindak2an seperti itu. Kalau udah soal keyakinan agak susah sepertinya untuk di otak-atik seperti mas Joe begitu yakin atas pendapat mas Joe bukan? pastilah akan dipertahankan mati2an.
    Nah disini lah timbul gesekannya. “Gerakan” mereka yg dilandasi keyakinan yg kuat tsb celakanya bertentangan dgn keyakinan orang lain (celakanya lagi bukan dgn 1 atau 2 orang tapi jutaan orang di negri ini). Lalu seperti biasa FPI menjadi salah dimata jutaan orang tsb dan menjadi duit dimata media yg langsung membahas sampai mulutnya berbuih-buih. Karena selama ini gerakan mereka telah di kenal bernafaskan agama maka tindakan mereka yg “dianggap salah” tsb akan dicaci dimaki. Selanjutnya sudah bisa ditebak…anggotanya ditangkepin, dan jutaan orang menuntut agar FPI dibubarkan.
    Tapi di mata FPI sendiri malah jutaan orang di negri ini (termasuk saya atau mungkin mas Joe) adalah pihak yg salah. Adalah pihak yg membela kebathilan…maka sesuai dgn (lagi-lagi) keyakinan mereka bahwa semua kebathilan beserta pendukungnya harus di tumpas…kalau nanti saya di pentung FPI gara2 koment ini saya akan protes ama mas Joe….bisa jadi saya balas mentung sampeyan juga…hehe…mas Joe ga bisa protes…ini keyakinan saya loh bahwa kalau saya sempat kebawa-bawa dlm polemik ini semua adalah ulah mas Joe yg nulis disini…hehe..tolol amat ya keyakinan saya ini….
    Nah…kalau begini kapan ya bisa rukun..??

    By riky on Sep 12, 2008

  45. “hahaha, masalahnya, apa anak buahnya hercules pernah ngamuk”

    Nah untuk yg ini ada mas. Tapi bukan anak buahnya Hercules. Beberapa hari yg lalu saya sempat nonton beritanya di Tipi pagi2 dalam perjalan ke kantor. Belasan anggota PP (Pemuda Pancasila) menyantroni warung2 makan non muslim di kampung Cina di kota padang. Mereka meminta warung2 tsb juga di tutup selama bulan ramadhan. Karena himbauan penutupan warung2 makan selama bulan puasa oleh pemerintah kota hanya khusus untuk pengusaha warung makan yg Muslim saja. Sepertinya ada semacam kecemburuan.
    Anggota2 PP ini masuk ke tiap warung makan non muslim tsb sambil memperingati mereka untuk menutup warung selama bulan puasa. Jika tidak diindahkan maka mereka akan mengambil tindakan tegas.
    Tapi kok aneh ya…Media cuma membahasnya segitu doank…tdk seperti membahas FPI. Padahal kurang terkenal apa sih PP itu?

    By riky on Sep 12, 2008

  46. wah akeh tenan… males mocone mas…
    wah sebenernya jualan itu kan mencari rezki… kok malah di obrak abrik…
    wah nyekakke rejekine orang itu berdosa je…

    By amru on Sep 12, 2008

  47. Kalo yg sweeping adalah satpol PP dengan dukungan Perda dan Surat Edaran Walikota gimana Joe? Mana yang lebih seru? Kek yang ditempatku itu loh

    By CY on Sep 12, 2008

  48. wakakakaa
    Mmm, no offense deh
    tapi emang dari dulu FPI kayak gitu.
    heheheee

    By tito on Sep 12, 2008

  49. dodo:::
    gagasan yang mana?

    riky:::

    Ya..ya..ya…itu belum pernah saya baca dalilnya yang persis membahas tentang ga boleh jualan makanan di bulan Ramadhan. Tapi kalau mau mencocok-cocok kan…comot sana comot sini pastilah nanti jadi juga dalilnya. Nah..kadang cara mengartikan sebuah dalil tsb ke-keadaan masa kini berbeda-beda. Ini ga salah, setiap ulama punya hak untuk itu kalau ga salah istilahnya ithbat.
    Untuk kasus FPI ini mungkin saja habib2 mereka punya ithbat bahwa berjualan makanan di bulan ramadhan itu tidak boleh. Lalu apakah ini salah?…saya juga ga bisa jawab secara saya ini bukan ulama. ..di mata temen2 saya aja saya ini dianggap perusak moral kok…hehe.
    Nah keyakinan mereka inilah yg membuat mereka bergerak untuk melakukan tindak2an seperti itu. Kalau udah soal keyakinan agak susah sepertinya untuk di otak-atik seperti mas Joe begitu yakin atas pendapat mas Joe bukan? pastilah akan dipertahankan mati2an.
    Nah disini lah timbul gesekannya.

    ndak saya pungkiri, sih, kalo itu. bahkan tiap individu pun berhak punya ijtihadnya sendiri-sendiri kok – yang tentunya kekuatan hukum(islam)nya otomatis dianggap paling lemah. cuma, dalam konteks tulisan saya, yang pertama disebut kalo penutupan warung makan itu awalnya cuma himbauan aja (mas gustomi sendiri yang bilang – merujuk pada artikel di korannya – kalo dia cuma sekedar mengharapkan). tapi kok lama2 jadi meningkat ke pemaksaan, padahal awalnya pun hukumnya sudah terkesan tidak wajib karena nyatanya memang sekedar mengharapkan (baik itu bagi pemilik warung yang muslim apalagi yang bukan muslim). dari sini saya beranggapan bahwa argumen fpi sejak awal memang sudah tidak valid. bahasa gampangnya: minta tolong kok maksa, pake ngancem lagi?

    “Gerakan” mereka yg dilandasi keyakinan yg kuat tsb celakanya bertentangan dgn keyakinan orang lain (celakanya lagi bukan dgn 1 atau 2 orang tapi jutaan orang di negri ini). Lalu seperti biasa FPI menjadi salah dimata jutaan orang tsb dan menjadi duit dimata media yg langsung membahas sampai mulutnya berbuih-buih. Karena selama ini gerakan mereka telah di kenal bernafaskan agama maka tindakan mereka yg “dianggap salah” tsb akan dicaci dimaki. Selanjutnya sudah bisa ditebak…anggotanya ditangkepin, dan jutaan orang menuntut agar FPI dibubarkan.

    ahaha, memang, berita yang laku adalah berita yang kontroversial. hukum kapitalisme berperan dalam hal ini. lagi2 itu tidak saya pungkiri. itu dia, kasusnya adalah fpi membawa2 nama agama, dan disitulah letak nilai kontroversialnya.

    Tapi di mata FPI sendiri malah jutaan orang di negri ini (termasuk saya atau mungkin mas Joe) adalah pihak yg salah. Adalah pihak yg membela kebathilan…maka sesuai dgn (lagi-lagi) keyakinan mereka bahwa semua kebathilan beserta pendukungnya harus di tumpas…kalau nanti saya di pentung FPI gara2 koment ini saya akan protes ama mas Joe….bisa jadi saya balas mentung sampeyan juga…hehe…mas Joe ga bisa protes…ini keyakinan saya loh bahwa kalau saya sempat kebawa-bawa dlm polemik ini semua adalah ulah mas Joe yg nulis disini…hehe..tolol amat ya keyakinan saya ini….
    Nah…kalau begini kapan ya bisa rukun..??

    apa boleh buat, saya terpaksa bertanggung jawab juga, hohoho. tapi semoga aja ndak terjadi apa-apa sama sampeyan. fpi memang jadi keliatan biang perkara. bukan apa-apa, semuanya karena solusi permasalahan umat (bukan cuma umat muslim aja lho) yang mereka tawarkan selalu terkesan egois dan tidak mengenal win-win solution. kalo saja mereka bisa bereaksi dengan lebih sejuk lagi – contohnya, zonder ancam-mengancam – saya pikir semuanya bisa sedikit lebih tentram ;)

    Nah untuk yg ini ada mas. Tapi bukan anak buahnya Hercules. Beberapa hari yg lalu saya sempat nonton beritanya di Tipi pagi2 dalam perjalan ke kantor. Belasan anggota PP (Pemuda Pancasila) menyantroni warung2 makan non muslim di kampung Cina di kota padang. Mereka meminta warung2 tsb juga di tutup selama bulan ramadhan. Karena himbauan penutupan warung2 makan selama bulan puasa oleh pemerintah kota hanya khusus untuk pengusaha warung makan yg Muslim saja. Sepertinya ada semacam kecemburuan.
    Anggota2 PP ini masuk ke tiap warung makan non muslim tsb sambil memperingati mereka untuk menutup warung selama bulan puasa. Jika tidak diindahkan maka mereka akan mengambil tindakan tegas.
    Tapi kok aneh ya…Media cuma membahasnya segitu doank…tdk seperti membahas FPI. Padahal kurang terkenal apa sih PP itu

    yeah, itu dia, nilai kontroversialnya PP kurang menjual dibanding fpi soale. meskipun begitu saya tetap saja mengutuk tindakannya. cuma karena ketika saya menulis tentang postingan di atas itu saya baru tau tentang tindakan fpi aja, maka yang lain jadi nggak kesebut. seandainya saya juga tahu dari awal tentang kasus lainnya, pasti juga bakal saya hujat di postingan saya ini, huehe.

    intinya, saya memang menghujat tentang kemanjaan manusia-manusia yang ‘tidak ikhlas’ menghadapi cobaan saat mengerjakan ibadah puasanya

    amru:::
    kadang-kadang saya juga sebel, apa mereka nggak berpikir bakal bagaimana efek ke depannya ttg imej islam di mata non islam nantinya gara-gara tindakan mereka?

    CY:::
    manja! jelas, pamong masyarakat di tempat sampeyan itu sedang mengajari masyarakatnya untuk bersikap lembek dan manja juga egois

    tito:::
    offense juga gpp. aku dhewe yo lagek ‘nyerang’ fpi kok, dab D

    By Yang Punya Diary on Sep 13, 2008

  50. wekss….tulisannya gak berbobot, tidak membangkitkan keterpurukan umat…
    malah membuat masalah atas masalah yang ada…

    By Rudini on Sep 13, 2008

  51. lha, negatif kali negatif hasilnya apa, oom?

    By Yang Punya Diary on Sep 13, 2008

  52. humf..jd inget kata2 temenku (yang islam) kemaren

    “kaenya kalo bulan pwasa yang sengsara justru yang gak pwasa” -komen buwat daerah regional yogya&bandung

    emangnya orang pwasa sengsara yak?

    *sambil mikir besok nyari makan siang dimana yak? KFC sih pasti buka, McD juga, apalagi PizzaHut, dompetku aja yang gak mau mbuka kalo nekat masuk kesana*

    btw, KFC, McD, ma PizzaHut disweeping FPI juga gak?

    By mandakriting on Sep 14, 2008

  53. Males ngomongin fpi…
    ngomongke liverpool wae yo…
    Yen liverpool mesti berkembang dan maju…
    Yen fpi kan malah mundur tur ngono2 wae…
    piye dab?

    YNWA…
    for you! not for fpi!

    ahahahhahaha….

    By tambenk on Sep 14, 2008

  54. “yeah, itu dia, nilai kontroversialnya PP kurang menjual dibanding fpi soale. meskipun begitu saya tetap saja mengutuk tindakannya. cuma karena ketika saya menulis tentang postingan di atas itu saya baru tau tentang tindakan fpi aja, maka yang lain jadi nggak kesebut. seandainya saya juga tahu dari awal tentang kasus lainnya, pasti juga bakal saya hujat di postingan saya ini, huehe.”

    Ok deh mas joe, semoga blog nya mas joe ini ga akan menjadi seperti media2 press yg udah terkenal saat ini. Yang hanya menurunkan berita hanya berasaskan untung rugi bukan keadilan dan objectivitas. Kalau tentang FPI saja (yg jelas2 udah ngetop) mas joe rela untuk study literatur dan mungkin juga wawancara demi melahirkan tulisan ini saya yakin untuk menulis tentang tindakan segelintir oknum Pemuda Pancasila yg aneh tsb ga akan terlalu sulit buat mas joe. Memang benar mungkin trafik kunjungannya ga akan sebanyak tulisan tentang “gadis berjilbab…”, “FPI ….”, atau judul2 kontroversial lainnya…hehe
    Saya akan setia membaca apaupun tulisan mas joe..
    ;)

    By riky on Sep 15, 2008

  55. Saya tersentil oleh satu komentar yang saya kutip dari kaskus ini:

    klo anda minta orang lain menghargai puasa anda, lebih baik anda tidak usah puasa. karena anda telah mengharap yg lain selain ridho Allah..

    Gimana menurut mas Joe?

    By Catshade on Sep 16, 2008

  56. Waduh…bagaimana ya??? saya tetep pro FPI nih…tapi emang caranya saya yg setuju. Tapi intinya saya tetep pro FPI…kapan ya FPI bukaan volunteer??? Klo suatu saat baca di SINDO, saya kasih tahu John

    By faizal on Sep 16, 2008

  57. Kenapa kami nggak protes? Simpel, karena kami berdua bukan FPI!

    Hush! Ga semua anggota FPI puasa tauk! Ga semua anggota FPI hobi protes Pak…  

    Ehehehe, iya. FPI mungkin memang benar benar anak kecil yang ga mau mainannya dikasih pinjam sama teman, nyalinya juga kecil. karena beraninya cuma waktu keroyokan

    By Fortynine on Sep 17, 2008

  58. audzibillah himinjalik……miris liat bangsa kita ini yang namanya indonesia…..yang katanya sopan ,toleran,ramah tamah,pemaaf….ternyata……huuhhhh sulit dikatakan dengan kata-kata laen kecuali prexx…kayak bunyi celana sobek atau,,,kentut yang ketahan celana jean botol..abis sempit seh….
    FPI…Front Pembela Iblis……itu baru bener…saya sebagai muslim dari mulai bayi merah sampe sekarang ga merasa sedikitpunt ter”bela”.Kelakuan teman kita ini memang sangat memalukan dan pengecut…bener sampeyan mas kalo berani…mbok ya disemua daerah fpi bergerak sampe keDenpasar….Manado…atau keJayapura….Singkawang yang mayoritas penduduknya keturunan tionghoa. apa yang dilakukan mencoreng nama Indonesia dimata internasional…mereka ga tahu apa….bahwa kategori yang dilakukan fpi adalah…teroris..menebar teror…kao tebar terong seh boleh aja apa lagi digoreng dan disambelin…….top abis da tuh. Saya pernah hampir menjadi korban “keganasan” fpi dijakarta empat tahun lalu…pada saat “gerombolan” fpi ini sweeping didaerah kemang jakarta selatan wilayah yang banyak cafenya dan tempat hiburan malamnya. Pas malem itu saya bantu temen dekor karena besoknya mo nikah….pas lewat kemang raya mobil saya dicegat dan disuruh keluar..bener-bener deh kayak orang bego satu mobil keluar semua dan mobil kita digeledah…..trus ya karena ga ada apa-apa yg mereka cari akhirnya kami selamat…terus malem itu polisinya pada kemana..wah wes…polisinya pada dikebiri tititnya eh sori nyalinya…..sehingga mereka bisa leluasa ngobrak-abrik cafe disepanjang jalan kemang raya…….masya Allah…..saya jadi mikir inikah islam….ajaran yang kuyakini akan membawaku kesorga kelak…..keras dan brutal…..tapi aku sadar mereka bukan islam tapi iblis…..1000X ditambah…1000X lagi deh…..matilah fpi…front pembela iblis bukan diramadhan iblis diikat oleh Allah….tapi ya mungkin ini iblis varietas baru yang tahan pestisida….

    By dodojrenx on Sep 17, 2008

  59. Lho..lho..lhooo…..
    kok sekarang jd terbayang dalam otakku, FPI itu seperti mafia yang pake peci, bawa sajadah kemana2, tp tetep ngantongin golok dan pistol… hahahaha…kayak dipilem2 triad hongkong gitu….

    By Anakayamnyasar on Sep 17, 2008

  60. Wah makin banyak yang ga suka FPI nih…waduh gawat. Soalnya saya sendirian yang pencinta FPI. Baithewe…sebaiknya untuk menilai sesuatu harus ada analisis mendalam. Saia kira FPI orang yang tahu agama. Kalau saya pikir2, dasar mereka melakukan penutupan warung makan atas dalil dari hadits Rosul yang intinya : “Cukuplah dianggap dzolim atas muslim apabila ia makan di depan saudaranya yang berpuasa”. Itu menurutku lo. Karena semua orang ga bisa nangkep maksud FPI, saya jadi makin jatuh cinta ma mereka. Tapi di lain sisi saya sedih karena umat muslim sendiri ga tahu kalau mereka diinjak-injak.

    By faizal on Sep 17, 2008

  61. Mas Faizal, yang nginjak2 islam itu orang muslim sendiri.Mana ada yang berani sama muslim yang arogan . Meski ajarannya membawa kedamaian tapi relitanya ….,.?Dengarlah ini: iman tanpa perbuatan adalah mati. Jadi FPI itu sudah mati sebelum mati.

    By rudi on Sep 17, 2008

  62. Hmmm…Lucu mas joe ki, mencoba mengubah pola pikir FPI dengan mengkritik mereka di bog. Kalo kata salah seorang rekan saya,di dunia ini manusia diciptakan dengan berbagai tipe. Begitu juga umat muslim. Bahkan para sahabat. Kalau ga salah nangkep lo mas, kayaknya tujuan posting ini untuk menyadarkan para FPI mania bahwa what they do sebenernya salah, menurut satu sudut pandang. But, the truth is, mereka juga punya satu sudut pandang yang membenarkan bahwa yang mereka lakukan adalah benar. Mungkin salah satunya adalah sudut pandang mas faizal..yang comment di atas.hehe tak dukung sampean mas, apalagi kalo ada yang ga memberikan toleransi untuk pendapat2 FPI di sini, toh berarti sama aja dengan FPI yang ga toleransi dengan pendapat umat2 muslim yang merasa resah terhadap keberadaan FPI (loh..ndukung sopo iki aku??hehehe)
    So wut im gonna say is..FPI is part of system that consist of people who like to take action. N mas joe also part of system that consist of person who like to think n share idea. Both great. Aku salute dengan aksi FPI (walau ga semua), mereka bener-bener berani turun ke jalan untuk memberantas hal-hal yang (menurut mereka) pantas diberantas. “Perbedaan antara keberanian dengan kekurangperhitungan itu setipis perbedaan antara penuh perhitungan dengan pengecut.” Di satu sisi orang yang terlalu berani melakukan sesuatu bisa dianggap kurang perhitungan, anak kecil, belum dewasa, mikire cendhek, lan sak piturute. Disisi lain orang yang bijaksana, penuh pertimbangan, tidak grusa-grusu, sabar, mikire dhowo, sering sekali dianggep pengecut. So which way you choose?? U decide..

    Afterall, we already have a lot of fight my brother, why dont we try to make a peace. Mumpung bulan puasa, Yuk sama-sama menebar perdamaian di muka bumi yang indah ini.

    By sangindra on Sep 20, 2008

  63. huwalaaaahhhh….udah FPI dicariin produser aja yang mau mbayarin jadi artis…banci tampil gitu….mbok ya sampeyan ke Palestina aja, ikut jihad, mentungi Israel bakal jauh lebih berpahala tinimbang mentungi wong dodolan warung pas ramadhan…..
    puasa aja diurusin, lah wong udah jelas kalo ibadah puasa itu ibadah yang menahan nafsu, ya mbok ya’o disimpen juga nafsu sampeyan yang ngerasa jadi yang paling bener, nafsu sampeyan yang ngerasa paling tau tentang Islam, nafsu sampeyan yang pengen jadi populer dengan pake embel2 Islam…..
    apa kalo warung ditutup puasa jadi lebih khusuk, lebih ikhlas????wong yang bisa nilai kualitas puasa kita itu cuma Gusti Allah bukan sampeyan……

    By mr_anto on Sep 20, 2008

  64. mandakriting:::
    ndak kok. saya nyatanya ndak ngerasa sengsara D

    tambenk:::
    masih awal musim ini, belum seru. besok aja ngomonginnya pas udah masuk fase 2 liga champion, hohoho

    riky:::
    wah, gimana ya…
    anu…sebenernya ini semua ngalir aja. saya nggak menyengajakan diri untuk nulis tentang fpi. cuma gara2 kebetulan di rumah langganan sindo dan pas itu ada beritanya tentang fpi terus saya kesal, maka jadilah tulisan ini. jadi kalo harus ngadain studi literatur atau nyari bahan ke sana-sini, jujur saya akui kalo saya sangat malas melakukan hal itu. saya cuma menulis dengan spontan aja kok P

    Catshade:::
    kalo gitu, lebih baik saya woro2 ke semua orang kalo saya lagi puasa, tapi pas di rumah, pas ndak diliat orang, saya nyeruput es teh yang ta’simpen dalam kulkas sambil nyedot djarum super kenceng2

    faizal:::
    anu, zal, aku setuju kalo semuanya memang butuh analisis yang dalam; tentang apa alasan-alasan fpi melakukan aksinya. cuma saja, kalo kita flashback sedikit ke jaman kita mahasiswa (hohoho!) mungkin kita bakal inget tentang bagemana ekspektasi orang2 awam yang nggak tahu apa-apa tentang kuliah kita terhadap kemampuan kita: “yang saya tau kamu itu kuliah komputer, jadi kalo ada masalah apapun dengan komputer ya itu memang tugasnya kamu.”

    (teringat disuruh ndandani printer yang rusak )

    makanya juga, zal, orang-orang yang bukan islam bisa saja mereka jadi punya pendapat: “yang saya tau fpi itu kerjaannya anarkis, dan mereka membawa nama islam. jadi menurut saya ya jgn disalahkan kalo saya beranggapan memang seperti itulah ajaran islam.” makanya nggak heran juga kalo di luar sana islam dicap sebagai teroris gara2 seorang osama bin laden mengaku bertanggung jawab atas tragedi 11 september. pantes aja islam dikutukin sama mereka, wong bisa mbikin orang hidup berubah jadi mayat kok malah gembira?

    jadi, ya orang2 macam mereka itu yang aku nggak suka. nyonthong dan eksyen seolah2 tidak mempertimbangkan cap apa yang bakal ditimpakan kepada islam pada umumnya dari dunia di luar islam dengan tindakan brutal ala mereka itu. buatku, mereka sama saja dengan menidak-nyamankan sodara2 seimannya. well, mungkin videovideo yang ini bisa jadi pertimbangan juga, zal, kenapa islam – khususnya gara-gara fpi – dicap sebagai agama yang brutal sama mereka yang di luar islam.

    Fortynine:::
    ga semua hobi protes? tapi memang jago kandang kan? hahahaha

    dodojrenx:::
    saya turut berduka cita, mas

    Anakayamnyasar:::
    triad hongkong lebih keren. setidaknya ada film2 tentang mereka yang bertebaran, dan infernal affairnya andy lau sama tony leung adalah favorit saya. lha kalo fpi, apa ada film tentang mereka?

    sangindra:::

    Hmmm…Lucu mas joe ki, mencoba mengubah pola pikir FPI dengan mengkritik mereka di bog. Kalo kata salah seorang rekan saya,di dunia ini manusia diciptakan dengan berbagai tipe. Begitu juga umat muslim. Bahkan para sahabat. Kalau ga salah nangkep lo mas, kayaknya tujuan posting ini untuk menyadarkan para FPI mania bahwa what they do sebenernya salah, menurut satu sudut pandang.

    lho, memang. dari awal kayaknya aku juga udah bilang, ndra, kalo blogku ini isinya akan sangat pribadi. jadinya ya ndak heran kalo jadi sangat subyektif. yang aku tulis di sini semua memang cuma dari sudut pandangku. yeah, daripada uneg2ku semuanya kubiarkan mendekam dalam otak, kan?

    But, the truth is, mereka juga punya satu sudut pandang yang membenarkan bahwa yang mereka lakukan adalah benar. Mungkin salah satunya adalah sudut pandang mas faizal

    menurut mas gustomi, fpi juga bertindak membela islam. tapi menurut aku nggak, ndra. makanya lahirlah tulisan ini. sekali lagi, ini perkara subyektifitas. dan memang itu tujuanku ngeblog. soale kalo aku terlihat berusaha obyektif dan netral, ah, emosi seorang satrianto-nya jadi nggak keliatan

    apalagi kalo ada yang ga memberikan toleransi untuk pendapat2 FPI di sini, toh berarti sama aja dengan FPI yang ga toleransi dengan pendapat umat2 muslim yang merasa resah terhadap keberadaan FPI (loh..ndukung sopo iki aku??hehehe)

    anu, perkara toleransi, aku sendiri cuma bisa menoleransi perbuatan orang2 di sekitarku apabila mereka memang tidak merugikan siapa-siapa. kalo tindakan yang merugikan orang lain, walaupun atas nama kebebasan berpendapat, aku sendiri sampe sekarang tetap nggak bisa menoleransi hal2 yang macam itu; ada saat di mana suatu hal memang bisa ditoleransi, dan ada saatnya yang sebaliknya juga. dan perkara fpi di atas, aku pikir yang mereka lakukan bukanlah sesuatu yang layak ditolerir lagi. sudah merugikan orang lain yang nggak bersalah soale. okelah, aku bisa maklum ketika mereka memberantas tempat (yang katanya) maksiat. tapi kalo nutupin warung makan? oho, memangnya makan itu sesuatu yang bisa dikategorikan sebagai maksiat, sedangkan orang islam sendiri pun tetap ada yang tidak berpuasa di bulan ramadhan dengan alasan2 tertentu? bayangkan saja kalo aksi fpi itu berjalan lancar, ah, kayaknya kok mereka jadi malah menyiksa sodara2 seimannya sendiri.

    So wut im gonna say is..FPI is part of system that consist of people who like to take action. N mas joe also part of system that consist of person who like to think n share idea. Both great. Aku salute dengan aksi FPI (walau ga semua), mereka bener-bener berani turun ke jalan untuk memberantas hal-hal yang (menurut mereka) pantas diberantas.

    entah kenapa, ndra, khusus perkara yang kutulis, aku masih yakin kalo mereka (semoga memang cuma) lupa memperhitungkan kondisi sodara2 seimannya yang lain yang mungkin tidak ikutan puasa di bulan ramadhan (uzur, sakit, musafir, tamu bulanan. yang males nggak usah diitung). menutup akses warung-warung makan itu sepertinya justru bakal semakin mempertegas kebodohan mereka D

    “Perbedaan antara keberanian dengan kekurangperhitungan itu setipis perbedaan antara penuh perhitungan dengan pengecut.” Di satu sisi orang yang terlalu berani melakukan sesuatu bisa dianggap kurang perhitungan, anak kecil, belum dewasa, mikire cendhek, lan sak piturute. Disisi lain orang yang bijaksana, penuh pertimbangan, tidak grusa-grusu, sabar, mikire dhowo, sering sekali dianggep pengecut. So which way you choose?? U decide..

    aku sarankan, anak muda, pilihlah jalan di mana jumlah orang lain yang (mungkin) bakal kamu rugikan bisa diminimalisir dengan maksimal, apapun itu. karena bagemana pun juga, setidaknya kamu tidak terlalu banyak mempersulit hak-hak orang-orang di sekitarmu

    Afterall, we already have a lot of fight my brother, why dont we try to make a peace. Mumpung bulan puasa, Yuk sama-sama menebar perdamaian di muka bumi yang indah ini.

    aku juga maunya gitu, ndra. tapi aku juga nggak habis pikir aja ngeliat ada segerombolan orang yang nggak mau ngeliat orang lain hidup tenang. kitanya sudah adem2 aja, mereka masih aja nyari2 perkara, hohoho

    mr_anto:::
    ahahaha, sejujurnya, saran senada kayak sampeyan itu sudah sering lho dialamatkan kepada mereka. makanya saya heran, kuping mereka itu pada dikemanakan ya?

    By Yang Punya Diary on Sep 20, 2008

  65. om setinggan bekgron color komennya ga nyamannya banget di liat, mendingan di polos aja om,,,,, sory beri kritik

    By erickningrat on Sep 20, 2008

  66. misi mas joe numpang ngomeng….
    sebenarnya fpi ntu hati mereka udah di rasuki oleh setan… tapi setan yg mengatas namakan agama… dan sebaiknya pemerintah harus nyediain sebuah pulau buat orang yg berperangai bar-bar kayak fpi ntu… ato fpi ntu di buang aja ke papua… biar mereka bisa main pentung2an ama suku pedalaman papua…

    By takuper a.k.a boleng on Sep 20, 2008

  67. erickningrat:::
    *bingung*
    bukannya memang sudah polos, mas?

    takuper a.k.a boleng:::
    nggak mungkin itu… mana berani mereka. mereka kan cuma berani di tempat di mana islam adalah agama mayoritas penduduknya, biar kalo ada apa-apa, misalnya mereka ganti diteror sama umat agama lain dan kelabakan, harapannya timbul rasa prihatin dari sodara2 seagamanya mereka dan berebut membantu mereka. kasian sekali, ya…

    By Yang Punya Diary on Sep 20, 2008

  68. joe buatin desain logo joeee…

    By kudzi on Sep 20, 2008

  69. Biasane cepet panase??? ayo Joe..tuang bensin…

    Hmmm…akhirnya muncul yg pro FPI. Saya rasa FPI ndak salah, toh dia pasti dah memperingati sodara-sodaranya yang masih ngumbar warung di tengah-tengah muslim berpuasa. Coba dicek dulu, yang dipentungi FPI itu orang muslim ato bukan? Klo sama-sama orang muslimnya ya biarin aja. Daripada nanti dipentungi malaikat Malik…

    Bagi saya FPI cita-cita tertinggi saya…mereka berani 100% nahi mungkar…coba kita ngaca sendiri-sendiri…apa ada dari kita yang berani minimal menasehati para pembuat maksiat (ntah orang mabuk, judi, ato apalah) pasti kita takut duluan…semelang dikamplengi…padahal nahi mungkar wajib.

    By faizal on Sep 21, 2008

  70. @ Mas Joe, mampir ke blog ku yang baru dong -D

    Sejauh ini di jakarta aman2 aja, soalnya ada ancaman tembak di tempat buat hewan seperti FPI -D cuba dari dulu uda begini

    By TARZAN KOTA aka RETORIKA on Sep 22, 2008

  71. @ Faizal

    nasehati orang gimana ? maksiat versi siapa ? Belajar nggak usah ikut campur urusan orang lain aja dulu …

    By TARZAN KOTA aka RETORIKA on Sep 22, 2008

  72. Hahaha. jago kandangnya karena mungkin di kandangnya ada banyak boss yang bisa bayarin makan siang mereka setelah menggerebek warung makan. Ha ha ha

    By Fortynine on Sep 22, 2008

  73. @TARZAN KOTA aka RETORIKA
    Anda bilang belajar nggak usah ikut campur urusan orang lain. Naa…kenapa juga kita ngurusin urusan orang lain (dalam hal ini FPI)…heyo heyo heyo

    By faizal on Sep 22, 2008

  74. “wah, gimana ya…
    anu…sebenernya ini semua ngalir aja. saya nggak menyengajakan diri untuk nulis tentang fpi. cuma gara2 kebetulan di rumah langganan sindo dan pas itu ada beritanya tentang fpi terus saya kesal, maka jadilah tulisan ini. jadi kalo harus ngadain studi literatur atau nyari bahan ke sana-sini, jujur saya akui kalo saya sangat malas melakukan hal itu. saya cuma menulis dengan spontan aja kok”

    Wah …menurut saya kok ga bagus begitu ya mas…(sumpah loh ini menurut saya bukan pendapat tetangga).. Saya sadar blog ini isinya adalah uneg2/pemikiran/curhat atau apa yg ada di kepalanya mas Joe. Tapi mbok ya jangan mentah2 menelan informasi yg di tulis di media mas. Soale media kita ini busuk banget. Antek2nya kapitalis. Lihat aja ketika harian tempo memampang fotonya si Munarman lagi nyekek orang. koran tsb menulis bahwa yg di cekek si Munarman itu adalah jamaah ahmadiyah…kenyataannya kan malah anggota FPI yg mau anarkis dan di cegah oleh bosnya itu. Koran temponya sih akhirnya minta maaf…tapi oplah sdh meningkat duit udah masuk…tinggal si Munarmannya aja yg sewot dan nuntut balik…
    Ini salah satu contoh dari sekian banyak kebusukan2 media di negeri ini.
    Kita mau ga mau harus menyaring apa2 yg di tulis mereka mas…

    By riky on Sep 22, 2008

  75. Nambahin, kita ini emang niat IBADAH PUASA, jadi didalam pikiran udah ada semacam program, kalo kita nggak butuh makanan. Kecuali kalo puasanya terpaksa, ya mungkin bakal tergiur ama makanan2 di warung makan. Tapi kalo kita niat, ah, sekian puluh tahun saya dan teman2 puasa, belum pernah tuh kok pengen makan.

    FPI Sweeping ? Ah, ya memang sudah kodratnya FPI begitu -)

    By Hartadi on Sep 22, 2008

  76. aneh emang FPI itu..hobi koq sweeping, lha mbok bikin pengajian akbar opo bakti sosial gitu..

    isin ak lik

    By nyamukbingung on Sep 22, 2008

  77. “”Anda bilang belajar nggak usah ikut campur urusan orang lain. Naa…kenapa juga kita ngurusin urusan orang lain (dalam hal ini FPI)””

    Lho wong kita kan sedang ngurusin urusan kita sendiri (urusan dimana kita selalu di gerecokin oleh FPI), jadi kita sedang ngurusin diri sendiri supaya nggak perlu lagi di grecokin dan buang buang waktu buat mikirin yang namanya FPI

    ———————————————–
    kalau FPI ngamuk2 di kandangnya (entah sangkar atau di habitatnya sendiri ya silaken nggak bakalan ada yang ribut kok, termasuk mas joe.

    tapi masalahnya dia ngamuk (mungkin nyokot dan belum di vaksin rabies) di tempat umum, bukan di tempat penangkaranya,wajar lah orang pada ribut.

    saran saia, FPI itu sebaiknya di dirante kalau lagi di ajak jalan keluar pekarangan, tapi kalau di kandangya ya dilepas gapapa, soalnya mungkin fpi belum di vaksin rabies.

    nah kalau wabah rabies nular kemana mana kan semuanya yang jadi repot.

    Note : Buat para Anjing yang sudah pasti derajatnya lebih tinggi dibanding FPI dan Rizieq saia mohon maaf menjadikan mereka sebagai contoh

    By TARZAN KOTA aka RETORIKA on Sep 23, 2008

  78. yah udah telat mau komen, dah tanggal 23 gini… perasaan aku ga pernah liat ada toko tutup siang2 di jogja mas joe.. pada buka dengan santainya kok, atau jangan2 bang gustomi dah ralat omongannya pas awal baca postingan ini… hahaha… bang joe, ada topik hangat tentang PR (pekerjaan rumah), mampir ke blog arief ya… ada PR buat mu
    *internetmurahdantransparansayangalatnyamahal

    By awik on Sep 23, 2008

  79. Kalau kayak gini justifikasinya, acara kuliner sama demo masak di TV itu terus nasibnya gimana ya? Pentungi aja tivinya biar pecah sekalian… Nggak ngormatin orang lagi puasa aja…

    By mampir ngombe on Sep 24, 2008

  80. Bismillah *mudah2an biar berkah, kan katanya tiap yang tidak bermula dengan bismillah, terputus keberkatannya*
    Assalaamu’alaikum

    Secara singkat, saya bisa setuju dengan sangindra, bramantyo, riky dan faizal di atas, karena…

    0. Al-Habib Mohammad Rizieq bin Husein Syihab itu bukan orang sembarangan. Beliau hapal quran, sholat malemnya gak putus, waktu kuliah kerjaannya baca sama ke perpus. Kalau mau disebut munafik, kayaknya enggak. Karena salah satu sifat orang munafik “kalau kamu melihat mereka berdiri untuk sholat, kamu melihat mereka melakukannya dengan malas”. Kalau Anda baca profilnya di Tempo (saya lupa edisi kapan, tapi pas berita utamanya insiden monas), insya Allah Anda akan sedikit tercerahkan dengan profil beliau. Bayangkan, saya kasih contoh media yang jelas2 kontra ma FPI.

    1. FPI bukan organisasi sembarangan. Di samping masanya yang berjumlah minimal 15 juta orang (katanya Gatra), FPI lahir dan didirikan di lingkungan Betawi. Orang Betawi terkenal agamanya sip. Tanya saja tetangga kiri kanannya (kalau Anda mau dapet pinjeman kredit dari Bank Muamalat, tetangga Anda akan disatroni petugas Bank, untuk tahu orang macam apa Anda itu, layak tidak dapet pinjeman kredit?), apa mereka pernah punya masalah?

    2. Kita ini bukan siapa-siapa. Kita harus sadari bahwa ilmu agama kita masih cetek, sholat jamaah di masjid masih tergantung mood, ngaji belum lancar, sedekah pelit, dan sholat malam baru ketika bulan puasa tiba atau pas keinginan dunia lagi banyak2nya. Kalau dibanding dengan ulama, kita ini ibarat bromocorah. Saya bukan bilang bahwa blogger itu nggak pantes untuk mengemukakan pendapat. Tapi sepertinya kita mesti lihat kapasitas dulu. Misalnya, jangan berani2 ngartiin dalil kalau bahasa Arab saja kita hanya tahu sebatas ane ente ikhwan ukhti afwan onta. Di FPI ada orang2 kompeten, dan ga mungkin mereka bikin Front sembarangan. Asal kita mau tabayun (cross check) dulu, pasti semua damai2 sahaja.

    3. Media tidak 100% benar. Ingat, mereka ini juga cari duit dari hal2 kontroversial. Informasinya juga pasti kadang timpang. Seperti dugaannya Mas Guh terhadap FPI, kita juga bisa duga hal yang sama terhadap media itu, “tergantung yang mbeking”. Saya setuju sekali dengan faizal di..

    “semoga blog nya mas joe ini ga akan menjadi seperti media2 press yg udah terkenal saat ini. Yang hanya menurunkan berita hanya berasaskan untung rugi bukan keadilan dan objectivitas. Kalau tentang FPI saja (yg jelas2 udah ngetop) mas joe rela untuk study literatur dan mungkin juga wawancara demi melahirkan tulisan ini saya yakin untuk menulis tentang tindakan segelintir oknum Pemuda Pancasila yg aneh tsb ga akan terlalu sulit buat mas joe. Memang benar mungkin trafik kunjungannya ga akan sebanyak tulisan tentang “gadis berjilbab…”, “FPI ….”, atau judul2 kontroversial lainnya…hehe
    Saya akan setia membaca apaupun tulisan mas joe..”

    #~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#
    Tapi, saya juga bisa sependapat dengan Mas Joe, karena…

    0. Al-Habib Mohammad Rizieq bin Husein Syihab itu manusia biasa. Beliau juga bisa salah, apalagi simpatisannya FPI yang bersyarat Ahlussunnah wal jamaah. Ini bulan baek untuk bermaafan dan saling mengingatkan, dengan cara yang baik. )

    1. Islam itu toleran, dan harusnya tidak centil. “Demi tidak adanya godaan dalam ibadah puasanya, mereka tega-teganya menyumbat mata pencaharian manusia lain. Apanya yang “menahan godaan” kalo macam itu? Apa artinya “menahan godaan” kalo ternyata godaannya sendiri malah nggak ada? Setauku, puasa itu “menahan godaan”, bukannya menyingkirkan godaan” — Saya setuju sekali dengan Mas Joe di sini. Berarti dengan analogi yang sama, kita juga bisa saran ke para pegawai negeri untuk tidak mengurangi jam kerja di bulan puasa (dengan alasan puasa). Setuju apa setuju? )

    2. Karena urutan itu ada maknanya (amar ma’ruf nahi munkar). Kata guru ngaji saya, amar ma’ruf (mengajak ke kebaikan) itu lebih gampang dari nahi munkar (mencegah keburukan)

    #~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
    KESIMPULAN DAN SARAN
    0. Kalo diskusi jangan bawa-bawa hal2 yang ga relevan dan tidak berdasar. Misalnya
    “Belajar nggak usah ikut campur urusan orang lain aja dulu”
    “jago kandangnya karena mungkin di kandangnya ada banyak boss yang bisa bayarin makan siang mereka setelah menggerebek warung makan” –sumbernya dari mana nih?
    “ada ancaman tembak di tempat buat hewan seperti FPI” –you just showed your class
    “wekss….tulisannya gak berbobot, tidak membangkitkan keterpurukan umat…malah membuat masalah atas masalah yang ada” –weks…komentar Anda lebih tidak berbobot

    1. Jangan jago kandang. Atau gini aja Mas, kita ke FPI Cab Yogyakarta. Suwon, tabayyun, klarifikasi, sekalian silaturahmi. Ya Alhamdulillah kalo semua blogger Yogya (yang ga setuju dengan aksi FPI) mau bareng ke sana. Baek2 minta kejelasan. Kasihan mereka Mas, kebanyakannya ga paham internet, ga tahu cara bikin blog, ga punya kenalan di media masa. Apakah Mas Joe anggap bahwa ketika kita ngomongin mereka di sini adalah tindakan yang fair? Kasihan mereka Mas… Bagaimana? Jadi kapan Mas Joe ada waktu? *kecuali Mas Joe memang ga berniat damai dan membiarkan masalah ini berlarut-larut demi keuntungan traffic semata*

    2. Buat rumah makan, contohi KFC, McD, dan gerai makan profesional yang lain. Mereka tetap buka ketika bulan puasa, dan pasang tirai. Ada masalah dengan itu?

    Demikian Mas Joe. Semoga menjadi pencerahan. Saya mohon maaf kalau ada salah kata atau hal yang kurang berkenan.
    Wassalaamu’alaikum

    By Prabowo Murti on Sep 24, 2008

  81. @Prabowo Murti :
    Penjelasan yang sangat obvious.

    ahhh…Joe…lagi-lagi kamu membuat orang-orang “misuh-misuhi” saudara seagamanya di blogmu ini. Meski kamu mengklaim bahwa ini pendapat pribadi atau uneg-uneg…tapi artikel ini kamu muat dimana massa bisa mengaksesnya. Jadi lain kali mohon lebih bijak. (Mosok isine misuh2 tok komentare)…

    Aku lebih suka postingan-postinganmu yang renyah dan ringan…netral dan memberikan inspirasi…
    Kowe jane wes ngerti iki subjektif…lha koq ngopo mbok tulis…mung akhire isine dadi penghujatan. Poor Joe

    By faizal on Sep 24, 2008

  82. weit…sek tulisane Bowo enek sing apik :

    *kecuali Mas Joe memang ga berniat damai dan membiarkan masalah ini berlarut-larut demi keuntungan traffic semata*

    nek traffic tinggi -> duit tinggi

    tapi nek traffic tinggi gara-gara menghujat saudara seimannya -> pathetic

    dadi duit haram lo Joe…ati2…emoh aku nek mbok jak makan2.

    By faizal on Sep 24, 2008

  83. @faizal
    Saudara seiman itu siapa yah? Bagaimana cara tahu kalau orang lain seiman atau tidak? Tolong kasih tahu saya dong

    By odiboni on Sep 25, 2008

  84. @odiboni : baca kitab suci jenengan Mas…disana ada definisi orang beriman seperti apa….lebih lengkap dari apa yang bisa saya jelaskan.

    By faizal on Sep 26, 2008

  85. Jujur saja ..
    Islam yang saya tau bukan islam gaya FPI..
    FPI itu kayak tai aja..
    isinya orang orang yang cocok hidup di jaman Mr. Flinstone…..

    By Umat Lain on Sep 26, 2008

  86. @faisal
    Wah selama ini saya kira hanya Tuhan yang berhak menilai keimanan seseorang. Ternyata saya salah ya mas?

    By odiboni on Sep 26, 2008

  87. ayo.. mumpung masih panass…
    monggo lho di cicipi, ntar kalo dah dingin ga enak.. P

    By awik on Sep 26, 2008

  88. BOWO…I love you…hahahahahaha…Mampuss si Joe..Konangan tujuane

    “kecuali Mas Joe memang ga berniat damai dan membiarkan masalah ini berlarut-larut demi keuntungan traffic semata”

    Wuakakakak….Sang Prabo mang jago ngeblog….huakakakak….Gue demen mahzab eh gaya loe wo’…Btw kapan maen2 ke dojo lagi?? :p

    By sangindra on Sep 26, 2008

  89. kudzi:::
    ente nggak relevan dengan isi postingan, ji P

    faizal:::
    hooo…mungkin fpi memang perlu dimasuki orang seperti kamu, zal. at least biar mereka bisa mikir dikit atau melek internet; bisa baca kejengkelan orang2-yang-sedang-dibela-menurut-versi-mereka tentang mereka.

    tentang trefik tinggi sama dengan duit tinggi, ah, tidak sesederhana itu zal. kompleks, kok. jadi sejauh ini tenang2 saja kalo ta’traktir D

    yang lain, aku malah tertarik njawab pertanyaanmu di postinganku yang baru besok. sabar aja

    TARZAN KOTA aka RETORIKA:::
    masih berkutat di WP gratisan juga, bos? mbok hosting sendiri, kekekeke

    Fortynine:::
    dari dulu aku penasaran, rid, siapa sebenernya bos mereka ini

    riky:::
    setuju! kita memang perlu menyaring apa yang mereka tulis ) tapi tentunya kita juga harus bisa memutuskan yang akan kita saring itu apa betul-betul perlu disaring atau tidak; supaya nggak memubazirkan waktu dan tenaga kita.

    dalam perkara SINDO di atas itu, saya kok ya beranggapan bahwa saya nggak perlulah sampe segitunya nyari-nyari pembanding yang lain. soale sederhana, sih. saya menganggap tindakan fpi yang minta rumah makan ditutup cuma demi menghormati ramadhan itu sudah salah (atau minimalnya manjalah), apapun dalih mereka di belakangnya. istilahnya, bolehlah kita mencoba mengerti jalan pikiran kriminal, tapi jgn berusaha mencari pembenaran perilaku kriminal )

    Hartadi:::
    kalo saya sih jujur pengen makan. cuma berusaha nurut aja sama perintah Tuhan makanya makannya nunggu bedug maghrib, hohoho

    nyamukbingung:::
    kemarin malah ribut lagi di pengadilan, ry, huehe

    awik:::
    berarti alhamdulillah, wik. mereka sadar dengan kemanjaannya

    mampir ngombe:::
    biar mengaduh sampe gaduh

    Prabowo Murti:::
    tenang, bo, habis ini aku bikin tulisan lagi yang semoga bisa menjelaskan kenapa aku ngerasa perlu menampakkan emosiku lewat blog

    Umat Lain:::
    semoga – kalo anda bener2 bukan bagian dari umat islam – keluh-kesah anda dibaca sama oknum fpi supaya mereka sadar kalo mereka memperburuk citra agama yang saya anut ini di mata anda

    sangindra:::
    bisa tolong dijelaskan bagaimana hipotesa seperti itu bisa didapat, ndra? jangan terlalu yakin dululah

    By Yang Punya Diary on Sep 27, 2008

  90. biarin azah deh bos, lagian polisinya juga gak berani razia hahahahah……..

    By minanube on Sep 27, 2008

  91. FPI tukang rusuh..coba tanya ada gak anggotanya yang gak puasa?

    By thevemo on Sep 29, 2008

  92. BUBARKAN FPI…!!!!
    TIDAK ADA TOLERANSI LAGI…!!!
    KERUKUNAN INDONESIA JADI TARUHANNYA…!!!

    By Hanya Islam on Oct 2, 2008

  93. @ Nyang punya blog

    Udah punya sih : indobikers.net
    tapi males mindahinya … ) soalnya takut hitsnya turun, ingat kasus om ilham kafemotor ? ? makanya ragu2 mindahinya …

    By TARZAN KOTA on Oct 9, 2008

  94. banyak godaan kan malah banyak pahala tull ga?

    By bimo on Oct 10, 2008

  95. bulan puasa malah cari orang yang gak puasa trus rusak sana rusak sini…tahan nafsu lho ok.itu yang namae puasa.bukannya sweeping.

    By jhon on Oct 10, 2008

  96. halah….. kok ya kurang gawean to yo..

    salam kenal dari magelang raya

    By ciwir on Oct 13, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: